Sinopsis The Huntresses Part 2







Dengan mengendarai skuter, Moo Myeong kembali kerumah. Tapi gerombolan tamu yang tak diundang sudah menunggunya. Sa Hyun lah ketua dari gerombolan tersebut. Dimana para perempuan bau itu?
Moo Myeong tak mengerti maksud Sa Hyun lagipula bagaimana bisa seorang tamu datang kerumah saat pemiliknya sedang pergi. Sa Hyun menunjukkan sketsa wajah Gong Goo. Moo Myeong gelagapan seraya tangannya mencoba membuat percikan api untuk menyalakan sumbu senapan. Dia mengancam akan menembak mereka, Begitu nyala tidak akan bisa padam. Jika tidak ingin mati, segera enyah dari sini.




Sa Hyun dengan santai menghentikan nyala sumbu senapan tersebut lalu menendang Moo Myeong sampai terjungkal. Moo Myeong akhirnya memberitahu kalau Jin Ok dkk sedang jalan-jalan.




Ga Bi mengeluh dengan wajah Gong Goo yang terlalu biasa sehingga sulit untuk mengenali. Jin Ok setuju, sangat sulit mencari seseorang dengan hanya mengandalkan secarik kertas.
Hong Dan memiliki rencana lalu membisikkan pada dua sahabatnya tersebut.


Hong Dan masuk ke sebuah kedai, dia membuat pengumuman mengenai Gong Goo yang memiliki ciri-ciri tato angka sembilan di punggungnya. Dia meminta kerjasama mereka kalau tahu dan mengangkat tangan.
Semua tak memperhatikan dan sibuk dengan pekerjaanya masing-masing.



Seorang dengan tudung segera berdiri sesaat setelah pengumuman Hong Dan tapi sayang Jin Ok sudah menghadang dan menebak kalau dia tuan Gong Goo. Gong Goo berbalik berniat pergi tapi udah ada Ga Bi yang mencegahnya dari belakang.
“Kalian diutus oleh Kim Ja Hun? Siapapun yang berniat membawaku pergi dari sini, akan mati di sini.”
Gerombolan yang tadi pergi menemui Moo Myeong datang ke kedai yang sama. Dia senang bertemu dengan Gong Goo lagi, Hari itu nasibmu cukup beruntung sehingga berhasil melarikan diri. Tapi hari ini sepertinya tidak begitu.






Ketua yang matanya satu berniat menyentuh Gong Goo tapi tangannya langsung di tekuk oleh Jin Ok. Ketua tadi memuji wajah cantik Jin Ok, kau pelacur dari rumah bordil mana?
Ga Bi tak terima akan menghajar, Jin Ok menahan lalu menyuruh Ketua tadi untuk pergi dengan baik-baik dan ia akan menganggap tak mendengar ucapan itu. Hong Dan tiba-tiba datang, dia bertanya mau apa kunyuk (ketua) ini?
Ketua jadi marah lalu membentak dengan memaki Hong Dan sebagai pelacur. Ga Bi tak tahan langsung menendangnya sampai terpental.
“Jangan begitu! Bicara pakai mulut, pakai mulut.” Hong Dan khawatir terjadi keributan.


Gong Goo sadar sekarang kalau mereka bertiga bukanlah utusan Kim Ja Hun. Jin Ok mengatakan kalau dia diutus kepala polisi. Gong Goo langsung menyesal, kenapa tak mengatakannya dari tadi?






Ketua mata satu memberi perintah menyerang Jin Ok dkk. Mereka terkepung. Jin Ok menyuruh kepada tuan Gong Go agar selalu berada di belakangnya. Dia memerintahkan untuk berpencar.




Perkelahian tak ter-elak-kan. Jin Ok dengan terus bersama Gong Goo untuk melindungi dan mengingatkan agar terus berada di sampingnya. Hong Dan dan Ga Bi bertempur sendiri-sendiri tapi karena kalah jumlah mereka terpojok di lantai dua. Ga Bi mengajak untuk melompat agar bisa turun.
Ga Bi melompat dengan pendaratan yang bagus sedangkan Hong Dan melompat tetapi tubuhnya tak seimbang hingga terjengkang dan jatuh ke tanah. Patah!




Gong Goo berlari menghindari kejaran gerombolan tersebut. Jin Ok terpisah dengannya. Gong Goo terjatuh saat melewati semak-semak dengan rumput tinggi. Tapi berkat itu, Gong Goo berhasil bersembunyi tetapi ketika dia mencoba pergi, sebilah pedang telah menghadangnya.



Jin Ok berjalan ketempat Gong Goo tadi, kakinya tersandung sesuatu. Sesosok mayat yang sudah tergeletak. Jin Ok segera mengecek tatoo yang berada di punggung pria tersebut. Benar saja itu tato angka sembilan. Seseorang telah membunuh Gong Goo.



Jin Ok merasakan kehadiran seseorang. Jin Ok siaga dengan senapannya tapi orang itu berhasil mengelabui Jin Ok. Dan menyerangnya dari belakang tapi ternyata Jin Ok lebih cerdik lagi. dia pun segera menghindar dan membuat posisi berbalik menyerang orang tersebut.
Sa Hyun, dialah orang yang sekarang di todong senapan oleh Jin Ok.
“Jangan bergerak! Atau otakmu akan menghilang.”






“Apa alasan membunuh Gong Goo?”
Sa Hyun masih diam. Jin Ok pun menyuruhnya untuk memutar kepala agar bisa melihat siapa gerangan pria yang sedang dia todong. Jin Ok terkejut melihat wajah Sa Hyun, kilatan kenangan masa kecil mereka segera terulang dalam benak Jin Ok.
Ketika dia kecil, Sa Hyun menyuruhnya untuk segera lari. Jin Ok kecil kebingungan karena siatuasi yang kacau. Apakah yang terjadi?



Jin Ok lemas hingga terduduk. Sa Hyun mengambil kesempatan itu untuk menyerangnya dengan samurai tapi tepat saat itu seseorang menembakkan peluru ke dada Sa Hyun. Dialah Moo Myeong.
Jin Ok tersadar, dia segera mengecek keberadaan mayat Gong Goo tapi ternyata sudah tak ada. Sa Hyun membawanya pergi.



Sibjagyeong sudah berada ditangan Ja Hun. Dia pun merangkai Sibjagyeong membentuk kubus dan meletakkannya diatas lilin lalu menyorotkan bayangannya ke dinding. Kalau sekarang sih yang proyektor gitu lah.
Dalam Sibjagyeong itu tergambar peta kerajaan China. Ja Hun merasa kalau Raja terlalu bodoh membuat Sibjagyeong. Ja Hun memerintahkan pada Sa Hyun untuk menyerahkan Sibjagyeong tersebut ke tangan konselir china.



Setelahnya, Sa Hyun menyembuhkan luka bekas tembakan Moo Myeong. Dia membakar bekas luka tersebut dengan logam yang telah ia panaskan. Iewww, sakit banget pasti.
Sa Hyun mengingat saat dimana Jin Ok begitu terkejut melihat dirinya tadi.


Ja Hun menuju ke sebuah tempat, dia menemui seseorang yang dipasung. Orang itu sangat tak terawat. Ja Hun telah memenjarakan orang tersebut selama 10 tahun. Dia menyuruhnya untuk tetap bertahan hidup.



Ja Hun menyuruh pada penjaga pria tadi agar jangan sampai ada kesalahan sampai dengan datangnya konselir China. Penjaga tadi mengatakan kekhawatirannya kalau sampai pria tadi bunuh diri.
Maka dari itu, Ja Hun memerintahkan agar mengancam pria tadi dengan mengatakan kalau putrinya berada ditangannya maka dia tak akan berani bunuh diri.





Jin Ok meminta maaf akan kesalahannya membuat Gong Goo bisa terbunuh. Tapi dia juga penasaran darimana asal muasal Gong Goo. Moo Myeong tak tahu menahu soal itu juga. Jin Ok tak percaya, dia ada di tempat saat Gong Goo menyebarkan beritanya. Moo Myeong kekeuh mengaku tak tahu lalu membalikkan badan daripada harus mendengarkan ocehan para gadis.
“Mana pedangnya mana? Berikan padaku” tanya Ga Bi setengah mengancam.
“Oh ya. Mana pedangnya?”



Moo Myeong takut diancam oleh muridnya sendiri. Dia menyerah dan menceritakan kronologinya.
“Pada zaman dahulu kala Pertempuran antara Joseon dengan China, kalian masih ingat? Gara-gara kejadian itu, Pangeran kita ditangkap dan dijadikan sandera. Kemudian, setelah satu dekade, Yang Mulia berhasil mendapatkan kekuasaan. Lalu Yang Mulia menulis sebuah petunjuk penting pada sibjagyeong.”
Moo Myeong menatap ketiga muridnya yang hanya cengo, termasuk aku yang gak tahu artinya. Moo Myeong pasrah dan berniat menceritakannya lagi.


Hong Dan memotong. Dia membuat kesimpulan kalau Gong Goo adalah utusan kaisar yang bertugas mengantarkan Sibjagyeong kepada kaisar. Tapi Gong Goo mati jadi mereka tak bisa mendapatkan uang. Dan sekarang mereka semua terjepit dalam masalah ini.
Hahaha. Semua senang dengan kesimpulan tersebut. Tapi kesenangan itu segera luntur ketika suara panah menyerbu rumah mereka.






Serangan panah. Mereka berempat telah di tuduh sebagai pembunuh Gong Goo. Sigap, mereka segera bersembunyi di balik meja tapi tak akan berhasil. Panah masih terus menyerbu mereka. Jin Ok teringat dengan alat pengaman rumahnya, dia segera menarik tuas dengan yoyo lalu dengan segera kayu berjajar menutupi rumah itu.
Jin Ok sekarang sudah menyiapkan pintu rahasia, Moo Myeong kegirangan tapi dengan segera Jin Ok mencegahnya untuk ikut kabur. Karena kalau mereka tertangkap akan dianiyaya oleh sebab itu Moo Myeong harus menghadapi mereka sendiri. Mereka bertiga akan kabur untuk mendapatkan Sibjagyeong.




Ga Bi memberikan helm pelindung untuk Moo Myeong. Hong Dan dan Ga Bi sudah pergi dengan pintu rahasia tersebut. Terakhir Jin Ok tapi Moo Myeong mencegah untuk memohon agar dia bisa ikut. Jin Ok tetap menolak, dia berjanji akan melakukan yang terbaik jadi jaga diri.
Moo Myeong ketakutan ditinggal sendiri dan harus menghadapi ratusan prajurit.




Moo Myeong keluar dengan mengenakan pakaian pelindung dan juga helm yang diserahkan Ga Bi. Percaya diri, dia berjoget gangnam style dengan cerianya karena ditembak dengan panah tak mampu menembus pakaian itu. Tapi naasnya, pakaian itu terlalu berat membuat Moo Myeong kehilangan keseimbangan dan jatuh. Hahaha.



Polisi menggiring Moo Myeong ke penjara, dia mencoba menjelaskan tapi percuma saja karena petugas tak ada yang percaya pada Moo Myeong.
Polisi pergi, penghuni sel yang sama dengan Moo Myeong langsung mengenalinya. Mereka pun memukuli Moo Myeong karena dendamnya akan Jin Ok. Mungkin Jin Ok lah yang menangkap mereka lalu menyerahkannya ke polisi agar bisa mendapat imbalan.



Ja Hun memberikan amanat pada Sa Hyun agar menjaga dengan baik Joo Yoo Shik karena mungkin dalam waktu dekat mereka akan membutuhkannya. Sa Hyun mengerti tapi dia penasaran, bukankah seluruh utusan rahasia telah disingkirkan semua. Tapi kenapa Joo Yoo Shik mendapatkan pengecualian?
“Sibjagyeong yang dirancang bersama oleh Kaisar dengan para utusan rahasia itu, Bukankah ada peta militer China? Walaupun merebut sibjagyeong dan mengembalikannya pada China, Tanpa titah langsung dari Kaisar, China juga tidak berdaya. Karena itulah kita mengecualikan Jo Yoo Shik yang merupakan pembuat sibjagyeong itu.”



Ja Hun curiga kenapa Sa Hyun tiba-tiba tertarik pada Joo Yoo Shik. Sa Hyun hanya penasaran kenapa Joo Yoo Shik di penjara selama sepuluh tahun. Hanya ingin tahu kenapa dia begitu berharga.
Ja Hun tersenyum mengerikan, dia sama sekali tak percaya sepertinya dengan alasan Sa Hyun.





Jin Ok, Ga Bi dan Hong Dan sudah berada di kediaman Ja Hun untuk mengambil kembali Sibjagyeong. Mereka melawan beberapa penjaga sampai menemukan sebuah ruang penyimpanan. Mereka menatap loker  yang berjajar di depan mereka, mereka mulai mencari-cari kunci yang cocok untuk bisa membuka loker tersebut. Banyak sekali lokernya.




Ga Bi mulai putus asa, diantara banyaknya loker yang mereka buka tak ada satupun yang menunjukkan keberadaan Sibjagyeong. Namun di tengah kebuntuan tersebut, Jin Ok menemukannya. Mereka segera berniat pergi.
Seseorang dengan stelan yang sama dengan mereka dan memakai penutup wajah masuk ke ruang penyimpana. Jin Ok menunjukkan Sibjagyeong yang ia temukan lalu mengajak orang tersebut yang dia anggap Hong Dan untuk keluar.



Seseorang masuk lagi, mereka berdua sama-sama kebingungan. Orang dengan penutup wajah yang baru datang segera membuka penutup wajahnya, dia Hong Dan. Kalau begitu siapa orang tadi?
Jin Ok membuka penutup wajahnya, dia Prajurit Song. Hong Dan memukulinya sedangkan Jin Ok pamit untuk keluar lebih dulu.




Jin OK pergi dengan membawa bungkusan berisi Sibjagyeong tapi langkahnya segera terhenti ketika melihat kehadiran Ja Hun. Jin Ok jatuh terduduk dengan wajah ketakutan. Dia sama sekali tak bisa bergerak, dia ketakutan menatap Ja Hun.


***
Apa yang terjadi dengan Jin Ok, tunggu kelanjutannya.....

1 Response to "Sinopsis The Huntresses Part 2"

  1. Wajah yang terlalu biasa sulit di kenali.hee,,
    Di tunggu kelanjutan ny puji,
    Gomawoo

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^