Sinopsis Gap Dong Episode 8-2



Hyeon Nyeon melapor pada Yang Chul Gon kalau Ha Moo Yeom memeriksa 110 jalur bebas. Chul Gon terlihat khawatir, dia bertanya pada Cha Do Hyuk apakah Moo Yeom membawa pistol.
“Tidak.”


Moo Yeom menghubungi Hyeon Nyeon untuk menanyakan keberadaan Ma Ji Wool. Sudah sangat lama keberadaan mereka belum terdeteksi. Dia harap mereka tak keluar negeri. Moo Yeom curiga kenapa Hyeon Nyeon jangan-jangan menyembunyikan keberadaan mereka karena perintah. Takut kalau dia akan membunuh Ryu Tae Oh.
Hyeon Nyeon meyakinkan, dia kan istri Moo Yeom jadi tak akan melakukan seperti itu. Aku akan memberitahukanmu kalau ada kabar.
“Jangan. Jika Ji Wool aman pun tak usah menghubungiku. Aku rasa bisa membunuh Ryu kalau keadaanya seperti ini.”
Moo Yeom mengira-ngira hukumannya kalau dia membunuh Tae Oh. Hukum mati? Ah tidak. Aku paling hanya akan mendapat masa percobaan. Moo Yeom mengakhiri panggilannya dengan kesal.



Young Ae melapor kalau mereka telah menemukan keberadaan Tae Oh. Mereka berada di jalur bebas 5, daerah dekat Susung IC.
“Ha tampak dekat dari sana. Haruskah aku memanggilnya?” tanya Do Hyuk.
Chul Gon menyetujui lalu menyuruh untuk mulai dengan menanyai saksi.


Hyeon Nyeon menyela. Dia memberitahukan kalau sikap Moo Yeom aneh. Moo Yeom mengatakan kalau dia akan membunuh Ryu Tae Oh jika bertemu dengannya. Dan menyuruhnya untuk tak memberitahukannya kalau menemukan Ji Wool. Hyeon Nyeon khawatir dengan keadaan Moo Yeom.
Chul Gon tampak berfikir ulang untuk memberitahukan keberadaan Ji Wool dan Tae Oh.



Oh Maria duduk gelisah di ruangannya. Dia memikirkan tentang Choi Tae Sik. Dia teringat ucapan Tae Shik saat memberikan kertasnya. Dia meminta untuk memberikan kertas itu pada Ketua Yang Chul Gon.
Maria segera meraih ponselnya untuk menghubungi Chul Gon.

Sedangkan Tae Shik gemetaran seraya memilin kain sobekan selimut. Dia sepertinya membuat tali untuk gantung diri kalau dilihat dari bentuknya. Tae Shik terlihat sangat tertekan.


“Mungkin itu ada hubungannya dengan Gap Dong.” Ucap Maria pada Chul Gon.
Chul Gon menyanggupi untuk datang menemui Maria sesegera mungkin setelah dia kembali karena sekarang dia dalam perjalanan ke Susung IC. Maria memohon agar dia bisa datang secepatnya.



Moo Yeom menunjukkan foto Ji Wool dan Tae Oh pada beberapa warga, dia menanyakan apakah mereka melihat orang dalam foto tersebut. Mereka memakai motor. Tapi sia-sia saja karena mereka tak melihatnya.
Moo Yeom melihat mobil polisi melintas melewatinya. Dia segera menyadari kalau mereka telah menemukan keberadaan Ji Wool.


Moo Yeom segera kembali ke mobilnya tapi terlebih dahulu dia menghubungi Young Ae untuk menanyakan apakah mereka telah menemukan keberadaan Ji Wool. Young Ae tergagap. Akhirnya dia berbohong dengan mengatakan kalau mereka belum menemukannya.
Moo Yeom meng-iya-kan saja, dia tahu kalau Young Ae ada di sisinya. Dia mengatakan kalau dia akan melakukan kasus kelima. Dia tak mungkin membiarkan Ji Wool yang malang mati. Dia akan menyelamatkannya sebelum nanti malam.
“Kau sudah menemukan korbannya?”
“Aku akan segera menemukannya sebelum nanti malam.”
Moo Yeom mengatakan tadi hanyalah untuk strategi, akhirnya Young Ae buka mulut. Dia memberitahu Moo Yeom kalau Tae Oh dan Ji Wool tertangkap kamera CCTV di daerah Susung IC. Jalur bebas 5.


Chul Gon masih dalam perjalanan, dia heran dengan murid SMA yang masih berkeliaran di luar sekolah. Apa yang sedang mereka lakukan?



Moo Yeom masih memegang buku mengenai kasus Gap Dong sebelumnya. Dia heran melihat gadis-gadis SMA yang masih berkeliaran. Dia bertanya apa yang mereka tengah lakukan. Kenapa kalian tidak di kelas sekarang?
“Kami tengah piknik!” ucap mereka ketus.
“Piknik, katamu! Piknik di semua sekolah Iltan dibatalkan. Jangan bohong.”
“Paman! Ini bukan Iltan.” Kata mereka sambil ngeloyor pergi.
Moo Yeom menyadari sesuatu, dia kembali membuka bukunya. Kasus kelima.


Cha Do Hyuk marah, kenapa mereka tak memberitahukan untuk pembatalan piknik pada mereka. Hyeon Nyeon mengingatkan kalau SMA tersebut bukanlah di distrik Iltan. Mereka berada di Susung. Do Hyuk baru menyadarinya.


Moo Yeom segera mencari kebun bunga terdekat di wilayah Susung.
Dilain tempat, Chul Gon mencari kebun bunga terdekat.


Dalam kegelapan, tubuh wanita telah tergeletak di sebuah kebun bunga. Wanita tampak menggunakan nail art yang digunakan oleh Ji Wool juga. Mungkinkah Ini Ji Wool?
Tae Oh yang berdiri tak jauh dari tubuh itu pun memotret jari wanita itu. Cat kuku bergambar hati.


Moo Yeom sudah sampai ke kebun bunga tempat Tae Oh pula. Moo Yeom kebingungan karena semua pintu di kebun tersebut terkunci.
Sedangkan Tae Oh yang berada di dalam kebun mengunggah foto jari wanita tersebut dengan judul. Time over no. 5.



Gil memberitahukan kalau mereka sudah mendekati pasar bunga. Sedangkan Chul Gon duduk dengan gelisah. Gil menerima sebuah pesan, itu foto yang diunggah oleh Tae Oh. Gil terkejut lalu menunjukkannya pada Chul Gon.



Moo Yeom masih berusaha menemukan pintu masuk ke dalam kebun tersebut. Dia sudah kelelahan mengitari kebun yang luas itu. Ponsel Moo Yeom  bergetar menerima panggilan dari Young Ae.
“Apa kau sudah menge-cek pesan yang aku kirim padamu?”
Moo Yeom bingung, pesan apa. Young Ae menyuruhnya untuk mengecek saja pesan yang ia kirim. Moo Yeom membuka MMS tersebut.  Itu foto jari yang diunggah Tae Oh. Pikiran Moo Yeom langsung teringat dengan pesan gambar yang Ji Wool kirimkan padanya. Jari dengan gambar hati.


Seluruh petugas gempar dengan gambar yang diunggah Tae Oh di SNS. Do Hyuk segera menyuruh untuk meng-hack akun yang di gunakan tersebut.
Tak lama setelahnya, webtoon Lintasan Monster episode 5 milik Ji Wool pun di unggah.


Chul Gon sudah sampai ke kebun bunga. Do Hyuk menghubungi Chul Gon. Dia segera bertanya apakah Do Hyuk telah menemukan keberadaan akun SNS tersebut.
Petugas belum berhasil melacaknya tapi mereka telah menemukan keberadaan Ji Wool karena dalam Webtoon yang di unggah terdapat clue yang menunjukan tempat keberadaanya.
“Lalu, bagaimana dengan foto SNS?”




Setelah sekian lama, akhirnya Moo Yeom menemukan jalan masuk ke dalam kebun bunga. Dia berjalan dengan perlahan. Ternyata tak jauh dari Moo Yeom berdiri, Tae Oh memperhatikan gerak-gerik Moo Yeom. Dia bersembungi di balik tembok. Moo Yeom mulai berjalan mendekati tempat persembunyian Tae Oh tapi belum sempat dia menemukan Tae Oh. Panggilan dari Young Ae masuk. Dia memberitahukan kalau mereka telah menemukan keberadaan Ji Wool dengan petunjuk yang ada di webtoon yang di unggah Ji Wool.
 Young Ae mengirimkan alamat tempat Webtoon itu di unggah. Moo Yeom segera pergi meninggalkan kebun bungat tersebut.
Tae Oh tersenyum melihat kepergian Moo Yeom. Senyum kemenangan mungkin karena kan di setiap petunjuk yang ia berikan pasti ada maksud tersembunyi. Entah untuk mengelabuhi atau maksud lainnya.


Moo Yeom segera menghubungi Chul Gon untuk mengatakan keberadaanya di kebun bunga. Chul Gon menyuruh Moo Yeom agar tetap disana untuk memeriksa kebun bunga tersebut. Bisa saja webtoon yang diunggah Ryu hanyalah sebagai alat pengecoh.
Moo Yeom menolak, bagaimanapun dia akan pergi menemui Ji Wool. Dia harus menyelamatkan Ji Wool dulu.


Polisi dikerahkan untuk pencarian. Mereka meminta pengendara yang melintasi wilayah Susung untuk menunjukkan kartu identitas mereka. Sekarang, Tae Oh telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berantai Iltan.

Dengan dingin, di kebun bunga. Tae Oh menyeret mayat korban kelima tanpa perasaan. Pandangannya pun tampak tak ada sedikitpun rasa kemanusiawian’nya.


Maria mengirim pesan untuk Chul Gon kalau dia akan menunggu Chul Gon di tempat kerja. Dia masih saja kepikiran dengan Tae Shik. Dia penasaran apakah nomor yang Tae Shik berikan ada hubungannya dengan Gap Dong.
Ponsel Maria bergetar, dia segera menggapainya tapi ternyata bukan dari Chul Gon. Itu dari ibunya yang bertanya khawatir mengenai keadaan Maria.

Ibu menyuruh Maria tak usah mengemasi barang apapun, dia yang akan mengurusnya. Dia sangat khawatir karena Sang Hoon pergi malam-malam dengan sangat tergesa karena foto yang diupload di SNS.
Maria malah tak memperdulikan ucapan ibunya lalu membuka SNS. Dia terkejut melihat foto jari dengan nail art bentuk hati.



Moo Yeom sampai ke penginapan Sora. Dia segera berlari untuk menemukan Ji Wool.
Ji Wool terduduk di salah satu kamar, melihat kedatangan Moo Yeom dia jadi menangis. Kau menemukan petunjuk rahasiaku?
Moo Yeom menyuruh Ji Wool untuk mendekat. Ji Wool sudah siap untuk dipukul oleh Moo Yem karena dia memang pantas mendapatkannya tapi Moo Yeom tak melakukan itu. Dia hanya menjitak dahi Ji Wool seperti biasanya.
“Kau mau mati? Dimana Ryu?”




Moo Yeom memarahi Ji Wool karena dari awal dia sudah menyuruhnya agar jangan bicara dan menemui Tae Oh. Ji Wool menangis dan menyalahkan Moo Yeom, semua terjadi karena Moo Yeom.
“Diam. Dimana orang itu? Dimana Ryu!”
Ji Wool terus menangis, dia sama sekali tak tahu dimana keberadaan Tae Oh. Moo Yeom tak tega melihat Ji Wool yang terus menagis. Jangan menangis.
“Kau yang membuatku menangis.”
“Kau tak bersamanya?” tanya Moo Yeom.
“Dia tampak marah.”




[FLASHBACK]
Ji Wool bersama dengan Tae Oh. Dia menunjukkan kalau webtoonnya telah ia selesaikan. Tae Oh melihatnya dengan seksama, menarik. Ji Wool meminta izin untuk menguploadnya. Tae Oh masih terus membaca sampai akhir cerita. Disana tergambar kalau karakter utama membawa sang wanita ke Penginapan Sora. Jelas saja Tae Oh menyadari kalau Ji Wool sedang memberi petunjuk.
Tapi Tae Oh tetap mengizikan Ji Wool menguploadnya kalau dia mau. Ji Wool tak tahu password wi-fi’nya. Tae Oh pun menyambungkan wi-fi untuk Ji Wool.



“Oppa, Kau benar-benar tak punya niat untuk membunuhku?” tanya Ji Wool.
“Kapan ini akan diupload?”
Jam 9 kalau dia mengirimnya sekarang. Tae Oh menatap jamnya, dia sedikit berfikir. Tae Oh akan pergi untuk mencari udara segar. Ji Wool tanya apakah Tae Oh akan pergi sendirian.
Tae Oh pun menunjukkan webtoon Ji Wool yang berisi pertunjuk, dia tahu kalau Ji Wool tak percaya padanya. Ji Wool beralasan kalau dia hanya tak ingin kalau Moo Yeom mengkhawatirkannya. Tae Oh pergi dengan menunjukkan raut wajah marahnya.
“Aku akan pergi beli makan malam.”
[FLASHBACK END]

“Dia bilang dia akan pergi beli makan malam.” Ucap Ji Wool.
Gil dan Chul Gon muncul di belakang Moo Yeom. Dia yakin kalau Ryu tidaklah sebaik itu mencarikan makan. Mereka yakin kalau Ryu mencari mangsa.
Moo Yeom terkejut. Dia menyadari sesuatu dan segera pergi meninggalkan Ji Wool.


Sang Hoon bergabung dengan petugas polisi lainnya. Dia mulai menganalisa tentang foto yang di unggah Tae Oh. Kemungkinan foto tersebut adalah palsu. Sebagai rencana agar Ha Moo Yeom melakukan kejahatan kelima dan polisi akan terfokus pada penculikan Ji Wool.
“Apa kau menemukan orang pertama yang mengupload foto SNS?” tanya Do Hyuk pada Young Ae.
Young Ae mengatakan kalau akun tersebut milik orang USA yang semua isinya berupa bahasa inggris dan hanya berupa lirik lagu. Akunnya tidak berguna.



Ji Wool sudah bersama Gil, dia bertanya apakah Biksu Gila benar-benar marah padanya. Dia baru pertama kali melihat Moo Yeom begitu marah. Gil tertawa. Moo Yeom orang yang kacau, dia bahkan melihatnya marah setiap hari.
Gil memperagakan bagaimana Moo Yeom ketika menginggau meminta Ji Wool mengapai tangannya. Tapi Ji Wool tak mengerti maksud Gil sedangkan Gil malu sendiri dan menyudahi aktingnya yang kacau itu.

Moo Yeom melajukan mobilnya menuju kembali ke kebun bunga dengan penuh amarah.


Sedangkan Tae Oh tengah asik menaburi tubuh mayat wanita korban kelima dengan begitu santainya. Huh. Senyum kecil tampak di sudut bibirnya.



[FLASHBACK]
Tae Oh berjalan tergesa menghampiri seorang gadis yang berjalan di samping kebun bunga. Dia bertanya pada gadis itu, apa dia tinggal di daerah situ. Gadis tadi membenarkan, kenapa?
“Aku belum menemukan apa yang kucari. Aku mendengar ada tulip kuning. Bisakah kau memberitahu aku di mana itu berada?”
Gadis itu ragu dan menatap cat kuku yang baru dibelinya. Tae Oh menyadari keraguan gadis itu. Dia meminta maaf dan menyuruhnya pergi. Tapi baru berapa langkah, gadis itu berbalik. Tae Oh tersenyum senang karena telah mendapatkan mangsa.




Foto kuku Ji Wool di letakkan oleh Tae Oh untuk di tiru oleh gadis tadi. Dia gemetaran seraya mengecat jarinya. Untuk menatap wajah Tae Oh saja dia sangat ketakutan.
“Apa yang aku lakukan salah?” tanyanya sambil menangis ketakutan.
“tidak sama sekali.”
“lalu kenapa?”
[FLASHBACK END]



Tae Oh meletakkan sekuntum mawar merah diatas gundukan mayat yang telah ia taburi bunga.


Maria tengah malam menuju ke pusat rehabilitas untuk menemui Tae Shik. Ketika petugas jaga mengatakan kalau mungkin Tae Shik sudah tertidur. Maria tetap menyuruh untuk membuka pintu kamarnya.
Namun setelah masuh, Maria dikejutkan oleh sesuatu.



Moo Yeom sampai di Kebun Bunga, dengan berbekal alat pemukulnya dia mencari-cari keberadaan Tae Oh. Namun sama sekali tak ada tanda-tanda adanya Tae Oh. Moo Yeom terus mencari dengan mengitari tempat itu.
Sampai dia menemukan gundukan bunga, Moo Yeom mendekat. Dia melihat tangan yang muncul di gundukan itu. Moo Yeom tak bisa lagi menahan tubuhnya, dia lemas karena satu orang telah menjadi korban lagi.
Entah aku yang mati atau aku yang akan membunuhmu.” Ucapnya dengan mulut bergetar marah.
***
Komentar :
Uh, di buat ombang ambing perasaan aku sama sikap Tae Oh. Terkadangg dia tampak seperti manusia biasanya yang bisa marah karena tak mendapat kepercayaan dari Ji Wool (atau merasa di khianati Ji Wool yang berusaha menunjukkan keberadaanya?) dan ketika bicara masalah cinta. Tapi ketika aku melihat dia membunuh dengan keji dan tanpa ampun, segala rasa simpatiku segera luntur.
Setelah kemarin aku bahas tentang Tae Oh & Ji Wool, sekarang Moo Yeom Ji Wool. Feel mereka berdua lebih dapet. Apalagi saat Moo Yeom kelabakan mencari Ji Wool yang di bawa pergi oleh Tae Oh. Aku kerasa kalau mereka itu emang dekat satu sama lain. Entah itu bagi Moo Yeom hanya sebatas kakak-adek ataupun Ji Wool yang menganggapnya sebagai pria yang dia cintai. Terlepas dari itu aku suka feel mereka.
Berbeda halnya ketika Moo Yeom memeluk Maria, kalo kata Mba Ayu sih terkesan dipaksakan. Iyap, aku setuju. Selama beberapa pertemuan mereka, aku rasa terlalu jauh kalau Moo Yeom sudah berani memeluk Maria karena adegan-adegan yang ada sama sekali belum menunjukkan kedekatan mereka yang lebih. Aku malah merasa kalau Moo Yeom masih menganggap Maria sebagai teman, sama halnya dengan Maria. Jujur, aku terkejut ketika Moo Yeom memeluk Maria. Serasa terlalu dini sih.

8 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 8-2"

  1. Aigoo....aaiissshhh....karakter Tae Oh sungguh mengerikan,pake "biiingiiit" lg...(jd alay)...kasian MY prasaanx campur aduk antara kwtir + marah...
    Gomawo mbak puji...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku sih semenakutkan apapun Tae Oh tetep aja cinteeh ching. hehe. Meskipun sering di bikin geregetan sama kekacauan yang dia buat.

      Delete
    2. Klo d dunia nyata Tae Oh keren ....sweet smile

      Delete
  2. Mmm...q sbnrnya g terlalu suka drama2 tt pembunuhan, tp bleh dong numpang komen, q suka bgt buka2 blog ni, mknya wlpun g suka dgn genre dramanya q ttp baca, gomawo y mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makasih udah sering berkunjung ke blog aku. ^^ Aku juga sebenernya gak terlalu suka genrenya tapi gimana lagi. aku suka Joon sih. hehe

      Delete
  3. Aduh......
    Q sih salut bgt sma akting'y lee joon oppa daebak,
    d drama ini dia bgtu menakutkn,
    tp pas d mblaq dia cutte pke bgt,

    #slm knal yh mbak,sya ikha,
    ma'f yh mbak selama ini likha cma jd silent rider,
    tp untuk yg ini likha gk tahan wat komen

    ReplyDelete
    Replies
    1. aakh setuju banget, apalagi pas variety show hello baby. ussh, rempong dia + bikin rame. nah sekarang? merinding aku liatnya. hehe

      salam kenal juga. ^^

      Delete
  4. Mungkin ituah yang disebut obsesi. Sejak kecil Tae Oh memang sudah terobsesi dengan Moo yeom, ini tak jauh beda dengan Tong Dao yang terobsesi dengan Chen Ling (Mars) hny karena sebuah pertemuan yang tak sengaja, atau Lee Joon Ho yang terobsesi pada Lee Hyun hanya karena sebuah jawaban yang berbeda dg jwaban org pada umumnya. Bagi para psikopat, sesuatu yang istimewa itu kadang sangat sederhana, hehehe... #mencoba mengerti sisi lain psikopat

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^