Sinopsis Gap Dong Episode 8-1



Ha Moo Yeom memeluk Oh Maria. Dia tak mau pergi karena ia takut kalau sampai Ryu Tae Oh kembali menemuinya.




Ma Ji Wool berjalan sambil terus tertunduk tanpa menyadari ada pria yang berdiri menatapnya. Ryu Tae Oh menyapa Ji Wool. Dia yang sudah menyadari kehadiran Tae Oh tak bisa berbuat apa-apa. Mulutnya bergetar ketakutan, perlahan Ji Wool pun berjalan mundur tetapi karena kakinya yang lemas ketakutan pun membuat dia akhirnya terjatuh.





Moo Yeom memiliki masalah pada lobus frontal hingga dia tak peka lagi terhadap rangsang. Moo Yeom melepas pelukannya lalu menggenggam tangan Maria. Dia merasa aneh kenapa Maria tak mendorongnya ketika ia menggenggam tangan Maria. Maria tak menjawab, dia menyuruh Moo Yeom untuk mengatakan saja kalau terjadi sesuatu.
“Apa kau tahu sesuatu?” tanya Maria menyadari pertanyaan Moo Yeom yang aneh.
Moo Yeom ternyata sudah menyadari kalau Maria adalah salah seorang saksi dari kasus Gap Dong.




Moo Yeom menerima panggilan dari Ji Wool tapi ternyata bukanlah dia yang menelfon, melainkan Tae Oh. Moo Yeom terkejut, kenapa kau menggunakan ponselnya? Aku akan membunuhmu kalau sampai menyentuhnya!
“Dia baik-baik saja sejauh ini. Apa kau lupa yang aku katakan?”
Moo Yeom ingat ketika Tae Oh menyuruhnya untuk membunuh seseorang atau kalau tidak dia akan membunuh seseorang di samping Moo Yeom.






“Aku bisa melihat kasus kelima besok malam, kan?” tanya Tae Oh sambil menatap Ji Wool lalu mengakhiri panggilannya.
Moo Yeom mencoba menghubungi ponsel Ji Wool lagi tapi Tae Oh lebih dulu sigap me-non aktifkan ponsel Ji Wool. Maria tanya apa yang terjadi pada Ji Wool. Moo Yeom tak memberitahukan masalah ini, dia hanya menyuruh Maria agar tetap disana. Moo Yeom pun pergi.





Ji Wool tanya apakah dia adalah korban dari kasus kelima. Tae Oh balik tanya, apa yang membuat Ji Wool berfikir hal tersebut. Kasus terdahulu, korbannya adalah seorang murid SMA. Dalam pikiran Ji Wool sudah terbayang seperti itu ketika melihat Tae Oh. Ji Wool mulai menangis, dia ternyata melihat saat-saat dimana Moo Yeom memeluk Maria.
“Inilah akhir takdirku. Aku berfikir ini baik juga kalau aku mati sekarang. Ayo pergi. Dimana kau ingin membunuhku?”
Ji Wool berjalan pergi dengan diikuti dengan Tae Oh di belakangnya. Tae Oh bergumam, ayo berjalan-jalan untuk patah hati.



Yang Chul Gon menegur petugas yang telah kehilangan jejak Ma Ji Wool dan Ryu Tae Oh. Petugas sudah mengecek 132 CCTV yang terpasang, mereka berdua tidak bersamaan tetapi jarak antara keduanya tidak terlalu jauh. Mereka di perkiraan bertemu di jalan menuju ke rumah Dokter Oh Maria.



Chul Gon menyuruh untuk melakukan rencana publik. Cha Do Hyuk menyarankan untuk menunjukan wajah Tae Oh ke publik kalau mereka telah yakin bahwa dia membawa Ma Ji Wool. Chul Gon tersenyum, dia bertanya kepada Gil dan petugas lain, apakah mereka setuju? Kalian bekerja untuk penjahat, bukankah begitu?
“Apakah itu keinginannya untuk membuat pencarian publik?”
“bukankah kau cukup pintar untuk berfikir seperti itu? Jika kita mengumumkan dia sebagai seorang kriminal dan dia hanya menunjukan sikap acuh tak acuh pada Ma Ji Wool. Kalian tahu bagaimana respon pengacara Kwon dan Taeyeon co. Mereka akan menyerang kita dengan lemahnya dasar kecurigaan.  Apa yang akan kau lakukan dengan Ryu setelahnya?”




Menurut Do Hyuk, untuk sekarang nyawa Ji Wool lah yang terpenting. Chul Gon membiarkan keputusan Do Hyuk melakukan pengumuman tentang Tae Oh ke publik. Tapi Sang Hoon mencegahnya, dia setuju dengan Chul Gon. Ini perangkap Tae Oh.




Moo Yeom datang dengan tergesa menuju ke kantor polisi. Dia memberitahukan kalau Tae Oh menyuruhnya melakukan kejahatan kelima. Dia meminta posisi dimana Ji Wool dan Tae Oh. Hyeon Nyeon langsung menawarkan untuk membantu tetapi Moo Yeom menolak karena dia akan menangkapnya sendiri.
Chul Gon melarang Moo Yeom menggunakan pistol dan peluru. Moo Yeom mengerti, dia akan menggunakan pemukulnya. Chul Gon melarang karena yang di incar Tae Oh sebenarnya adalah Moo Yeom. Kegilaan Moo Yeom dengan menculik Ji Wool.



Ji Wool dan Tae Oh sudah berada di suatu tempat di pinggir jalan sepi. Ji Wool bertanya dimana ia. Apakah dia akan mati disini?
Tae Oh mengatakan kalau di tempat yang indah kemudian dia bertanya kenapa Ji Wool tidak lari. Ji Wool tahu kalau di film-film orang akan mati dalam pelarian. Ketika kau berlari dan merasa telah aman tapi ternyata pembunuh akan tampah di lorong lalu memukul kepalamu. Bang. Tae Oh tersenyum mendengar cerita Ji Wool. Mungkinkah ini bakal jadi inspirasi Tae Oh juga?
“oppa, apa kau psikopat?” tanya Ji Wool hati-hati. Senyum Tae Oh lenyap, apa maksud Ji Wool.
“Apa kau tak tahu? Seseorang yang membunuh tanpa perasaan?” Ji Wool polos. Sekarang wajah Tae Oh sangatlah serius. Psikopat bukanlah sesederhana itu.



Moo Yeom mencari-cari Ji Wool. Dia melihat seseorang dengan seragam berdiri di tepi jembatan. Moo Yeom segera menepikan mobilnya. Mungkin dia berfikir itu adalah Ji Wool tapi ternyata hanya seorang murid SMA yang sedang bermain-main dengan pacarnya.




[FLASHBACK] [2 Tahun yang lalu]
Ma Ji Wool berdiri di tepi jembatan sambil menangis, dia tampak begitu frustasi dengan keadaannya. Ji Wool meyakinkan diri lalu memejamkan matanya. Dia pun mulai menaiki dinding pembatas tapi tepat sebelum jatuh Moo Yeom datang dan menolong Ji Wool.
Ji Wool menyalahkan Moo Yeom yang telah menolongnya. Dia malu telah di tuduh mencuri oleh semua teman sekolahnya.



“Apakah kalau kau mati, kau akan menunjukkan sikap kerenmu?”
Ji Wool meminta Moo Yeom bertanggung jawab kalau seperti itu. Moo Yeom menolak, mana ada seseorang yang memakan tangan si pemberi makan. Ji Wool tetap meminta Moo Yeom bertanggung jawab atasnya kalau sampai dia menjadi gadis nakal dimasa yang akan datang. Moo Yeom tak memperdulikan lalu meninggalkannya pergi.
“Bertanggung jawablah! Bertanggung jawab!”teriak Ji Wool pada Moo Yeom.
[FLASHBACK END]


Dikuil, biksu Jinjo membangunkan muridnya. Salah seorang diantara mereka merasa kalau kuil begitu sepi.
“Paman (Moo Yeom) tengah sibuk.”
“Bukan. Maksudku Ji Wool noona. Dia berjanji akan bermain denganku.” Ucapnya.



Ryu Tae Oh melajukan motornya dengan kencang, Ji Wool membonceng. Ji Wool bertanya apakah Tae Oh yang melakukan semua 4 kasus sebelumnya. Tae Oh mengatakan kalau itulah yang dipikirkan Moo Yeom. Ji Wool menyuruhnya untuk mengatakan yang sebenarnya, dia tak akan lari.
“Apa kau sudah merencanakan untuk membunuhku dari awal?” tanyanya.
Tidak, jawab Tae Oh. Dia lalu menyuruh Ji Wool untuk berpegangan atau dia akan jatuh sebelum dibunuhnya. Ji Wool pun melakukan perintah Tae Oh dan perpegangan dengan erat. Love line! Love line! Ngarep banget deh!
“Apa kau benar-benar tak takut mati...” gumam Tae Oh.





Semua petugas sudah tidur kelelahan karena kasus yang mereka tangani, kecuali Moo Yeom yang masih terus berkosentrasi pada album foto kasus keempat. Moo yeom mulai menangis , mungkin dia sedih memikirkan nasib Ji Wool. Moo Yeom melihat bayangan tangan menggapai-gapai meminta bantuan. Moo Yeom menangis menyuruh untuk menggapai tangannya tapi bayangan itu tak sampai. Moo Yeom berusaha sangat keras menggapainya tapi tetap tak bisa.
Hingga bayangan itu menghilang, berubah menjadi tangan Gil yang meraih tangan Moo Yeom. Dia mengejek Moo Yeom yang menangis seperti anak kecil.



Moo Yeom pergi.
Gil melihat mejanya yang telah di tempati oleh reporter wanita yang menggodanya. Reporter itu menginggau. Gil menyelimuti reporter itu dengan jaketnya.
“kau reporter atau detektif?” gumamnya sambil tersenyum menatap reporter tadi. Eciiiieeeh.


Cha Do Hyuk berjalan menuju sebuah mobil, ada Jaksa Park disana. Do Hyuk bertanya apa yang membuatnya datang begitu pagi. Jaksa Park tersenyum, apa mereka belum menemukan gadis itu?
Do Hyuk membenarkan.
“Kalau kasus kelima terjadi maka Yang akan dipecat. Hanya kau yang tahu.” Ucap Jaksa Park lalu menepuk pundak Do Hyuk.



Biksu Jinjo datang menemui Moo Yeom untuk menanyakan Ji Wool karena dia sudah beberapa hari belum melihatnya. Apakah dia baik-baik saja? Anak-anak menanyakannya.
Moo Yeom membenarkan, Ji Wool baik-baik saja hanya saja dia tak bisa datang karena anak-anak sedikit nakal. Biksu Jin Jinjo percaya saja.


Ibu Ji Wool datang dengan tergesa, dia segera menarik kerah Moo Yeom dan memarahinya. Dia menganggap Moo Yeom sebagai kesialan. dia marah karena Ji Wool bergaul dengannya dan sekarang dia tak tahu dimana Ji Wool. Moo Yeom bingung sekaligus sedih.
Ibu Ji Wool akhirnya memohon pada Moo Yeom agar menyelamatkan putrinya. Ibu Ji Wool tertunduk tak bisa menahan tangisnya lagi. Biksu Jinjo yang sedari tadi memperhatikan menenangkan ibu Ji Wool. Dia mengatakan kalau Ji Wool akan hidup lama. tenanglah!



Tae Oh membawa Ji Wool ketepi pantai, Ji Wool bermain pasir. Dia tak bisa tidur semalaman karena Tae Oh belum juga membunuhnya.
Dari awal memang Tae Oh tak mengatakan kalau dia akan membunuh Ji Wool hanya saja Ji Wool langsung membuat kesimpulan. Kau memiliki ratusan pertanyaan seperti murid yang baik. Bolehkan aku mengajukan pertanyaan juga? Bagaimana perasaan... menyukai seseorang?



Melihat ekspresi Ji Wool setelah pertanyaannya, Tae Oh menebak kalau itu sesuatu yang buruk.
“Ya. Menderita sekali seperti kematian. Suram seperti neraka. Ini mengganggu dan terasa seperti omong kosong.”
“Kenapa semua orang melakukannya?” tanya Tae Oh polos.
Menurut Ji Wool perasaan itu bukanlah sebuah pilihan. Tanpa diundang. Ji Wool tanya apakah Tae Oh menyukai seseorang.
“Aku tak tahu kalau aku menyukainya. Tapi aku pikir itu dokter Oh.”


Ji Wool tanya alasan Tae Oh menganggap itu Dokter Maria. Tae Oh menjawab kalau dia mengubahku.
Ji Wool kembali bermain dengan pasir, Tae Oh melihat nail art Ji Wool dan memujinya. Cantik.





Yang Chul Gon menyindir Do Hyuk dengan mengatakan kalau sampai kasus Ma Ji Wool terjadi maka akan menjadi kesempatan untuknya. Do Hyuk menyuruh Chul Gon berhenti mengucapkan hal itu.
Moo Yeom berdiri diluar gedung sambil menendang-nendang tembok dan menggumamkan lagu. Sang Hoon yang melihatnya jadi khawatir. Chul Gon mengatakan kalau Ryu telah berhasil mempermainkan Moo Yeom.



Di pusat Rehabilitas, Choi Tae Sik terlihat khawatir. Entah apa yang akan terjadi, dia bertanya pada suster apa dia bisa bertemu dengan Dokter Oh.
Sedangkan gerombolan pria idiot dan yang lain menatap Tae Shik curiga.


Maria diruangannya, suster menghubungi untuk bertanya apakah Maria bisa melakukan konseling dengan Choi Tae Shik. Pria yang sebelumnya Maria tanyakan.
Maria meng-iya-kan dan menyuruh suster itu membawa ke ruangannya.



Pria yang sedikit gendut bertanya apakah dia salah seorang pasien dokter Oh. Pria yang pernah menyatakan perasaanya pada Maria mengatakan kalau Tae Shik sudah jatuh pada Dokter Oh juga.
Pria idiot tersenyum mendengarkan keduanya berbicara tapi kemudian berubah menyeramkan ketika dia menatap Tae Shik.




Tae Shik masih saja diam, dia tampak ketakutan.
“Apa ada yang ingin kau katakan?”
Tae Shik segera mengeluarkan sebuah kertas lipatan kecil yang ia simpan di bajunya. Dia menyuruh Maria memberikannya pada Yang Chul Gon karena dia diperintahkan sebagai mata-mata disana. Selepas mengatakan itu, Tae Shik segera meninggakan ruangan denga masih takut. Maria menatap kertas kecil itu.



Tae Shik kembali ke kamarnya, dia melihat sebuah kitab terbuka sudah tergeletak di ranjang. Ada bagian yang di garis. Disana tertulis ‘Raja akan merusak anak cucu mereka dari bumi, anak cucu mereka dari umat manusia.’
 Tae Shik gemetaran membaca kutipan kitab tersebut. Dia segera berbalik ketika merasa diperhatikan tapi sudah tak ada siapa-siapa.




Maria mondar-mandir memegang kertas pemberian dari Tae Shik sampai akhirnya dia memutuskan untuk membuka lipatannya. Maria terkejut membuka kertas itu, jajaran nomor yang entah apa itu. Maria segera menulis nomornya namun belum sempat selesai menulisnya. Dia di kejutkan dengan Tae Shik yang kembali mengambil kertas tersebut.
“Nomor apa itu?”
Tae Shi tak menjawab. Dia hanya memohon pada Maria agar pura-pura tak melihat nomor tersebut.





Tae Shik terdiam. Nomor tadi adalah nomor yang di hubungi oleh Gap Dong saat menelfon telefon umum yang digunakan oleh Tae Oh. Dan ia juga teringat ketika secara diam-diam tangan Gap Dong memberikan sebuah kertas ke tangan Tae Oh. Entah kertas apa itu.



Maria mengejar Tae Shik, dia bertanya apakah itu adalah tersangka? Apa orang itu Gap Dong?
Tae Shik masih memohon, dia tak ingin mengatakan hal tersebut. Maria meminta Tae Shik agar percaya padanya. Dia akan menjaga Tae Shik bagaimanapun itu. Tae Shi terdiam.
Bel kerja berbunyi. Tae Shik segera permisi untuk mengindar. Dia akan kerja.

Komentar :
serius, ngarep banget love line antara Ji Wool sama Tae Oh. entah kenapa setelah scene di pantai yang keduanya membahas soal cinta itu, aku sadar kalau Tae Oh itu cuma anak polos yang ngga ngerti apa-apa dan dia salah dalam mengambil seorang panutan. coba dulu Moo Yeom bisikin kalau yang membunuh ayahnya itu presiden, kemungkinan Tae Oh bakalan nge'fans sama presiden dan di jadiin idola. terus dia pengin jadi presiden. gimana, apa gak  keren tuh?
semua salah Moo Yeom sih. hahaha ngawur. 

5 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 8-1"

  1. ª̤̈κ̲̅ϋ juga ngarep love line JW ma TO, serasi mereka....

    ReplyDelete
  2. tapi sepertinya tae oh emang sakit jiwa deh...khan yang bunuh bapaknya dia sendiri. bukan karena bisikan moo yeom yang bikin dia ngefans ama gab dong. tapi karena otak gilanya yang bikin dia tambah menakutkan...he...he makin ngelantur...."virus tae oh"

    ReplyDelete
  3. Tatapan mata Gab Dong lebih seram dr Tae Oh....

    ReplyDelete
  4. Ji wool sama Tae oh cocok hihihihi makasi sinopsisnya mbak fighting!^^

    ReplyDelete
  5. Q kok malah suka sama komennya mbk Puji. Bener tuhh, anak kecil emng cenderung menjalankan apa yang ditetapkan padanya. Umpama anak kecil dijuluki nakal, maka dia akan menuruti julukan itu. Terlebih Tae Oh ini memang dari awal udh pnya darah psikopat. Anak kecil normal mana udah pny pikiran agar dia tak mati dia harus membunuh orang yang mau membunuhnya??
    Maaf ya baru komen, baru nemu drakor ini soalnya, hehehe

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^