Sinopsis Gap Dong Episode 6-2





Ma Ji Wool di cafe sambil berkaca lalu memuji-muji dirinya sendiri. Ha Moo Yeom datang langsung menjitak Ji Wool. Dia senang melihat kehadiran Moo Yeom tapi sedikit aneh karena tiba-tiba menghubunginya. Ji Wool mengecek dengan menyentuh dahi Moo Yeom, tapi dia segera menepis tangan Ji Wool.
“Apa kau punya hati nurani?” tanya Moo Yeom seraya menunjukkan webtoon Ji Wool.
Ji Wool langsung mengerti kalau Maria yang memberitahukan pada Moo Yeom. Dia hanya sebal karena Maria sombong padanya, jadi dia mengatakan hal tersebut.
“Bagaimana kau tahu korban adalah penata rambut?”




Ji Wool tergagap bingung hingga dia beralasan kalau itu hanya kebetulan. Beritanya di upload sesudah ia menggambarnya. Alasan Ji Wool memang konyol, Moo Yeom jelas tak percaya karena webtoon Ji Wool seolah seperti preview bagi pembunuh. Apa kau pelakunya?
“Seorang pria kenalanku memberiku ide. Ini masih belum shiftnya.” Ji Wool tertunduk.


Ryu Tae Oh masuk kerja ke Cafe. Ji Wool yang melihat kehadiran Tae Oh segera menunjuknya. Moo Yeom mengernyit melihat orang tersebut adalah seseorang yang dia curigai sebagai Peniru Gap Dong.



Moo Yeom berbicara berdua dengan Tae Oh sedangkan Ji Wool mencoba mengupingnya dari dalam cafe. Moo Yeom tanya apakah Tae Oh tahu tentang Gap Dong, apakah dia tertarik dengan Gap Dong. Tae Oh berpura-pura menganggap kalau itu adalah tes, dia hanya berfikir kalau mengetahui jawaban tes yang kemarin.
“Kau memberinya ide? Bagaimana kau tahu tentang Penata rambut?”



Tae Oh menganggap kalau itu adalah hal yang sederhana, semua orang bisa menebaknya dengan kasus sebelumnya. Penata rambut. DNA. Moo Yeom bertanya apakah semua itu hanya imajinasi?
“Terus apalagi? Kau berpikir aku bisa saja Gap Dong.”
“Ya, Ryu Tae Oh. Apa kau Gap Dong?”
Moo Yeom tersenyum mengejek namun dalam hati sebenarnya senang karena Moo Yeom berhasil menemukan dirinya.



Moo Yeom dan Yang Chul Gon bertemu di tempat biasa. Moo Yeom mengucapkan selamat atasnya yang telah diangkat menjadi Ketua dan bekerja senilai dengan jarinya. Chul Gon tersenyum. Dia mengira kalau Moo Yeom telah kabur, tapi bagaimanapun Moo Yeom yang terbaik dalam menangkap Gap Dong.
“Tapi aku tak bisa menemukannya. Justru, seorang pria mendatangiku.”
Chul Gon sedikit terkejut mendengar laporan Moo Yeom.



Tae Oh pulang ke apartemennya yang mewah dengan waspada. Dia melirik kesana-kemari merasa ada yang aneh. Tae Oh pun menuju ke rak yang terdapat beberapa hiasan, dia melihat salah satu hiasannya ada yang miring. Dia menyadari keanehan karena letak hiasan tersebut. Tae Oh mengambil salah flashdisk yang terdapat di rak tersebut.



Tae Oh melihat video yang tersimpan di flashdisk’nya, itu berisi rekaman kamera tersembunyi. Terdapat beberapa polisi yang memeriksa apartemen Tae Oh. Dia hanya tersenyum melihat hal tersebut lalu menelfon salah seorang pengacara, Pengacara Kwon.




Moo Yeom masih terus membaca webtoon Ji Wool. Ji Wool yang di sampingnya menjadi penasaran apa yang dibicirakan Moo Yeom dengan Tae Oh. Dia tak menjawab hanya menyuruh Ji Wool jangan lagi menghubungi Tae Oh.
“Apakah dia benar-benar psikopat?” tanya Ji Wool terkejut.



Tae Oh menghubungi Moo Yeom dengan menyebut dirinya sendiri sebagai tikus. Dia akan memberikan Moo Yeom jawaban. Moo Yeom berfikir, jawaban?!
“Bukankah kau ingin tahu jawabanku? Tentang dua bersaudara yang bertemu pria ideal mereka di pemakaman.”



Mereka berdua sudah bertemu di pinggir sungai, sebelum Tae Oh menjawab kuis tersebut dia bertanya akankah dia di penjara kalau benar dalam menjawab. Moo Yeom tak akan melakukan itu, seandainya seseorang di penjara karena menjawab kuis maka tak akan ada orang akan mau main-main. Moo Yeom geregetan dengan Tae Oh yang mengulur waktu, dalam dingin lukanya menjadi sakit. Jangan mengganggu...
“Mungkin untuk bertemu pria itu lagi? Dia membutuhkan pemakaman lainnya untuk bertemu pria itu lagi. Benarkan?” potong Tae Oh. Moo Yeom mengernyit mendengar jawaban Tae Oh, bagi orang normal sepertinya jawaban seperti itu sama sekali tak terfikirkan.



Gil, Cha Do Hyuk dan Chul Gon sedang mendengarkan percakapan Moo Yeom dan Tae Oh. Gil tertawa dengan sikap Tae Oh yang mengakui dirinya sendiri sebagai psikopat. Chul Gon tak menggubris ucapan Gil. Dia bertanya pada Do Hyuk, apakah dia pernah bertemu dengan psikopat?
Do Hyuk mengaku kalau dia pernah bertemu dengan psikopat, dia bertemu ketika kasus pabrik.
“Itu bukan psikopat. Bukankah itu hanya sekumpulan orang gila?” ucap Chul Gon seraya tersenyum tipis.



Moo Yeom akan menanyakan suatu hal lagi pada Tae Oh, tapi Tae Oh meminta agar jangan memberinya tes lagi atau Moo Yeon akan semakin mencurigainya.
“Apa alasanmu bersikap seperti ini? Kenapa kau mengungkap identitasmu? Menurut FBI, psikopat menjawab dengan alasan kecemburuan kakaknya. Tidak ada psikopat yang menjawabnya sepertimu.”
Tae Oh menduga kalau mereka tak membedakan antara psikopat dengan pertanyaan sederhana. Moo Yeom tak sependapat, mungkin Tae Oh sudah pernah membaca pertanyaan itu di suatu tempat jadi dia hanya menduga-duga jawaban. Tapi kenapa jawaban Tae Oh membuktikan siapa sebenarnya dia (seorang psikopat)?


“Kau harus mencari tahu sendiri. Ini giliranmu untuk bilang padaku. Kenapa aku melakukan ini.” Jawaban yang seolah mengindikasikan Moo Yeom agar bisa membuktikan kalau dia memang peniru Gap Dong.




Oh Maria melihat note yang memperingatkan Maria agar bersembunyi dengan baik. Dia melihatnya dengan kekhawatiran. Seseorang mengetuk pintu mobil Maria yang membuatnya terkejut. Maria mengintip lewat jendela mobilnya, ternyata itu Moo Yeom yang datang menemui Maria dengan khawatir.



Moo Yeom mengitari mobil Maria, mulai dari mengecek seluruhnya terutama pintu mobit tersebut. Maria berkata kalau dia tak akan menjual mobilnya. Kalau begitu, Moo Yeom akan meminjamnya. Dia ingin jalan-jalan lagian dia sudah di pecat. Bahkan semua orang seolah mengusirnya.
“Ryu Tae Oh. Apa dia Gap Dong?”
Moo Yeom terkejut karena Maria telah curiga juga padanya, dia tampak mengerikan saat sudah mengetahui hal tersebut tapi masih saja berhubungan dengan Tae Oh. Maria untuk sekarang membutuhkan sebuah kepastian.



Do Hyuk menyarankan untuk melakukan penangkapan pada Tae Oh mungkin hanya untuk 48 jam hingga peringatan awal kasus ke-empat. Chul Gon menolaknya mentah-mentah karena pada akhirnya mereka harus melepaskan tersangka karena kurangnya bukti dan alibi. Menurut Do Hyuk, mereka bisa saja mendapatkannya ketika penangkapan tersebut.
Chul Gon masih tak bisa, mereka butuh bukti konkret sekarang.



Young Ae datang melaporkan penemuannya tentang SMS Tae Oh yang aneh. Mungkin itu adalah target ke-empat. Kedua orang tersebut bertanya, siapa?
“Dr. Oh Maria dari pusat rehabilitasi.”



“Ya ampun, Jodie Foster akan tertawa. Kau berakting seperti dia di Silence of The Lambs. Kau berani, kuat, pintar dan seksi juga.”
Maria tersenyum malu mendengar ucapan Moo Yeom. Moo Yeom mengingatkan kalau itu bukanlah pujian, ini tentang psikopat yang tengah mengintai Maria. Maria bertanya haruskan dia melarikan diri, tapi sepertinya tak akan berguna karena dia pasti akan terus mengejarnya. Moo Yeom tentu menyuruh Maria agar kabur, kau bukanlah kucing dengan 9 nyawa.
“Kau bisa mati muda. Bahkan jangan melakukan kontak mata dengan Tae Oh, dengan mata besar itu. Biarkan dokter lain yang mengobatinya. Atau ambil cuti sakit.”
Maria terdiam memikirkan sesuatu.




Maria menunjukkan note peringatannya pada Tae Oh, dia langsung terkejut dengan Maria yang menuduhnya juga. Sangat kecewa dengan Maria yang ternyata sama dengan yang lain. Maria juga berharap kalau itu bukanlah dari Tae Oh.
“Jadi Maukah kau bersamaku hari itu? Besok adalah hari peringatan kasus keempat. Akan kutunjukkan padamu bahwa dunia itu salah. Mereka salah.”
Ryu Tae Oh lupa dan kembali tertunduk, mengira Maria tak akan menyutujui permintaannya karena menganggap ia sebagai Gap Dong. Maria menyela, baiklah.


Maria berjalan pulang, dia kembali mengingat masa lalunya ketika berhadapan dengan Gap Dong.



Gap Dong memaksa kedua anak yang ada di depannya untuk melakukan batu gunting kertas. Dengan tangan bergetar keduanya menolak, dia tak bisa melakukannya. Gap Dong mengancam akan membunuh apabila mereka tak mau melakukannya.
Tangan bergetar, Maria kecil memilih kertas. Gap Dong tersenyum senang. Maria pingsan setelahnya.


Maria menenangkan dirinya, mungkin besok dia akan menghadapi seorang Gap Dong lagi. Tapi pada akhirnya dia memiliki keyakinan. Tidak dulu. Tidak sekarang. Dan tak akan pernah. (mungkin maksudnya tak akan pernah mati karena Gap Dong.)



Ha Moo Yeom dan Yang Chul Gon bertemu seperti biasa. Chul Gon merasa kalau selama dia menjadi polisi tapi belum pernah ada seseorang yang berani menjadi umpan Gap Dong. Dia khawatir kalau sesuatu terjadi. Moo Yeom segera mengatakan kalau dia akan membunuhnya dulu sebelum menyentuh Maria.
“Jangan pikir kau bisa melindungi yang lain. Itu paling menyakitkan saat detektif tak bisa melindungi yang dicintainya.”
Moo Yeom berniat akan mengundukan diri jadi polisi kalau dia tak bisa melindungi Maria. Chul Gon mengajaknya untuk melihat nanti. Dia juga heran dengan Maria yang bukan polisi tapi mau mengambil resiko seperti itu.



“Itu pengaruh Dr. Han Sang Hoon. Dia menikah di Australia. Dr. Maria adalah putri istrinya.” Jelas Moo Yeom. Chul Gon tampak terkejut mendengar hal itu, dia tampak memikirkan sesuatu.



Maria membuatkan kopi untuk Moo Yeom yang tengah di mobilnya. Moo Yeom membujuk Maria agar membatalkan keinginannya lagipula Dia tak akan menjadi pengecut yang melarikan diri. Maria  tetap tak akan mengubah pikirannya.
Moo yeom merasa sangat tak beruntung karena bertemu dengan wanita yang tak mau mendengarkannya. Maria mengatakan kalau dia bisa membuat Moo Yeom menemukan Gap Dong maka nantinya Moo Yeom akan kembali kerja.
Maria kembali melanjutkan membuat kopi, Moo Yeom mendekatinya dan memeluk Maria. Dia terkejut dengan pelukan Moo Yeom sehingga poci yang berisi air panas tumpah ke tangannya.



Moo Yeom segera menarik tangan Maria yang terkena air panas dan mencucinya. Maria mencoba melepaskan genggaman Moo Yeom tapi tak bisa. Dia menatap wajah Moo Yeom, ketakutannya kembali tenang. Sepertinya genggaman tangan Moo Yeom membuatnya nyaman.
“Jika kau takkan melarikan diri jangan menghilang dari pandanganku. jangan menghilang dari pandanganku.”
Moo Yeom mendesis karena seolah menjadi seorang pangasuh bayi yang terus mengkhawatirkan Maria.




“Tidak mungkin! Bagaimana jika Maria jatuh dalam perangkap? Dan bagaimana dengan Ha? Dia terpojok di sini.” Protes Do Hyuk akan rencana Chul Gon mengumpankan Maria pada Tae Oh.
“Kau hanya khawatir tentang  Ha?Apa kau mempelajari kasus Gap Dong dari buku, dasar sombong?”
Do Hyuk hanya merasa kalau keputusan Chul Gon terlalu beresiko. Keras Kepala. Chul Gon tak akan mungkin mau di bantah. Dia membentak untuk menegaskan siapa posisinya, AKU BOSS DISINI!



Do Hyuk berjalanan dalam gelapnya malam. Ia melewati tempat di temukannya korban pada kasus ke-tiga. Do Hyuk terlihat sedih menatap tempat tersebut apalagi mengingat ucapan Chul Gon yang menganggap Do Hyuk mengetahui Gap Dong hanya dari buku.
Mungkinkah Do Hyuk suami dari korban ke-tiga?




Pagi harinya, Ibu Ji Wool tengah menjemur baju. Dia melihat dua polisi tengah berjaga di depan rumah mereka. Ibu Ji Wool segera membangunkan putrinya yang tengah tertidur pulas. Ibu mengira kalau kedua polisi itu ada karena Ji Wool terus mengejar-ngejar Moo Yeom. Ji Wool sama sekali tak mengelak. Ibu menyuruhnya pergi saja kalau terus begitu tapi toh tak akan ada tempat untuknya.
“Aku benar-benar akan pergi. Tapi kau tahu hari ini apa, kan?”




Ayah Seong Uk sebagai seorang tukang bersih-bersih di sekolah. Dia memperhatikan ibu guru yang menyapa anak didiknya ketika jam pulang. Ayah Seong Uk ragu ketika menatapnya. Merasa diperhatikan, ibu guru menyapa Ayah Seong Uk. Ini membuatnya langsung gelagapan membalas sapaan ibu guru.
Seong Uk juga pulang, dia memberitahukan Ayahnya kalau dia telah melakukan 2 gol. Ayah membelai anaknya dengan sayang. Aku benci Tae Oh sekarang. Kenapa jadi setan ngajak-ngajak orang lain sih.  Dia memanfaatkan seorang Ayah yang sayang pada anaknya untuk melakukan hal bejat.



Hyung Nyeon dan juga Gil mulai memata-matai Tae Oh, meskipun dia sudah menyadari ke-dua detektif itu. Gil mengatakan kalau dia ingin sekali memukul wajah Tae Oh. Hyung Nyeon menganggap kalau dia hanya cemburu dengan wajah tampannya. Gil menertawakan Hyung Nyeon, wajah pria adalah miliknya dengan Chul Gon.
“Kau tak memiliki kaca?” hahahaha.



Ayah Seong Uk berjalan melewati jalan yang sama dengan Tae Oh. Tae Oh menatapnya tanpa berkedip, tajam. Ayah Seong Uk sedikit ketakutan menatapnya.
Lampu merah berubah menjadi hijau. Ayah Seong Uk ragu untuk menyebrang karena artinya ia akan bertemu dengan Tae Oh.



Hyung Nyeon dan Gil yang berdebat mengenai wajah menjadi kelabakan ketika melihat ke lampu merah, Tae Oh sudah hilang. Mereka segera berlari mencari Tae Oh. Tak sengaja tapi lebih sepertinya telah di rencanakan Tae Oh, mereka menabrak Ayah Seong Uk yang keluar dari balik mobil. Hyung Nyeon menolongnya berdiri.
Hyung Nyeon dan Gil mencari ke segala arah tapi memang mereka telah kehilangan jejak Tae Oh.




Moo Yeom dan Maria sudah bersiap dalam mobil, Maria masih terus menunggu panggilan dari Tae Oh. Ryu Tae Oh memanggilnya, Dia menatap Moo Yeom meminta persetujuan. Moo Yeom mengangguk.
Maria mengatakan kalau dia akan segera kesana.




Seusai panggilan tersebut, tangan maria gemetaran khawatir juga. Dia menghela nafas untuk menenangkan diri dan juga tak lupa menggenggam peluit pemberian Moo Yeom.
Moo Yeom sebenarnya menyadari juga bagaimana takutnya Maria tapi bagaimana lagi, itu keputusannya sendiri.



Dilain sisi,  seluruh anggota dari penyelidikan Gap Dong sangat sibuk. Mulai dari mempelajari tempat kejadian dari Gap Dong dulu. Beberapa area yang harus di fokuskan.



Tae Oh dan Maria bertemu di Pasar Malam, Tae Oh bertingkah seolah anak kecil dan mengajaknya untuk bermain komidi putar. Tae Oh memuji Maria yang begitu berani padahal mungkin saja kalau dia Gap Dong. Maria mencoba percaya dengan Tae Oh yang ingin membuktikan padanya. Tae Oh bersyukur setidaknya ada seseorang yang mempercayainya.
Moo Yeom memperhatikan mereka berdua dari kejauhan, ketika Tae Oh sudah dekat dengannya. Diapun segera memalingkan wajah.





Moo Yeom kembali melihat mereka berdua tapi sudah menghilang. Moo Yeom kebingungan mencari dua orang tersebut. Dia mengitari komedi putar tapi tak ada mereka berdua.
Moo yeom menoleh melihat Tae Oh yang menarik Maria pergi. Dia pun berlari mencari mereka berdua, tapi ketika melewati kerumunan orang. Tak tampak adanya Maria. Moo Yeom mulai khawatir.


Seseorang membunyikan peluitnya, mirip dengan milik Maria tapi bukan. Dia si ibu guru yang ketakutan ketika Ayah Seong Uk terus mendekatinya dengan membawa tongkat. Ibu Guru terpojok hingga hanya bisa terduduk lemas.
Ayah Seong Uk menatapnya dengan takut sekaligus ragu dan kasihan.




Ibu Guru bisa kabur tapi dia terpeleset ketika menaiki tangga. Ayah Seong Uk masih mengejarnya, dia gemetaran tak tega untuk menghabisi Bu Guru itu. Dia pun menutup mata untuk memukulnya, namun karena tak melihat sasaran maka pukulannya meleset.
Ayah Seong Uk memukul kembali, darah memuncrat dari kepala bu guru tersebut. Sekarang ayah Seong Uk memukuli Bu Guru itu dengan membabi buta. Akal sehatnya sudah tak terkendalikan lagi. Dia benar-benar sudah mirip Tae Oh.


Chul Gon menuju kekantor polisi Iltan.
Young Ae menerima sebuah laporan yang membuatnya terkejut. Kasus keempat baru saja terjadi. Chul Gon terkejut, dia kecolongan sekarang.


Moo Yeom menemukan Tae Oh dan Maria tengah duduk memakan. Keduanya menyadari kehadiran satu sama lain, mereka sama-sama memandang dengan tajam.
“Aku tertipu. Oleh rencanamu, Ryu Tae Oh.” Batin Moo Yeom.
“Ya, Ha Mu Yeom. Aku tahu kau akan menggigit umpan.” Batin Tae Oh.


Orang-orang menjerit melihat mayat Guru tadi tergeletak di tangga stasiun Iltan.
Sedang Ayah Seong Uk berjalan dengan pandangan kosong. Pastilah dia sangat shock ketika menyadari dirinya sekarang seorang pembunuh. Dia berjalan menyurusi tepi rel kereta, tepat saat itu lah sebuah kereta melintas. Meski ketakutan, Ayah Seong Uk berjalan di rel itu. Ayah Seong Uk meninggal tertabrak kereta.



TKP Ayah Seong Uk sudah di pasang garis polisi. Chul Gon, Do Hyuk, Moo Yeom dan beberapa lainnya sedang melakukan olah TKP.


Tae Oh melihat berita yang meliput tentang Ayah Seong Uk yang sekarang di kambing hitamkan menjadi Gap Dong. Tae Oh teringat ucapannya pada Gap Dong asli mengenai inti dari kasus ke empat yaitu membuat dirinya seolah bukanlah pelaku pembunuhan selama ini.


Di tempat rehabilitas juga para penghuninya tengah menyaksikan liputan yang sama. Salah seorang tampak tengah mengetuk-ngetukan jarinya, sepertinya dialah Gap Dong.

Tae Oh membuat kopinya tersenyum mendengar reporter mengatakan kalau kemungkinan Penjaga Sekolah Cho sebagai Gap Dong akan segera di selidiki. Dia teringat ucapannya pada Gap Dong ketika menelfonnya kemarin.
“Kau akan lihat. Bagaimana Biksu Gila akan membuktikan ketidak bersalahanku. Semakin banyak ikan yang menggigit umpan bergerak. Semakin gila pergerakannya segera itu akan jadi lelah. Dan nelayan akan senang.”




Moo Yeom berjalan menyusuri rel kereta api, matanya sudah berkaca-kaca mengingat bagaimana dulu ayahnya meninggal.
Moo Yeom kecil berlari, dia menemukan satu sendal ayahnya. Dia melihat ayahnya yang tengah di tarik kerahnya oleh Chul Gon. Il Shik melihat kehadiran anaknya segera melepaskan diri dari Chul Gon lalu berlari ke rel kereta. Tepat saat itulah, sebuah kereta melintas. Ayah Moo Yeom meninggal.

Moo Yeom sangat marah sekarang, dia menemui Hyung Nyeon lalu merampas pistolnya. Hyung Nyeon mencoba mencegah tapi tak berguna.

Tae Oh tersenyum senang merayakan keberhasilannya saat ini. Seseorang mengetuk pintu apartemennya.







Moo Yeom dan Tae Oh sekarang sudah berada di puncak gedung. Moo Yeom mengisikan satu peluru ke pistolnya. Tae Oh meremehkan Moo Yeom yang tak akan berani menembaknya.
“Bilang padaku! Siapa Gap Dong yang di dalam sana?”
“Kau ingin melakukan ini...” ____”Tttkkkk” Moo yeom memotong ucapan Tae Oh dengan satu tarikan pelatuk pistolnya. Tersisa lima tarikan lagi.
“Siapa Gap Dong? Bilang padaku!”
“Jika kau membunuhku, kau takkan pernah tahu...”____ “tttkkk....tkkkk...tttkkk...” terdengar tiga kali tarikan pelatuk pistol Moo Yeom. Tangannya pun mulai bergetar.
“Keberuntunganmu habis. Hanya tersisa dua sekarang. Kau seharusnya bilang, selamat tinggal sekarang. Gap Dong!” kemarahan Moo Yeom sudah sampai ubun-ubun. Sedangkan Tae Oh mulai khawatir.
“Tunggu....” ucap Tae Oh_______”Dooorr
Belum sempat keluar ucapan, Moo Yeom telah menembakkan pelurunya.
***
Note :
                Scene terakhir sulit di gambarkan, jangan ketawa ya yang baca karena ada suara balon meletus tuh diatas. Tapi serius, kalian bayangin sendiri yah. Kalau gak jelas, maafin deh. Bingung mau di buat model gimana tuh scene terakhir. Jadi penuh sama percakapan. hehehe

5 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 6-2"

  1. Wahh..deg"an bca'a..smakin penasaran aja siapa sbenar'a gap dong.
    Di tunggu ep selanjut'a..
    Fighting ...

    ReplyDelete
  2. episode selanjutnya di blog mba ayu yah ^^

    ReplyDelete
  3. Mgkn alasan tae oh jadi gap dong ucapan moo yoem waktu direktur ryu meninggal ya gak sih mbak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut aku sih yang pertama emang dasar Tae Oh yang udah punya jiwa2 pembunuh. Eh di tambah sama ucapan Moo Yeom. yah, jadi inspirasi buat dia deh. :D

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^