Sinopsis Gap Dong Episode 6-1





Ha Moo Yeom kembali menemui Oh Maria dan Ryu Tae Oh dengan alasan ada yang ingin ia tanyakan pada seniornya di pusat rehabilitas. Tae Oh heran bukannya dia sudah memiliki alibi. Moo Yeom menertawakannya, dia bukan ingin menuduh Tae Oh hanya saja ingin bertanya mengenai rumor Gap Dong di rehabilitas. Tae Oh tak begitu yakin karena banyak rumor tak berdasar mengenai itu. Moo Yeom meminta Tae Oh memberikan dugaanya.
“Sejujurnya, aku pikir itu kau.”
Tae Oh tersenyum meminta maaf tak bermaksud menuduh seperti itu. Moo Yeom tak masalah toh rekan detektifnya juga berfikir seperti itu. Tae Oh mengatakan bagaimana dia bisa tau sedangkan detektif saja tak mengetahuinya. Mereka berduakan bukan psikopat. Moo Yeom tak mengerti maksudnya.
“Orang gila bisa mengenali orang gila.” Jelas Tae Oh.



Maria menyuruh Tae Oh untuk pulang tapi Moo Yeom segera menahannya. Maria juga menyuruh Moo Yeom pulang. Moo Yeom sama sekali tak menggubris dan mengajak Tae Oh untuk melakukan tes.




Para Ketua mulai membahas berita mengenai ketidak-percayaan masyarakat karena kepolisian melakukan salah tangkap pada detektif. Ketua merasa malu ketika menangkap orang gila saja tak mampu.
“Kita tidak punya pilihan, selain bergantung pada firasat detektif? Saya dengar mereka mengembangkan alat aneh untuk mengukur koefisien psikopat.” Ujar Jaksa Park.
“Kita menggunakan Daftar Psikopati Robert D. Hare juga. Korea juga mengembangkan KCP PPIR.”



Moo Yeom akan melakukan tes psikopat. Tae Oh mengaku kalau dia melakukan tes PCLR dan hasilnya normal. Dia tak akan melakukan tes seperti itu, ini hanya main-main. Tae Oh seolah menantang, kedengarannya menarik. Dia pun memulai pertanyaanya.
“Dua bersaudara pergi ke pemakaman nenek mereka. Di sana, mereka bertemu kerabat jauh. Tapi dia adalah pria ideal menurut dua bersaudara itu. Mereka menderita batin karena pertemuan yang bersamaan itu. Sesuatu yang mengerikan terjadi pada hari berikutnya. Sang kakak membunuh adiknya. Kenapa sang kakak membunuhnya? Kalian berdua, jawablah.”



Maria menembak kalau itu karena sebuah kecemburuan, semua orang berfikir seperti itu. Moo Yeom menyuruh Tae Oh menjawab,
“Kurasa aku tahu. Haruskah kubilang padamu?”



Seorang Ketua memarahi Ketua Kepolisian Iltan yang bahkan tak memiliki tersangka. Ketua Polisi meminta maaf. Dia meminta untuk mendapatkan bantuan dari Kantor Pemerintahan Gyeonggi dan menyarankan Kepala Reserse Gyeonggi yang menjadi penyelidikan.
“Seorang veteran mengenai Gap Dong akan lebih baik.” Saran Jaksa Park.



Di Markas Penyelidikan Pembunuh Berantai Iltan, Yang Chul Gon lah yang diangkat menjadi Ketua Penyelidik. Dia mengucapkan terima kasih karena mereka telah bersedia membantu untuk menemukan Gap Dong. Dia berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk menemukan Gap Dong dan Peniru Gap Dong.



Oh Maria menemui seorang dokter yang juga merawat Tae Oh. Dalam profilnya juga tak di sebutkan mengenai ayahnya. Dokter itu mengatakan kalau mengetahui trauma untuk pengobatan memang penting tetapi Tae Oh tak mau mengatakannya.
Tae Oh mengirimi pesan teks untuk Maria, dia mengajaknya untuk membicarakan hal yang spesial untuk sesi hari ini.
“Spesial?” balas Maria.



Young Ae bertanya kepada Gil, Hyung Nyeon dan detektif lain tentang warna yang ia tunjukan. Gil menjawab kalau itu adalah abu-abu. Young Ae mengatakan kalau bagi psikopat, gambar yang ia tunjukan itu berwarna merah. Gil bergumam, Ha harusnya melakukan tes ini. Hyung Nyeon langsung mendelik mendengar ucapan Gil.



Moo Yeom datang ke kepolisian, Hyung Nyeon bertanya apakah Moo Yeom sudah menerima surat kembali kerja. Moo Yeom belum menerimanya sekarang, dia datang untuk meminta bantuan dari Young Ae. Dengan senang hati pastinya Young Ae menerima permintaan Moo Yeom.




Moo Yeom meminta Young Ae mencarikan profil Tae Oh. Dia pun mulai mengecek nya.
“Apa kau tahu kasus pembunuhan Direktur Ryu? Dia anaknya.”
Moo Yeom segera melihat artikelnya dan melihat beberapa foto di TKP. Dalam kasus tersebut tidak di temukan tersangka utama. Foto di TKP tersebut, salah satunya ada foto Tae Oh kecil yang berjongkok dengan wajah datar. Tak tampak sedih melihat tubuh ayahnya bersimbah darah.



Menurut Sang Hoon Tae Oh tidaklah aneh, karena sebuah trauma menjadi pecandu narkoba. Kasus Direktur Ryu menjadi terkenal karena tak ada tersangka utama yang di temukan. Moo Yeom menunjukkan foto Tae Oh kecil yang tak mendapatkan penyelidikan. Sang Hoon tak mengerti.
“Mungkin anak ini, Ryu Tae Oh...”



Tae Oh sudah berada di ruang kerja Maria. Dia percaya pada Maria oleh karena itu dia akan menceritakan kisah yang spesial. Dia menuntut Maria untuk berjanji agar selalu bersamanya sampai akhir. Maria tak mengerti maksud Tae Oh.
“Awal dan akhir kemalanganku.”



[FLASHBACK 12 TAHUN LALU]
Tae Oh berjalan turun dari lantai atas karena mendengar kedua orang tuanya ribut-ribut. Ayah Tae Oh, Direktur Ryu menamai Tae Oh sebagai Monster. Ibu Tae Oh meminta agar Direktur Ryu tak melaporkan Tae Oh ke polisi karena bagaimana pun Tae Oh tetaplah anak mereka. Direktur Ryu tetap kekeuh, mereka tak bisa menangani Tae Oh lagi yang bahkan telah melemparkan adiknya sendiri seolah boneka usang.
Ibu menangis keras. Kalau begitu keputusannya maka dia lebih memilih untuk mati bersama.
[FLASHBACK END]


“Ayahku berpikir aku anak spesial. Dia perhatian padaku yang sulit ditangani ini.”



[FLASHBACK]
Direktur Ryu tergeletak bersimbah darah dengan ibu yang terus meronta membangunkan ayah Tae Oh. Tae Oh kecil berjalan dengan santai mendekati ayahnya.
“Tae Oh... Kau... Apa kau...” Ibu bertanya dengan kaku. Tae Oh melirik kesana-kemari, takut ada yang memperhatikan.
“Aku tak ingin mati, bu.” Jawab Tae Oh dingin. Ibu lemas mendengar jawaban putranya tersebut hingga jatuh pingsan.




“Pelaku masih belum tertangkap. Ini membuatku gila.” Ungkap Tae Oh pada Maria.
Tae Oh berjalan perlahan mendekati tubuh ayah lalu berusaha menyentuhnya. Seseorang menghentikan Tae Oh, dia adalah Moo Yeom yang masih ber-status polisi 12 tahun yang lalu.
 [FLASHBACK END]


Moo Yeom mencoba menebak kalau mungkin Direktur Ryu’lah korban pembunuhan Tae Oh. Dulu dirinya hanyalah polisi sehingga tak memiliki wewenang untuk menyelidikinya. Dalam catatan juga menyebutkan ketika Tae Oh di bawa pergi, dia sama sekali tak menolak. Serasa aneh, bagaimana mungkin seorang anak yang kehilangan ayahnya sama sekali tak menangis. Ataubahkan menolak ketika dipisahkan dengan Ayahnya.




[FLASHBACK]
Moo Yeom membimbing Tae Oh meninggalkan sang Ayah. Tae Oh bertanya siapa yang telah membunuh ayahnya. Moo Yeom berbisik ke telinganya.
“Gap Dong?” tanya Tae Oh. Moo Yeom kembali berbisik ke telingan Tae Oh.
“Siapa itu?” tanya Tae Oh. Mereka lalu pergi meninggalkan TKP. Sebelum itu, tampak Tae Oh yang menunjukkan senyum monsternya. Monster Pembunuh.
[FLASHBACK END]


Tae Oh mengaku sejak itulah dia memulai neraka hidupnya. Dunianya sudah berbeda, saat teman-temannya menggilai world cup dan Gundam. Tae Oh sama sekali tak meliriknya saat dia berusia 12 tahun.
“Aku ingin bertemu pahlawanku sejak saat itu, Gap Dong.” Batin Tae Oh.



Moo Yeom merasa ada yang aneh dengan Tae Oh yang mulai tercium seperti Gap Dong. Sang Hoon masih belum yakin, kenapa dia melakukan hal itu pada detektif kecuali kalau ingin tertangkap.
“Bagaimana kalau aku adalah robot gundamnya?”
“Mainan maksudmu?”



Moo Yeom mengingat kembali pertemuannya dengan Ryu Tae Oh.
“Ada polisi bodoh di TKP pembunuhan pertamanya. Itu menyenangkan untuk mempermainkannya. Dia dia menjadi detektif kriminal yang garang. Dia masih ingin terus bermain-main denganku.”
Sang Hoon menggeleng tak mungkin. Moo Yeom mengajak untuk melakukan penyelidikan pada Tae Oh, apalagi dia terus mengintai di sekitar Maria. Sang Hoon mulai serius, apa?



Tae Oh berjalan dalam kegelapan menemui seorang pria yang ketakutan. Dengan gemetaran dia menolak perintahnya karena dia juga memiliki anak, Seong Uk. Tae Oh mengancam akan membunuh Seong Uk kalau orang tersebut tak mau melakukan perintahnya.



“Kasus keempat adalah yang paling kontroversial diantara 9 kasus pemerkosaan-pembunuhan berantai” jelas Do Hyuk pada seluruh anggota penyelidik Gap Dong.


Moo Yeom berjalan di gelapnya malam, Moo Yeom menengok. Situasi berubah menjadi kejadian 20 tahun yang lalu.



[FLASHBACK]
 “Korban adalah Kim Yeo Jeong, yang baru menikah sebulan sebelumnya.” Jelas Do Hyuk.
Yeo Jeong pamit pada temannya karena dia harus pergi. Salah seorang temannya menyuruh Yeo Jung untuk pergi esok hari saja. Dia menolak karena hanya bisa menemui suaminya akhir pekan. Temannya menakuti dengan mengatakan kalau Yeo Jung bisa bertemu dengan Gap Dong. Dia menunjukkan peluitnya, dia memiliki peluit.
Yeo Jeong pun berangkat.



Moo Yeom berperan sebagai Gap Dong mengintai Yeo Jung yang berjalan sendirian di jalan sepi. Yeo Jung mulai ketakutan karena menyadari seseorang mengintainya. Dia pun membunyikan peluitnya, namun pelaku segera menarik kaki Yeo Jung lalu membunuhnya.
“Dia tinggal di asrama pabrik dan pergi menemui suaminya setiap akhir pekan. Dia berjalan ke Stasiun Iltan. Dia diserang, dan ditemukan dibawah saluran air di hari berikutnya. Foto pernikahannya, make up, tas dompet dan peluit.” Jelas Do Hyuk.
[FLASHBACK END]




“Tangannya diikat memakai celana dalamnya. Jadi, modus operandinya identik. Tapi masalahnya adalah kotak susu ini. Golongan darah Gap Dong diasumsikan adalah tipe B pada kasus ketiga. Air liur pada kotak susu menunjukkan tipe AB. Jadi itu masih kontroversial apakah Gap Dong pada kasus keempat sama dengan kasus 1, 2 dan 3.” Jelas Do Hyuk kepada seluruh tim penyelidik yang memperhatikan dengan seksama.



Ma Ji Wool tengah menggambar stasiun Iltan untuk Webtoonnya, ada seorang pria yang berdiri di stasiun tersebut. Suara decitan pintu terdengar, Ji Wool menyadari kehadiran Moo Yeom.




Ji Wool masuk ke gudang tempat Moo Yeom biasa mempelajari bukti-bukti mengenai Gap Dong. Ji Wool mengendap-endap mendekati Moo Yeom lalu memelukanya. Moo Yeom mencoba melepaskan genggamannya tapi tetap tak bisa. Dia kesal dengan Moo Yeom yang tak membalas pesannya yang bahkan sampai 100. Ji Wool sadar, kau memblock aku?
Ji Wool mengambil ponsel Moo Yeom yang tergeletak, Moo Yeom mencegah tapi dia kalah cepat. Ji Wool melihat pesan Moo Yeom dengan Maria. Cemburu pasti. Karena pesan Moo Yeom panjang-panjang dan bahkan pesan itu ada yang double. Apa kau punya hubungan dengannya?
“Hubungan dengkulmu!”
Ji Wool merasa di khianati oleh Maria yang selalu membuatnya nyaman dan bersikap baik.



Ji Wool menemui Maria dengan alasan akan masuk ke pusat rehabilitasi untuk wawancara. Dia menyombongkan diri sebagai pekerja di webtoon terkenal dan sekarang dia ingin menggunakan koneksi Maria. Ji Wool mengatakannya dengan kasar. Maria menolak. Ji Wool jelas langsung tambah ketus Kau tidak ingin membantuku, ya?
“Kau terlalu muda. Dan kau terlalu cantik.”
Pujian Maria meluluhkan Ji Wool yang segera menurunkan nadanya, lalu menunjuk peluit Maria yang terkalung di lehernya. Lucu. Dari siapa itu? Pemberian seseorang?
Maria gelagapan. Ji Wool terus menuntut jawaban. Maria mencoba mengalihkan pembicaraan tapi tak mempan.

Ji Wool menunjukkan seluruh barang bawaanya dengan menyebutkan Moo Yeom yang memberikan.
“Bukan itu saja. Dia membantuku dengan Lintasan Monster. Jangan sok jual mahal. Aku bisa mendapat bantuan Biksu Gila.”
“Lintasan Monster?” tanya Maria. Ji Wool menyombongkan diri seolah hanya dia yang tahu, kau tak tahu? Orang bilang itu sama dengan kasus Gap Dong .
Maria meminta Ji Wool menunjukkan itu padanya.



Moo Yeom di kuil tengah melakukan upacara untuk mengenang kematian ayahnya.



Biksu Jinjo tengah membersihkan beras untuk di tanaknya. Dia juga tengah menggendong seorang bayi kecil, lucunya dia terus diam. Moo Yeom datang lalu mengambil beras Biksu Jinjo dan melanjutkan mencucinya.
“Kenapa kau membawaku ke sini? Aku tak berguna.”



Biksu Jinjo melihat Moo Yeom kecil yang tengah menangis saat kepergian ayahnya.
Biksu Jinjo sepertinya tak memiliki alasan apapun untuk membahas soal itu. Dia bertanya kapan Moo Yeom akan bekerja kembali karena beras mereka telah habis. Biksu Jinjo mengingatkan agar jangan melakukan pinjaman. Moo Yeom menyuruh Biksu untuk berhemat, dia sudah memberikan gajinya. Biksu beralasan kalau penghuni kuil kan banyak.
Ponsel Moo yeom bergetar, panggilan dari Maria.




Mereka berdua pun bertemu, Moo Yeom sangat berterima kasih atas makan malam yang di belikan oleh Maria meskipun sepertinya pacar maria tak menyukainya. Maria heran, pacar?
“Bukankah kau pacaran dengan Ryu Tae Oh? Aku melihat catatan tentangnya. Kau bersamanya selama kasus pertama dan ketiga. Aku anggap itu kencan. Apa kau akan bersamanya saat kasus keempat juga?”
 Maria terdiam mengingat ucapan Ji Wool mengenai jalur monster. Dia menanyakan hal tersebut pada Moo Yeom karena Ji Wool mengatakan menerima informasinya secara detail dari Moo Yeom untuk alur webtoonnya.



Maria menunjukkan webtoon Ji Wool. Ceritanya memang sama persis, mulai dari karakter detektif yang masuk penjara. Pertemuan karakter jahat dengan korban. Pembunuhan di hutan. Semuanya sama persis.
“Dia bilang aku menceritakan semua ini padanya?”
***

Note :
Part 2 aku shared besoknya lagi, terlalu ngeri buat melanjutkan sinopsisnya tengah malam. Tunggu yah...... ^^


kalo aku lagi ngeri-ngerinya liat Tae Oh, nonton variety dia, langsung luntur deh ingatan gue sama wajah monsternya.


semangat Ryu Tae Oh-ssi untuk korbanmu yang ke 5..

2 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 6-1"

  1. Ditunggu part 2 nya.... Penasaran nih.... ^^

    ReplyDelete
  2. Mengerikaan liat senyum Tae Oh tp lgsg klepek² liat pict trakhir....aktingx keren....dtggu part 2 nya mbak,gomawo...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^