Sinopsis Gap Dong Episode 4

Sinopsis Gap Dong Episode 3 [Part 1] [Part 2] [Part 3]





Moo Yeom mendekati tumpukan jerami yang ada di gudang tersebut, dia mulai menyingkirkan tumpukannya. Tampak sebuah tangan terikat, Moo Yeom memegang tangan tersebut, dan tepat saat itulah Chul Gon datang.
“Ha Moo Yeom. Senang bertemu denganmu. Gap Dong telah kembali.” Ucap Chul Gon dengan sinis.




Maria mencondongkan tubuhnya pada Tae Oh, dia menanyakan kenapa Tae Oh ada di pemberhentian bus. Apa kau Gap Dong?
Tae Oh masih terdiam.
“Apa kau Gap Dong? Apa itu pertanyaan berbahaya? Seperti kelinci bertanya pada harimau, apa kau akan memakanku?” Tanya Maria kembali. Sedangkan Tae Oh hanya menanggapi dingin dengan tersenyum.





Moo Yeom dan Chul Gon saling berhadapan, Tim Penyelidik datang. Chul Gon langsung memerintahkan pada Do Hyuk untuk menangkap Moo Yeom. Do Hyuk bingung, pak...
“Peringatan pada pembunuh, menyelinap ke TKP? Apa lagi yang kau butuhkan?” tegas Chul Gon.





Reporter sudah mengerubungi tempat kejadian, Moo Yeom di giring keluar TKP. Seorang reporter wanita terlihat kenal melihat Moo Yeom meskipun wajahnya telah ditutup masker.
“Detektif Ha! Lama tidak bertemu, Detektif Ha Mu Yeom.” Panggil reporter wanita itu sambil melewati police line. Moo Yeom yang mendengar suaranya menjadi terkejut, dia berbalik dan menatapnya tajam. Reporter lain mulai mengambil gambar Moo Yeom dengan leluasa.




Tae Oh yang masih di tempat Maria menganggap pertanyaan Maria hanyalah lelucon. Dia beralasan ada disana karena ada kejahatan kedua. Dia khawatir dengan Maria karena ia menelfon Maria tapi tak diangkat. Maria melihat ponselnya, benar saja ada panggilan tak terjawab dari Tae Oh. Maria heran kenapa Tae Oh mengkhawatirkannya.
“Aku tak ingin kau ada dalam bahaya. Oh Maria adalah Gap Dong. Aku melihat graffiti di pusat rehab sebelum aku dibebaskan. Begitulah yang tertulis.” Jelas Tae Oh. Mendengar penjelasan Tae Oh membuat Maria ketakutan dan meremas ponsel yang di pegangnya. Tae Oh khawatir, apakah Maria baik-baik saja.
Maria mencoba menahan rasa takutnya, dia meminta Tae Oh untuk menceritakan detilnya.



Seseorang tengah mandi, dia menulis pada kaca yang berembun kaca. Oh Maria adalah .... Gap Dong.
Penghuni RSJ memasuki kamar mandi pria misterius tersebut, dengan segera pria misterius segera menghapus tulisannya. Sedangkan Para Penghuni RSJ tengah membicarakan tentang penangkapan Gap Dong. Mereka penasaran seperti apa Gap Dong.
~~~


Seorang detektif tertangkap sebagai tersangka untuk kasus pembunuhan berantai Iltan. Detektif Ha tertangkap di TKP. Alasannya masih dalam penyelidikan. Mereka mencari keterkaitan dengan kasus 24 desember kemarin dan kasus 20 tahun lalu. Isu ini apakah akan terselesaikan dengan ditangkapnya Detektif Ha.” Lapor Reporter Wanita semalam yang meliput Kasus Gap Dong secara langsung.



Seorang detektif kesal dengan sikap Moo Yeom yang berani-beraninya menyentuh mayat korban dan lagi bagaimana dia bisa tahu tempat mayat tersebut.
Gil membenarkan, itulah kenapa mereka mencurigai Moo Yeom sebagai Gap Dong. Young Ae berada diruangan yang sama Gil menjadi kesal mendengar ucapan Gil, dia memang yakin dan percaya pada Moo Yeom.





Moo Yeom sedang menjalani serangkaian tes. Hyung Nyeon yang menemani Moo Yeom kesal saat petugas menyuruhnya melepaskan pakaian, dia menganggap kalau semua ini adalah jebakan. Moo Yeom tetap diam seribu bahasa dan menuruti perintah penyelidik.
Hyung Nyeon menganggap kalau semua telah di rencanakan, mereka sudah ingin membuat Moo Yeom melakukan tes DNA lalu mencocokkannya dengan Gap Dong. Hyung Nyeon tak terima melihat suaminya diperlakukan seperti itu, apalagi melihat luka tusukan Moo Yeom masih merah di perutnya.
Petugas Penyelidik menyuruh Moo Yeom untuk melepas celananya sekalian juga celana dalamnya. Hyung Nyeon semakin kesal, dia langsung menarik kerah penyelidik. Dia menyuruh penyelidik untuk memberitahu Harimau Seram kalau Moo Yeom akan melepaskan celana di waktu berikutnya.
Moo Yeom yang diam menuruti saja perintah untuk melepas celananya.




Young Ae datang ketempat Moo Yeom di periksa, dia ngomel-ngomel. Ini sudah keterlaluan! Detektif Ha tak mungkin Gap Dong!
Hyung Nyeon menatap kearah Moo Yeom, Young Ae mengikuti pandangan Hyung Nyeon. Dia terkejut sampai terbengong-bengong melihat Moo Yeom sudah tak mengenakan sehelai kain pun. Hyung Nyeon langsung bergegas membalikkan tubuh Young Ae yang membeku. Dan menghalangi pandangannya dengan mantel.
“Ini sungguh keterlaluan. Terlalu sempurna...” gumam Young Ae sambil tersenyum malu.




Moo Yeom digiring ke tempat interogasi. Dia di introgasi oleh Do Hyuk sedang Chul Gon memperhatikan jalannya introgasi di tempat pemantau. Do Hyuk mulai bertanya darimana Moo Yeom tau tempat korban ditemukan. Moo Yeom bingung bagaimana menjelaskannya, tapi dia tau seseorang telah memberikan teka teki dan ia telah memecahkannya. Do Hyuk tak mengerti, teka-teki?
“Ya. Seseorang memberi teka-teki. Untuk mencari tahu apa yang pelaku tinggalkan di laporan kajahatan kedua. Saya punya firasat dan itu mengarah kesana?”
“Dugaanmu membawamu ke TKP?” tanya Do Hyuk. Moo Yeom membenarkan, bingo. Do Hyuk menyuruh Moo Yeom agar lebih serius. Moo Yeom tau kalau semuanya yang dia katakan seolah hanya omong kosong dan dia terlihat sebagai tersangka.





Do Hyuk menyodorkan hasil identifikasi jerami yang ada di mantel Moo Yeom seminggu yang lalu saat Lee Sun Shim (Korban) meninggal, dia menyuruh Moo Yeom menjelaskan karena Moo Yeom mengatakan kalau dia menyadari tentang jerami baru beberapa jam yang lalu. Chul Gon yang memperhatikan menunggu jawaban Moo Yeom.
Moo Yeom sendiri malah bingung, Kalau keadaan seperti ini dia terlihat seperti pelaku. Do Hyuk menegaskan kalau Moo Yeom tak memiliki alibi untuk kasus pertama dan Moo Yeom ada di TKP sebelum kasus kedua, pastilah Moo Yeom tau artinya. Dia tau, dia tau kalau dia telah di jebak.
 “Ha Mu Yeom, mulai sekarang kau adalah tersangka kasus pembunuhan berantai Iltan.” Tegas Do Hyuk. Moo Yeom tampak berfikir, sekarang keadaan sangat tak berpihak padanya. Semua bukti menjurus akan dia.



Ji Wool menangis menemui Biksu Jinjo. Biksu Jinjo heran melihat Ji Wool menangis, dia bertanya apakah Moo Yeom telah memiliki pacar. Ji Wool semakin menangis keras karena semua orang mengatakan kalau Biksu Gila adalah Gap Dong
“Apa?” tanya Biksu Jinjo yang tak tahu menahu.




Biksu Jinjo dan anak-anak di kuil tersebut mendengarkan berita mengenai Gap Dong.
” Ayah tersangka juga seorang tersangka 20 tahun lalu Ini mengejutkan bahwa dia melaporkan kejahatan kedua ke media internet. Rakyat bertanya-tanya kenapa anak pelaku dari kasus 20 tahun lalu yang menjadi detektif yang bertugas, melakukan tiruan kejahatan dan bahkan melaporkannya pada media.” Siar Reporter berita.
Anak-anak menangis melihat berita tersebut, mereka tak percaya. Ji Wool memeluk mereka dan ikut menangis. Biksu Jinjo perihatin melihat keadaan mereka, dia menyuruh untuk tenang terutama Ji Wool. Ji Wool mengusap air matanya mencoba lebih tenang dan meyakinkan yang lain agar jangan menangis, dia tahu kalau itu adalah Konspirasi. Dia berjanji akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Moo Yeom.


Maria menuju ke rumah seseorang, sepertinya ini rumah Sang Hoon. Tapi dia agak ragu dan berhenti memandang halaman rumah tersebut.



Sang Hoon tengah menelfon seseorang, dia membahas tentang Moo Yeom yang tak diperbolehkan mendapat kunjungan. Sang Hoon merasa kalau mereka belum bisa membantu. Dia menyuruh untuk memberikan Moo Yeom makan saja, dia yakin kalau kebenaran terkadang terungkap belakangan. Sang Hoon mengakhiri panggilan itu.
Kim Young Mi yang sedari tadi menghidangkan makanan untuk Sang Hoo merasa kalau dia aneh, seisi negara tengah gempar tapi dia hanya duduk dan menerima panggilan. Sang Hoon bercanda, dia tak menelfon tapi sedang menggunakan remote kontrol. Young Mi khawatir, mereka tak ada sangkut pautnya dengan kasus tersebutkan. Sang Hoon menghela nafas dan berharap seperti yang Young Mi katakan.


Bel rumah berbunyi, Sang Hoon bertanya siapa itu. Sedangkan Young Mi menge-cek lewat CCTV. Itu Maria.
Young Mi bergumam melihat wajah Maria, kenapa dia tiba-tiba kesini.




“Ibu” sapa Maria pada Young Mi.
“Hey. Kapan kau pindah ke apartemen? Kau harusnya bilang pada ibu. Untungnya, pak satpam bilang padaku dan aku membawa kembali kimchi yang kubawakan untukmu.” Oceh Young Mi menyambut Maria. Maria meminta maaf, dia merasa kalau feng shui-nya tidak bagus jadi buru-buru pindah. Young Mi merasa Maria sedikit aneh, Apa kau punya pacar?
Entahlah, jawab Maria dengan tersipu. Maria menanyakan dimana Paman, dia ingin menanyai pemprofilan pria. Sang Hoon yang tengah duduk langsung menyapa Maria, bagaimana kabarmu?
Young Mi menyuruh Sang Hoon segera menyutujui permintaan Maria karena baru pertama kalinya dia menanyakan tentang pria. Sang Hoon menunjukkan sebuah buku, Aku bisa menggunakan kemampuanku untuk melakukan pemprofilan.



Maria menceritakan kalau dia dipindahkan ke Departemen Penyelidikan, dia juga penasaran mengenai arti graffiti yang kemarin kemudian menyuruh untuk jangan mengatakan pemindahannya  pada ibu. Sang Hoon mengangguk dan menyuruh Maria untuk berhati-hati, apakah kau merasa kalau Gap Dong ada di sana?
Mungkin, jawab maria. Sang Hoon khawatir, kalau memang Gap Dong ada disana maka kemungkinan akan mengenali Maria dan itu akan sangat berbahaya. Maria sepertinya tak terlalu memikirkan konsekwensi itu, dia menyuruh untuk segera melakukan pemprofilan pada Ha Moo Yeom.
“Apakah ada kemungkinan bahwa dia pelakunya?”
“Tidak, bahkan 0.000001%. Tapi Kebenaran paling menyedihkan yang kupelajari di bidang ini adalah manusia terkadang melakukan sesuatu yang tak dapat dijelaskan.” Jelas Sang Hoon.




Tim Penyelidik tengah melakukan rapat. Gil yang sedang menjelaskan bukti bukti yang di temukan.
“Kita hanya punya jejak kaki Ha dan korban. Sekali lagi, tidak ada pemerkosaan tapi hanyalah simbolis. Di area genitalnya, ini....” Gil tak sanggup melanjutkan ucapannya saat menunjuk sapu kecil yang di penuhi darah. Sepertinya sapu itu untuk melukai area tersebut, maksudkan?
Do Hyuk menanyakan tentang MP3 player. Dari hasil analisis, Gil mengatakan kalau suara siulan tersebut bukan suara Detektif Ha dan berasal dari file internet. Do Hyuk meminta penjelasanan mengenai analisis waktu kematian korban.
“Mereka menemukan mie dalam perutnya. Kami mengkonfirmasi bahwa dia memesan dari resto cina terdekat sekitar jam 2 siang. Dia mungkin meninggal saat siang hari.”
“Dimana Detektif Ha saat itu?” tanya Do Hyuk. Gil mengatakan kalau sekitar jam 2 Moo Yeom tak memiliki alibi dan ponselnya mati.




“Ponselnya terakhir kali hidup didekat persawahan. Lee membeli jerami sejauh 1,5 KM. Setelah membunuhnya Ha pergi ke telepon umum di dekat perhentian bus. Ha melaporkan kasus kedua dari sana.” Analisis Gil.
Do Hyuk : “Itu bukan peringatan awal tapi pemberitahuan kematian?”
Gil : “Ya, kami memeriksa telepon umum juga. Ada jeda satu menit antara pembicaraannya dengan kami dan laporannya.”
Hyung Nyeon yang mengikuti rapat mulai kesal karena fakta kalau Moo Yeom diserang sama sekali tak disinggung. Gil menganggap kalau itu hanyalah sebuah pertunjukan. Membuat laporan atas Ha dan membuat panggilan atas Ha juga. “Dia membunuh dua orang, memukul kepalanya sendiri, tak ada artinya!”
Chul Gon yang sedari tadi diam memperhatikan jalannya rapat, dia sepertinya sudah tak nyaman dengan keributan yang terjadi. Diapun pergi meninggalkan ruangan.


Chul Gon menemui Moo Yeom di ruang interogasi. Dia merasa kalau hipotesisnya salah tentang Gap Dong yang mungkin 20 tahun bersembunyi telah kembali tapi sepertinya bukan. Sekarang Chul Gon menganggap kalau Moo Yeom bisa saja peniru Gap Dong.
Moo Yeom menegaskan kalau di hanya di jebak. Chul Gon jelas tak percaya, siapa yang akan menjebak Moo Yeom. Moo Yeom sama sekali tak bisa menjawab pertanyaan itu karena dia sendiri tak mencurigai siapapun, tapi dia balik bertanya kenapa dia melakukan itu. “Kenapa aku meniru Gap Dong?”
“Karena aku” jawab Chul Gon singkat. Moo Yeom jelas heran dengan jawaban tersebut.
“Ini pintarnya dirimu, anak Gap Dong, menjadi seorang detektif. Detektif membuntuti Gap Dong imajiner. Siapa yang akan bisa mencurigaimu? Setelah batasan hukum telah berakhir, orang-orang berhenti memikirkan Gap Dong. Jadi pertunjukkanmu adalah mengejar Gap Dong. Tapi musuh muncul. Orang yang mengingat jelas siapa anak Gap Dong. Gap Dong dibutuhkan untuk membuktikan dia salah.” Kata Chul Gon panjang lebar.



Moo Yeom menuntut penjelasan kalau memang dia Peniru Gap Dng kenapa dia bisa tertangkap di TKP. Chul Gon menganggap kalau kejahatan akan menjadi sempurna kalau dia dilepaskan setelah menjadi tersangka.
“Kau jenius.” Puji Moo Yeom dengan sinis. Chul Gon tertawa meremehkan dan menyuruh Moo Yeom janganlah terkejut karena itu barulah hipotesis.




“Aku tak bisa memberimu surat kuasa.” Ucap jaksa Seo Ji Hun. Gil membentak Jaksa Seo yang sikapnya tak bersahabat. Gil tahu kalau Jaksa Seo masih baru jadi dia tak tau bagaimana cara bekerja, seharusnya Jaksa Seo memberikannya surat kuasa. Jaksa Seo menyuruh Gil untuk memahami, ini kasus pertamanya jadi dia ingin menyelidiki lebih dalam. Gil marah hingga menggebrak meja, keadaan pun tegang. Bisakah kau bekerja sama?!
Jaksa Seo balas menggebrak meja, Dia menyuruh Gil untuk memahami situasi terlebih dahulu agar bisa memberi surat kuasa. Jaksa Seo belum mau memberikan Surat Kuasa dan menyuruh Gil agar melakukan tes kejiwaan pada Moo yeom.



Moo Yeom di giring menuju ke mobil polisi, akan dilakukan pemeriksaan untuknya. Hyung Nyeon menghentikan Moo Yeom, dia menyuruh Moo Yeom untuk menegakkan diri karena kejaksaan ada dipihak mereka. Moo Yeom menyarankan Hyung Nyeon agar membuat dokter yang memeriksa lebih baik padanya.
Hyung Nyeon menyuruh Moo Yeom masuk ke mobil, dia tak akan pernah memberikan kesaksian yang buruk jadi tenang saja dan dia akan bersantai dulu. Moo Yeom mengeluh, bahkan istrinya mengabaikan. Moo Yeom pun masuk ke mobil polisi. Hyung Nyeon melepas kepergian Moo Yeom dengan sedih dan prihatin dengan keadaan Moo Yeom.



Tae Oh sedang bekerja di cafe seperti biasanya. Hyung Nyeon berada di cafe tersebut untuk menemui Tae Oh, dia menunjukkan kartu pengenal. Tae Oh terdiam agak terkejut sepertinya, tapi dari wajahnya sama sekali tak terlihat khawatir. Hyung Nyeon mengajak Tae Oh untuk bicara diluar.



Hyung Nyeom tahu dengan alibi Tae Oh, Kau bersama Oh Maria?
Tae Oh membenarkan ucapan Hyung Nyeon, Maria adalah dokternya bahkan hari ini dia juga akan menemuinya. Tae Oh menyuruh Hyung Nyeon untuk mengecek saja. Hyung Nyeon percaya saja dengan alibi Tae Oh lalu melepasnya. Dia berterimakasih atas waktu Tae Oh.
Hyung Nyeon mencoret nama Tae Oh dari daftar orang yang di selidiki olehnya.




Maria melihat-lihat profil pasien di RSJ, tak ada yang membuat curiga dan terus membuka halaman per halaman.
Suara  siulan menghentikan Maria, siulan Gap Dong. Maria terlihat sedikit ketakukan, dia menoleh dengan agak ragu. Tak ada siapapun di belakangnya, Maria menjatuhkan berkas profil tersebut dan berlari menuju ke sumber suara. Dan lembar profil seorang pria terbuka, mungkinkah Gap Dong?





Maria menuju ke halaman RSJ yang sedang di penuhi oleh penghuninya, dia mulai memperhatikan satu demi satu tapi tak ada diantaranya yang tengah bersiul. Nafas Maria masih tak teratur, tapi kemudian dia menghela nafas lega.
Penghuni yang mengungkap perasaanya pada Maria dan Ahjussi pem-bully memuji Maria yang tampak seperti dewi, tubuhnya seperti gitar spanyol. Ahjussi yang sering di-bully ikut memperhatikan, dia bergumam tak jelas. Ahjussi pem-bully mendengar samar gumam ahjussi tersebut, dia menyuruh agar lebih jelas mengatakannya.
“Dokter Maria adalah Gap Dong.” Ucap ahjussi tersebut dengan jelas.



Seorang pria berkacamata yang sedang membaca koran mendengar ucapan itu menjadi tertarik, dia menoleh dan tersenyum mendengar ucapan ahjussi itu.



Tae Oh sedang di Rumah Sakit, dia meminta untuk menemui Maria. Tapi dengan menyesal suster mengatakan kalau jadwal Maria sudah dipesan.
“Dipesan?” Tae Oh heran.




Moo Yeom dibawa ke rumah sakit, setiap orang yang melihat Moo Yeom langsung menggunjing membicarakannya. Mereka terlihat sudah sangat percaya kalau Moo Yeom adalah Gap Dong. Mereka mulai menyingkir saat dilewati Moo Yeom. Pembunuh! Mengerikan.
Seorang kakek melihat kehadiran Moo Yeom dengan sangat marah, dia berlari dan memukuli punggung Moo Yeom dengan tongkatnya.
“Bagaimana bisa Detektif membunuh putriku? Putriku! Kita harus membunuhnya!” marah si Kakek.



Petugas yang membawa Moo Yeom menyuruh kakek tersebut untuk tenang, dan menahan kakek. Saling dorong terjadi dengan Kakek itu, karena memang kakek sudah lemah menjadi kehilangan keseimbangan. Kakek terdorong ke arah pagar yang sedang dalam perbaikan, kakek pun jatuh. Tapi Moo Yeom dengan sigap segera menangkap tangan kakek tersebut. Dengan tangan di borgol, Moo Yeom kesulitan untuk menaikkan kakek itu. Tapi anehnya, kemana petugas tadi yang mendorong kakek. Kenapa gak menolong Moo Yeom mengangkat?
Sebuah tangan ikut membantu Moo Yeom mengangkat kakek itu. Itu Maria, Senang bertemu denganku, kan?
Moo Yeom memuji Maria dengan penampilan yang sekarang, dia tampak lebih cantik.


Tae Oh yang memang ada ditempat itu melihat dengan kesal.
“Hati-hatilah. Oh Maria adalah Gap Dong.” Gumamnya dengan senyum mengerikan.




Maria membersihkan tangan Moo Yeom yang terluka akibat borgol, Moo Yeom mengeluh kenapa masih saja menggunakan borgol padahal Korea menciptakan ponsel terbaik untuk bisa melacak. Maria menyarankan Moo Yeom untuk menggunakan penutup wajah karena semua orang sekarang membencinya. Moo Yeom bercanda kalau sekarang dia tak akan bisa lagi menggandeng gadis-gadis di club.
“Kau takkan memeriksa kondisi kejiwaanku, kan?”
“Lalu, kenapa aku harus di sini?”
Moo Yeom menyadari kalau Maria-lah yang akan menge-cek kondisi kejiwaanya, dia menolak dan meminta dokter lain yang memeriksanya. Moo Yeom meyakinkan dirinya itu waras bahkan Maria belum pernah melihat dia gila. Moo Yeom bertanya apakah Maria akan menuliskan hasil orang Gila untuknya. Maria tak tau, dia akan melihatnya nanti.


Moo Yeom penasaran kenapa Maria tak takut padanya padahal orang lain menghindarinya seperti dia penderita penyakit AIDS bahkan sekarang dia sangat ramah padanya. Maria menatap mata Moo Yeom yang meminta jawaban.
“Kau pasien.” Jawabnya singkat. Moo Yeom sadar kalau dia adalah pasien Maria.


Maria memasang alat pendeteksi kebohongan, Moo Yeom mengeluhkan Maria yang memasang alat tersebut di kepalanya apalagi ketika Maria mendekatkan dadanya di depan wajah Moo Yeom.
“Kau sangatlah merepotkan.”
“Ini tes deteksi kebohongan. Bibir bisa bohong, tapi tidak dengan otak.” Jelas Maria.





Maria mulai melakukan tes’nya. Di layar Alat tersebut terlihat foto sebuah tempat. Maria tanya apakah Moo Yeom mengetahui tempat itu. Moo Yeom menghela nafas, dia pasti tau kalau itu adalah tempat dimana terjadi kasus ke-dua.
Maria menunggu memproses jawaban tersebut, jawaban Moo Yeom jujur. Maria senang jawabannya jujur, dia menyuruh Moo Yeom untuk lebih berhati-hati untuk pertanyaan selanjutnya. Moo Yeom menyuruh Maria untuk jangan menakut-nakuti dia. Maria serius menyuruh Moo Yeom jangan sampai berfikir untuk berbohong atau dia akan di curigai sebagai penjahat yang sebenarnya.




Selanjutnya adalah foto seorang yang mengaku sebagai saksi yang melihat Moo Yeom di TKP jadi Moo Yeom harus berhati-hati. Moo Yeom menyuruh Maria untuk menunjukkan saja fotonya. Maria melihat foto wanita yang menjadi saksi tersebut, sedikit khawatir Maria menunjukkannya di screen. Maria bertanya apa dia tahu siapa wanita tersebut. Moo Yeom mengernyit, apa dia bilang dia melihatku?
“Ya. Jadi kau pasti juga pernah melihatnya.”
Moo Yeom berfikir keras, dia sama sekali tak mengingat siapa dia. Seberapapun dia mencoba mengingat tapi tak ada jawaban. Maria kembali bertanya, apa dia tak mengingatnya. Moo Yeom masih terdiam dan mencoba mengingat-ingat. Mesih mulai menganalisa pikiran Moo Yeom, Maria mulai khawatir karena Moo Yeom belum juga menjawab sampai dengan proses selesai dengan hasil negative. Maria terlihat lega.



Pintu ruangan terbuka sedikit, terlihat seorang badut dengan dandanan joker mengintip dari pintu. Siapalagi kalau bukan Tae Oh yang melihat Maria yang tengah menge-cek keadaan Moo Yeom. Manatap mereka dengan dingin. Menyeramkan.


Moo Yeom segera bertanya bagaimana hasilnya, apakah menunjukkan kalau dia adalah Gap Dong dan sebenarnya siapa wanita tadi. Tadi itu adalah foto korban Lee Sun Shim. Moo Yeom merasa dipermainkan dengan Maria yang mengatakan kalau Moo Yeom mengenalnya.
Maria mengatakan kalau dengan cara seperti itu maka dia akan mendapatkan hasil yang akurat. Dia memuji Moo Yeom yang telah melakukannya dengan baik.



Petugas yang mengawal Moo Yeom segera masuk setelah cek selesai, dia segera memasang borgol ketangan Moo Yeom. Maria melihat hal itu terlihat agak kasihan dengan keadaan Moo Yeom. Moo Yeom di bawa pergi.
Aku yakin dia mengubah dirinya. Dunia bahkan takkan bisa mengenalinya. Aku yakin dia mengubah dirinya.”
“Jadi cari tahu endingnya segera atau kita takkan pernah menangkap Gap Dong.” Moo Yeom mengingat ucapan Maria. Dia berbalik karena menyadari sesuatu.



“Kau tertarik padaku? Jika tidak, kenapa kau harus mengatur pemeriksaan seperti ini?”
Maria tersenyum dan sama sekali tak mengelak dengan kemungkinan ketertariakannya pada Moo Yeom. Dia gagah dan tampan. Moo Yeom mengerti sudah, bukan dia yang menarik bagi Maria tapi orang lain. Gap Dong. Kau tertarik pada Gap Dong.
Moo Yeom tersenyum, sebegitu menarikkah Gap Dong. Moo Yeom bertanya apakah Maria menemukan sesuatu, mungkin orang yang dia anggap sebagai Gap Dong.






Maria terdiam, belum sempat menjawab sebuah suara siulan terdengar dan mengejutkan Moo Yeom. Maria sama terkejutnya, tanpa berkata apapun dia segera berlari meninggalkan ruangan mencari-cari sumber suara siulan. Moo Yeom mencoba mengejarnya namun di tahan oleh petugas yang mengawal. Moo Yeom tak melawan, tak mungkin dengan keadaan di borgol.
Moo Yeom mengingat kembali simpul ikatan yang digunakan untuk mengikat tangan Soon Shim.




Maria berlari menuju kerumunan dimana pasien rumah sakit tengah menyaksikan pertunjukan. Dia mencari-cari tapi tak seorang pun yang tengah bersiul, mereka tengah asik menyaksikan pertunjukan pesulap.
Saat Maria menengok, dia melihat punggung pasien rumah sakit yang menggunakan seragam RSJ ada disana. Maria mengejar pria yang sedang di kawal oleh petugas tersebut.




Maria berhasil mengejar pria tersebut, saat menoleh ternyata dia adalah si Pria Berkacamata. Maria bertanya apakah tadi dia bersiul menyanyikan lagu petak umpet. Dengan senyum ramah, pria tersebut mengatakan tidak. Maria masih terlihat curiga, nafasnya masih tak teratur karena berlari. Maria meminta maaf lalu pergi meninggalkan pria tersebut.
Pria kacamata terus memperhatikan kepergian Maria, kemudian senyum ramah yang tadi dia tunjukan berubah menjadi wajah yang tak bersahabat.



Maria kembali, dia melewati tempat pertunjukan tadi. Tae Oh memperhatikan di sana sebagai badut. Maria menenangkan diri dan sejenak melihat keadaan disana.
Seorang gadis kecil meminta pada Tae Oh balon. Tae Oh memberikan sebuah balon dengan ramah untuk gadis manis itu. Dia pun berjingkrak kegirangan, terimakasih.
“Aku merasa seperti meloncat kegirangan.” Ucap Tae Oh sambil menatap Maria.



Maria lelah menuju keruangannya kembali. Moo Yeom sudah tak ada di depan ruangannya, Maria sendiri merasa ada sesuatu yang aneh. Dia pun menoleh melihat 3 balon yang melayang, setelah kamera mendekat itu sengaja dilakukan untuk membuat CCTV tak menangkap gambar kearah pintu ruangan Maria.
Pelakunya sepertinya Tae Oh, yang bersiul sepertinya juga Tae Oh yang sengaja membuat Maria terkejut dan mengira kalau dia telah menemukan Gap Dong.



Moo Yeom mencoba bersiul untuk mencoba menirukan Gap Dong tapi suaranya sama sekali tak mirip, siulan itu lebih kasar sedangkan Gap Dong melakukannya dengan lembut. Moo Yeom segera menyerbu Maria dengan banyak pertanyaan, Kenapa kau merespon suara itu? Menurutmu apa itu? Kenapa kau berlari seperti itu?
“Itu Gap Dong. Pria yang bersiul nada itu. Aku juga mendengar itu di pusat rehab hari ini. Itu sebabnya aku berlari mencari suara itu.”
Moo Yeom terkejut sekaligus penasaran, bagaimana Maria tahu tentang suara itu. Maria mengaku kalau dia mengetahu hal itu dari Dr. Han Sang Hoon yang mengetahui dari saksi bahwa Gap Dong bersiul melagukan lagu petak umpet.



Moo Yeom masih heran, kenapa Sang Hoon memberitahukan hal sampai sedalam itu.
“Dia instrukturku. Terlebih lagi dia menikahi ibuku. Dunia begitu kecil, kan?”
Moo Yeom menjabat tangan Maria, seharusnya Maria mengatakannya lebih awal lagi kalau dia putrinya. Sedangkan Maria langsung takut dan menarik tangannya dari genggaman Moo Yeom. Moo Yeom kembali menanyakan apakah Maria benar-benar diberitahu tentang siulan itu. Maria membenarkan, Moo Yeom bisa saja menge-ceknya. Saksi baru mengingat hal tersebut beberapa tahun yang lalu jadi tak tercatat di berkas penyelidikan. Mungkinkah Maria lupa depresi beberapa tahun setelah kasus Gap Dong yang melibatkannya?
Apapun itu, Moo Yeom mengucapkan terima kasih karena itu tandanya Gap Dong masih hidup.



Maria mengecek profil pria berkaca mata, namanya Choi Tae Sik. Lahir di Iltan dan orangnya sangat pendiam, lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain. Maria bertanya maksud dari sebuatn Tae Sik sebagai Choi Si Lemah Lembut. Suster mengatakan kalau sebutan itu diberikan oleh para suster karena dia memiliki kepribadian yang sangat lemah lembut.
Disana juga tertulis kalau Tae Sik berusaha bunuh diri berkali-kali tapi tak ada catatan apapun mengenai alasannya. Suster hanya tahu kalau Tae Sik depresi, kenapa?
“Aku hanya berpikir mungkin aku pernah mengenalnya. Dimana dia sekarang?”





Tae Sik tengah membuat kerajinan gerabah, dia melakukannya dengan baik dan hasilnya pun sangat rapi. Maria melihat Tae Sik yang bekerja dari kejauhan. Dia mengingat kembali saat-saat dimana dia bermain batu gunting kertas dengan Gap Dong. Gap Dong berulang kali menyuruh mereka melakukannya, tapi Maria malah mengatakan kalau dia tak bisa.





Maria menunjukkan kekhawatiran ketika mengingat kejadian itu. Dia dikejutkan ketika melihat ketempat Tae Sik tadi sudah tak ada. Dia mencarinya ternyata Tae Sik tengah membasuh tangannya yang penuh tanah liat. Maria melihat tangan Tae Sik dan mencoba membandingkan dengan tangan Gap Dong menggenggam tangannya. Maria memutuskan untuk pergi meninggalkan Tae Sik.
Tae Sik juga ternyata menyadari tadi diperhatikan oleh Maria, dia tersenyum ketika Maria pergi meninggalkannya.




“Ryu Tae Oh, kau ditangkap!”
Tae Oh terkejut mendengar suara wanita menangkapnya, dia terdiam. Dengan perlahan berbalik melihat siapa yang menangkapnya. Polisi Ji Wool lah yang melakukan itu, dia menodongkan pistol buatan dengan tangannya. Tae Oh tersenyum lalu mengangkat tangannya, dengan tuduhan apa?
“Karena jadi pria terlalu seksi.”
Tae Oh tertawa. Tae Oh bertanya bukannya dia jadi model hari ini. Ji Wool tak bisa hari ini karena ada misi menemui Biksu Gila, sebagai gantinya dia akan memberikan Tae Oh tugas.



“Di kasus ketiga terdahulu dia pergi ke kota untuk membeli sepatu baru dan terbunuh. Kau akan membunuhnya di kasus ketiga.” Jelas Ji Wool. Tae Oh pura-pura terkejut, aku?!
Ji Wool meminta maaf, maksudnya peran yang diperankan Tae Oh lah yang akan membunuhnya. Ji Wool bingung bagaimana nanti si tokoh pria akan merayu jadi Tae Oh harus memutar otak dan memberikannya ide.
“Oke, akan kupikirkan itu.” Jawab Tae Oh dengan senyuman mengerikannya. Ji Wool melihat jam tangannya, dia terlambat jadi harus segera pergi.


Sepeninggal Ji Wool, Tae Oh melihat cerita yang telah dibuat Ji Wool. Si tokoh pria psikopat tersebut mengatakan, “Mau kupinjami sepatuku?”


Moo Yeom masih dalam perjalanan menuju kembali ke kepolisian. Dia masih termenung menngingat ucapan Maria tentang Gap Dong yang bersiul dan lagi Maria mendengar siulan tersebut tadi pagi.
“Gap Dong. Jika kau masih hidup... Jika kau...” batin Moo Yeom.




Chul Gon meminta Do Hyuk memberikan hasil tes DNA Moo Yeom padanya, tapi hasil tes DNA belum keluar. Chul Gon menyuruh Do Hyuk menghubungi Institut Nasional Investigasi Ilmiah. Do Hyuk menerima tugas tersebut.
Chul Gon menerima panggilan dari Jaksa Park yang bertanya apakah Chul Gon mengecek DNA detektif Ha. Chul Gon mendengarkan namun secara mengejutkan Jaksa Park menyuruh Chul Gon jangan melakukannya.
“Jangan?” Chul Gon terkejut. Do Hyuk yang masih disana juga agak heran.


Chul Gon melakukan pertemuan dengan Jaksa Park, dia penasaran kenapa jaksa Park mengajaknya bertemu di tempat yang begitu mewah. Jaksa Park tak memberitahukan alasannya, dan mengajaknya untuk berbicara di dalam.



Ternyata di dalam sudah banyak kepala Tim yang lain, Chul Gon memberi hormat dan meyakinkan kalau dirinya akan membuktikan kalau Moo Yeom adalah pelakunya sesegera mungkin. Tapi Kepala Tim yang lain tak begitu menyukainya, salah seorang diantara mereka menyuruh Moo Yeom untuk duduk terlebih dulu.
Chul Gon pun duduk, dia menatap mereka. Chul Gon tampak curiga.




Biksu Jinjo menjenguk Moo Yeom di penjara, dia mengatakan kalau semua orang bisa keluar. Dia akan mencarikan pengacara yang hebat dengan menjual kuil. Moo Yeom bercanda, memangnya siapa yang akan membeli kuil sesuram itu?
Biksu Jinjo kesal karena dulu dia sudah mengatakan Moo Yeom agar menjadi biksu saja dan melepaskan Gap Dong. Moo Yeom meminta maaf, dan juga dia mungkin tak bisa keluar dengan segera. Dia takut orang-orang akan mengolok-olok biksu Jinjo karena telah membantunya.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya Biksu Jinjo. Moo Yeom terdiam memikirkan sesuatu.



Chul Gon marah di tempat pertemuan karena semua orang tak menyutujui adanya tes DNA ketika mereka sudah memiliki DNA Gap Dong dan juga tersangka utama. Kenapa mereka seolah membela Moo Yeom, apa yang mereka takutkan? Apakah mereka akan memberi izin setelah dia merilis beritanya ke media?
Semua tertunduk, salah seorang diantaranya mengatakan kalau DNAnya tak ada. Mereka tak memiliki DNA tersebut karena DNA pada kasus ketiga telah rusak.
“Saya mencarinya selama 20 tahun dan kalian bahkan tak memiliki DNAnya? Lalu, apa yang kalian kerjakan? Apakah anda sudah mengetahui tentang fakta ini?” Chul Gon murka. Mereka juga baru mengetahuinya sekarang, mereka tak mungkin merilis sesuatu yang bahkan mereka sendiri tak memilikinya atau mereka akan membuat Gap Dong melakukan aksinya lagi. Moo Yeom menyidir dengan mengucapkan terimakasih karena mereka baru mengatakan hal itu sekarang.
Mereka mengatakan akan membicarakan masalah Ha dengan Chul Gon.




Chul Gon kembali dari pertemuannya dengan para Kepala, dia terlihat sangat kecewa. Ada seorang pemabuk yang melihat Chul Gon lalu segera menyerangnya, dan segera mencopoti pangkat yang terpasang di seragam Moo Yeom. Kau bangga dengan seragammu!
Chul Gon kesal melihat bajunya rusak, dia segera mendorong pria tersebut. Chul Gon menarik lagi pria tadi, dengan tegas dia mengatakan kalau dia sangat bangga menjadi polisi korea. Teman pemabuk tadi datang lalu memisahkan mereka berdua, mereka meminta maaf dengan kelakuan temannya yang mabuk. Mereka membawa pergi pemabuk tersebut, tapi si pemabuk terus mengumpat Chul Gon.


[FLASHBACK]
“Kita harus mencegah sesuatu terjadi seperti 20 tahun lalu. Lepaskan dia sekarang.” Perinta Ketua disana.
Jaksa Park bertanya pada Chul Gon apakah kasus ketiga, Moo Yeom akan menjadi pelakunya.
[FLASHBACK END]






Tae Oh sedang melihat webtoon yang akan di buat oleh Ji Wool, dia memperhatikan halaman per halaman tapi terhenti saat karena cerita itu memang belum lengkap. Dan lagi, seorang pengunjung wanita datang, Tae Oh memberikan wanita itu menunya. Tae Oh memperhatikan wanita itu, dia melihat potongan rambut ada dikerahnya. Wanita yang merasa diperhatikan balik menatap Tae Oh.
Tae Oh meminta maaf, tapi ada sesuatu di kerahnya. Tae Oh bertanya apakah dia adalah penata rambut. Wanita itu mengatakan kalau dia sedang melakukan interview potong rambut. Tae Oh tersenyum, dia meminta wanita itu memotongkan rambutnya juga lain kali. Wanita tadi menyanggupi.
Dapat. Kasus ketiga. Peserta wawancara.” Batin Tae Oh.



Ji Wool menyamar sebagai polisi, dia mengikuti Young Ae.
Chul Gon sampai kekantor dengan pakaian yang rusak, Young Ae memberi hormat sedangkan Ji Wool yang tak mengetahui Chul Gon atasannya hingga tergagap ikut hormat. Young Ae menatap Ji Wool selepas kepergian Chul Gon, sedangkan Ji Wool langsung melengos.


Semua pegawai kantor melihat pakaian Chul Gon yang sudah tak rapi, mereka heran karena Chul Gon sama sekali tak menggubris mereka. Gil yang pro dengan Chul Gon mengumpat, siapa yang berani melukai boss kita?!



Hyung Nyeon menemui Moo Yeom untuk mengajaknya makan bersama, dia memberitahu kalau Chul Gon kembali dengan keadaan yang tak baik. Mungkin atasan telah menyuruhnya melepaskan Moo Yeom.
Moo Yeom merasa ada keganjilan, dia ingin bertemu dengan Chul Gon. Hyung Nyeon heran kenapa Moo Yeom tiba-tiba ingin menemui Harimau Seram.




Chul Gon dan Moo Yeom sudah ada diruang introgasi dengan diawasi Do Hyuk, Gil, Young Ae dan Hyung Nyeon.
Chul Gon memberikan surat pengunduran diri Moo Yeom padanya, asal Moo Yeom mau menandatangani surat tersebut maka dia akan di bebaskan. Moo Yeom heran dengan sikap tersebut. Chul Gon tak mau mengatakan alasannya, bukan sebuah kewajiban untuknya.
“Kau tidak suka dengan hasil tes DNA? 0% kecocokan antara aku dan Gap Dong? Kenapa kau tidak mencoba memalsukannya?” ejek Moo Yeom. Chul Gon memperingatkan Moo Yeom agar jangan berfikir melakukan kejahatan, karena mereka akan mengawasi Moo Yeom.









“Atasan menyuruhmu memecatku? Karena ini hanya membuat kepala pusing?” tanya Moo Yeom.
“Kalian membuat kesalahan besar. Karena hipotesismu adalah benar. Aku memang Gap Dong” Lanjutnya.
Hyung Nyeon langsung menyuruh Young Ae yang mereka pembicaraan mereka agar mem-pausenya tapi Gil jelas menahan, dia mengancam akan memecat Young Ae juga. Dan tepat saat itu pula Ji Wool datang. Dia kesal, apakah mereka telah mencekoki Moo Yeom dengan sesuatu sehingga mau mengatakan hal seperti itu.
Gil mengetahui Ji Wool sebagi fans berat Moo Yeom sedang Hyung Nyeon menyeretnya keluar.




Chul Gon bertanya apa Moo Yeom mengaku. Moo Yeom tertawa mengejek, kenapa dia harus bercanda di saat seperti ini. Chul Gon meminta Moo Yeom agar memberitahukan motifnya juga.
“Kau membunuhnya. Mereka mati karena kau kembali. Kau tahu? Intinya kenapa kau mengaku sekarang? Kenapa aku harus mengaku saat aku dilepaskan? Kau benar-benar bingung, hah?” tanya Moo Yeom dengan tawanya yang tak ubah seperti Tae Oh. Menyeramkan.

KOMENTAR :
Sukaaaaaaaaaaaaaaa banget sama scene terakhir, Moo Yeom segera menangkap sinyal keanehan dengan sikap Chul Gon. Dia tak langsung mau di jadikan kambing hitam oleh pala polisi itu. Karena dia sendiri yakin kalau dirinya bukanlah Gap Dong, maka kasus berantai akan terus berlanjut ketika dia dalam penjara. Maka mata publik akan terbuka sendiri dengan fakta tersebut, mana mungkin seorang yang tengah di penjara bisa membunuh orang kecuali dia punya ilmu gaib. Hahaha.
Moo Yeom sekarang hanyalah tinggal duduk manis, melihat pertunjukan peniru Gap Dong mempertontonkan aksinya. Tanpa perlu susah payah, namanya yang tercoreng akan bersih kembali.
Terakhir, marilah kita buat daftar yang mungkin bisa di sebut Gap Dong :
1.       Choi Tae Sik (Si Pria berkaca mata) paling mencurigakan diantara yang lainnya, tapi melihat genrenya drama ini aku sedikit ragu. Biasanya orang yang selalu di tunjukkan sebagai pelakunya, biasanya dia bukanlah pelaku sesungguhnya. Penulis sering berusaha membuat kita merasa kalau ini nih pelakunya tapi di akhir, orang yang sama sekali tak ada dalam bayangan kita lah yang menjadi pelaku tersebut. Setuju?
2.       Ahjussi yang sering di bully, merasa mungkin juga.
3.       Maria. Aku heran kenapa semua orang mengatakan kalau Maria adalah Gap Dong sesungguhnya, kenapa dengannya? Ini yang membuat aku penasaran.
4.       Siapa selanjutnya??


2 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 4"

  1. Khamsamnida :)

    Susah komen buka via HP.

    selalu suka sinposisnya (y)

    ReplyDelete
  2. khamsamnida... suka sangat dengan cerita gapdong apalagi klo lee joon dh mulai senyum salut ma actingnya lee joon

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^