Sinopsis Gap Dong Episode 12-1






Ha Moo Yeom menerima panggilan dari Young Ae untuk menanyakan siapa pemilik lencana no. 83-5045. Apa itu dr. Han?
Young Ae menatap layar komputer yang ada di depannya. Pada tahun 1983, tuan Yang Chul Gon lah yang menerimanya.
Yang Chul Gon yang tidak sengaja lewat mendengar percakapan mereka Young Ae, dia menunjukkan raut terkejutnya.





Seisi pesawat terkejut mendengar suara jeritan. Mereka panik karena menemukan tubuh tubuh seorang pramugari yang sudah meninggal. Sedang Tae Oh tampak frustasi, dia seperti kesal dengan apa yang terjadi. Tae Oh kah? Mungkinkah dia menahan diri untuk tidak membunuh tapi nafsunya untuk membunuh tak bisa dia kendalikan?


Moo Yeom kembali menegaskan apakah benar itu milik Chul Gon. Young Ae begitu yakin karena telah mengeceknya berkali-kali. Memang, lencana apa itu?



Chul Gon menuju ke ruang introgasi. Ditatapnya ruang introgasi tersebut, tampak dua orang tengah duduk disana. Itu Moo Yeom yang begitu terkejut mendengarkan pengakuan Chul Gon yang juga merupakan Gap Dong. Bagaimana bisa Gap Dong mencari Gap Dong? Kau melakukan semua 9 kasus pembunuhan?
“Ketika aku berkata mungkin ada 2 atau 3 Gap Dong. aku sedang bicara dengan diriku sendiri.”
Namun ketika Chul Gon menatap kembali, tak ada seorang pun dalam ruang introgasi.



Han Sang Hoon tergesa-gesa untuk pergi. Young Mi menghentikannya meminta penjelasan. Sang Hoon mengatakan kalau Chul Gon melakukannya lagi. Young Mi khawatir, apa dia mencurigaimu?
“Aku bilang tidak.” Ucap Han Sang Hoon seraya pergi.




Sang Hoon menuju ke ruangan kerjanya. Dia melihat rak buku tempat ia menyimpan lencana, dia terkejut ketika membuka buku-buku yang menutupinya tapi lencana itu sudah tak berada di tempat semestinya. Moo Yeom datang lalu menunjukan lencana yang dicari Sang Hoon. Apa kau mencari ini?
Moo Yeom menanyakan perihal lencana tersebut. Bagi polisi, lencana itu bagaikan kartu nama dan di lencana Yang Chul Gon terdapat noda darah. Sang Hoon menyembunyikan lencana tersebut. Harusnya Sang Hoon menjelaskan ini.
Menurut Sang Hoon, lencana itu sebuah jebakan. Moo Yeom belum mengerti.



Chul Gon membuka sebuah lembar kertas yang tersimpan dalam sebuah amplop kuning. Itu sebuah surat pengakuan yang berisi kesaksiannya mengenai apa yang ia lihat ketika berusaha menangkap Gap Dong pada kasus ke-tujuh. Jam 2 pagi, Chul Gon melakukan pengintaian.




[FLASHBACK 20 tahun yang lalu , hari kejahatan kasus ke- 7]
Ditengah guyuran hujan deras, seorang pria yang tak lain adalah Chul Gon mencoba menyalakan sumbu rokoknya tapi karena hujan yang begitu deras membuat Chul Gon selalu gagal. Dia mencoba menghilangkan kejenuhan dengan memutar radio, ada berita yang mengabarkan kalau pemerintah mengerahkan 15.000 warga untuk menangkap Gap Dong dengan hadian $50000. Merasa tak tertarik, Chul Gon kembali menyimpan radio tersebut. Sampai dia melihat seorang dengan mantel hitam berjalan kearahnya.
Keduanya saling menyadari kehadiran masing-masing. Chul Gon mengejar orang tadi yang ketakutan dan kabur. Chul Gon terus mengejarnya hingga orang tadi tergelincir dan jatuh. Chul Gon mengecek siapa orang tersebut yang sudah jatuh. Dia membalik tubuhnya, ternyata dia seorang wanita yang penuh luka di wajah.
Kupikir dia Gap Dong tapi ternyata korbannya, dia jatuh di bawah tepi sungai dan mencoba untuk melarikan diri. Sayangnya ketika aku telah menolong nafasnya pun menjadi berhenti. Kupikir kesalahanku tidak bisa diampuni. Terencana atau tidak saya siap untuk menerima hukuman.”
[FLASHBACK END]


Cha Do Hyuk menjelaskan pada anak buahnya mengenai informasi tentang kasus pembunuhan ketujuh. Dia sendiri berharap kasus ketujuh tidak terjadi karena Ryu Tae Oh tengah dalam perjalanan ke Zurich. Tapi mereka akan teta berjaga-jaga. Dalam kasus ketujuh ada beberapa hal penting yang di perhatikan yaitu Sepatu boot, jas hujan dan kawat listrik.




Kembali pada Han Sang Hoon yang tengah berbincang dengan Moo Yeom. Dulu ialah yang ikut menyelidiki kasus ketujuh, Sang Hoon mengira kalau kasus tersebut adalah kasus Gap Dong tapi dia menemukan sebuah lencana milik Chul Gon terselip diantara dua tangan korban kasus ketujuh. Pada saat itu, Chul Gon tengah dalam masa skorsing.
“Jadi, kau menyembunyikannya dengan sengaja?”
Sang Hoon merasa kalau ditemukannya lencana Chul Gon seolah menjadi pertunjukan untuk menargetkan Chul Gon. Pada masa itu, presiden begitu menekankan untuk menemukan Gap Dong. Kalau bukti mengarah kuat pada Chul Gon maka dia bisa saja dihukum mati. Sang Hoon sendiri masih bertanya-tanya akankah keputusannya tersebut benar.




Do Hyuk menunjukan kalau kasus ketujuh begitu identik dengan kasus-kasus Gap Dong sebelumnya. Gil menginterupsi, dia menemukan sebuah penemuan unik kalau di kasus ketujuh, korban bukan mati karena tercekik tapi karena jatuh. Do Hyuk tampak merubah raut wajahnya. Sedikit aneh dia mengatakan kalau hal tersebut bukan sesuatu yang penting.
Chul Gon melihat mereka dari kejauhan, dia menerima panggilan dari Ha Moo Yeom. Tanpa babibu dan cacicu dia segera berkata kalau seharusnya Moo Yeom menangkapnya.




“Aku mendengarnya dari Tuan Han Sang Hoon. Dia sangat percaya itu adalah jebakan. Tapi bagaimana dengan lencananya? Kenapa itu berada di tangan korban?”
Chul Gon mengingat apa yang terjadi, korban yang terjatuh mencoba meraih tangan Chul Gon seolah meminta bantuan. Chul Gon mencoba menunjukkan lencananya untuk menunjukkan kalau dia adalah polisi. Namun belum sempat memberikan bantuan, wanita tersebut menghembuskan nafas terakhirnya. Chul Gon yang panik menjatuhkan lencana yang ia tunjukkan. Chul Gon merasa kalau dia telah membunuh wanita tadi karena usahanya menangkap Gap Dong. Chul Gon berusaha menumbuhkan keberanian untuk mengaku tapi lencana jatuh di tempat korban ditemukan. Jadi kalau sampai dia mengaku, maka dialah yang akan dicurigai sebagai tersangka.
“Kau bilang dia meninggal karena kecelakaan salah paham. Tapi tanda tangan Gap Dong ada di sana. Bukan jatuh karena kecelakaan.”
Chul Gon juga merasa gila karena adanya tanda Gap Dong tersebut. Apalagi ketika dia berusaha menyerahkan surat pengakuan yang ia buat, kasus tersebut telah menjadi kasus ketujuh.




“Jadi, Gap Dong memperhatikanmu ketika kecelakaan itu terjadi?” ucap Moo Yeom sembari melihat surat pengakuan Chul Gon yang telah compang-camping.
Chul Gon tahu saat dia berada di tempat kejadian, Gap Dong tengah memperhatikannya. Dan ketika da meninggalkan tempat tersebut, Gap Dong membuat ritual dengan simpul pancingan. Moo Yeom tanya kenapa Chul Gon tidak menyerahkan suratnya. Chul Gon berniat menyerahkan kalau dia sudah menemukan Gap Dong untuk menebus kesalahannya.
“Pergi beritahu Tuan Cha Do Hyuk sekarang. Jika kau tidak mau ada noda dalam catatan karir detektifmu. Jangan biarkan hal itu terjadi pada kau juga. Kalau semua hal menjadi kusut dalam usaha menangkap Gap Dong hidupmu akan kusut juga.”
Moo Yeom menghela nafas, kasus yang rumit untuk ditangani dan tak akan mudah untuk menyelesaikannya. Moo Yeom pun mengajak Chul Gon makan mie rebus.



Moo Yeom memesan ayam rebus, dia jadi teringat kisah masa lampaunya. Ayahnya tahu kalau dia begitu menyukai ayam, hingga ayah mencuri ayam untuknya. Darah yang  terdapat di jaket sang ayah adalah darah ayam. Karena ayah yang lambat (idiot), dia tak bisa menjelaskan ketika Moo Yeom bertanya mengenai noda darah di jaketnya hingga membuat Moo Yeom membakar jaket Ayah. Karena jaket itulah ayah dituduh sebagai Gap Dong dan karena jaket sebagai barang bukti dibakar Moo Yeom maka dia tak bisa membuktikan kalau ayahnya bukanlah Gap Dong. Dia mencoba menangkap Gap Dong karena rasa bersalahnya, mungkin kalau tak ada alasan tersebut dia bisa saja menyerah.




Oh Maria tak bisa tidur. Dia ternyata mendengar ucapan Moo Yeom ketika menelfon Young Ae.
Siapa itu? Apa dr. Han?”




Ma Ji Wool kembali meneruskan ceritanya, ada sebuah kata disana. Hidup bersama. Tapi didalam ceritanya kembali ada sebuah kasus pembunuhan. Ji Wool teringat dengan perkataan Moo Yeom tentang Maria yang sebenarnya adalah Kim Jae Hee, saksi kasus ke sembilan. Ji Wool memutuskan untuk menghubungi Maria dengan mengirim pesan untuk menanyakan keadaanya. Maria heran kenapa Ji Wool menghubunginya selarut itu. Ji Wool hanya khawatir, dia tanya apakah Maria tahu kalau Tae Oh telah pergi. Maria meng-iya-kan pertanyaan Ji Wool.
“aku jadi pemandu di kantor polisi sekarang. Bisakah kau menghubungiku kalau kau atau anak-anak butuh bantuan?”
“Bagus sekali. Bisakah kau hubungi aku juga?” jawab Maria.




Yang Chul Gon telah menyerahkan surat pernyataanya dan sedang dibacakan oleh Cha Do Hyuk dalam rapat. Jaksa Park membela Chul Gon karena itu hanyalah kecelakaan. Jaksa Seo sedikit banyak setuju dengan ucapan Jaksa Park karena itu sebuah kecelakaan dalam usaha untuk menangkap Gap Dong. Kalau semisalkan kasus ini di munculkan juga mungkin sulit karena masa kasus sudah lewat. Jadi sekarang hanyalah masalah etika. Etika Chul Gon yang tidak memberitahukan apa yang dia alami sebenarnya.
Do Hyuk dan Sang Hoon membela Chul Gon. Kepala polisi menyuruh orang yang terlibat dalam masalah yaitu Chul Gon untuk keluar.


Moo Yeom yang menunggu dengan khawatir segera bertanya bagaimana hasil rapatnya. Sang Hoon bertanya kenapa Moo Yeom melapor ketika kasus tersebut sudah kedaluwarsa. Chul Gon mengatakan kalau dialah yang menyuruh Moo Yeom. Kalau pada kasusnya di terapkan masa kadaluarsa bagaimana mereka bisa menangkap Gap Dong.


Keputusan telah di tetapkan, Chul Gon dipecat. Kabar ini membuat seluruh anggota terkejut termasuk Hyeong Nyeon yang sebelumnya membenci Chul Gon. Gil juga menyayangkan karena dia di pecat sebelum menangkap Gap Dong.



Park Ho Seok meyakinkan teman-temannya di tempat rehab kalau dirinya adalah Gap Dong yang sebenarnya namun tak ada satupun diantara mereka yang menggubris apalagi mempercayai. Ho Seok terus meyakinkan dan berniat menjelaskan kronologi kasus ketujuh tapi pria yang betubuh gempal menyela. Baik, kau boleh jadi Gap Dong. Karena kau sangat menginginkannya.



Chul Gon menatap foto puterinya dengan sedih, hanya sementara dia bisa hidup bersama putrinya. Moo Yeom tahu hal itu karena Chul Gon yang begitu berusaha untuk menangkap Gap Dong dengan hanya 15 tahun. Tapi sekarang mereka memiliki batas mengungkapkan kasus tersebut selama 25 tahun.


Gil menerima panggilan, entah apa yang dilaporkan oleh Perusahaan Pesawat hingga membuatnya begitu terkejut.


Pilot satu melihat lokasi mereka sekarang, Bukankah seharusnya kita kembali?
“Bahan bakar?” ucap co-pilot. Cukup, jawab pilot satu.


Dunia ingin tahu bagaimana tampang Gap Dong. Begitupun Moo Yeom yang akan berusaha menangkapnya meskipun kasus tersebut sudah kadaluarsa. Chul Gon menyarankan agar Moo Yeom berhenti saja dan berhenti terpaut dengan Gap Dong. Kau tahu siapa yang paling bijaksana ketika berjudi?
“Yang pergi setelah menang, tentu saja.”
“Tidak. Yang menang tapi kembali. Orang yang banyak kehilangan, adalah orang yang tidak berkompromi. Mereka yang kehilangan segalanya seperti aku”
Moo Yeom bersikeras, dia akan tetap menangkap Gap Dong. Ditengah pembicaraan mereka, ponsel Moo Yeom berdering. Panggilan dari Hyeong Nyeon yang melaporkan adanya kasus ketujuh. Moo Yeom dan Chul Gon sama sama terkejut.


Ma Ji Wool mulai bertugas di kantor polisi namun keadaan tengah kacau, semua orang begitu tergesa-gesa. Ji Wool menghentikan Hyeong Nyeon untuk menanyakan apa yang terjadi.
“Orang gila itu, Ryu Tae Oh melakukan pembunuhan ke-7.”
Ji Wool jelas tak percaya karena Tae Oh kan tengah dalam perjalanan ke Swiss. Hyeong Nyeon berkata kalau Tae Oh sekarang dalam perjalanan kembali.



Keadaan yang sama terjadi di dalam pesawat, mereka ribut karena kasus pembunuhan terjadi disana. Para pramugari mencoba menenangkan dan menjelaskan apa yang terjadi pada penumpang.
Lain halnya dengan penumpang lain, Tae Oh duduk dengan tenang.




Ji Wool menjalani tugasnya dengan lemas, masih teringat dengan ucapan Tae Oh yang mengatakan kalau Ji Wool bisa menjadi rem baginya, menjadi sonia-nya. Ji Wool memutuskan untuk menelfon Maria dan menyuruhnya untuk melihat berita tentang Tae Oh. Maria segera mengecek, benar saja berita Tae Oh menjadi terduga pembunuhan dalam perjalananya menuju swiss telah disiarkan.
“Apa alasannya? Psikopat itu bisa sangat menakutkan?” ucap Ji Wool dengan bergetar.
“Dimana kau?”




Oh Maria berjalan dengan tergesa untuk menemui Ji Wool. Ji Wool mengatakan kalau Ryu Tae Oh sudah dalam perjalan. Dia sama sekali tidak menyangka kenapa seperti itu, dia melihat kalau Tae Oh itu baik-baik saja. Bahkan dia mengajak pergi untuk menjadi rem baginya. Kalau saja aku ikut dengannya dia tidak akan membunuh, kan?
Maria menenangkan Ji Wool. Apapun yang terjadi dan bagaimanapun, jangan sampai Ji Wool menyalahkan dirinya. Itu bukan salahnya.

KOMENTAR :
Ya Tuhan berikanlah hambamu petunjuk. Kekeke. Setiap mengikuti episode demi episode, menebak-nebak siapa pelaku sebenarnya malah semakin membuatku kebingungan, pusing euy. Mulai sekarang, aku akan mengikuti alur saja, mengikuti arus yang dibuat oleh penulis.
 Tapi tak ada salah untuk sedikit bertanya-tanya. Aku lagi sehati banget sama Ji Wool. Seandainya kalau dia ikut perjalanan bersama dengan Tae Oh, akankah dia juga akan dibunuh Tae Oh ataukah Tae Oh memang benar-benar dengan setulus hati ingin membuat Ji Wool menjadi remnya? Atau untuk stock mainan Tae Oh, bermain nyawa?
Lalu masalah Gap Dongnya sendiri, memang masih abu abu suram banget. Mau nuduh Sang Hoon, kadang iya kadang ngga. Chul Gon apalagi, semenjak episode kali ini aku merasa kalau dia bukan Gap Dong. Tapi siapa tahu juga, toh dia mengatakan kalau Gap Dong bisa saja lebih dari satu.
Menurut kata salah satu reader sih ada yang berpendapat kalau kemungkinan kasus 1-8 pelakunya memang Ho Seok tapi untuk kasus kesembilan itu bukan dia pelakunya. Pemikiran ini sangat mungkin, mengetahui fakta kalau Ho Seok tidak bisa menjelaskan bagaimana kronologi kasus ke-sembilan pada Tae Oh.
Oppps, tuhkan jadi tebak-tebak buah manggis lagi. -____-
Kwang Soo VS Woo Bin

Oooiya, niat hati sih mau buat 2 part sekaligus tapi ternyata kemarin mba ku pulang dan bawain aku video2 drama yang belum aku tonton dan juga RM. Hawa nafsu untuk lembur nonton pun gak bisa tertahankan. So... tambah stock sabar kalian. Tunggu part 2 besok yah^^

6 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 12-1 "

  1. Makasih sinopsisnya.. ditunggu part 2nya

    ReplyDelete
  2. Wah mbak ayu,itu pict nya RM episode berapa,ada wo bin ama gwang so,pegen liat??????

    ReplyDelete
  3. Maaf maksudnya nanya Le pujiiii?mian....bingungkekeke

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini episode 166 mba. bintang tamunya anak-anak heirs. ada Jin Hyuk sama Shin Hye juga. seru loh...

      Delete
  4. ahh.. penasaran !!
    sbar, qu tunggu part 2 nya ya..
    semangat !! >.<

    ReplyDelete
  5. Semakin menarik. . Ditunggu part 2 nya ya puji

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^