Sinopsis Gap Dong Episode 10-1





Ha Moo Yeom mengangkat telefon yang berdering tersebut. Sejenak dia terdiam menunggu penelfon mengucapkan sesuatu. Ternyata itu Young Ae yang menelfon untuk memberitahukan keberadaan Dr. Oh Maria. Sekarang dia di....
Moo Yeom tergesa mengendarai mobilnya untuk segera menemui Maria yang sekarang berada di tempat Ryu Tae Oh.





Oh Maria meninggalkan Tae Oh yang sekarat, namun tak seperti sebelumnya yang tampak tak acuh pada Tae Oh. Di dalam lift Maria gemetaran dan menelfon Moo Yeom yang segera memarahinya karena menemui Tae Oh.
“Bisakah aku membunuhnya?” tanya Maria gemetaran sambil menangis.
Moo Yeom terkejut, apakah Maria membunuh Tae Oh. Maria menangis ketakutan dan mengatakan kalau dia hanya ingin membunuh Ryu Tae Oh. Moo Yeom gerak cepat menghubungi 119 dan memerintahkan Hyeon Nyeon untuk segera datang ke apartemen Tae Oh.




Tae Oh yang sudah tak sadarkan diri dibawa dengan ambulan oleh petugas kepolisian. Tak lupa reporter Wanita yang biasa juga disana. Dia mencoba mendapatkan keterangan dan ikut masuk ke ambulan namun oleh Hyung Nyeon segera di dorong kepalanya. Hahaha.



Maria bersama dengan Moo Yeom. Dia sangat tak percaya dengan apa yang ada dipikirannya untuk membunuh Tae Oh. Itu sangat mengerikan.
Moo Yeom mengerti karena Maria manusia jadi mengalami dilemma dan ragu-ragu. Kalau dia memutuskan tanpa perasaan seperti itu maka bisa jadi Maria adalah psikopat. Moo Yeom sungguh mengerti posisi Maria.
“Lalu apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kita bisa menghentikannya?” Ucap Maria seraya menangis.



Cha Do Hyuk menuju ke lokasi dan bertemu dengan Maria yang berdiri bersama dengan Moo Yeom. Do Hyuk bertanya apa yang terjadi? Untung saja Tae Oh selamat. Do Hyuk mengatakan kalau seharusnya dia sudah mengunjungi Maria meskipun Maria tak mengenalinya. Dia mendengar banyak tentang Maria dari Moo Yeom.
Moo Yeom mengelak telah menceritakan banyak tentang Maria. Sedangkan Maria sendiri juga sudah mengenali Do Hyuk karena tanyangan di TV. Do Hyuk berterimakasih karena Maria telah membantu banyak dalam penyelidikan. Dia meminta agar Maria tetap mau membantu investigasi dan juga Moo Yeom.



Berita mengenai upaya bunuh diri Ryu Tae Oh segera menyebar dengan cepat. Beberapa gadis membicarakan mengenai kejadian tersebut. Sedikit ketidak percayaan kalau Tae Oh adalah Gap Dong asli. Keke. Mungkin karena wajahnya kali yeee...


Pencari berita mengerubungi Do Hyuk yang sampai ke kantor polisi. Dia segera di hujani banyak pertanyaan mengenai Ryu Tae Oh.
“Anda belum menemukan bukti bahwa Ryu adalah Gap Dong, kan?”
“Apa penyelidikan paksaan membuatnya mencoba bunuh diri?”
“tenggang waktu kasus keenam kurang dari 2 minggu. Ada persiapan?”
Do Hyuk menyingkir dari mereka, dia mengatakan kalau memang mereka memiliki persiapan tak mungkin juga akan memberitahukan pada wartawan.



Jaksa Park menemui Jaksa Seo untuk menanyakan tentang kompensasi kerusakan. Jaksa Seo menjelaskan kalau mereka meminta kompensasi sebesar $760.000 untuk pencemaran nama baik. Jaksa Park jelas menolak tuntutan tersebut. Jaksa Seo merasa di pojokkan oleh Pengacara Ryu yang bahkan menulis berita untuk memenangkan hati publik.
Jaksa Park memelankan suaranya. Lihatlah. Ini kesempatan sekali seumur hidup. Tegakkan dagumu dan berjuanglah untuk membuat terobosan besar.
Jaksa Park pergi sedangkan Jaksa Seo terlihat memikirkan sesuatu.



Gil menuduh Reporter wanita yang telah membocorkan berita karena hanya dialah yang pernah melihat wajah Ryu Tae Oh. Reporter itu menolak tuduhan Gil.
Kau melihat dia saat dia dibawa pergi!” bentak Gil kesal tapi pada akhirnya tak tahan untuk memarahi lalu mengajaknya pergi untuk berbicara baik-baik. Reporter itu menghempaskan tangan Gil sampai dia jatuh. Repoter itu kesal, dia mengatakan kalau orang-orang Ryu Tae Oh lah yang telah membocorkan beritanya karena menguntungkan untuk pihak mereka. Gil sadar sekarang.
Sedangkan dua rekan kerja Gil yang melihat pertengkaran mereka hanya heran.



Pengacara Kwon menemui Ibu Tae Oh. Dia mengatakan kalau Tae Oh mengundang teman untuk menunjukkan pertunjukkannya. Dia hampir saja mati tapi Ha Moo Yeom menelfon 119.
Ibu Tae Oh mengingat ucapannya pada Tae Oh untuk melakukan bunuh diri dibawah tuduhan palsu tapi dia mengundang temannya dan memberikan waktu 10 menit untuk menelfon 119. Oh pantes! Waktu itu aku pikir ibu Tae Oh lebih kejam dari anaknya. Eh tenyata sama liciknya sama Tae Oh.





“Apa sudah ditetapkan Sekolah Internasional Swiss?”
Pengacara Kwon menyuruh Ibu Tae Oh jangan khawatir dengan persiapan kuliah karena telah dikonfirmasi. Ibu Tae Oh merasa bersalah karena telah menyerahkan semua masalah pada pengacara Kwon dan meninggalkannya pergi.
Pengacara Kwon tak mempermasalahkan itu karena dia akan membuat Tae Oh menjadi tak bersalah dan itu akan membuatnya merasa hidup lebih mudah.



Di Pusat Rehabilitas berita mengenai Tae Oh pun menjadi topik panas. Pria yang bertubuh gendut mengatakan kalau dia merasa Tae Oh aneh meskipun dia tak tahu kalau Tae Oh adalah psikopat tapi ketika melakukan kontak mata dengannya dia akan selalu tersenyum. Teman satunya menambahkan dengan memperagakan sedikit gerakan balet. Tae Oh sering melakukan hal itu sendiri.
“Tapi kenapa polisi membiarkan dia pergi?” tanya pria idiot yang ikut mendengarkan pembicaraan mereka.


Ha Moo Yeom menemui Tae Oh tapi segera di hadang oleh penjaga disana. Moo Yeom menunjukkan kartu identitasnya sebagai detektif tapi mereka tetap melarang. Mereka meminta surat ijin Moo Yeom melakukan pemeriksaan. Moo Yeom berdecak tak percaya.
“Bahkan Obama takkan bisa melakukan ini. Pergilah tanyakah Ryu apakah dia membutuhkan teman karena dia bosan sendirian.”





Ryu Tae Oh tengah santai membaca buku mengenai kejahatan dan hukumannya. Moo Yeom bertanya siapa Gap Dong sebenarnya. Dia akan melakukan semuanya untuk Tae Oh kalau mau memberitahu.
“Apa rencananya? Kasus keenam akan datang. Kau akan melakukan dalam kondisi begitu?”
Tae Oh sendiri tak tau, entahlah. Moo Yeom menatap keruang perawatan Tae Oh yang megah sambil mendesis. Uangmu banyak. Begitu, kan?
“Untuk apa kau ke sini?” tanya Tae Oh tanpa basa-basi.



“Izinkan aku bertanya sesuatu. Detektor kebohongan tidaklah pandai berbohong. Apa benar saat kau bilang kau ingin berhenti?”
Tae Oh juga belum mengetahuinya dan menyuruh Moo Yeom agar melihatnya nanti.
“Oke. Kau akan tahu yang satu ini. Apa itu aku? Motif untuk memulai tindakan Gap Dong.”



Tae Oh teringat saat Moo Yeom membisikan sesuatu tentang Gap Dong padanya, dia polos bertanya siapa Gap Dong itu. Tae Oh tersenyum licik mengingat kejadian tersebut.
Moo Yeom merasa kalau dialah yang telah memberiknan ilusi mengenai Gap Dong pada Tae Oh. Dia juga dulu pernah memiliki ilusi kalau Gap Dong adalah alien atau hantu dan memiliki IQ yang tinggi. Tapi sekarang dia menyadari kalau Gap Dong hanyalah bajingan yang beruntung karena lepas dari hukum. Moo Yeom menyuruh Tae Oh untuk segera melupakan ilusinya terhadap Gap Dong.



Ryu Tae Oh membenarkan perkataan Moo Yeom, dia juga telah mendewakannya sampai usia 20 tahun. Tae Oh selalu ingin bertemu dan menanyakan sesuatu pada Moo Yeom. Moo Yeom langsung penasaran dan menyuruh Tae Oh menanyakan padanya, dia akan menjawab secara menyeluruh.
“Hanya Gap Dong dan Dr.Oh yang tahu.” Ucap Tae Oh seraya tersenyum.
Obrolan mereka segera terputus ketika seorang suster masuk memberitahukan kalau jam besuk habis.



Moo Yeom semakin penasaran seperti apa Gap Dong itu. Seperti superstar atau presdir kaya raya? ceritakan lebih banyak. tetangga pecundang atau sesuatu?
Tae Oh merebahkan tubuhnya di sofa lalu mengingatkan Moo Yeom kalau waktu berkunjungnya telah habis. Moo Yeom tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk bertanya lebih dalam.


Ji Wool menuju ke rumah sakit tempat Tae Oh untuk mengantarkan makanan.



Pengacara Kwon memberitahukan rencana mereka yang akan menyebarkan berita pada masyarakat kalau Tae Oh melakukan percobaan bunuh diri karena menerima tuduhan palsu. Dokter Tae Oh juga mendapat kritikan karena mengabaikan Tae Oh. Dokter Oh Maria sepertinya. Dan situasi akan menjadi sulit kalau keadaannya seperti ini.
“Inilah yang mereka maksud Uang yang berbicara.” Tanya Tae Oh.



Ji Wool datang saat keduanya tengah berdiskusi. Tae Oh menatap Ji Wool dengan hangat, dia tersenyum padanya. sedang Ji Wool terkejut menyadari orang yang memesan ayam adalah Tae Oh.




Tae Oh memakan chicken yang dibawa oleh Ji Wool namun baru satu gigitan Ji Wool sudah permisi untuk pergi. Tae Oh terkejut dan tampak tak suka. Ji Wool mengatakan kalau dia memiliki banyak pertanyaan untuk Tae Oh tapi tak bisa menanyakannya sekarang. Dia berharap Tae Oh banyak makan dan beristirahan lalu segera pulih.
Tae Oh memelas karena baru satu gigitan dia makan tapi Ji Wool sudah berniat pergi. Dia tak suka makan sendirian. Ji Wool jelas tak enak hati, dia menyuruh Tae Oh untuk membelikannya dia satu juga. Tae Oh tampak kaya melihat dari ruang rawatnya tapi tak ada satupun keluarga yang menemani. Sepertinya Tae Oh malas mengungkit masalah keluarganya, dia mengalihkan pembicaraan dengan memuji ayam buatan ibu Ji Wool enak.



Moo Yeom sudah duduk di telefon umum biasa. Hyeon Nyeon yang menelfon untuk menanyakan keberadaan Moo Yeom langsung mengejeknya, apa kau sudah pindah rumah disana?
Moo Yeom tak perduli. Apalagi yang bisa ia lakukan, Berdoa agar kasus keenam takkan terjadi?



Ji Wool berniat pergi. Tae Oh menatapnya sedih, apa kau akan pergi?
Ji Wool beralasan kalau dia akan mengantarkan makanan. Dia merasa dalam posisi sulit karena belum terlalu mengenal Tae Oh dan sekarang Tae Oh tampak tak bersalah. Ji Wool segera pergi. Sedangkan Tae Oh kepergian Ji Wool. Entah apa ekspresi yang ditunjukan Tae Oh. Antara sedih melihat orang yang dia anggap teman tapi tak mempercayainya atau benci melihat Ji Wool yang tak percaya padanya. Pandangannya sulit diartikan.



Jam menunjukkan pukul empat sore, Moo Yeom masih duduk mematung disana tapi akhirnya memutuskan untuk kembali. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar telefon umumnya berdering. Moo Yeom segera mendekati telfon tersebut tapi terlebih dulu menyiapkan mental untuk mengankatnya. Moo Yeom sama sekali tak mengucapkan apapun.
Orang di seberang telefon bersiul memberikan kode kemudian mengatakan kalau itu adalah panggilan terakhirnya.
Apa kau Gap Dong yang di dalam sana?” Batin Moo Yeom.




Petugas menyuruh penelfon tadi untuk cepat dan ketika berbalik, tampaklah kalau itu adalah pria idiot. Petugas memberikan barang-barang pria idiot tersebut yang di ketahui bernama Park Ho Seok. Ho Seok bertingkah idiot, apa aku benar-benar boleh pergi?
Petugas ketus bertanya apa dia tak mau pergi. Petugas itu kemudian memberikan sebuat kitab juga yang ada di rak.
Ho Seok berjalan pergi namun tak sengaja tubuhnya menyenggol tembok hingga kitab yang di bawanya terjatuh. Halaman terbuka adalah halaman dimana terdapat sebuah paragraf yang ber garis merah. Itu kitab yang dulu di berikan pada Choi Tae Shik. Gap Dong?


Ho Seok keluar dari Pusat Rehabilitas tampak senang telah bisa menghirup udara kebebasan. Wajah odiot yang selalu ia pamerkan sekarang berubah garang dan menyeramkan.



Ho Seok ada di halte bus, dia kembali bertingkah sok polos untuk meminjam ponsel pada seorang perempuan yang ada di halte tersebut. Wanita tersebut tampak takut tapi akhirnya meminjamkan ponselnya juga karena Ho Seok mengatakan kalau ponselnya mati.



Ho Seok menghubungi Tae Oh karena merasa kalau mereka dalam masalah dengan terbunuhnya Choi Tae Sik. Tae Oh bertanya apakah Ho Seok meninggalkan barang bukti. Ho Seok jelas tak melakukan itu tapi dia hanya menggaris bawahi alkitab. Menurut Tae Oh itu sesuatu yang baik, membunuh seseorang dengan kata-kata. Tapi ada yang lain yang membuat Ho Seok khawatir. Moo Yeom mengetahui kalau dia Gap Dong. Dia tak akan melepaskanku.
Tae Oh menganggap kalau hal itu sesuatu yang enteng. Negara mereka negara yang baik, hanya tinggal menunggu waktu 20 tahun untuk batasan hukum. Selesai. Tae Oh akan mengakhiri panggilannya. Dia akan menghubungi lagi untuk menanyakan rahasia di balik kasus kesembilan.
Raut wajah Ho Seok masih menunjukkan rasa takutnya, batasan hukum tak membuatnya tenang juga.



Maria tengah lari pagi seperti biasa, dia kembali teringat masa lalu ketika dia berhadapan dengan Gap Dong. Mulai sedikit mengingat sebagian wajah Gap Dong saat dia meminta untuk pergi karena Gap Dong mengatakan siapa yang menang dalam batu gunting kertas maka akan selamat.
Gap Dong tersenyum mendengar permohonan Maria.



Maria mencoba menghilangkan ingatan itu, tampak kalau dia begitu merasakan tak nyaman dengan apa yang dia ingat. Maria pun kembali melakukan perjalanannya. Selepas kepergian Maria, nampak Tae Oh yang mengikuti.



Moo Yeom dipusat rehabilitas menanyakan keberadaan Park Ho Seok yang telah di bebaskan. dia marah kenapa mereka melepaskan Ho Seok. Petugas mengatakan kalau dia telah mendapatkan otoritas dari kementrian kehakiman.
Sial! Dia Gap Dong yang asli!”
Petugas merasa kalau itu hal yang mustahil karena dia bahkan memiliki sebutan sebagai pecundang. Moo Yeom menyuruh petugas mempertemukan dia dengan teman sekamarnya. Petugas itu menjelaskan kalau teman sekamarnya telah meninggal karena bunuh diri.



Ho Seok mengendarai taksinya, dia memperhatikan Maria yang tengah lari pagi lalu menyapanya. Ho Seok menyapa Maria. Dr. Oh! Apa kau mengenaliku?
Nama: Park Ho Seok. Umur: 43. Pasien kecemasan sosial dan gangguan delusi. Dipenjara karena kebiasaan mencuri dan” batin Maria.
Ho Seok mengatakan kalau dia pecundang. Ho Seok mengajak Maria untuk mengantarkan. Maria menolak tapi Ho Seok memaksa dengan mengatakan kalau taksinya gratis untuk Dokter Oh.


Tae Oh memperhatikan Ho Seok yang mengajak Maria bersamanya dari kejauhan. Tampak ada kekesalan atau keanehan. Pusing mengartikan pandangan Tae Oh.




Moo Yeom tengah membaca daftar identitas pusat rehabilitas. Moo Yeom bertanya pada Young Ae apakah dia telah menemukan sesuatu?
Young Ae belum menemukan apapun, nomor telefon belum di bukanya dan tak ada info apapun. Hyeon Nyeon tanya apakah Moo Yeom yakin kalau dia Gap Dong. Moo Yeom tak menjawab, dia giliran bertanya mengenai Tae Oh.
“Dia hanya bekerja keluar. Tidak ada yang istimewa. Jangan terlalu khawatir.”
Young Ae membaca nama dokter yang menangani Ho Seok tapi belum sempat dia mengatakan, Moo Yeom merebut daftar tersebut. Tampak disana Maria lah dokter yang bertanggung jawab.



Maria diantar dengan taksi Ho Seok. Keduanya diam tapi Maria sedikit cemas ketika melihat kalau identitas sopir taksi itu sebenarnya Seo Jeong Seok. Maria mengucapkan selamat karena Ho Seok telah mendapatkan pekerjaan dengan sangat cepat. Ho Seok mengatakan kalau itu semua juga berkat bertemu dengan Dr. Oh.
Maria menatap jalan, ini bukan jalan menuju rumahnya. Haruskah kuberitahu bagaimana untuk sampai ke sana?
Ho Seok tertawa, dia tak tahu jalan di sekitar sana.
***
KOMENTAR :
Drama ini udah mulai membuat aku menunggu kelanjutannya setiap minggu. Pas kemarin-kemarin aku Cuma sekedar nonton lalu membuat recapnya. Belum ada perasaan menunggu-nunggu tiap malam tapi sejak episode 7&8 aku mulai di buat gereget dan penasaran. Dan kabar gembiranya, rating drama ini lumayan bagus loh. Sekitar 3,6%. Untuk Drama TV berbayar ini sudah bisa dikatakan tinggi loh. Alasan utamanya sih katanya karena mereka dibikin berombang ambing dengan siapa sebenernya Gap Dong itu. Di soompi sekarang membernya pada paling mencurigai Sang Hoon, yang ke dua Chul Gon dan ketiga malah si Biksu. Nah pasti ada alasan dong kenapa mereka mengira mereka? Besok deh kasiih tahu di part 2.
Nah sekarang yang membuat aku penasaran adalah apa yang membuat Tae Oh terus mendekati Ji Wool. Bukankah dia menyukai Maria? Terus kenapa harus perduli dengan Ji Wool? Kalau menurut aku ada 2 kemungkinan :
1.       Ji Wool masih merupakan jajaran korban Tae Oh Selanjutnya. Atau bahkan mungkin jadi korban ke-sembilan? Aku nggak bisa ngebayangin kalau ini terjadi. Jiwa-jiwa coupleku langsung hancur berkeping-keping. Nggak mau liat ji wool yang unyu dibunuh sama setan handsome. Ah nooooo....
2.       Tae Oh menganggap Ji Wool sebagai teman. Mungkinkah? Sebelumnya aku juga lumayan yakin dengan alasan ini tapi aku kembali berfikir. Dilihat dari sifat Tae Oh, apa mungkin dia itu masih memiliki perasaan untuk memiliki teman? Kalau memang ini alasannya, berbahagialah aku.
Sedangkan yang paling aku benci dari Tae Oh adalah, ekspresinya itu loh. Maksudnya apa coba? Penuh ekspresi diwajahnya tapi terkadang terlihat sedih tapi sedetik kemudian kalau dipikir lagi lebih mendekati pandangan setan sedetik lagi seperti orang minta dikasihani. Sedetik lagi....sedetik lagi.... aiissh psyco dasar!!! Gereget sendiri kan.
Udah ah, takut reader pada jenuh baca komentarku yang panjang ini. Sekian dulu yahh, jangan lupa tunggu part 2nya^^ okeh

4 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 10-1 "

  1. Mb puji mw nny, ak kn blm bca yg episode 9, pas mw ke blog.ny mb ayu g' bsa masuk ktnya hanya pembaca yang di undang aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah bisakah? kemarin sih mba ayu bilangnya lagi mbenerin template jadi mungkin ditutup sementara. coba lagi aja^^ sekarang pasti udah bisa

      Delete
  2. Nado,tae oh nappeum saram,biar kata handsome abisss,takut....tatapannya tak terlukiskan kata kata(chiaa),senyumya unpredictable,trims pujii,ditunggu part 2 nya,gumapshimnida

    ReplyDelete
  3. pleas...jangan pada ninggalin moo yeom gara-gara tae oh dong...sakit hati deh nyadarin diri jadi lebih suka psiko daripada pak detektif...yuk,,,mari kembali ke dunia nyata...pasukan pencinta keadilan mrapaaaaat.....he...he
    walo jujur tae oh...slalu bikin gimana gitu...smakin ngantur.net

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^