[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 7-1





[Skandal Kompensasi Pengangguran Episode 1]
Seseorang tengah berbincang dengan Jong-dae dan mengatakan kalau mereka memiliki kedudukan yang sama dalam konseling tapi dia sudah menjadi pekerja tetap dengan level sembilan sedangkan Jong-dae hanya pekerja sementara. “Jadi aku bisa mengerti kalau kau sedikit kecewa. Kau mau menjadi karyawan tetap, kan?”
Apa ini? Sikap sombongnya sampai ke tulang-tulangnya? Jong-dae mengumpat dalam hatinya. Tapi dari mulutnya hanya mengatakan kalau dia akan melakukan yang terbaik. Pria tadi mengatakan kalau dia Jong-dae ingin jadi pegawai tetap tingkat sembilan maka dia harus membuat semua orang kenal padanya. “Kau harus datang ke piknik hari sabtu.”
“Tapi aku baru,” Jong-dae ragu.




‘Bagaimana dia bisa naik ke pundakku. Ibunya manajer, jadi aku tidak bisa menurunkannya.’
Jong-dae makan siang setelah bermain dengan anak manajer, dia makan sendirian karena memang belum memiliki teman disana.
Pria yang sebelumnya berbicara dengan Jong-dae. Dia mendekati Jong-dae untuk makan bekal bersama. “Bukankah ini lebih baik dari yang kau pikirkan? Ketika aku datang ke acara seperti ini. Aku berpikir wow, aku benar-benar bekerja di perusahaan pemberian Tuhan. Apa kau berpikir begitu ketika kau datang kesini?”
Sedang, Jong-dae tak mengerti maksudnya.



Pria tadi pun menunjukkan para istri manager disana yang cantik-cantik semua. Jong-dae tersenyum membenarkan.
“Banyak wanita cantik datang mengambil gaji pengangguran. Benar-benar kesepian dan menghabiskan waktu ketika orang menganggur.” Jelas pria tadi.



Pria tadi menunjukkan buku bagaimana mendapatkan wanita cantik. Jong-dae segera ingin meminjam bukunya tapi langsung di cegat. “Jika kita mengikuti petunjuknya, kita bisa menjadi bagian dari kelompok itu juga. Hanya ada satu hal yang kuinginkan di sini. Menikahi seorang wanita yang sangat cantik.”
Pria itu mengatakan kalau dia akan pikir pikir apakah dia akan menunjukkan isi bukunya pada Jong-dae atau tidak.



‘Aku tahu, aku tahu, aku tahu semuanya. Yang diketahui rekanku semuanya salah. Aku menyadari setelah dua minggu bekerja kalau wanita cantik jarang di-PHK’
Jong-dae menatap ke seluruh ruangan, disana hanya ada banyak pria dan bapak tua yang akan mengambil gaji pengangguran.




Tapi ada seorang wanita cantik yang masuk, Jong-dae terpana di buatnya tak terkecuali Seon-tae, rekan yang biasa dengannya. Jong-dae dan Seon-tae saling melirik, pandangan persaingan. Mereka sama-sama melirik ke no urut wanita tadi. 65.
Mereka langsung tancap gas untuk bisa mendapatkan nomor urut yang ke 65.  Sudah hampir urutan 65 tapi Jong-dae hanya bisa lemas karena dia akan mendapatkan nomor 64 sedangkan Seon-tae lah yang mendapatkan nomor urut 65 dan sedang melayani urutan 63.



Entah kebetulan, pemilik no 64 tiba tiba mendapatkan panggilan yang membuatnya harus segera peri. Jong-dae akhirnya melirik ke Seon-tae dengan pandangan bangga. Jong-dae melihat profil gadis no 65, dia habis keluar dari perusahaan SA Fashion.  “Bagaimana kau bisa berhenti dari perusahaan itu?”
Aku di keluarkan, jawabnya singkat. Kemudian Jong-dae pun membuka catatannya dan mengintip tips mendapatkan wanita cantik. Dia kembali melirik Seon-tae dan mereka saling berpandangan.
~~~



Jong-dae dan gadis no 65 sekarang di cafe, dia Yeon-woo mengucapkan terimakasih dengan Jong-dae yang telah memberikannya konseling. Walaupun dia tak pernah terpuruk karena di pecat tapi setelah mendapat konseling dari Jong-dae ia merasa lebih baik. “Jika boleh, Aku bisa meneleponmu ketika aku ada masalah?”
Yeon-woo tampak sangat malu malu, dia sepertinya tertarik dengan Jong-dae. Dia juga merasa kalau orang seperti Jong-dae pasti akan memberikan saran yang baik untuknya. Jong-dae sendiri mengatakan kalau ia tugasnya. Yeon-woo dengan malu bertanya, bisakah kita bertemu lagi besok?



Sejak hari itu, Yeon-woo selalu menunggu Jong-dae setiap pulang kerja. Mereka jalan dan juga menghabiskan waktu bersama. Belanja. Ke club.
Tapi tampaknya, Jong-dae tak bisa terlalu cocok dengan kehidupan Yeon-woo yang suka ke club.



Gwang-pal dan Jong-dae makan pagi bersama, Gwang-pal mengatakan kalau selama ini Hyo-sang hanya mengatakan omong kosong saja tapi kali ini dia mendapatkan pekerjaan dan akan mentraktir mereka.  Jong-dae menolak karena sibuk. Gwang-pal menyuruh untuk tetap datang karena baru kali ini orang pelit seperti Hyo-sang membelikan mereka makan.
Gwang-pal lalu bertanya kapan perginya Jong-dae keluar negeri. Jong-dae langsung berubah sikap, dia masih belum tau karena professor masih terus meminta bantuannya. Gwang-pal merasa kalau professor Jong-dae tak bisa di harapkan. “Ketika kau pergi, aku akan mendapatkan teman sekamar wanita. Jadi, ketika kau sudah menetapkan tanggalnya, beritahu aku.”
Jong-dae hanya membalasnya dengan senyum kecut.
~~~



Gwang-pal, Hyo-sang dan Wan-ha tengah berbincang hangat di cafe untuk merayakan Hyo-sang yang sudah mendapatkan kerja. Jong-dae datang terlambat. Wan-ha yang sudah lama tak bertemu Jong-dae pun menyapanya, sudah lama tak bertemu. Apa pekerjaanmu sekarang?
Jong-dae ragu, Gwang-pal mengatakan kalau Jong-dae akan kuliah diluar negeri dengan beasiswa karena rekomendasi dosennya. Hyo-sang penasaran, “Wow, benarkah? Dimana?”
“Syracus” jawab Gwang-pal.
“Syracuse, perguruan tinggi terbaik untuk administrasi publik. Hei, bukannya kau yang harusnya mentraktir kami malam ini?” tuntut Hyo-sang. Gwang-pal kesal, dasar bocah pelit! Malam ini kau yang membayar, lain kali baru Jong-dae.


Yeon Woo masuk ke cafe, Hyo Sang dan Gwang pal mulai kegirangan gadis cantik ada diantara mereka. Scene perkenalan Hyo-sang dan Yeon-woo pun terulang kembali.
Yeon-woo mendapat panggilan yang menyuruhnya untuk segera ke parkiran. Dia pun izin pergi, Jong-dae ikut untuk membantu Yeon-woo.



Di tempat parkir, Jong-dae bertanya apa Yeon-woo akan pulang. Yeon-woo heran dengan pertanyaan Jong-dae, kenapa?
“Sekarang aku memikirkannya, itu tidak akan menyenangkan buatmu. Kau tidak kenal siapapun di sana.” Kata Jong-dae. Yeon-woo mengelak, dia tak mengatakan tak menyukainya.
“Jujur, Aku memanfaatkanmu sekarang. Aku mau menjaga harga diriku di depan teman-temanku. Jadi aku mengajakmu kemari, untuk terlihat hebat dan orang lain akan iri. Kau pasti sangat kecewa padaku. Aku juga kecewa pada diriku sendiri.” Aku Jong-dae.



Manfaatkan aku, jika memang kau membutuhkan bantuan. Jika seseorang yang kucintai membutuhkan bantuan dan tak sulit. Bukanlah masalah. Yeon-woo tak mempersalahkan sikap Jong-dae. Jong-dae heran, setelah apa yang ia lakukan Yeon-woo tak membencinya.
“Kau pria keren pertama yang jujur dengan yang dipikirkannya. Kau keren, itu sudah cukup.” Yeon-woo menatap penuh cinta pada Jong-dae. Jong-dae pun membalas tatapan itu dengan senyuman.
~~~



Jong-dae bekerja seperti biasa. Dia menyelesaikan satu pengangguran, lalu selanjutnya. Jong-dae terkejut menatap nama dalam profilnya, Im Seung-hee. Jong-dae langsung melihat kedepan, tak salah lagi. Dia Im Seung-hee yang Jong-dae kenal. Seung-hee juga terkejut menatap Jong-dae disana.
“Kenapa kau di sini?” Tanya Jong-dae ketus dan langsung mendapat lirikan Seon-tae, menyuruhnya untuk lebih sopan.
Seung-hee : “Tidak bisakah kau memberitahuku? Aku datang mau mengambil kompensasi pengangguranku.”
Jong-dae : “Kenapa kau mengambil kompensasi pengangguran? Kau pekerja lepas, kenapa bisa mendapat kompensasi pengangguran?”
Seung-hee : “Aku bukan pekerja lepas. Tolong bicara dengan sopan. Aku bukan pekerja lepas, aku penulis di daftar gaji. Kau tidak tahu tentangku jadi tidak enak mendengar perkataanmu yang seakan kau sangat mengenalku.”



Jong-dae : “Kenapa aku harus bertemu dengannya di sini?”
Seung-hee : “itu yang kumaksud! Kenapa harus disini? Aku datang mengambil gaji pengangguranku, jadi aku tidak bisa berbohong kalau begini.”
Jong-dae : “Saat aku punya pekerjaan yang bagus, maksudku, ketika aku sukses, aku akan menemuinya.”
*** 

0 Response to "[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 7-1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^