[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 6-2


[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 6-2
Episode sebelumnya, Jong-dae merasa amat sangat terpukul karena dia putus dengan Seung-hee. Tapi setelah bertemu dengan ayanya, dia mendapat nasehat yang membuatnya tersentuh. Jong-dae pun memulai lagi hari-harinya dan mencoba untuk bertahan.


Gwang-pal, Hyo-sang dan Jong-dae tengah makan daging yang di beli Jong-dae. Gwang-pal dan Hyo-sang merasa senang karena sahabat mereka telah kembali. Gwang-pal menyemangi dan berkata untuk makan daging lalu mereka belajar dengan keras untuk menghadapi ujian.



Jong-dae tertunduk, dia kemudian berkata kalau dia tak akan melanjutkan kuliah. Ini membuat Gwang-pal dan Hyo-sang agak terkejut.
“Kalau aku lulus ujian aku akan menjadi pegawai negeri dan itu tak akan mendapatkan banyak uang. Aku akan mencari kerja di perusahaan besar dan mendapatkan banyak uang.” Jelas Jong-dae.
Hyo-sang setuju dengan Jong-dae, perlukah dia ikut dengan Jong-dae karena dia juga hanya pusing untuk ujian. Jong-dae senang, mereka gembira untuk menyambut kesuksesan mereka dimasa yang akan datang.


[1 Tahun Kemudian, 2011]
“Kalian berlaku seolah akan mendapatkan pekerjaan segera, mana pekerjaan kalian?” Gwang-pal mengejek Hyo-sang dan Jong-dae. Tak terima di ejek, mereka membalas. Kenapa kau tak juga mendapatkan ijazah pengacara untuk waktu yang sangat lama?
Jong-dae dan Hyo-sang tertawa puas.


Jong-dae berfikir, dia merasa kalau belajar adalah hal yang mudah. Hyo-sang heran, apa Jong-dae akan kembali mengikuti ujian. Jong-dae tak berfikir seperti itu, dia akan lulus dari sekolah dan kembali menjadi professor. Hyo-sang tidak yakin, untuk menjadi professor dia harus belajar keluar negeri tapi dari mana uangnya? Apa kau mendapatkan lotre?
Jong-dae merasa bisa, dia bisa mendapatkan beasiswa. Gwang-pal tak yakin, tapi Jong-dae percaya dengan hal itu.



[2 Tahun Kemudian, 2013]
Seseorang memuji hasil tesis Jong-dae, mereka berbasa basi. Kemudian bapak yang tadi berkata apakah Jong-dae mau membantunya membuat karya tulisnya. “Aku sudah sibuk untuk bekerja dan untuk sekolah. Jadi otakku penuh, Apakah kau punya pikiran untuk sekolah keluar negeri?”
Jong-dae terkejut, Sekolah keluar negeri?
“Kau tau kami memiliki hubungan dengan Syracuse University. Itu universitas terbaik untuk belajar politik, sebagaimana kau tau. Kau memiliki kesempatan untuk belajar disana dan mendapatkan beasiswa. Aku berfikir untuk merekomendasikanmu.” Jelas professor.


“Jika anda merekomendasikanku, itu akan menjadi sesuatu yang baik.” Jong-dae girang. Professor berkata itu akan terjadi kalau Jong-dae mengatakan iya. Jong-dae tau maksudnya, dia dengan tegas menyetujui.
“Tolong bantu aku.” Kata professor.
“Saya akan melakukan yang terbaik.


Jong-dae melaksanakan tugasnya, Gwang-pal yang memperhatikan Jong-dae bekerja bertanya apakah Jong-dae membuatkan karya tulis untuk professor. Jong-dae menyuruh Gwang-pal menjaga bicaranya.
Hyo-sang yang ada disampingnya menasehati, “Jika kau menjadi pengganti professor kau harus lebih berhati-hati Jong-dae.”



Jong-dae datang ketempat professor untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan karya tulis professor yang mendapatkan penghargaan. Meski dalam hatinya, dia memuji dirinya sendiri yang telah membuat karya tulis itu.
Namun seolah tak ingat dengan kerja Jong-dae, Professor sok dan berkata kalau dia telah mendapatkan penghargaan itu dua kali. Dia merasa telah mendapatkan firasat, professor juga berterimakasih akan batuan Jong-dae. Meskipun dalam hati Jong-dae mengumpat akan sikap professor.


“Aku telah mengatakan pada semua orang tentang kuliahmu, maka bersiaplah untuk pergi.” Ucap professor. Jong-dae langsung sumringah mendengar ucapan itu. “Terimakasi professor, terimakasih banyak.”



Ibu dan ayah Jong-dae tengah bekerja di kedai mereka, disana juga ada dua ibu penggosip. Ibu Jong-dae pamer kalau anaknya akan kuliah di Amerika, di universitas terkenal. Dua ibu penggosip terkejut, tapi sedikit tak percaya karena biaya kuliahnya pasti mahal.
“Dia mendapatkan beasiswa. Ketika ia kembali dia akan menjadi professor.” Jelas ibu.



“Oh iya, aku dengar anakmu menggunakan rumahmu untuk jaminan utang?” tanya ibu menyerang balik. Ibu penggosip langsung melirik ke ibu satunya, dia tau kalau dia telah mengatakan rahasianya pada ibu Jong-dae.
“Ibu bukan lagi anak, tapi pencuri. Mana bisa seorang anak menggantungkan masa depannya pada orang tuanya?” Sindir ibu. Tapi menuru ibu itu, bisnis adalah hal yang baik. Ibu Jong-dae menimpali, apakah bisnis adalah sesuatu yang mudah?


Jong-dae dan professor serta kawan kawan tengah melakukan pesta untuk keberhasilan karya tulis professor dan juga Jong-dae yang akan pergi keluar negeri. Professor berkata kalau Jong-dae pulang dan menjadi professor maka semuanya akan menjadi lebih baik.
Professor mengajak Mahasiswinya untuk bersulang, dengan menyilangkan tangan gitu. Jong-dae yang melihatnya risih. Apa lagi ketika professor bertanya dimana rumah mahasiswi itu.



Professor terus menggoda Hyun Ji, mahasiswinya tadi. Tapi Hyun-ji menolak untuk dirangkul, professor terus memakaksa bahkan berniat mencium Hyun-ji. Jong-dae yang sudah mabuk tak bisa mengendalikan sikapnya, dia mendorong wajah professor dan memakinya. Yang lain jadi cekikikan. Tak lupa, dia juga membeberkan kalau karya tulis professor adalah hasil buatannya.
Professor marah.




Jong-dae mendekat dan menjewer pipi professor, “Kau mendapatkan penghargaan karena aku, kau harus mengucapkan terima kasih padaku.”
Teman temannya melerai, tapi Jong-dae menyingkirkan mereka. “Apa yang aku katakan salah? Apa dia seorang professor?!”
Professor mendelik, sedangkan temannya membawa Jong-dae pergi. Karena Jong-dae yang rese, tak sengaja mereka menabrak pelayan dan menumpahkan sayuran yang dibawanya.



“Professor!!” Jong-dae bangun dengan terkejut. Dia sadar kalau tadi hanya mimpi, tapi ada yang aneh. Karena di dalam bajunya ada sayuran yang di tumpahkan pelayan semala, Itu bukan mimpi bodoh.
Jong-dae terdiam, dia segera mencari ponselnya dan menelfon temannya. “Maaf ini terlalu pagi, apakah ada yang terjadi semalam?” tanya Jong-dae. Entah jawaban apa yang dilontarkan temannya tapi itu telah membuat Jong-dae terkejut.


Jong-dae sudah rapi, duduk berlutut di depan professor untuk meminta maaf.
“Maafkan aku professor, aku mabuk semalam dan menjadi liar. Maafkan aku untuk kali ini saja. Ini kesalahan alkohol, apakah peminumnya juga salah?”
Menurut professor pastilah peminumnya yang salah. Professor menyuruh Jong-dae untuk tetap belajar keluar negeri.


Jong-dae terkejut, dia berdiri dan berterimakasih.
“Pergilah dengan usahamu. Aku tak ada alasan untuk mencegahmu belajar keluar negeri. Jadi kalau kau ingin pergi. Pergilah. Dan pasti, tak akan ada beasiswa.”
Jong-dae kembali sedih, dia memohon lagi. Tapi professor menyuruhnya pergi karena dia akan melakukan interview dengan penerima beasiswa yang lain.




Jong-dae sudah di kedai bersama ibunya, dia bertanya apakah ibu memiliki simpanan. Tapi Ibunya tak ada, kalau memang Jong-dae membutuhkan dia akan meminjam 1 juta won untuk Jong-dae.
Ibu meneyuruh Jong-dae untuk belajar diluar negeri dan mendapatkan gelar professor karena itu akan menjadi kebanggaan untuk ibu. Jong-dae tersenyum, namun saat ibu berpaling. Jong-dae tampak sangat sedih.

Jong-dae sepertinya pergi ke tempat peminjaman uang, namun di tolak. Karena Jong-dae tak memiliki pekerjaan dan tagihan sekolah juga belum lunas.


Gwang-pal dan Hyo-sang memakai masker, mereka bertanya-tanya apakah nanti wajah mereka akan tampak lebih muda. Gwang-pal mengatakan kalau dia akan merayu Hyun-ji kalau dia telah memakai masker. Gwang-pal dan Hyo-sang terus ngobrol, sedangkan Jong-dae masih terus membaca buku.
Gwang-pal bercerita kalau temannya, Jae Hyuk menerima beasiswa nasional. Hyo-sang terkejut, bukannya Jae Hyuk orang yang paling tak beres dalam bekerja.
Hyo-sang : “Bagaimana loser itu mendapatkannya?”
Gwang-pal : “Dia tak lulus dari ujian dan tak memiliki pekerjaan. Tak ada yang berjalan baik dalam hidupnya, Kau tau dia tak lulus ujian, kan?”


Hyo-sang tau, sepertinya Jae-hyuk tak pernah bermimpi untuk mendapat beasiswa bahkan kuliah di luar negeri.
Gwang-pal : “Ia di seperti itu. Tapi itulah kehidupan. Sebelumnya dia bekerja sebagai pegawai kontrak. Dia katanya bekerja dengan baik disana.”
Jika kau bekerja dengan baik disana, mereka akan mengirimmu belajar keluar negeri?” Tanya dalam hati. Hyo-sang tanya pada Gwang-pal bagaimana dia mendapatkan beasiswanya. Gwang-pal juga tak tau, Hyo-sang mengejek karena Gwang-pal sebenarnya tak tau ceritanya.
Gwang-pal kesal, “Maksud dari ceritaku adalah tak ada seorang pun yang tau apa yang akan dihadapi dimasa mendatang.”


Semua sudah tidur, sedangkan Jong-dae masih berkosentrasi dengan laptopnya. Entah apa yang dilakukan, sepertinya mencari pekerjaan.
“Baiklah... Seperti apa kata Gwang-pal tak ada yang tau bagaimana hidup akan berubah. Aku akan mencoba segalanya.” Ucap Jong-dae mantap.

***
Komentar :
Akh, entah angin apa yang membuatku ingin kembali menulis sinopsis ini. Semoga aja bisa sampe selesai, biar sinopsis yang aku buat gak pada macet di tengah jalan.
Tapi maaf yah, sama semua yang kemarin nunggu tapi gak di posting-posting. Pas kemaren, Aku males banget buat ngelanjutin. Tapi ini tinggal 4 episode.

4 Responses to "[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 6-2"

  1. Akhirnya setelah sekian lama, ada juga kelanjutannya. Kirain ga akan dilanjutin lagi sinopsis unemployed romance...Abis UN langsung update banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih mba, aku gak mau lah terlalu banyak projek drama yang gagal jadi aku lanjut. tetep tunggu kelanjutan Unemployed Romance sampe tamat yah :D

      Delete
    2. Pasti ditunggu kok kelanjutannya...

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^