Sinopsis Unemployed Romance Episode 7-2



Jong-dae bertanya apakah Seung-hee tak langsung mencari kerja. Seung-hee mencoba menutupi, ada beberapa tempat yang memintanya tapi tidak cocok. Jong-dae mengatakan kalau mereka memberikan gaji pada seseorang yang aktiv mencari kerja, sedangkan Seung-hee tak bekerja karena menulis drama.
Seung-hee merasa kalau dia belum ahli dalam membuat drama maka ia akan berlatih. Jong-dae mengira kalau Seung-hee telah belajar selama ini.





Seung-hee balas ucapan Jong-dae, “Aku rasa kau sudah berhenti belajar untuk ujiannya.”
Wanita ini. Aku bahkan belum selesai, tapi dia menusukku entah darimana. Batin Jong-dae. Seung-hee mengejek  kalau Jong-dae terus gagal dalam ujian makanya sekarang dia berhenti belajar. Jong-dae memberitahu Seung-hee kalau dia akan belajar keluar negeri. Seung-hee heran, bagaimana dengan pekerjaan ini? Bukankah kau pegawai negeri?
“Tepatnya, dia hanya pekerja sementara. Menggantikan seseorang yang cuti hamil.” Timpal Seon Tae.



Seung-hee baru tahu kalau pemerintah juga memakai pekerja sementara. Jong-dae beralasan kalau dia melakukan itu untuk menambah pengalaman sebelum berangkat keluar negeri. Seung-hee merasa tak yakin, dia pengalaman dengan kakek berumur 60 tahunan yang terus mengatakan kalau dia akan pergi keluar negeri tapi tak pernah terjadi.
Jong-dae mengatakan kalau dia akan pergi 6 bulan lagi.
“Itu masih lama. Jadi belum tentu. Tepatnya, kau masih mempersiapkannya.” Saran Seung-hee.



Seung-hee keterlaluan. Jong-dae marah, dia berdiri lalu menyuruh Seung-hee untuk memikirkan dirinya sendiri, bukan dia karena yang tak memiliki pekerjaan itu Seung-hee. Seung-hee marah merasa dihina, karena tak memiliki pekerjaan kau jadi meremehkanku. Jong-dae ikut nyolot, kapan aku meremehkanmu? Kapan?
“Kau melakukan itu, brengsek!” bentak Seung-hee.
“Brengsek, brengsek... hei! Kau pikir aku apa? Memanggilku brengsek setiap kali kita berdebat?” Jong-dae kesal.



“Ya, brengsek, brengsek, Kau sangat brengsek!” Seung-hee menangis. Pengunjung disana melihat hal itu, mereka langsung mengambil gambar Seung-hee yang menangis keras.
Jong-dae kebingungan melihat Seung-hee menangis terlebih karena mereka mengambil gambarnya. Jong-dae menyuruh mereka berhenti mengambil gambar tapi tetap saja melakukan itu.



Atasan memanggil Jong-dae dan Seon-tae, atasan itu bertanya kenapa Jong-dae meremehkan penerima gaji disaat mereka dalam masa sulit. Jong-dae meminta maaf atas kelakuaanya. Ternyata aksi Jong-dae telah membuat orang-orang berfikir kalau karyawan pemerintah bekerja tanpa hati. Jong-dae kembali minta maaf.
Atasan menyuruh Jong-dae meminta maaf pada Seung-hee, Jong-dae mencoba menolak. Atasan membentak, Aku tidak butuh alasan, kau harus pergi! Harus! Atasan memindahkan Jong-dae ke bagian konfirmasi pengangguran bersama dengan Seon-tae. Seon-tae jelas menolak, aku sudah mencegahnya.
Atasan tak menggubris. Seon-tae dan Jong-dae pun pergi.



Wan-ha membakar daging, apa kau tak makan?
Seung-hee yang tengah melamun jadi tergagap, ya... Wan-ha tanya apa yang terjadi pada Seung-hee karena dia juga telah membiarkan daginya terbakar. Seung-hee beralasan karena tadi dia habis mengambil kompensasi pengangguran. Wan-ha tau kalau hal itu memang sulit diawal seperti kata temannya tapi karena itu maka dia akan sadar kalau dia pengangguran.
Bukan itu. Ini karena Jong Dae. Batin Seung-hee. Wan-ha menyuruh Seung-hee untuk semangat.  Wan-ha juga mengingatkan untuk beristirahat setelah bekerja keras.


Ponsel Seung-hee berbunyi, panggilan dari Kyung-hee. Kyung-hee bertanya kenapa Seung-hee ke kantor kompensasi dan bertengkar. Seung-hee terkejut, Darimana kau tau?!!  Bentaknya. Seung-hee lupa kalau dia ada di depan Wan-ha, dia pun izin pergi.



Kyung-hee tau video itu karena anaknya hobi browsing internet dan sekarang video pertengkaran Seung-hee jadi pencarian nomor 2 dengan judul Pria dan wanita gila di kantor kompensasi. Pria yang bertengkar denganmu Jong Dae, kan? Bagaimana bisa kalian berdua punya nasib buruk seperti itu? Bagaimana kau bisa menemuinya di sana?
Seung-hee menyuruh Kyung-hee menghubungi perusahaan internet untuk menghapus pertengkarannya itu. Kyung-hee yakin kalau semua orang sudah melihatnya, buat apa.
“Bagaimana jika Wan Ha melihatnya?” gumam Seung-hee. Kyung-hee penasaran siapa Wan-ha, apa pacar Seung-hee?
Seung-hee khawatir kalau dia tau video itu maka dia akan mencabut keinginannya berkencan. Kyung-hee tanya apa pekerjaanya. Pengacara, jawab Seung-hee. Kyung-hee senang dan menyuruh untuk memepetnya terus dan bawa kerumah.
“Apa yang kau bilang? Aku sudah bilang aku hanya buangan.” Seung-hee mengakhiri telfonnya.



Wan-ha tanya apa yang terjadi dengan saudara Seung-hee.
Jika aku bilang itu ada hubungannya dengan Jong Dae, jelas dia tidak akan menyukainya. Batin Seung-hee. Akhirnya Seung-hee mengatakan kalau dia sedang bertemu dengan seseorang jadi kakaknya ingin bertemu dengan Wan-ha. Wan-ha senang, kalau dia mengundang kita , Ayo kita pergi.
Apa? Seung-hee tak mengira Wan-ha akan setuju. Wan-ha menyuruh untuk mengatur pertemuan dan dia akan menemui keponakan Seung-hee yang lucu seperti yang Seung-hee katakan. Seung-hee hanya tersenyum kecut mendengar permintaan Wan-ha.



Jong-dae dan Yeon-woo tengah berada dalam perjalanan di bus. Jong-dae menawarkan untuk menggunakan taksi tapi Yeon-woo menolak karena ia ingin kencan seperti ini. Kalau bukan usia sekarang kapan dia bisa melakukannya. Jong-dae tau kenapa Yeon-woo senang, karena baru pertama kalinya Yeon-woo naik bus. Yeon-woo meng-iya-kan, dia bisa duduk di tempat yang tinggi dan melihat pemandangan. Ini menyenangkan.
Jong-dae melihat orang yang disampinya tengah menonton video, Jong-dae melirik. Dia terkejut karena yang ditonton adalah video pertengkarannya dengan Seung-hee. Jong-dae mengeceknya di ponselnya.


Yeon-woo penasaran apa yang sedang dilihat Jong-dae, Jong-dae segera menyembunyikannya. Namun didepan tempat duduk mereka ada juga yang menonton, Yeon-woo penasarn dan mencoba melihat. Jong-dae menghalanginya, membuat jarak mereka sangat dekat. Yeon-woo malu dan teridiam, diapun menunduk. Ternyata ponsel Jong-dae yang dipegangnya berada dibawah, Yeon-woo akhirnya melihat video tersebut. “Oppa, bukankah itu kau?”







Yeon-woo mengerti keadaan Jong-dae meskipun dia tak melihat videonya penuh tapi dia tahu ada penyebabnya Jong-dae seperti itu. Jong-dae berterimakasih atas pengertian tersebut. Yeon-woo memeluk Jong-dae dan menyuruhnya bersemangat.
Yeon-woo lalu mencium pipi Jong-dae, Jong-dae terkejut karena hal itu malah mengingatkan Jong-dae saat Seung-hee mencium pipinya juga.
“Tidak peduli apa yang terjadi, Aku ada di sisimu. Kau sudah lama tidak berkencan, kan? Atau jika kau pernah, kau bertemu seseorang sudah lama.” Yeon-woo lalu menutup matanya. Jong-dae terdiam, perlahan dia mendekat tetapi bukan untuk mencium Yeon-woo. Dia memeluknya dengan kasih sayang.




Tengah malam, Kyung-hee melakukan pertemuan dengan keluarganya. Kau tidak mau bibimu hidup sendiri tanpa seorang pria, kan?
Anak Kyung-hee yang kecil bertanya apa Bibi sekarat. Kyung-hee semangat, Seung-hee punya pacar. Mereka semua senang.
Kyung-hee punya rencana disebut Mmbangun keluarga kita, Kyung-hee akan mengundangnya makan lalu akan menjamunya dengan baik. Anaknya juga di perintah untuk memanggilnya dengan paman dan berlaku lucu. Kyung-hee menyuruh berbicara baik sebisa mungkin. Mereka semua sangat bersemangat.



Hyo-sang dan Gwang-pal tertawa melihat video pertengkaran Seung-hee dan Jong-dae. Jong-dae pulang, kesal dan langsung mematikan laptopnya. Dia heran bagaimana mereka menemukan video itu. Hyo-sang yang melihatnya, dia pekerja baru jadi banyak waktu longgar.
Gwang-pal kesal kenapa Jong-dae tak mengatakan kalau dia gagal keluar negeri dan bekerja di pusat pengangguran. Jong-dae mengatakan kalau itu memalukan, dia akan pergi keluar negeri dengan uang miliknya. Gwang-pal tak yakin, dengan kerja part time maka Jong-dae kesana saat usia 80 tahun. Dan juga saat melihat pertengkaran Seung-hee dan Jong-dae seperti ungkapan cinta pertama itu indah.
“Pastikan menyembunyikannya dari Yeon Woo apapun yang terjadi. Berpura-pura saja kalau kau bertengkar dengan wanita gila.” Saran Gwang-pal yang disetujui oleh Hyo-sang.


Gwang-pal merasa Jong-dae terlihat normal tapi masalalunya sangat rumit.
“Tapi kau bangga dengan masa lalumu bersama para gadis.” Timpal Hyo-sang. Gwang-pal percaya diri, karena dia mampu maka terlihat cool. Hyo-sang mengatakan kalau videonya begitu kecil, seperti apa Seung-hee di kehidupan asli. Gwang-pal menebak kalau Seung-hee pasti terlihat tua.
“Aku yakin dia berkeriput seperti seseorang yang menggambar garis dengan penggaris.”




Jong-dae teringat saat dia akan mencium Yeon-woo tapi berakhir dengan hanya memeluknya. Jong-dae tak melakukan itu karena ia teringat ciuman pertamanya bersama dengan Seung-hee.
‘Saat pertama berciuman dengan Yeon Woo, Kenapa wajah Seung Hee yang terlintas dalam pikiranku? Gadis jahat, Dia mengacaukan semuanya.’ Pikir Jong-dae lalu merebahkan tubuhnya.



Seung-hee pulang keapartement, Seon-joo bertanya apa Seung-hee mendapat tumpangan Wan-ha. Seung-hee meng-iya-kan. Seon-joo heran Seung-hee memiliki banyak pengalaman berkencan tapi kenapa tak menulisnya.
Seung-hee memberitahu Seon-joo kalau dia bertemu dengan Jong-dae, saat dia mengambil gaji pengangguran dan Jong-dae jadi konselor ketenaga kerjaan. Seon-joo terkejut, apa yang kau bicarakan?
Seung-hee menuturkan kalau dia hanya bertengkar, mereka tak banyak bicara tapi kenangan masalalunya muncul. Seung-hee kesal karena Jong-dae bahkan tidak meminta maaf karena tidak menjemputnya saat dia sakit. Seon-joo menenangkan, kan Seung-hee sudah bersama Wan-ha. Seung-hee membenarkan, dia tak akan memikirkannya lagi.
Seung-hee pun pergi untuk mandi dan tidur.


Selepas kepergian Seung-hee, Seon-joo tampak khawatir.
~~~





“Video Tn.Kim Jong Dae masih ada di peringkat No. 12 dalam video terpopuler di situs N. Aku baru saja bicara dengan Nn.Im Seung Hee, tokoh lain di video itu, melalui telepon. Untungnya, dia sangat memahami kita...” Atasan Jong-dae senang, semua tepuk tangan kecuali Jong-dae.
“Dan dia bilang kalau dia tidak berniat Melaporkan kita ke salah satu situs internet. Bahkan jika ada masalah dengan naiknya video itu, Dia dengan ramah memberitahuku kalau dia akan menjelaskan semuanya.” Jelas Atasan Jong-dae. Jong-dae kurang percaya, apa benar dia melakukan itu?
Atasan Jong-dae langsung mendelik melihat Jong-dae, diapun langsung terdiam.



Seung-hee mengendap-endap dan memakai masker untuk menutup wajahnya. Dia langsung mengambil antrian dan duduk, disebelahnya ada Yeon-woo.
Ponsel Seung-hee bergetar, Seung-hee tak mendengarnya. Yeon-woo yang duduk disamping Seung-hee pun memberitahu. Seung-hee membuka masker dan menjawab telefon dari kakaknya, Kyung-hee memastikan pada Seung-hee untuk mengajak Wan-ha kesana akhir pekan karena dia telah belanja sayuran. Seung-hee mengerti, dia akan menelfon nanti.
Seung-hee berterima kasih pada Yeon-woo karena memberitahunya, pendengaranmu bagus. Yeon-woo tau karena ketika seorang mulai tua maka pendengarannya akan menurun. Takut Seung-hee tersinggung, Yeon-woo menambahkan kalau dia hanya mendengarnya.



Yeon-woo bertanya apakah Seung-hee wanita di video? Wanita jelek di video?
“Jika kau dianiaya, harusnya kau punya hak untuk menuntut.” Saran Yeon-woo. Seung-hee bertanya apakah itu yang ada dipikiran Yeon-woo. Yeon-woo membenarkan, karena disini ada saat dimana menyebalkan ketika mereka menanyakan dengan rinci kenapa mereka mengambil uang.
Seung-hee mengeluh, mereka mendapatkan uang karena mereka yang membayar tapi seolah merekalah yang memiliki uangnya. Yeon-woo kembali membenarkan.




Seung-hee melihat urutan Yeon-woo dan itu konselornya Jong-dae. “Konselormu Kim Jong Dae juga?”
Yeon-woo tersenyum. Seung-hee tau kalau Yeon-woo pasti memiliki waktu yang menjengkelkan.
Tiba giliran Yeon-woo, sebelum pergi dia mengajak Seung-hee untuk bertemu. Seung-hee heran, tapi Yeon-woo hanya ingin mereka memiliki hubungan baik. Seung-hee meng-iya-kan.



Seung-hee dan Jong-dae saling bertemu pandang, Jong-dae menatap Seung-hee tajam tapi segera berubah ketika Yeon-woo menghampirinya. Jong-dae tersenyum manis, Seung-hee yang melihat itu jadi kesal dan kembali menutup wajahnya dengan masker.





Seung-hee tengah berbincang dengan Yeon-woo di cafe,  Yeon-woo bertanya apa pekerjaan Seung-hee sebelumnya. Seung-hee tergagap dan malah balik bertanya apa pekerjaan Yeon-woo. Yeon-woo mengatakan kalau ia adalah fashion desainer tapi dia tak bisa dalam hal mendesain tapi dia bagus dalam menjahit.
Jong-dae datang dan meminta maaf karena telah membuat Yeon-woo menunggu. Seung-hee terkejut, begitupula Jong-dae. Yeon-woo sengaja mempertemukan mereka, Yeon-woo ingin mereka berdamai. Seung-hee berniat pergi tapi Yeon-woo memohon. Dengan terpaksa Seung-hee kembali duduk. Yeon-woo meminta maaf karena tak memberitahukan sebelumnya.



“Sepertinya kalian baru bertemu jadi aku rasa kau harus memaafkannya. Dia menelepon semua situs internet dan meminta untuk menghapus video itu. Dia benar-benar sudah berusaha.” Jelas Yeon-woo. Seung-hee masih jual mahal, karena kejadian itu telah membuat data pribadinya di aksesbanya orang. Jong-dae kesal, aku juga.
Oleh karena itu, Yeon-woo menyuruh mereka berdamai. Yeon-woo menyuruh Jong-dae meminta maaf karena managernya juga menyuruh Jong-dae melakukan itu. Jong-dae meminta maaf dan berterimakasih karena telah mengucapkan kata-kata yang baik. Seung-hee tau, karena seorang yang tak bersalah meminta maaf jadi terpaksa dia mengatakan iya.
  

Yeon-woo mendapatkan panggilan, dia pun permisi untuk pergi. Kesempatan untuk Jong-dae dan Seung-hee untuk kembali bertengkar. Seung-hee bertanya apa Jong-dae yang menyuruh Yeon-woo untuk melakukan itu. Jong-dae tak melakukannya, dia juga menyuruh Seung-hee untuk menemukan pekerjaan. Seung-hee kesal apa karena dia ingin melempar Seung-hee. Jong-dae membenarkan, dia menawarkan Seung-hee paket pencari kerja, disana Seung-hee mendapatkan pelatihan sesuai pekerjaan yang Seung-hee suka. Juga bisa mendapatkan gaji sampai 240000 won.
Seung-hee merasa cukup menarik. Jong-dae senang, apa kau mau?
Seung-hee tersenyum dan menggeleng. Jong-dae kesal, apa Seung-hee mempermainkannya. Seung-hee mengangguk, ya.


Pesanan datang, Es dengan krim. Jong-dae tak menyukainya.




[FLASHBACK]
“Bukankah kita cocok? Aku tidak suka krim, dan kau menyukainya.” Tanya Seung-hee dan menyuapi Jong-dae krim. Jong-dae tersenyum, apakah suapan Seung-hee tak terlalu banyak?
Jong-dae terpaksa memakannya, namun saat berbalik wajahnya enek. Jong-dae kembali menghadap Seung-hee yang langsung disambut ciuman olehnya. Jong-dae terkejut lalu tersenyum. “Aku suka krim. Beri aku sedikit lagi.”
[FLASHBACK END]


Jong-dae menyuruh pelayan untuk menggantinya, pelayan tersebut mengerti tapi Seung-hee mengatakan kalau dia yang akan meminumnya.
“Seleramu membingungkan Kau bahkan tidak makan kacang merah, tapi kau membeli roti ikan dan makan kepala dan ekornya. Kau memesan es serut dan hanya makan esnya.” Jong-dae heran.
“Aku akan makan semuanya sekarang! Dan aku sudah bilang, Jangan merasa mengenalku. Aku sudah benar-benar berubah dari yang kau ingat.” Seung-hee kesal.
“Apa kalian sudah saling kenal?” tanya Yeon-wool. Seung-hee dan Jong-dae terkejut.
***


1 Response to "Sinopsis Unemployed Romance Episode 7-2 "

  1. Hmmm...Kali ni banyak flashback sweet moment Jong Dae- Seung Hee

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^