Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 3

[Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 2]



Moo Sung memegang pisau sambil tertunduk, sedang Chuung-ui dan Bong Sik masih terkejut. Moo Sung tau kalau semuanya karena dia, Dia tau kalau dirinya adalah orang yang brengsek dan pekerjaanya meem-bully orang lain tapi sekeras apapun ia mencoba itu tetaplah dia. Moo Sung memohon, dia akan mencoba dan berlatih sampai bokongnya panas. Chung-ui dan Bong sik diam karena takut melihat Moo Sung mengacungkan pisaunya.
“Kalian tak percaya padaku?” tanya Moo Sung. Berdua, mereka serempak mengatakan percaya. Untuk membuat mereka berdua percaya, Moo Sung mencoba memotong jarinya. Bong Sik dan Chung-ui menahannya, Bong Sik mengingatkan kalau jarinya masih berguna untuk bermain drum. Moo Sung menyerah, dia lalu naik keatas meja dan berlutut pada Chung-ui agar memaafkannya. Chung-ui tidak enak hati, tidak apa-apa. Tidak apa apa.


Kwang-sam tiba-tiba datang, dia memberitahukan kalau ada panggilan dari tuan Kim. Chung-ui langsung menerimanya dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
Tuan Kim memberitahukan kalau Chung-ui diundang oleh produser terkenal dunia. Chung-ui senang karena artinya dia akan menandantangani kontrak lalu pergi ke US. Tuan Kim memberitahukan kalau ada satu masalah karena Chung-ui sedang melakukan pelayanan publik padahal ini 2 minggu lagi. Jadi Chung-ui masih belum bisa keluar negeri. “kenapa kau memukul dia , dasar idiot?”
Chung-ui terdiam seolah memiliki ide.



Chung-ui sudah kembali, Bong Sik dan Moo Sung terkejut karena Chung-ui mau membantu mereka lagi. Chung-ui mengatakan kalau menolak adalah kelemahannya, jadi dia akan membantu tapi mereka juga harus bekerja keras. Sedang Kwang Sam disana terlihat agak heran, sepertinya dia tahu ada yang aneh dengan Chung-ui.
Chung-ui mengatakan kalau mereka satu team dan Kwang Sam adalah manager Phoenix Band. Kwang Sam berdiri. Moo Sung mengucapkan maaf pada Chung-ui karena memanggilnya bajingan. Chung-ui tak masalah, dia tahu kalau dia bukan bajingan. Mereka sekarang bersulang karena telah menjadi satu team.
~~~




Chung-ui sudah mulai melatih member Phoenix dengan telaten, tak seperti kemaren yang hanya mengomentari dan tak memberikan arahan. Kemampuan mereka semua mulai meningkat.
Bahkan saking semangatnya berlatih, Moo Sung sampai mimisan.



Chung-ui pergi bersama dengan Anna untuk membetulkan gitarnya, si tukang mengatakan kalau mereka perlu membetulkan dan akan selesai besok. Sedangkan Anna pergi meninggalkan Chung-ui karena melihat gitar yang terpajang disana, itu bagus hingga membuat Anna kagum.
Chung-ui memperhatikan Anna dan tersenyum.


Mereka berdua kembali, dalam perjalanan Chung-ui bertanya kenapa bukan membernya saja yang menulisnya. Anna tak yakin karena diantara mereka tak ada yang pernah menulis. Chung-ui menyuruh Anna untuk menilainya saja sendiri, dan mungkin menceritakan tentang band mereka dan pasien yang ada di rumah sakit.
Mereka berdua ngobrol asik, sampai tak sadar kalau para siswi SMA yang lewat mulai menyadari kalau ada Chung-ui. Siswi itu semakin banyak, Chung-ui sadar dan segera menutup wajahnya dengan topi. Dan dia langsung menarik tangan Anna untuk berlari.


Anna tersenyum, mereka berdua berlari menghindari fans Chung-ui, namun di tengah lari mereka Anna terlihat pucat kemudian langsung ambruk.
Chung-ui khawatir, dia mencoba memanggil-manggil Anna tapi dia sudah tak sadarkan diri.



Chung-ui kembali teringat saat dimana dia membawa ibunya yang pingsan ke rumah sakit. Dia masih seorang pelajar dan begitu ketakutan.
Chung-ui sekarang sudah menemani Anna yang terbaring di kamar rumah sakit. Chung-ui teringat perkataan dokter kalau Anna di rumah sakit hanyalah relawan, dia penderita kanker lambung. Dia sudah di rawat di sana selama 3 tahun namun karena keadaan semakin parah maka di pindahkan ke rumah sakit itu. Mungkin dia bisa bertahan sampai 6 bulan.
Chung-ui sedih, selama 1 bulan ini dia sama sekali tak menyadari kalau Anna juga seorang pasien.



Anna siuman, Chung-ui membantunya untuk duduk. Anna seolah tak memiliki beban, dia mengajak untuk pulang. Dia mencoba mengatakan pada Chung-ui yang terus menatapnya, aku baik-baik saja dan ini bukanlah masalah besar. Chung-ui kesal karena hal besar seperti itu masih ia bilang bukan apa-apa, Chung-ui mengkhawatirkan Anna kalau terus nge’band dalam keadaan seperti ini. kalau kau terus membiarkan ini....
“Apa? kau takut kalau aku kemungkinan akan mati ? aku baik-baik saja, buat sekarang.” Potong Anna.
“kau masih berumur 25 tahun.”
Anna mengatakan kalau masih ada Ha Eun yang berusia 10 tahun. Bagi Anna menulis lirik adalah hal terpending sekarang.



Rumah sakit DONGHYUN.
Ibu Ha Eun melihat anaknya yang tertidur pulas, Ibu Ha Eun mengatakan pada Ayah Ha Eun kalau dia ingin Ha Eun mendapatkan perawatan lagi. Ayah tak setuju, karena itu akan membuat Ha Eun semakin sakit. Ibu mulai menangis, walaupun mereka hanya bisa melihat Ha Eun tertidur tapi setidaknya dia masih bisa bertahan beberapa hari ke depan.
“Ayo kita fikirkan apa yang terbaik buat Ha Eun. Biarkan dia bermain dan tertawa seperti yang dia lakukan saat ini.” Bujuk Ayah sambil menenangkan ibu yang menangis sedih.



Anna dan Chung-ui kembali ke Rumah Sakit Donghyun. Mereka berdua terlihat canggung satu sama lain. Anna izin untuk masuk lebih dulu. Chung-ui bertanya, apakah Anna tak ingin melakukan perawatan lagi?
“Ini tidak seperti aku tidak merasakan apapun. Aku juga takut akan kematian. Tapi itu sebabnya aku jadi merasa ingin hidup setiap saat .” jawab Anna sedih lalu melanjutkan jalannya kembali. Moo Sung yang masih diluar sepertinya mendengarkan percakapan mereka berdua.
~~~

Bong Sik merasa nervous, Anna meyakinkan untuk tak perlu merasa nervous.
¯Oh, Mina. puteriku tersayang. Wanita tercantik didunia. ¯
Moo Sung mengejek Bong Sik, Mina itu Bong Sik versi rambut panjang, jadi cantik apanya toh tak ada yang mau mendengarkan cerita tentang anak Bong Sik. Anna mengatakan kenapa tidak, itu bagus kok. Selanjutnya Ha Eun.


¯Hitung sampai 3 dan tersenyum buat aku ! ....2 , kimchi ! ibu dan ayah, bahagialah sebahagia mungkin ! 1...2 , kimchi! ¯
Ha Eun bernyanyi dengan riang dan dengan gayanya yang masih lugu. Semua memberti tepuk tangan untuk Ha Eun.


¯Nama yang seperti sebuah kilatan cahaya petir menyambar. Sang phoenix tidak pernah mati , tidak takut walau masalah mengancam. walau mereka akan mencincang atau menikam kita !¯
Semua mendengarkan Moo Sung, tapi disini Moo Sung menggunakan kata yang mirip-mirip pengucapannya dan membuat maknanya berbeda tapi sulit di jelaskan. Mereka semua akhirnya tertawa.

Anna membagikan kertas yang dibawanya, itu adalah lirik buatan Anna. Moo Yeom dan Bong Sik memuji lirik tersebut sedangkan Chung-ui tak memuji tapi dari raut wajahnya tampak kalau dia juga kagum dengan lirik tersebut.


Malamnya Chung-ui membuat notasi untuk lirik Anna. Dia mencoba menyanyikan lagu yang telah di buat olehnya, lagunya bagus di tambah dengan suara Hong Ki yang emang udah punya ciri khas. Coba deh dengerin soundtrack film ini.
¯Aku akan mulai melihat dalam-dalam ke dalam diriku.. karena hari yang lebih cerah dari hari ini.. walau pada akhirnya kita harus menghadapi kegelapan.. lihat dan rasakan jantungku yang berdegup kencang... Ini apa yang sudah lama aku tunggu.. kekuatan untuk tidak pernah berhenti.. keinginan untuk terus maju dan maju.. bersinarlah buat semua orang..¯
~~~


Chung-ui mengantarkan maka pagi seperti biasanya, dia sekarang tampak lebih nyaman dengan tugas tersebut. Sepertinya Chung-ui sudah betah.




Melihat semua berlatih dengan bahagia dan kompak.
Chung-ui yang memperhatikan latihan mereka bersama dengan Himchan memberikan tepuk tangan. HimChan kemudian berlari kearah Ha Eun lalu mencium pipinya. Ha Eum marah dan memukul Himchan.
Anna melihat kelakuan dua anak tersebut jadi tersenyum. Sedang Chung-ui yang memperhatikan Anna pun ikut tersenyum.EEEIh.



Chung-ui menemui ibu Himchan untuk menceritakan apa yang pernah Ibu Himchan padanya. Chung-ui menceritakan tentang ibunya kalau ibunya selalu mewanti-wanti Chung-ui agar selalu mendengarkan ucapannya maka dia tak akan kehilangan. Dan lagi Ibu chung-ui juga  mengingatkan kalau mengetahui apa yang kita inginkan adalah suatu hal yang penting. Ibu Himchan tanya, apakah yang kau katakan pada ibumu?
Chung-ui mengatakan kalau mereka tak boleh menyerah. Ibu Himchan tertunduk, kemudian dia tiba-tiba dia memegang dadanya dan meringis kesakitan. Aaah. Chung-ui terkejut, dan memanggil dokter.

Dokter segera menyuruh suster untuk mengambilkan penahan rasa sakit.
Dan ternyata Himchan ada disana, dia melongok dari pintu menyaksikan ibunya kesakitan dengan sedih sekaligus takut kehilangan. Ibu menyuruh Himchan untuk mencarikan dia bunga, mungkin akan membuatnya lebih baik. Tapi itu hanyalah cara agar Himchan tak melihat penderitaan yang sedang dia alami.


Himchan tengah memetik bunga di sekitar rumah sakit sambil terus menangis. Chung-ui menemuinya. Mereka berdua sama-sama terdiam, Chung-ui pun membantu memetik bunga untuk Himchan.
“Apa aku bisa minta sesuatu padamu, Hyung?” tanya Himchan.



Chung-ui masuk ke ruangan Ibu Himchan, disana dia tengah memperhatikan putranya yang sedang tertidur pulas. Chung-ui kesana untuk menyanyikan sebuah lagu karena seseorang memintanya menyanyikan itu untuk Ibu Himchan. Orang itu adalah Himchan pastinya. “Selamat Ulang tahun, ibu Himchan.”
Chung-ui pun menyanyikan sebuah lagu, ini lagunya juga bagus.

Chung-ui duduk menyendiri. Chung-ui mencoba menghubungi ayahnya setelah sekian lama. Hubungan mereka memang tak terlalu baik. Chung-ui bertanya apakah Ayahnya harus menyerah dengan keadaan ibu.
Ayah tak melakukan itu, sejujurnya itu adalah keinginan ibu Chung-ui sendiri.



[FLASHBACK]
Ibu Chung-ui terbaring lemah, dokter mencoba memasangkan alat bantu pernafasan namun Ibu Chung-ui menolak dengan menepisnya. Ayah heran.
“Sayang. Jangan pasangkan itu padaku. Aku tidak ingin berjuang seperti ini lagi. Aku tidak ingin bernapas saat aku akan mati. Aku ingin memeluk Chung-ui saat dia datang. Aku hanya butuh sedikit waktu, sedikit lagi saja dengan Chung-ui.” Pinta Ibu. Ayah tak bisa lagi menahan tangisnya mendengar permintaan yang begitu sederhana namun begitu menyakitkan menyadari waktu istrinya tak akan lama lagi.
[FLASHBACK END]


Chung-ui menangis mendengarkan penuturan ayahnya, dia sedih dan juga merasa bersalah karena selama ini memusuhi ayahnya juga.





Semua penghuni Rumah Sakit Donghyun melakukan perayaan untuk terbentuknya Poenix Band. Mereka begitu bahagia, Suster kepala mengatakan kalau ada berita bagus lagi. Ternyata masa pelayanan Chung-ui telah selesai dan bisa kembali besok. Suster berterimakasih karena Chung-ui telah memberikan banyak bantuan dan juga sudah lebih dewasa sekarang. Chung-ui tersenyum, tapi tak segirang yang seharusnya.
Semua member Poenix nampak sedih, dan yang paling terlihat adalah Anna.
Suster menyuruh Poenix untuk jangan putus asa kalau sampai mereka tak menang. Moo Sung mengatakan kalau mereka akan sampai final, bukankah begitu Chung-ui?
“Tentu saja, kita kan satu team.” Kata Chung-ui. Mereka pun bersulang. Sedangkan di pojok, Moo Sung tampak meringis menahan sakit.


Moo Sung membasuh mimisannya yang sangat banyak, dia terlihat takut dan sedih.
“Jangan hari ini. masih belum. Masih belum. Masih belum.” Ucap Moo Sung sambil menangis.
~~~



Member Poenix sudah bersiap, Suster kepala mengatakan kalau mereka tak bisa mengantarkan Poenix dan hanya bisa sampai disini. Kwang Sam menyuruh Suster Kepala untuk datang saat mereka masuk final saja. Suster Kepala senang, benarkah? Aku akan duduk dan terus menunggu.
Mereka akan mengambil gambar, Himchan ingin ikut berfoto disamping Ha Eun tapi dilarang hingga ditarik oleh ibunya. Himchan pun cemberut. Bong Sik merangku Anna lalu menarik tangan Chung-ui juga untuk merangkulnya. Haha. Canggung deh.


Di ruang tunggu audisi, sudah banyak sekali grup yang menunggu. Mereka tampak jago, Poenix datang. Melihat ruangan yang begitu penuh menandakan saingan mereka banyak. Dari raut wajah mereka tampak sedikit nervous.




Sebuah Grup tengah tampil, giliran selanjutnya adalah Poenix. Mereka tengah menunggu di belakang panggung. Dan tampak tegang.
Chung-ui ikut menemani, dia menyentuh Anna. Anna berbalik, ada apa?
Chung-ui memberikan sebuah kalung yang tadi dikenakannya, tunjukan pada mereka bagaimana cara nge’rock. Chung-ui tersenyum untuk memberikan semangat pada Anna.



Poenix mulai check sound. Moo Sung mulai membuka lagu mereka dengan drum. Anna mulai bernyanyi, lagu yang kemarin dibuat oleh Chung-ui. Chung-ui tersenyum melihat penampilan mereka. Juri pun juga ikut hanyut dalam musik Poenix.
Namun tiba-tiba musik kacau, permainan drum amburadul. Bong Sik dan Anna berbalik menatap Moo Sung yang sudah meringis kesakitan. Moo Sung tampak tak bisa lagi menahannya, dia pun jatuh pingsan.


Semua orang terkejut, Chung-ui berniat menolong tapi di tahan oleh Tuan Kim yang sudah datang menemuinya.
Semua merubung, mencoba membangunkan Moo Sung. Salah seorang juri mencoba mengecek nafas Moo Sung. Masih ada, dia langsung menyuruh untuk memanggil ambulan.


Moo Sung siuman, dia terbangun saat akan masuk ambulan. Dia bertanya bagaimana dengan audisi mereka. Bong Sik mengatakan kalau semuanya keren. Moo Sung menanyakan keberadaan Chung-ui, dia tak tau bagaimana dia akan menghadapinya. Anna mengatakan kalau dia masih didalam, ia akan menjemputnya dan menyuruh yang lain untuk menemani Moo Sung.


Chung-ui menemui menemui panitia audisi, dia mengatakan kalau Poenix sangat membutuhkan. Bisakah mereka memberikan kesempatan sekali lagi pada mereka.
“Dokter bilang dia mengkonsumsi Narkoba sebelum tampil hari ini. Bagaimana aku bisa mengizinkan itu ?” tolak si Panitia. Chung-ui menjelaskan kalu itu narkotika untuk penahan rasa sakit, bukan untuk dinikmati.
“Katakan saja aku mempercayaimu. Lalu bagaimana kalau dia lolos saat siaran langsung nanti ? Apa aku harus membawa petugas juga ke atas panggung ?” tanya petugas. Chung-ui tak bisa membela lagi, kata-kata itu memang ada benarnya.

Sedangkan Anna tengah mencari keberadaan Chung-ui.



“Bukankah ini rencamu untuk mempercepat tugas pelayananmu ? Berhentilah terobsesi. Perjalanan kita ke Amerika itu minggu depan !” kata Tuan Kim. Chung-ui mencoba menjelaskan, tapi...
“Tapi apa ? Mereka tidak akan mati karena dirimu. Jadi tidak perlu merasa bersalah. Semua orang mempergunakan orang lain dan dipergunakan didunia ini ! Sukses tepat didepan matamu. Apa kau sedang mencoba membuangnya hanya karena sebuah band rumah sakit ? Bahkan lebiih baik seperti ini. apa yang akan kau lakukan kalau kau masuk TV? Maka itu pasti aneh walau hanya sekedar berjalan saja. Simpel kan saja dan keluar sekarang juga. Aku akan pastikan mengirimkan sesuatu ke rumah sakit nanti.” jelas Tuan Kim. Chung-ui tak bisa membantah kata-kata tersebut.

Dan setelah kamera berputar, ternyata Anna berdiri tak jauh dari Chung-ui. Dia mendengar semuanya. Dengan kecewa, dia pun pergi kembali pergi.


“Aku mencoba bertahan sampai akhir , tapi tetap tidak bisa.” Sesal Moo Sung, lalu menanyakan keberadaan Chung-ui. Bong Sik yakin kalau Chung-ui akan segera kesana. Anna menyuruh mereka jangan menunggu Chung-ui karena masa pelayanannya sudah habis maka tak ada lagi urusan dengan mereka. Ha Eun tak percaya, dia tetap yakin kalau Chung-ui akan datang. Mereka satu tim.
“Kenapa kalian sangat naif ? Dia tidak sama seperti kita.” Anna kesal lalu meninggalkan yang lain.





Chung-ui berlari menuju ke ruangan Moo Sung dan berpapasan dengan Anna. Anna tak memperdulikan dan terus berjalan, Chung-ui menahan Anna namun Anna menepis tangan Chung-ui yang menanyakan keadaan Moo Sung. Anna bertanya, kenapa kau ada disini? Bukankah kau akan ke US?
Chung-ui heran, bagaimana Anna tau. Anna menuduh kalau bukannya Chung-ui hanya memanfaatkan mereka. Chung-ui mengelak, tapi akhirnya dia mengakui kalau awalnya dia memang begitu tapi sekarang tak lagi. Anna kecewa, awalnya dia mengira kalau Chung-ui orang baik tapi ternyata tidak. Anna kembali pergi. Chung-ui memanggilnya, yaak Kim Anna!
“Aku tidak akan bilang pada mereka , karena itu akan menyakiti mereka. Jadi lanjutkan saja yang akan kau lakukan. Setidaknya kau bisa melakukan itu buat kami.” Suruh Anna.


Moo Sung terlihat sedih dan kesakitan. Sedangkan Bong Sik duduk terdiam tak bergairah.

Dirumah Sakit, Ibu Ha Eun membujuknya untuk minum obat. Tapi dia tak mau. Ibu mencoba memaksa, namun Ha Eun semakin kesal dan menepis pil yang di berikan ibunya.
“Kenapa kau sudah sekali diatur ?” tanya Ibu Ha Eun.


Anna duduk termenung di gereja, suster kepala datang menanyai apa Anna baik-baik saja.
“Ya. Bagaimanapun dia akan pergi. Jika tidak, Aku rasa aku yang harus pergi.” Tutur Anna sedih.


Chung-ui duduk dengan bimbang, Tuan Kim tanya apa yang Chung-ui pikirkan. Chung-ui sendiri tak tau.
“Ini adalah rencana buat konferensi pers besok. Pastikan untuk mempelajarinya.” Suruh Tuan Kim.
“Chung-ui. Lupakan mengenai semuanya dan ingat dirimu saja. Semua yang kau inginkan tepat didepan matamu sekarang.” Perintah tuan Kim. Chung-ui masih terdiam, dia dilemma.
Sebuah pesan masuk. Pesan apa itu?
***

0 Response to "Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 3 "

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^