Sinopsis Gap Dong Episode 2-2


Sinopsis Gap Dong Episode 2-2



Tae Oh berada di apartemennya yang megah. Lalu kenapa dulu dia masuk penjara rumah sakit? Kasus apa yang sebenarnya menimpa Tae Oh.
Tae Oh menggerakkan tangannya mengikuti alunan musik yang sedang ia putar. Dengan gerakan tangan lalu menari dan mengakhiri gerakan tersebut dengan merebahkan tubuhnya.
~~~




Moo Yeom pergi ke wihara, dia datang dengan tergesa. Bukan untuk meditasi, tapi dia menuju sebuah ruangan kecil dan sepertinya itu sebuah gudang. Biksu Jinjo yang melihat Moo Yeom hanya terdiam ketika Moo Yeom masuk ke ruang tersebut.
Gelap. Berdebu. Moo Yeom langsung berjalan menuju sebuah kotak yang tersimpan di rak dalam gudang itu. Moo Yeom pun membuka kotak itu, ternyata kotak itu berisi foto ia dan ayahnya. Dan ada juga selebaran yang terpampang sketsa wajah Gap Dong. Lalu album foto, berisi foto semua korban Gap Dong. Moo Yeom membuka setiap lembar album foto tersebut.



Moo Yeom teringat kesaksian ayah pada Chul Gon, Itu adalah hantu yang hidup di atas bukit di belakang rumah kami. Hantu itu suka makan perawan.
Ayah bersungguh sungguh mengatakan bukan dia pelakunya. Bukan dia.



Moo Yeom juga kembali teringat saat ia berjanji dengan mantap pada Chul Gon kalau dia akan menemukan Gap Dong.
Moo Yeom segera mengambil ponselnya setelah ia teringat akan tekadnya untuk menangkap Gap Dong. Dia pun menelfon pak kepala, aku akan kembali bekerja.
~~~




Chul Gon, Do Hyuk dan Ketua melakukan pertemuan bertiga. Chul Gon mengatakan kalau Detektif Ha Moo Yeom tidak boleh terlibat dalam kasus tersebut. Do Hyuk membela Moo Yeom, dia menjadi detektif karena ingin menangkap Gap Dong. Chul Gon tetap tidak menerima alasan itu karena Moo Yeom memiliki hubungan khusus dengan kasus ini.
Ketua memutuskan untuk memberikan keputusan tersebut pada Chul Gon. Chul Gon memilih untuk memberikan cuti sakit pada Moo Yeom selama kasus tersebut.
~~~


Moo Yeom menuju ke danau untuk menemui Sang Hoon yang tengah menelfon seseorang. Dia mengatakan kalau siapa saja bisa mati ketika hari natal. Ada begitu banyak kasus.
Sang Hoon masih belum melihat kehadiran Moo Yeom, setelah ia menyadari kehadirannya. Ia pun segera memutuskan panggilan itu.




Moo Yeom yang melihat 2 botol alkohol kosong mengatakan pada Sang Hoon kalau mengendalikan istri tidak sama dengan saat memancing. Mungkin Sang Hoon tengah ada masalah dengan istrinya. Moo Yeom melihat senar pancing di meja.  Moo Yeom mengambilnya dan mulai menarik senar tersebut, Moo Yeom berfikir kalau Gap Dong mendapatkan simpul rumitnya dari ikatan pancing. Moo Yeom penasaran kenapa Gap Dong menggunakan simpul pancingan.
Sang Hoon menarik senar pancing yang telah diikat menggunakan simpulnya, simpul ini tidak akan mengendur ketika ditarik malahan semakin erat.
Moo Yeom mengatakan, sepertinya Gap Dong mulai memancing. Sang Hoon bingung. Moo Yeom melanjutkan, memancing manusia.
~~~





Di kepolisian, Chul Gon, Do Hyuk, Ketua dan Kepala Penyelidik tengah melakukan pertemuan. Chul Gon melaporkan dan membandingkan gambar korban 1 Gap Dong dan yang sekarang, simpul yang digunakan keduanya sama.
“Saya sudah memverifikasi itu sebagai simpul halangan laba-laba.” Lapor penyelidik. Ketua bertanya apakah itu sudah pasti Gap Dong. Chul Gon belum yakin tapi semua bukti mengarah pada Gap Dong.
Chul Gon mengatakan kalau ini sebuah rahasia, berhati-hatilah. Do Hyuk dengan mantap menjawab ya, tentu saja. Namun dari tatapan Chul Gon padanya, tersirat sedikit ketidakpercayaan.
~~~



Moo Yeom bercerita kalau ada banyak kemiripan di dalam kasusnya, Boneka salju, malam natal, kotak kue, kaus kaki dan simpul pancingan. Sang Hoon terdiam mendengar ucapan pancingan, dia bertanya apa Moo Yeom sudah memastikan sendiri. Moo Yeom mengatakan belum, tapi Moo Yeom pikir semua orang percaya itu Gap Dong.
Sang Hoon merasa kalau kepolisian langsung melompat ke kesimpulan tanpa bukti yang lebih mengarahkan. Menurut Sang Hoon tak ada alasan Gap Dong untuk muncul. Moo Yeom juga berfikiran sama, kenapa kejadian itu begitu tiba tiba?
“Umpan ini tidak mempan” ucap Sang Hoon sambil melemparkan pancingnya.





Moo Yeom kembali teringat dengan graffiti Aku Gap Dong Yang Asli. Dia mengatakan pada Sang Hoon, aku penasaran dengan graffiti itu.
“Ada banyak skenario. Seseorang punya dendam pada Yang. Atau roh ayahmu bisa saja melakukannya. Intinya skenario terburuk dari kasus ini adalah...” ucapan Sang Hoon terhenti karena umpannya di makan ikan, tapi ketika hendak diangkat ikan itu kembali lolos. Moo Yeom penasaran dengan lanjutan dari ucapan Sang Hoon, skenario terburuk.
“Peniru”
“Peniru kejahatan?” tanya Moo Yeom.



“Pada tahun 2008 pembunuh berantai Derek Brown dari Inggris tertangkap. Dia meniru Jack the Ripper dari 120 tahun yang lalu.” Jelas Sang Hoon. Moo Yeom bertanya apakah Sang Hoon berfikir kalau pelaku adalah peniru Gap Dong. Moo Yeom masih belum mengerti beberapa bagian, Bagaimana dia bisa tahu simpul itu? Itu tidak ada dalam berkas.
“Itu bisa jadi karena inspirasi. Kau belum menyaksikan The Silence of the Lambs? Hannibal Lecter di penjara memberi inspirasi bagi pembunuh di luar.” Pikir Sang Hoon lagi. Moo Yeom mengeluh karena Sang Hoon malah menyelewengkan kasus dan membandingkannya dengan sebuah film. Itulah sebabnya kau mendapat pengecualian dari kasus-kasusmu.



Sang Hoon mewanti-wanti Moo Yeom agar jangan memberitahukan sikapnya pada siapapun terutama Harimau seram, siapa tahu dia mendapatkan pekerjaan. Sang Hoon menyuruh Moo Yeom untuk menghadapinya dan pergi ke TKP. Moo Yeom memberitahukan kalau ia di cuti’kan karena dia adalah anak Gap Dong. Moo Yeom akan membalas, jadi paling tidak ia harus tunduk.
Sang Hoo tersenyum, bukannya Moo Yeom ingin menangkap si jahat terkutuk? Pergilah memohon. Belum terlambat. Moo Yeom enggan melakukannya.
“Jika harga diri lebih penting, maka menunggu saja sudah cukup. Sampai Chul Gon memanggilmu.” Ucap Sang Hoon.
“Itu bahkan lebih memukul harga diriku.”


Moo Yeom terdiam, atau mungkin juga.... dia pun segera mengambil ancang-andang dan bergaya layaknya jackie chan. Haiyya. Sang Hoon agak terkejut segera ambil kuda-kuda.
” Aku akan mencobanya.” Ucap Moo Yeom.
~~~




Sang Hoon keluar dari mobilnya, dia terfikir sesuatu. Dia mengambil ponsel dan menelfon Maria.
“Hai. Bagaimana kabarmu?” Tanya Sang Hoon. Maria mengatakan kalau dia seperti biasa, baik baik saja.  Sang Hoon kembali bertanya apa Maria benar baik-baik saja. Maria memastikan, tentu.
“Aku hanya bosan. Makanya aku menelpon. Kau pasti sibuk. Aku akan membiarkanmu pergi.” Ucap Sang Hoon dan mengakhiri panggilannya. Setelah panggilan itu, Maria sepertinya merasa aneh dengan kekhawatiran Sang Hoon.
~~~




Semua sedang melakukan rapat, Do Hyuk membawakan rapat itu. Dan memberikan bukti-bukti yang sudah ditemukan sejauh ini.
“Semua simpul dan bekas luka ada pada korban jadi tidak ada petunjuk di sana. Kami menemukan jejak kaki 270mm. Dan tidak banyak lagi.” Jelas Do Hyuk. Chul Gon bergumam kalau dia tak mengendalikan TKP. entah itu ucapan untuk Do Hyuk atau peniru Gap Dong.
“Intinya dia seorang pembunuh yang terampil. Sejauh ini, pola identik. Jika kami menemukan luka teriris di daerah genital kami dapat memutuskan itu sebagai peniru.” Lanjut Do Hyuk.
“Apa mereka melakukan otopsi?” tanya Chul Gon.
~~~


Di NFS, Chul Gon sedang memperhatikan jalannya otopsi.
“Seseorang menyebutkan Gap Dong.” Ucap salah seorang petugas.
“Tak ada jejak pemerkosaan atau luka teriris.” Ucap satunya lagi.
“Bukankah itu sperma?”
“Menurutku itu bukan sperma tapi kita akan segera tahu.” Setelah percakapan tersebut mereka segera melanjutkan otopsi.




Moo Yeom datang ke NFS juga, melihat kehadiran chul Gon membuat Moo Yeom agak malas dan menghentikan langkahnya. Tapi dia kemudian memutuskan untuk masuk dan menyapa Chul Gon, permisi. Chul Gon tak merespon dan masih memunggungi Moo Yeom sambil tersenyum meremehkan mendengar dia datang. Moo Yeom jadi kesal sendiri
Petugas datang dan menunjukan hasil autopsi, disana tak di temukan tanda-tanda pemerkosaan. Tapi di daerah genital di temukan krim kue, tampaknya jimat.




Chul Gon tertawa ketika melihat penemuan krim. Moo Yeom yang bediri dibelakang Chul Gon memohon agar dia bisa kembali. Kembalilah, suruh Chul Gon. Moo Yeom sangat berterimakasih dengan kemurahan hati Chul Gon.
“Kembalilah dan tangkap penjahat kelas teri. Kau dekat dengan mereka.” Lanjut Chul Gon. Moo yeom bertanya haruskah ia memohon atau bahkan memotong lengannya untuk kembali. “Anda tahu saya memulai karir saya karena Gap Dong.”
“Ini aneh. Kau biasanya sombong tapi kau berubah. Kenapa? Apakah ada alasan kau perlu mengerjakan kasus ini? Ini identik dengan apa yang ayahmu perbuat dulu. Siapa yang akan melakukan hal yang sama persis? Apa yang akan kau pikirkan?” tanya Chul Gon. Moo Yeom bali bertanya, apa yang anda pikirkan?
“Tersangka. Kau menyembunyikan bukti penting  ayahmu. Kau bisa menjadi tersangka kasus ini juga.” Ucap Chul Gon.





Moo Yeom sudah kesal mendengar tuduhan yang terus dilontarkan Chul Gon, aku takkan memohon lagi. Chul Gon bahkan tak berubah pikiran, dia tak ingin melihat Moo Yeom ada di ruang otopsi dan menyuruhnya pergi. Moo Yeom pun pergi, tapi ada panggilan masuk. Moo Yeom mengambil ponselnya dan tanpa sengaja menjatuhkan album foto yang berisi foto para korban Gap Dong. Chul Gon memungut buku tersebut dan membukanya.
Sedang Moo Yeom mendapatkan pesan dari Ji Wool, Ji Wool menanyakan dimana Moo Yeom dan menyuruhnya istirahat. Moo Yeol membalas dengan menyuruh Ji Wool jangan melakukan hal seperti itu. Dia sudah punya istri.



Chul Gon tertawa  melihat album foto Moo Yeom.
“Semuanya ada di sini. Sekarang aku mengerti. Ini motif kejahatan yang bagus. Anak Gap Dong. Kau ingin melanjutkan cerita ayahmu?” tanya Chul Gon. Moo Yeom merasa kalau Chul Gon sangat bodoh, untuk apa dia menyelesaikan cerita yang buruk?
“Mungkin kau ingin menyelesaikannya untuk pembaca bodoh.” Jawab Chul Gon. Moo Yeom memberikan tepuk tangan atas kesimpulan yang bagus dari Chul Gon. “Kalau begitu, saya harus terus menulis agar anda bisa menikmatinya.”
~~~



Di tempat lain, seorang dengan jaket hitam melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Melewati kendaraan yang lain. Setelah mendekat, ternyata itu Tae Oh. Dia terlihat tersenyum mengerikan di balik helmnya.
~~~



Moo Yeom kembali ke mobilnya, masih dengan perasaan gondok dengan sikap Chul Gon padanya. Moo Yeom teringat perkataan Sang Hoon kalau skenario terburuknya adalah peniru. Dia juga teringat ketika Chul Gon menunjuk album fotonya, semuanya ada disini.
Moo Yeom segera membuka lembar albumnya, setelah kasus pembunuhan hari natal. Kasus selanjutnya di pemberhentian bus S. Korban berumur 22 tahun. Moo Yeom menyadari sesuatu, dia segera melajukan mobilnya, pergi.
~~~



Tae Oh mengedarai motornya, tempat yang dilewati Tae Oh disana ada seorang gadis yang tengah mengangkati jerami ke mobilnya. Gadis itu dibantu oleh seorang kakek yang berkata kalau dia mengesampingkan yang lama. Gadis itu tersenyum senang menatap tumpukan jerami tersebut, itu bagus. Kakek mengatakan kalau sepertinya mobilnya tak akan muat untuk membawa jeraminya sekaligus. Gadis itu mengatakan kalau dia akan kembali lagi nanti.





Gadis itu melajukan mobilnya, di lampu merah dia melihat seorang pria dengan gips di tangannya tengah kepayahan menegakkan motornya yang hendak roboh. Gadis itu melihatnya, merasa di perhatikan Pria itu Tae Oh pun melihat ke arah si gadis dan tersenyum ramah. Gadis itu membalasnya.
Lampu merah sudah berakhir, dia segera melanjutkan perjalanannya.




Tae Oh kesal karena di tinggal oleh gadis itu tanpa pertolongan. Dia pun berhenti ber-akting. Tapi gadis itu sendiri merasa iba lalu memundurkan mobilnya untuk membantu Tae Oh.
Tae sadar kalau gadis tadi kembali lagi, dia tersenyum senang dan melanjutkan aktingnya yang sempat terhenti itu.
“Kau butuh bantuan?” Tanya gadis itu pada Tae Oh. Tae Oh masih terbengong dengan nafas ngos-ngosan.
~~~


Moo Yeom masih dalam perjalanan menuju ke pemberhentian Bus S.
~~~



Gadis itu heran bagaimana Tae Oh bisa membawa motor dengan kondisi tangan seperti itu.
“Aku tahu malaikat akan datang.” Jawab Tae Oh hingga membuat gadis itu tersenyum.
“Malaikat ini akan membawamu pulang. Di mana kau tinggal?” tanya gadis itu. Tae Oh tak menjawab, dia mengambil tas jerami yang ada di mobil. Mencoba mengalihkan pembicaraan, Tae Oh bertanya dimana gadis itu mendapatkan tas yang lucu tersebut.



Tae Oh sampai ke tempat si gadis tinggal, Tae Oh masih berdiri jauh dari gadis itu yang tengah membuka pintu rumahnya. Tae Oh menatap ke sekitar lingkungan itu, sepi.
Dengan senyum polos, Tae Oh segera berlari mengikuti gadis itu.





Tae Oh sudah duduk di rumah gadis itu, dia melihat seisi ruangan yang di penuhi dengan hiasan jerami. Gadis itu datang membawa segelas minuman hangat. Tae Oh bertanya apakah gadis itu mengajarkan seni jerami.
“Siapa yang akan datang ke sini? Aku mengajar di pusat kota. Ini bisa dibilang gudangku.” Jelas gadis itu. Tae Oh mengira akan sangat sulit untuk bagi orang-orang menemuinya.
“Aku datang ke sini saat aku bosan dengan dunia. Berbaring di sana membuatku merasa hangat dan nyaman.”



Tae Oh terdiam, lalu ia menawarkan untuk bermain game. Gadis itu heran, game. Tae Oh mengatakan kalau itu game zombi. Gadis tadi mengira kalau game zombi itu seperti petak umpet, tapi dia tak bisa.






Tae Oh melepaskan sarung tangannya dan mulai membuka ikatan perban. Gadis tadi terdiam heran, apa kau baik baik saja?
Tae Oh merasa kalau dia lebih baik sekarang. Gadis itu bersyukur karena ia kira tangan Tae Oh benar benar patah. Tae Oh menunjukkan perban bekas tangannya, Mari kita gunakan ini sebagai penutup mata.
Gadis tadi terdiam mendengar itu, dari wajahnya semakin jelas ketakutan. Tae Oh menyuruh untuk memilih, Kau ingin menjadi zombie atau orang yang sembunyi?
Gadis tadi mencoba menutupi kegelisahannya dan memilih menjadi orang. Tapi Tae Oh tersenyum mengerikan, Sayang sekali. Pilihan yang salah. Itu pasti akan lebih mudah jika kau jadi zombie.
Gadis tadi terdiam, dari wajahnya sudah tampak kalau dia ketakutan.
~~~




Maria datang ke tempat Pendidikan Paska Sarjana, dan itu ternyata tempat kerja Sang Hoon. Maria masuk ke ruang kerjanya, di dinding terdapat banyak sekali foto korba Gap Dong. Maria lalu membuka laci, terdapat buku kuning tebal berkas kasus Gap Dong.
Buku pertama berisi seluruh kasus pembunuhan pertama. Maria tak membaca itu lalu membuka buku kedua. Terdapat mayat di tumpukan jerami. Maria langsung membuka-buka dan menemukan foto tempat pemberhentian bus dimana korban terlihat terakhir kali.
Maria memotret gambar itu.
~~~





Ji Wool tengah membuat cerita webtoonya, Lintasan Monster. Ji Wool tersenyum senang melihat ceritanya telah di selesaikannya. Yay, mati kalian semua. Ji Wool tertawa puas melihat akhir cerita itu si gadis mati terbunuh oleh seorang pria berwajah dingin.
Ji Wool mendengar ibunya yang tidur mengigau, “Detektif. Tidak mungkin, gadis.”
Ji Wool jadi ingat Moo Yeol dan menelfonnya tapi ponsel Moo Yeol sedang berada diluar jangkauan.
~~~





Moo Yeom sudah sampai di pemberhentian bus S. Moo Yeom mengecek lebih dulu benar atau tidak pemberhentian bus itu, di fotonya memang benar. Bertuliskan Sang Hyeong Ri. Moo Yeom menengok, ada sebuah motor besar terparkir disana. Itu motor Tae Oh. Moo Yeom mendekati motor tersebut, dia berniat menanyakan tentang plat nomor motor tersebut tapi baterai ponselnya lemah.
~~~



Maria juga sedang menuju ke pemberhentian bus S juga.
~~~



Moo Yeom pun memutuskan untuk menghubungi Young Ae. Young tanya untuk apa Moo Yeom tanya tentang plat motor padahal hari ini tak ada motor yang hilang. Moo Yeom bingung tapi dia merasa ada yang aneh saja. Young Ae tanya haruskah ia mengirimkan tim untuk Moo Yeom.
“Kau masih belum bekerja, kan? Pak Kepala Yang terlalu kejam.” Ucap Young Ae.






Sedang dari arah belakang, ada seorang yang membawa helm menuju ke tempat Moo Yeom menelfon. Tidak disadari, dari belakang orang itu memukul Moo Yeom dengan helmnya. Moo Yeom jatuh pingsan, pelakunya tak lain adalah Tae Oh.  Sedangkan Young Ae kebingungan, Moo Yeom tak menjawab saat dia bertanya. “Halo..haloo”
Tae Oh lalu berdiri di atas Moo Yeom dan menyipratkan jerami yang menempel di jaketnya.


Di dalam bus, Maria dalam perjalanan.


Kembali ke pemberhentian bus, Tae Oh memutuskan panggilan Moo Yeom dengan Young Ae lalu menghubungi seseorang lagi. Mungkinkah polisi?
***

PREVIEW EPISODE 3:


Chul Gon : “Katakan padanya menghentikan omong kosong.”






Ji Wool tengah berada di cafe, dia membaca berita kembalinya Gap Dong. Dari jauh Tae Oh memperhatikan Ji Wool.
Ji Wool menunjukan kalau webtoonnya pada Tae Oh, “Pembunuhan dalam berita Ini seolah webtoon baruku menjadi kenyataan.”


Chul Gon menemui sang Hoon.
Entah Chul Gon atau Sang Hoon : “Apa alibi Ha?”





Moo Yeom menyuruh Maria mengulurkan tangannya lalu memberinya peluit.
Moo Yeom : “Seseorang bisa datang menyelamatkamu.”
Maria : “Kau akan datang untukku?”
Moo Yeom : “Kau.......”


Semua petugas berkumpul.
Chul Gon : “Hentikan kasus berantai.”



Maria berdiri di Pemberhentian Bus S dengan mengenakan pakaian yang ngerock itu, Tae Oh juga ada disana dan menatapnya sambil tersenyum meremehkan.
Chul Gon : Pastikan tak ada orang disekitar pada hari itu terjadi sebelumnya. Dan Ha tidak boleh tahu tentang ini.”
***

Komentar :
Sudah selesai. Kasian sama nasib Moo Yeom, sepertinya untuk episode 3 & 4 dia akan jadi manusia teraniaya. Dan Tae Oh benar benar orang yang licik,
Aku penasaran sama scene preview terakhir, kenapa Maria ada di pemberhentian bus? Apa dia dijadikan umpan. Apa lagi kata kata Chul Gon? Terus kenapa sebegitu mudahnya Tae Oh juga muncul di tempat kejadian? Okeh. Tunggu saja episode 3 dan yang akan merecap Mba Ayu, jadi jangan lupa untuk nongkrong di blog Mba Ay.

2 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 2-2"

  1. Seru...tenkyu...
    tae oh pnyakitan,ngeri liat tatapan matae....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^