Sinopsis Gap Dong Episode 2-1



Episode Sebelumnya, Tae Oh tersenyum senang bisa bertemu dengan idolanya. Gila bukan? Idolanya seorang monster pembunuh, Gap Dong.
Selang beberapa hari setelah bertemu dengan Gap Dong Tae-oh keluar dari penjara.



Tae Oh dengan jaket hitamnya berjalan menuju keramaian, tempat itu sepertinya tempat dimana kemarin ada peristiwa penusukan brutal. Tae Oh di tengah sana hanya terdiam, matanya melihat dengan tajam pada wanita wanita yang berjalan di sana. Nafasnya jadi memburu dan semakin memburu.



Tae Oh telah merubah penampilannya,  good boy style. Seorang wanita tengah memeriksa resume yang di berikan Tae Oh. Dia bertanya apa yang dilakukan Tae Oh sebelumnya, kenapa tak ada di resume?
Tae Oh sedikit tergagap tapi kemudian mengatakan kalau dia kuliah. Wanita sepertinya cukup puas dengan resume Tae Oh, kau memberikanku penilaian bagus. Kau pasti bisa untuk belajar menjadi barista. Tae Oh pun diterima kerja.
~~~





Maria tengah mandi dia terdiam, dia melihat baju yang tergeletak di meja. Tampak disana, baju itu banyak noda darah karena menolong Moo Yeom yang terluka. Maria ketakutan, dia teringat saat di mana dia bermain Batu Gunting Kertas dengan Gap Dong. Dan ini menandakan kalau Maria adalah Jae Hee, saksi ke 9 kasus Gap Dong. Tubuh Maria mulai gemetaran.
Teringat saat Gap Dong mulai mengeluarkan pisaunya, lalu memegang tangannya dengan gadis yang dulu meninggal. Keduanya mulai menangis dan menutup mata. Pasrah, tak ada lagi yang bisa mereka lakukan.



Maria semakin gemetaran. Gelisah. Ketakutan. Maria pun mengambil obat penenangnya, dan mencoba menenangkan diri.
~~~



Tae Oh memulai kerjanya, dia membagikan selebaran pada pejalan di depan sebuah toko. Dia tersenyum ramah pada setiap orang yang berjalan. Dengan senyum ramah dia membagi satu demi satu, tapi ketika orang tak lagi di depannya. Pandangan Tae Oh mulai tak bersahabat, dia melirik wanita dengan pandangan ingin menikam dan memakannya satu satu. Tajam.


Seorang wanita keluar dari toko kue, Tae Oh segera menyambutnya dan memberikan selebaran. Wanita itu sepertinya terpesona dengan ketampanan Tae Oh dan mulai tersenyum menatapnya. Tae Oh tersenyum ramah menyambut wanita itu. Dia juga sempat melirik kue yang di bawa wanita itu.
Tapi dari arah belakang ada seorang pria yang segera menjemputnya. Mereka berdua pun pergi.
pass” batin Tae Oh.


Ada lagi seorang wanita keluar, Tae Oh segera memberikan selebaran lagi. Dia menatapnya.
“Ibu.” Seorang anak menghampiri wanita tadi.
“Ibu-ibu. Pass.” Batin Tae Oh lagi.



Tae Oh berbalik, ia melihat seorang gadis membawa kue ditangannya. Dia segera menghampiri gadis tersebut yang tak lain adalah Ji Wool. Tae Oh memberikan selebaran dengan ramah, sedang Ji Wool terdiam sejenak menatap Tae Oh.
“Kau mau menjadi model sketsa?” tanya Ji Wool tanpa basa basi. Tae Oh heran, model?
Ji Wool menjelaskan kalau wajah Tae Oh itu sempurna untuk karakter barunya, aku tak sembarang dalam memilih model. Tae Oh merasa itu bukan hal yang buruk, sepertinya menyenangkan. Ji Wool girang, dia segera mengambil kertasnya.




Biksu Jinjo datang menjemput Ji Wool, Apa yang kau lakukan di sini? Aku tidak tahu akan menghabiskan natal seperti ini.
Ji Wool tak merespon ucapan biksu Jinjo dan terus menatap Tae Oh kesenangan. Biksu Jinjo mengira kalau Ji Wool tengah menggoda. Biksu pun segera menarik Ji Wool pergi. Ji Wool mengatakan pada Tae Oh kalau sekarang ia harus pergi tapi lain kali ia akan datang menemui Tae Oh di tempat yang tertera di selebaran. Tae Oh membalas ucapan Ji Wool dengan senyuman tapi sepersekian detik senyuman itu pudar ketika melihat dua orang polisi jaga lewat disana. Tae Oh pun segera pergi.
~~~




Moo Yeom tengah rebahan di kamar rumah sakit. Dia teringat Maria, dia mengingat ketika suster menjelaskan kalau Maria bekerja dengan keras. Mendengarkan setiap cerita dan sejarah para pasien. Tapi Moo Yeom juga teringat dengan sikap Maria ketika Maria tengah menantang pelaku penusukan kemarin. Seperti dua orang yang sangat berbeda.
Moo Yeom pun menatap kartu nama yang diberikan Maria.



Sedangkan Maria, ia tengah mengecek data data para pasien di penjara. Dia mulai mengecek satu persatu.
Namun ia di kejutkan dengan sebuah suara benda jatuh, Maria pun langsung waspada. Dia segera mengambil alat untuk menjaga diri, ituloh kalau di sentuhin bisa nyetrum. Maria memberanikan diri mengecek diluar. Maria sudah bersiap tapi ternyata itu hanyalah kucing.



Ponsel Maria bergetar, panggilan masuk. Ternyata itu Moo Yeom yang menelfon.
“Apa yang akan kau lakukan untuk bertanggung jawab? Setelah membuatku seperti ini Setidaknya kau harus datang berkunjung. Oke, aku akan menemuimu di sana.” Ucap Moo Yeom yang langsung mengakhiri panggilannya Tanpa mendengar jawaban dari Maria dulu.



Lampu ruangan Moo Yeom menyala, ada yang berkunjung. Itu adalah Ji Wool dan Biksu Jinjo. Moo Yeom yang melihat Biksu Jinjo membawa serta Ji Wool mengeluh karena ia mau istirahat, kenapa membawa Ji Wool. Biksu Jinjo beralasan membawa Ji Wool karena ia tertangkap sedang menggoda pria.
Ji Wool kesal, dia takut kalau Moo Yeom salah paham dan berfikir dia bermain dibelakang Moo Yeom. “Jangan khawatir, itu hanyalah bisnis. Kau pahlawan di sekolah. Aku dengar kau bahkan memberi kedipan mata.”


“Iyalah, aku populer.” Jawab Moo Yeom sekenanya. Ji Wool tanya apakah gadis aneh itu berkunjung. Biksu Jinjo bertanya maksud dari gadis aneh. Ji Wool menjelaskan kalau gadis aneh itu yang membuat Moo Yeol tertusuk.
“Jangan khawatir, Aku akan bertemu dengannya dan meminta tagihan rumah sakit.” Jawab Moo Yeom.


Ji Wool langsung kesal, “Bertemu? Siapa? Gadis itu?”
~~~



Maria mengintip jam tangannya, sudah larut. Tae Oh yang sedang bertemu dengan Maria mengatakan kalau dia memiliki hari yang berat, apakah aku bisa kembali ke pusat rehabilitasi?
“Apakah seberat itu?” tanya Maria. Belum sempat Tae Oh menjawab pertanyaan Maria, ponsel maria bergetar. Pesan dari Moo Yeom, ‘Kau bisa membayar tagihan rumah sakitku dengan kartu kredit. [Ha Moo Yeom]’
Maria kembali menatap Tae Oh tanpa membalas Moo Yeom, mungkin ia tak enak hati karena mengganggu sesi konsultasi Tae Oh.


Sedang Moo Yeom tengah menunggu pesan balasan Maria yang tak kunjung ada. Dia mendesah dan keluar dari tempat tunggu. Pesan masuk.
‘Maaf, aku akan membayarmu kembali lain kali. Aku punya pasien yang mendesak hari ini.’
Moo Yeom terkejut, “Jam Segini?”
~~~




Seseorang tengah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi di kegelapan malam. Sedangkan di pinggir jalan, tampak seorang ibu yang di episode 1 meninggal  berdiri sambil mencoba menghubungi seseorang. Tapi ibu itu tampaknya tak berhasil menghubungi.
Seorang yang mengendarai motor melihat si ibu, dia melirik dan melihat kue yang dibawa oleh ibu tersebut.



Sang ibu pun akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki terlebih dulu sambil menunggu jemputan. Ponsel berdering, dari kantor taxi membalas kalau di tempat ibu tersebut tak ada mobil yang mau menjemput kesana. Ibu itu akhirnya melanjutkan jalannya.
Terdengar siulan. Ibu itu menjadi takut dan mempercepat langkahnya. Dia terus berjalan dengan kencang, tapi tiba tiba suara itu berhenti. Ibu itu pun menghentikan langkahnya. Ia penasaran dan berbalik untuk mengecek. Tak ada apapun, namun tiba tiba ada seseorang yang berlari kearahnya. Ibu tersebut berteriak.




Kotak kue milik si Ibu tersebut terlempar.
Tampak bayangan seorang pria sedang menarik tubuh wanita tadi. Dalam kegelapan itu, wajah si pria tak terlihat. Ibu tersebut sudah tak sadarkan diri. Ponsel yang ada di dalam saku Ibu terjatuh, tampak sebuah pesan masuk.
Anakku : segeralah pulang, ibu...
~~~




Maria tengah lari pagi, suasana hari itu sangat ramai. Dia melihat sebuah boneka es yang tergeletak, terbaring. Sedikit menarik perhatian Maria, dan mengingatkannya lagi pada pembunuhan Gap Dong. Dalam ingatannya korban tertutup oleh es.
Maria mencoba mengacuhkan hal itu dan terus berlari pagi.



Police line sudah terpasang, Hyung Nyeon berada disana dan menelfon Moo Yeom. Hyung Nyeon memberitahu Moo Yeom kalau ada seseorang yang mengirim hadiah natal yang besar ke reserse kriminal. Moo Yeom kesal Hyung Nyeon laporan padanya, “Apa kau tak tau aku ini pasien, dasar istri bodoh.”
Hyung Nyeon kesal dengan candaan Moo Yeom, ini benar benar pembunuhan. Moo Yeon dengan seenaknya menyuruh tangkap saja pembunuhnya kalau seperti itu.
“Dimana Harimau Seram?” Moo Yeom menanyakan Chul Gon.
Hyung Nyeon tak menjawab, Hyung Nyeon menyuruh Moo Yeom untuk melihat mayatnya sendiri. Moo Yeom mulai serius, memang apanya yang aneh?
“Itu boneka salju. Boneka salju terbaring.” Jelas Hyung Nyeon. Moo Yeom terkejut mendengar hal itu.



Moo Yeom bergegas menuju ke TKP dengan masih menggunakan baju rumah sakit. Polisi menghalangi Moo Yeom masuk, tapi Moo Yeom memaksa. Apa kau tak tau aku detektif Ha?
Salah seorang polisi yang tengah bersama Gil berniat untuk membantu menghalangi Moo Yeom masuk tapi Gil mencegah, biarkan saja. Polisi itu khawatir kalau nanti Moo Yeom mengotori TKP. Tapi Gil tetap menyuruh untuk membiarkan, apa kau tak tau Biksu Gila? Dia Orang gila!



Moo Yeom berhasil mendekati TKP tapi tidak mendekati tempat mayat di temukan. Moo Yeom memperhatikan dengan seksama proses identifikasi oleh petugas. Petugas mulai membuang salju yang menutupi tubuh mayat dengan kuas. Mulai terlihat tubuh si korban, tangannya mulai terlihat. Dan ternyata ada hal yang aneh, tangan korban di ikat dengan plastik pita kue. Bukan itu yang aneh, melainkan simpul yang di gunakan. Petugas menyuruh untuk memfokuskan dan memotret tangan korban.
Moo Yeom yang berdiri dari kejauhan pun melihat simput tersebut dan teringat dengan ucapan Sang Hoon. “Ini ciri khas yang ditinggalkan Gap Dong. Simpul yang rumit untuk mengikat korban. Tanda pribadinya.”



Moo Yeom bertanya dari kejauhan, apa itu simpul yang rumit?
Petugas yang memeriksa masih terdiam dan hanya menatap Moo Yeom. Mungkin dia curiga, kenapa Moo Yeom bisa tahu.
“Kau masih hidup Gap Dong.” Ucap Moo Yeom dengan geram.
~~~



Tae Oh sedang bekerja di cafe, Maria datang mengunjunginya. Tae Oh terlihat senang dan menyambut kedatangannya, selamat natal. Maria merasa kalau hari ini Tae Oh tampak lebih baik. Tae Oh mengatakan kalau semua itu berkat bantuan Maria. “Apa kau khawatir tentangku?” tanya Tae Oh.
Maria tak menjawab, dia pun memesan americano. Tae Oh membuatkan lalu memberikan stempel pada Maria. Maria heran kenapa Tae Oh memberikannya 9 stempel padahal dia hanya membeli satu. Tae Oh beralasan karena suasana hatinya tengah senang.
Maria tak mempermasalahkannya, tok karena ia akan menghilangkan itu.


Tae Oh menghitung stempel yang ia berikan, “1, 2, 3...9”
Tae Oh tersenyum aneh sekaligus menyeramkan, “Melengkapi sesuatu, Itu rasanya baik.”
~~~




Kembali ke TKP, tempat mayat di temukan mulai di tutup tenda untuk dilakukan otopsi.
Moo Yeom masih terus berkeliaran di TKP, dia terlihat mencari cari sesuatu. Hyung Nyeon mendekatinya, dia heran apa yang sedang Moo Yeom cari. Apakah kau mencari jejak kaki? Takkan ada. Aku tak bercanda. Mereka takkan mengatakan tapi semua orang berpikir itu Gap Dong.
Moo Yeom tak memperdulikan, dia terus melihat sekeliling. Ada sebuah gundukan salju yang akan terinjak oleh anak anak yang tengah bermain main di sekitar sana. Moo Yeom terkejut, dia segera menghentikan langkah anak itu. Moo Yeom pun menghampirinya dan menyapu gundukan itu. Sebuah kotak kue merah ada disana.
Ingatan Moo Yeom langsung teringat dengan mayat korban Gap Dong. Ada kotak kue yang di temukan di sekitar mayat.


Hyung Nyeon hanya menatap heran sikap Moo Yeom. Moo Yeom berkata kalau Semuanya di mulai dari tempat di temukan dari kotak kue itu di temukan. Hyung Nyeon yang tak terlalu mengetahui Gap Dong jadi tak mengerti, Dimulai?
“Dia mendapatkannya dari sini.” Ucap Moo Yeom. Dia pun langsung berfikir,



[ANALISA MOO YEOM]
Moo Yeom berlaku sebagai pelaku pembunuh, dia berjalan dalam kegelapan sambil memperhatikan ibu yang berjalan sendirian. Ibu yang merasa diperhatikan berjalan dengan langkah cepat, namun ketika suara siulan berhenti ibu itu penasaran dan menengok. Tak ada apapun, namun tiba tiba ada yang menghampirinya.




Pelaku  mengambil pita di kotak kue itu, tapi dan segera menggunakannya untuk menarik tubuh ibu itu. Dengan dingin ia terus menarik tubuh tersebut sampai ke tumpukan jerami jerami. Pelaku  kembali membetulkan ikatan tangan si ibu. Kedua tangan itu di ikat kebelakang. Pelaku pun mulai menendang kaki ibu. Ibu itu tersadar.



Ibu mencoba bangun, dengan hanya memakai pakaian tipis sekarang. Ibu itu memohon Pelaku untuk melepaskannya. Ibu itu berjanji kalau dia akan melakukan apa saja. Apapun yang di katakan pelaku. Anakku masih sangat kecil, dia baru lima tahun.


Pelaku tak perduli dengan ucapan si Ibu, dia pun mengambil syal merah yang tadinya dikenakan Ibu tersebut. Pelaku mangalungkan syal tersebut ke leher si ibu. Ibu mulai ketakutan, dia terus memohon agar dia tak dibunuh. Dia akan melakukan apapun. Pelaku sama sekali tidak tergiur dengan tawaran Ibu. Dia memasukkan kaos kaki untuk menyumpal mulut Ibu yang terus memohon. Ibu semakin ketakutan dan menangis.
Pelaku mulai mengelus rambut si Ibu dan perlakan kebawah menuju ke ujung syal. Tanpa babibu, pelaku menarik ujung syal itu. Si ibu pun meregang nyawa.
[ANALISA MOO YEOM SELESAI]


Moo Yeom terus berkeliling lalu dia menuju ke tempat mayat. Petugas yang melihat Moo Yeom berniat masuk segera mencegat. Moo Yeom kesal, apa kau tak tau siapa aku? Aku Biksu Gila!
Petugas tak bergeming dan terus menahannya, dia hanya mendapat perintah agar tak boleh ada yang masuk kecuali petugas penyidik. Moo Yeom sangat kesal, dia menyuruh pada Hyung Nyeon yang sedari tadi mengikutinya untuk menunjukkan apa yang telah mereka temukan.
Hyung Nyeon mencoba menghentikan kelakuan keras kepala Moo Yeom, “Apa aku bilang, ini hal serius.”
Moo Yeom masih memberontak ingin masuk, ia hanya ingin melihat sekilas, tapi petugas tetap saja menjagal Moo Yeom.




Penyelidik masih mengambil gambar mayat, mulai dari wajah, ikatan pada tangan, luka luka bekas gesekan. Lalu ketua Penyelidik mengambil kaos kaki yang di sumpalkan ke mulut mayat dan memasukkannya ke kantong bukti.




Chul Gon dan Do Hyuk sudah sampai ke TKP, dan Gil pun segera menghampiri mereka. Do Hyuk tanya bagaimana dengan sopir taksi atau mungkin ada yang hilang. Gil melaporkan kalau tidak ada informasi mengenai sopir taksi dan di dompetnya tidak ada yang hilang.
“Ada pelecehan seksual?” tanya Chul Gon. Gil mengatakan kalau mayat di temukan telanjang jadi tidak tampak seperti perampokkan. Do Hyuk tanya bagaimana dengan suami korban, Gil mengatakan kalau suaminya ada di rumah dan mereka sedang mencari pacar korban.



Moo Yeom masih ribut dengan petugas saat kepala Penyelidik keluar. Moo Yeom segera menghampirinya, Apakah ada kaus kaki di mulutnya?
“Bagaimana kau tahu?” Kepala penyelidik heran.
“Dan ada sebuah simpul yang rumit?” tanya Moo Yeom lagi. Penyelidik menghela nafas, pelaku....maksudku kau pelakunya?
Hyung Nyeon tak terima, apa maksud dari perkataan Kepala Penyelidik. Kepala Penyelidik hanya heran bagaimana mungkin seseorang yang bahkan tak melihat TKP tau semua hal itu. “Detektif Ha, apa yang kau lakukan kemarin? Kuharap kau punya alibi.” Saran Kepala Penyelidik.



“Kalian melakukan pesta di sini?” Sapa Chul Gon yang melihat keributan Moo Yeom. Dia menyuruh untuk menjaga TKP dengan baik karena itu penting bagi kasus pembunuhan. Chul Gon lalu menatap pakaian Moo Yeom yang hanya memakai pakaian rumah sakit dan tanpa seragam. “Jangan biarkan orang-orang masuk tanpa pakaian kerja.”
Moo Yeom meminta izin untuk masuk melihat TKP pada Chul Gon. Chul Gon menyarankan seorang pasien untuk beristirahat di rumah sakit. Moo Yeom memberitahu kalau ada tanda tanda Gap Dong disana. Dia ingin mengecek apakah palsu atau tidak.
“Dan jika kau melihatnya bisakah kau langsung tahu? Kau tahu apa yang lebih buruk daripada anjing di TKP? Seorang detektif yang rumit yang bahkan tak bisa mencium bau.” Ucap Chul Gon.


Moo Yeom tersenyum, Saya punya indra penciuman yang baik. Anda tahu saya seperti apa.
Gil yang melihat sikap keras Moo Yeom bergumam, dia selalu mengoceh. Sedang Hyung Nyeon yang melihat itu langsung melihat sebal Gil. Chul Gon tidak merespon perkataan Moo Yeom. Gil jadi menari Moo Yeom dan menyeretnya pergi.


Sepeninggal Moo Yeom, Chul Gon mulai berfikir. Sepertinya ia percaya dengan bukti-bukti adanya Gap Dong.


Petugas sedang melakukan cek kembali, di alat scan ada di bagian leher terdapat sesuatu yang aneh.
Chul Gon masuk, semua memberi hormat. Chul Gon langsung menanyakan apa yang tadi ditanyakan Moo Yeom pada Penyelidik. Dan semua pertanyaan itu di benarkan oleh pertugas. Chul Gon heran bagaimana bisa Moo Yeom tahu semua hal itu.
Petugas penyelidik memberitahu kalau Moo Yeom pernah terobsesi sebagai ahli Gap Dong. Moo Yeom pernah mengatakan kalau dia bosan tapi sepertinya Moo Yeom belum melupakan Gap Dong sama sekali. Chul Gon menanyakan bagaimana dengan mendapatkan DNA pelaku, Petugas mengatakan kalau mereka akan memeriksa adanya sperma dan ada beberapa zat asing yang ditemukan.



Moo Yeom masih berdiri menunggu kembalinya Chul Gon. Segera setelah melihat Chul Gon, Moo Yeom menyindirnya kalau wajah Chul Gon terlihat khawatir. Chul Gon tanya kenapa Moo Yeom masih berlama lama di sana.
“Apakah dia? Bukankah harusnya kau banyak bicara padaku? Untuk anak yang ayahnya meninggal karena dituduh sebagai Gap Dong.” Ujar Moo Yeom. Chul Gon mengatakan kalau belum ada kepastian. Tapi bagi Moo Yeom dari wajah Chul Gon sudah terlihat kalau dia percaya hal itu. Kalau itu kasus Gap Dong. Chul Gon menyuruh Moo Yeom yang sudah lelah dengan kasus Gap Dong untuk mengurusi urusannya sendiri.
Moo Yeom tak mau karena jadi dan tangannya adalah taruhannya.


Moo Yeom kembali meminta kepastian, tapi apakah itu dia?
Chul Gon merasa kalau Moo Yeom begitu semangat. Kau pikir jika Gap Dong terbukti hidup Ayahmu akan terbukti tidak bersalah? Kau benar-benar berharap bahwa itu Gap Dong.
Moo Yeom tertawa mendengar jawaban Chul Gon, “Kau takut. Harimau Seram takut pada Gap Dong. Jangan khawatir. Mereka menyebut ini Kasus Pemerkosaan-Pembunuhan Berantai Iltan. Tapi itu belum berantai.”
“Berantai? Kau ingin ini menjadi berantai?” tanya Chul Gon. Moo Yeom menyuruh Chul Gon agar jangan terlalu sensitif karena orang gila bisa saja meniru Gap Dong dan jika identik dengan kasus pertama berarti akan terjadi kasus berantai. Tapi jika seperti itu, Moo Yeol menyuruh Chul Gon jangan khawatir. Dia belum akan memotong jari Chul Gon. Mereka pun tertawa bersama, tawa saling merendahkan.
~~~



Maria tengah berada di rumah sakit dan bermain bersama pasien-pasiennya. Semua pasien mulai bertepuk tangan agar maria berjalan kearah mereka. Tapi Ahjussi yang sering di bully malah ketakutan dan bahkan bersembunyi.
‘Gap Dong, Pemerkosa-Pembunuh Berantai Iltan. Tingginya antara 170 sampai 175. Saat ini 39-46. Perawakan kurus hingga sedang-sedang saja. Hidung mancung, mata sipit.’ Batin Maria.


Maria teringat ketika tangganya di genggam oleh Gap Dong. ‘Menurut saksi tangannya lembut’.



Salah seorang pasien bermain dengan Dokter Maria dan menyuruhnya datang. Pasien itu sengaja memukul-mukulkan tangannya pelan pada tangan maria. Maria pun menangkap tangan pasien itu, Maria merabanya dan mengingat saat tangannya di genggam Gap Dong. Pasien itu bertanya apakah mereka harus bertukar posisi. Maria menolak karena dia belum menemukan tangan yang ia sukai. Dia akan mencarinya sampai ketemu.



Pasien itu tersenyum mendengar jawaban maria lalu melambaikan tangan pada ahjussi gendut. Ahjussi itu menyeret ahjussi yang tadi terus bersembunyi dan memberikan tangannya untuk di pegang. Tapi ahjussi itu ketakutan, Maria hanya menggenggam sekejap, tapi ahjussi itu terus memberontak dan jatuh.
Tangannya tak berhasil di genggam oleh Maria, dia segera kabur. “Itu hampir saja.”


Maria segera membuka penutup matanya, dia melihat punggung ahjussi yang kabur. Dari tatapan  Maria, apakah itu bisa dikatakan curiga?
***
KOMENTAR :
Okeeh, aku buat sinopsis drama ini bareng sama mba Ayu. Jadi  aku harus klop dalam menyebutkan nama namanya. Aku kembali mengubah beberapa, maaf yah. Dari pada nantinya bingung.
Untuk drama ini sendiri, aku masih bingung apakah pelaku dari pembunuhan kali ini adalah Gap Dong, KW’an Gap Dong atau Tae Oh. Tapi kalau semisal ini itu Tae Oh, mungkinkah?
Mungkinkah drama yang genrenya kaya gini dengan mudahnya memberi tahu pelaku pembunuhan tanpa bikin kita penasaran. Atau mungkinkah ini pacar korban pembunuhan? Atau Gap Dong? Entahlah. Dan ahjussi yang sering di bully itu membuatku penasaran. Apa dia Gap Dong?
2 Episode ini masih buat aku penasaran. Semoga sampai akhir terus buat penasaran kita semua.

5 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 2-1"

  1. Seru drmax...klo boleh pict nya d tmbh lg biar tmbh seru....heheheheee...mian klo crwet....duet dgn mbak ayu kan,fight

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gak papa mba. di part 2-2 udah aku coba tambahin, semoga udah cukup. hehe

      Delete
  2. Itu di penjara ya? Bukannya di rumah sakit jiwa ya? .-. Kalo di tempat sub yang aku tonton itu di sub mental hospital. Anyway, thx sinopsisnya! : )

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku emang agak bingung, ini kan kayak rumah sakit jiwa tapi buat orang-orang yang punya kasus gitu tapi butuh rehabilitas.

      Delete
  3. Mksh sinopsisnya mba.. mudah2an endingnya seru..hhee

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^