Sinopsis Drama Korea Gap Dong Episode 1 Part 2


Sinopsis Drama Korea Gap Dong Episode 1 Part 2



Mu Yeom dan Hyung Nyeon dalam perjalanan. Mu Yeom bertanya apakah ada kemungkinan kalau Gap Dong ada dirumah sakit?
Hyung Nyeon merasa itu hal yang mungkin, dan itu menjadi alasan kenapa Gap Dong menghentikan aksinya selama ini karena ia dikurung. Hyung Nyeon mengaku kalau dia sedang mencari saksi ke-9 tapi dia gagal.  Mu Yeom teringat akan gadis yang terlihat shock setelah melihat kejadian pembunuhan oleh Gap Dong. “Oiya, Kim...Kim Jae Hee”
Hyung Nyeon bertanya haruskah ia menemukan nomor telfonnya, tapi sepertinya info tentang dia di rahasiakan. Mu Yeom menyuruh jangan melakukannya, karena sepertinya dia tak ingin mengingat dan terluka. Hyung Nyeon bertanya, “Tapi... bagaimana Chief Yang akan menemukan Gap Dong?”
*Dari sini sampai selanjutnya, Kepala Yang / Yang Chul Gon akan aku panggil Chief Yang.





Chief Yang melihat foto kotoran dan sperma Gap Dong, “Apa masih di Institut Nasional Investigasi Ilmiah?”
Chief Cha meng-iya-kan, dibekukan disana. Chief Yang menyuruh untuk mengecek DNA Gap Dong, DNA grafiti dan DNA para napi juga. Chief Cha hendak menolak, namun Chief Yang segera menimpalinya. “Kau belum menemukan pelaku graffiti. Maka, setidaknya kau harus melakukan sesuatu.”
Chief Cha : “Itu akan sulit. Kita tidak bisa melakukan tes DNA dengan grafiti. Apa kau tahu berapa banyak jumlah pasiennya?”
Chief Yang : “Sekitar 300-400. Kita pernah menguji ribuan dengan melucuti mereka. Kalau sulit maka... Maka tempatkan mereka dalam kurungan secara berturut-turut dan lakukan itu.”
Chief Cha : “Undang-undang batasan hukum berakhir 2 tahun lalu. Ini bisa menjadi isu hak asasi manusia.”
Chief Yang tak perduli dengan UU itu, karena baginya hak hak korban lebih penting. Sedangkan Mu Yeom yang juga ikut dalam rapat mendesah, dasar orang yang merepotkan. Chief Yang mendengar itu tapi berusaha tak perduli dan mengajak Nam Gil makan.
~~~



Gil terkejut mendengar penuturan Chief Yang yang mengatakan kalau mereka juga harus mengecek DNA anak tersangka. Gil tak yakin karena Mu Yeom tak akan memberikannya satu helai rambut pun, Chief Yang menyuruh Gil melakukannya ketika Mu Yeom sedang mengecek DNA di tahanan.



Gil benar benar melakukannya, dia tengah mencoba membuka pintu loker Mu Yeom. Beberapa kali ia salah memasukkan kode sampai akhirnya berhasil. Gil Pun mengambil alat pencukur jenggot Mu Yeom dan mengambil rambutnya.
~~~



Pengambilan sampel pun dilakukan, di antrian itu tampak ahjussi yang sering di bully. Temannya bertanya kenapa dia sangat ketakutan, Ahjussi bertanya apakah dia melakukan sesuatu. Ahjussi membenarkan karena sebenarnya dia mencuri dan meninggalkan kotoran di TKP. Tapi temannya tak yakin kalau kotoran bisa untuk tes DNA. Ahjussi nakal yang membully nimbrung dan mengatakan kalau tekhnologi modern bisa menangkapmu dengan DNA kotoran. “Memang apa yang kau curi?”
“Celana dalam jala” Ucap ahjussi. Dan ini membuat temannya kesal lalu memukul kepala ahjussi itu.
~~~




Maundy memeriksa berkas riwayat Tae Oh tapi tak ada keterangan tentang ayahnya, Maundy menanyakan hal itu. Tae Oh tampak terganggu, ayah sudah meninggal. Maundy menyuruh Tae Oh bercerita mengenai ayahnya, namun Tae Oh menolak karena tak fokus oleh kegaduhan diluar.
Maundy mengerti Tae Oh tak ingin bercerita, kau boleh menceritakannya ketika kau mau. Maundy mengatakan kalau Tae Oh akan keluar besok tapi Tae berkata kalau dia akan tetap berkunjung dan membawa kopi kesukaan Maundy.
“Kapanpun kau ingin, kau boleh berkunjung.” Kata Maundy. Tae Oh senang dan mengajak janji kelingking, tapi Maundy ketakukan ketika Tae Oh menggenggam tangannya.


Mu Yeom tiba-tiba datang, “ Ternyata ada tikus bersembunyi disini?”
Tae Oh menjawab kau dia tikus berarti Mu Yeom kucing. Maundy kesal dengan sikap Mu yeom karena ia sedang melakukan sesi konsultasi. Mu Yeom beralasan kalau dia juga pasien. Maundy menyuruh untuk bertemu lain waktu dan memberikan kartu namanya. [Oh Maria]


Mu Yeom hendak pergi tapi ada sesuatu yang mengganjal. “ Aku penasaran, kenapa ada seorang yang tampan disini?”
Maria merasa kalau pertanyaan itu mengganggu, dia pun mengajak Mu Yeom keluar.


Maria merasa tak suka dengan Mu Yeom yang mengganggu sesi konsultasinya. Tapi Mu Yeom merasa kalau dia itu mirip seseorang, apa kau tak merasakannya?
“Apa yang kau pikirkan? Setidaknya Gap Dong usianya 40-an sekarang. Dia baru 23 tahun.” Ucap Maria. Mu Yeom sendiri tak berfikiran seperti itu, karena dia merasa kalau Gap Dong itu seperti vampire yang tak menua. Maria diam dan menatap Mu Yeom.
“Jangan lihat aku seperti itu. Kau tidak percaya UFO juga, kan?” Mu Yeom kesal.



Maria mengalihkan padangannya pada penghuni penjara yang tengah di ambil sampel DNA’nya, aku rasa mungkin Gap Dong ada diantara mereka. Itu lebih realistis daripada vampire.
“Apa kau bahkan tahu sesuatu tentang Gap Dong asli? Gap Dong tak ada di sana. Menurutmu, apa yang kulakukan? Aku sudah memeriksa mereka seolah aku sedang mencari calon istri. Tapi tak ada.” Mu Yeom kesal.
Maria : “Aku ingin tahu apakah Gap Dong tidak berubah. Bahkan saksi tak mungkin dapat mengenalinya sekarang. Aku yakin Gap Dong pasti sudah berubah. Menjadi sesuatu yang bahkan dunia tak bisa mengenalinya sama sekali. Aku yakin dia mengubah dirinya.”
Mu Yeom akhirnya hanya terdiam mendengar perkataan Maria yang begitu logis.


Sedangkan tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang tengah menatap benci mereka. Ryu Tae Oh.
~~~


Mu Yeom membawa dua kotak besar sample DNA ke laboratoriom. Petugasnya hanya bisa menghela nafas karena sangat banyak, sedangkan disana juga sudah ada tumpukan pekerjaan.
Mu Yeom berkata kalau itu bukan hal yang mendesak jadi lakukan saat dia senggang atau menginginkannya. Lakukan dengan perlahan.





Nam Gil datang ke laboratorium juga membawa sample. Petugas menyuruh untuk mengerti karena tugasnya sangat banyak. Nam Gil mengatakan kalau dia membawa sample tersangka utama. Mu Yeom yang tengah beristirahat di kursi menjadi terbangun dan bertanya, “siapa tersangka utamanya?”
Nam Gil terkejut karena dia tadi tak melihat ada Mu Yeom, Gil segera menyerahkan samplenya tapi petugas menyuruh ditaruh saja. Tapi terburu di ambil oleh Mu Yeom. Gil mencoba merebutnya, hingga sample jatuh. Di bungkusnya tertulis Ha Mu Yeom dan disana ada rambut Mu Yeom.



Chief Yang tengah bertemu dengan Jaksa Park, Chief Yang berterimkasih karena Jaksa Park mau menemuinya. Jaksa Park dengan santai berkata karena mereka bekas teman akrab.
“Akrab?” tanya Chief Yang dingin. Jaksa Park tak lagi basa basi, “Aku pikir itu Ha Il Shik juga, tapi bukti menghilang.”
“Ini tak seperti tak mungkin untuk mendapatkannya kembali.” Ucap Chief Yang. Jaksa Park bertanya seolah tak mengerti, apa maksudmu?


Mu Yeom pergi kekantor dengan geram, Gil mengikutinya berusaha mencegat tapi percuma.




Mu Yeom masuk ke ruang Chief Yang, Chief yang mengatakan kalau ia tengah bertemu dengan tamu. Tapi Jaksa Park menyela kalau dia akan pergi, dia pun berjalan menuju pintu. Ketika berpapasan dengan Mu Yeom dia sedikit terkejut. Dari raut wajahnya tampak kecemasan.
Jaksa Park juga bertemu dengan Chief Cha, dia menyapa dan berkata kalau Chief Cha pasti memiliki masa sulit. Segera beritahu kalau kau butuh bantuan, lalu di iyakan oleh Chief Cha.



Mu Yeom marah, dia memang adalah anak tersangka tapi apakah buruk kalau dia menjadi polisi.
“Aku merasa ini omong kosong karena kau menjadi detektif. Tapi ini sama sekali tidak buruk. Aku punya kesempatan bagus. Aku tak bisa tidur nyenyak selama 20 tahun menyesali kehilangan Tapi aku tak bisa tidur lagi belakangan ini. Gap Dong yang asli.  Kali ini karena penasaran. DNA putra Ha Il Shik dan DNA Gap Dong cocok 99,999%.” Tutur Chief Yang dengan tawanya. Mu Yeom semakin kesal dan menggebrak meja Chief Yang.



“Apa yang akan kau gunakan untuk menangkap Gap Dong saat ini? Undang-undang batasan hukum sudah berakhir. Bisakah kau memenjarakan orang yang sudah mati? Kenapa memunculkan Gap Dong lagi? Kau ingin perhatian media? Kau terbiasa dengan ketenaran? Dapatkan pengobatan jika kau tak bisa tidur. Aku akan memperkenalkan seorang dokter untukmu. Dia juga sangat cantik.”
Chief yang menanggapi dingin, kalau begitu kenapa kau tak mau melakukan tes DNA. Mu Yeom menantang kalau memang Chief Yang menemukan bukti ayahnya lah yang melakukan semua itu maka dia boleh memotong lengannya tapi ketika Gap Dong bukan ayahnya maka Chief Yang harus memotong satu jarinya dan Mu Yeom juga akan tetap memotong jarinya.
Chief Yang tertawa, dia tak akan melakukan semua itu untuk orang bodoh. Dia sudah terluka dan juga anaknya. Gap Dong didunia ini banyak, 1, 2 tiga. Jika hasilnya salah maka ayah Mu Yeom tetaplah menjadi Gap Dong. Dan dia adalah Gap Dong yang pertama. “Kau curiga juga... Kau juga berpikir ayahmu adalah Gap Dong.”




[FLASHBACK]
“Jika kau tertangkap, itu adalah hukuman mati.” Kata Mu Yeom kecil sambil membakar jaket kulit ayahnya. Ayah berusaha mencegah Mu Yeom, dia meyakinkan kalau bukan dia pelakunya. Mu Yeom tetap tak mendengarkan ucapan ayahnya, lalu kenapa ada darah diatasnya? Darah apa itu?
Belum sempat ayah menjelaskan, Chief Yang kesal mendapati jaket yang penuh darah sudah di bakar Mu Yeom.
[FLASHBACK END]



Chief Yang merasa perbuatan yang dilakukan Mu Yeom juga sudah seperti Gap Dong.  Mu Yeom berteriak, Gap Dong sudah mati seperti halnya dengan ayahnya. Tak ada seorang pun dari mereka yang berhasil menangkap Gap Dong. Kalau pun ada, pasti dia sudah menangkapnya. Tak akan membuang-buang waktu seperti Chief Yang.
“Dengan apa kau akan menangkapnya?” Chief Yang meremehkan. Chief Yang sekarang mau mengikuti tantangan Mu Yeom, kalau Mu Yeom bisa membuktikan ayahnya bukan lah Gap Dong dan dapat menunjukkan Gap Dong padanya maka ia akan menyerahkan jarinya.



“Ini takkan mudah. Kau harus bisa mencium bau apa yang mencurigakan. Tapi kau tak bisa karena kau punya bau sama. Monster pemakan orang ditangkap oleh orang. Tak peduli seberapa keras kau mencoba kau... Monster... Anak monster. Anak monster.” Chief Yang merendahkan.
Mu Yeom tak tahan lagi dan berniat memukul Chief Yang.
“Kudengar pemberontakan adalah trend sekarang. Berikan aku pukulan yang terbaik.” Tantang Chief Yang. Mu Yeom segera menarik tangan Chief Yang dan meletakkannya ke meja. Chief Yang terkejut, tapi bukan untuk memotongnya. Mu Yeom hanya menuliskan namanya di jari Chief Yang.



Kepala polisi segera datang ke kantor dan melakukan rapat. Mereka menyidang apa yang dilakukan Chief Yang, meskipun Mu Yeom adalah anak tersangka tetap saja mereka harus mendapatkan ijin Mu Yeom sebelum melakukan tes DNA. Mu Yeom yang sudah sepekat dengan Chief Yang mengatakan kalau dia sudah setuju dengan apapun nanti hasilnya.
Chief Cha mecoba mengingatkan karena hal seperti ini nanti akan menyebar di kepolisian dan media. Kalau hasilnya tak sesuai makan Chief Yang akan mendapatkan kesulitan.
Chief Yang sudah siap dengan semua konsekwensinya dan tetap meminta izin. Jika sesuatu terjadi dia siap untuk berhenti.




Rapat berlangsung sampai pagi, semua sudah kelelahan. Ketua memutuskan untuk melarangnya, dia tak ingin membuat isu di lingkungan kepolisian. Sedangkan DNA yang sudah diproses ia menyuruh untuk menghentikannya.
Mu Yeom tak terima dengan keputusan Ketua, “Apa-apaan ini...” teriaknya.


Mu Yeom pergi ke ruang kerja, dia menemui Hyung Nyeon dan menyuruhnya untuk memberikan kasus. Kasus apapun, Hyung-nyeon menyuruhnya untuk berhenti tapi dia tak perduli dan mengambil berkasnya sendiri. Hanya ada kasus pencurian, dia tambah kesal. “Tak ada pemerkosa, pembunuh, psikopat?”
~~~



Sedangkan di penjara, hari ini adalah hari bebasnya Tae Oh. Dia tampak sangat menyeramkan sekaligus misterius dengan hoddie hitam yang menutupi tubuhnya.
~~~



Mu Yeom berjalan pergi, dia masih terngiang bagaimana saat Chief yang mengatainya sebagai anak Monster.
Sedangkan Ji Wool sedang bersama dengan temannya untuk menjelaskan cerita yang di buat olehnya. Temannya seorang pria, dia sama sekati tidak tertarik dengan apa yang di jelaskan oleh Ji wool. Dia terus memandanginya.
Mu Yeom lewat di tempat Ji Wool, Ji Wool menyapanya dengan senyum cerah. Tapi Mu Yeom tak merespon dan terus berjalan. Temannya bertanya, apa Ji Wool mengenalnya?
Ji Wool sewot, “Siapa? Siapa dia?”. Ji Wool bertanya sampai dimana tadi ia menjelaskan. Dia kembali meneruskan presentasinya.



Teman Ji Wool kegatelan, dia mencoba mengelus rambut Ji Wool. Ji Wool agak terkejut, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menepis tangan itu. Dia Mu Yeol. “Jauhkan tanganmu darinya.”
Ji Wool kesal dengan Mu Yeon, dia menyuruh untuk mengabaikannya saja.
“Karena...itu baik”
“Aku?” Ji Wool girang.
“Tidak, suasana hatiku...” ucap Mu Yeon dingin dan melanjutkan perjalanannya.


Ji Wool memutuskan untuk mengikuti Mu Yeom, dia memandang wajah Mu Yeom karena matanya terlihat ada kilatan di matanya. Dia bertanya apa yang terjadi, apa masalah “Wanita?!!!”
Tak ada jawaban, karena Mu Yeom mendapatkan panggilan. Panggilan selesai. Ji Wool kembali bertanya, “Alasan apa sekarang?”
“Tak ada alasan.” Jawab Mu Yeom dingin.
~~~


“Tak ada alasan?!!” Tanya Chief Cha pada Hyung Nyeon dengan terkejut. Hyungg Nyeon membenarkan, seseorang menusuki pejalan kaku di samping mall.
~~~




Mu Yeom berlari menuju TKP dengan di kejar Ji wool tapi dia tak memperdulikannya. Dia terus berlari, sedangkan Ji Wool menyerah karena tak bisa mengejar Mu Yeom.
Seorang pria sudah membabi buta di depan mall, dia menusuki setiap orang yang di temuinya dengan membabi buta. Disana juga ada Maria Oh yang melihat kejadian itu, tapi dia hanya terdiam dingin. Dengan gaya yang berbeda dari biasanya, apa dia berkepribadian ganda? O_o
Pelaku masih terus membabi buta dan menjadikan salah seorang pelajar sebagai sandra.









Pelaku penusuk sudah membawa sandranya keatas gedung, Mu Yeom juga ada disana. Dia mencoba menyelamatkan, dia mengedipkan sebelah matanya pada pelajar yang di sandra. Dia terus meronta karena ketakutan.
Mu Yeom mendekati mereka dan berkata mungkinkah mereka harus minum soju bersama. “Hidup ini juga sulit bagiku. Kau hanya tak ingin mati sendirian di dunia yang hina ini. Aku tahu bagaimana perasaanmu. Seseorang mengatakan padaku aku anak monster sama sepertimu.”
Mu Yeom pun perlahan mendekati pelaku, tapi dia mengancam kalau sampai selangkah lagi Mu Yeom mendekat maka ia akan menjatuhkan sandranya. Mu Yeom terhenti, dia menatap pelajar itu yang semakin meronta ketakutan.
“Kenapa kau tidak membunuhku saja?” tanya Mu Yeom. Pria itu jadi senang, dia pun menantang Mu Yeom untuk melompat. Mu Yeom terdiam, sedangkan gadis tadi terus meronta. Pria tadi kembali tersenyum menantang, Mu Yeom membalikkan badannya perlahan. Dia posisi siap menjatuhkan diri.



“Kau bodoh. Kau bahkan tak ingin mati, kan?” suara Maria menghentikan Mu Yeom. Mu Yeom menyuruh dokter untuk menjauhi situasi ini.
“Kau ingin melepas gadis-gadis lemah tak berdosa? Aku yakin kau tak pernah menyakiti pria dalam hidupmu.”
 “Kemarilah. Mari kita lakukan. Aku akan membuktikan bahwa kau pecundang.” Tantang Maria. Pria tadi termakan omongan maria, dia segera turun untuk menangkapnya. Tapi dengan segera Mu Yeom menangkapnya dari belakang.




Polisi datang ke TKP untuk menangkap pelaku, Hyung Nyeon senang karena Mu Yeom telah menangkap satu orang. Hyung Nyeon pun pergi membawa tersangka,
Mu Yeon berjalan dengan tertatih, Maria yang ada di belakangnya melihat itu. Ternyata darah bercecer, Mu Yeon terluka. Maria menghentikan Mu Yeom, tapi Mu Yeom hanya berkata Dia bilang dia tak bisa berhenti. Mu Yeom kembali berjalan tapi karena tak kuat lagi, dia pun terjatuh. Maria membantunya,tapi ketika melihat darah mengucur dari perut Mu Yeon, Maria gemetar.
~~~




Seorang wanita berjalan di tengah malam sendirian, dia mencoba menghubungi taxi tapi karena daerahnya mungkin terpencil tak ada kendaraan yang mau menuju ke tempat ibu tersebut.
Suara siulan terdengar, ibu itu pun menjadi ketakutan. Dia mempercepat langkahnya. Di balik semak, ada seorang yang mengikuti ibu tersebut.
Siulan berhenti, ibu penasaran dan berbalik. Tak ada siapapun tapi tiba tiba tubuh pria yang misterius menangkap ibu itu.
[Kasus 1 terjadi 24 Desember 2013]
***

3 Responses to "Sinopsis Drama Korea Gap Dong Episode 1 Part 2"

  1. terimakasih sudah buat sinopsisnya.. membantu sekalii. Ditunggu post selanjutnya.

    ReplyDelete
  2. oiyaa kalau bisa, setiap percakapan dalam drama nya jangan sampai ada yang terlewat, sekecil apapun ... hehe hanya saran ^^ tetap semangat !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ^^ aku usahakan.
      tapi pasti gak akan semuanya ya. kalo semua nanti jadi pasti jadi panjang banget.

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^