Sinopsis Drama Korea Gap Dong Episode 1 Part 1


Sinopsis Drama Korea Gap Dong Episode 1 Part 1



[1996. Iltan, Provinsi Gyeong-gi]
Di gelapnya malam, seorang gadis berjalan sendiri dengan menarik kopernya. Di balik semak, tampak seorang yang misterius tengah mengikuti gadis itu. Pria itu mulai bersiul santai sambil berjalan searah dengan sang gadis. Jelas saja ini membuat gadis itu takut dan mempercepat langkahnya.





Siulan terhenti. Masih dengan ketakutannya dia penasaran dan menengok untuk melihat keadaan sekitar. Tak ada seorang pun disana, namun tiba-tiba seorang pria berlari dan menangkap gadis itu.
Tampak gadis lain berada di tempat gadis tadi dan melihat boneka mainan. Saat menengok dia melihat gadis tadi tengah meronta karena dibekap oleh pria misterius tersebut.
Sedangkan di sebuah hutan, seorang anak laki-laki tengah berjalan sambil memainkan tongkatnya.



Kembali ke pria misterius. Dengan tangan gemetaran, gadis tadi bermain batu gunting kertas dengan pria misterius. ‘Batu, gunting...kertas’



Suara mobil polisi menggema, Mu Yeom si anak laki-laki tadi terkejut mendengarnya. Dia pun segera berlari menuju sumber suara.
Sedangkan di semak ilalang, sudah ditemukan sesosok mayat gadis yang tergeletak. Polisi mulai menyelidiki di tempat kejadian. Mulai dari koper yang berantakan, dan juga sebuah kaos kaki untuk menyumpal mulut si gadis, tangan dengan simpul ikat yang aneh.


Sedangkan gadis yang selamat, ibunya tengah menenangkan gadis tersebut namun gadis itu hanya terus terdiam dengan pandangan kosong. Meskipun tak ada luka sedikitpun tapi dia sangat shock melihat pembunuhan tepat berada di depan matanya. “Tak apa Jae Hee ibu ada disini” Ibu mencoba menenangkan putrinya.



Mu Yeom mencoba melihat ke TKP namun polisi mencoba menghalanginya. Yang Chul Gon (Sung Gong Il) yang tak jauh dari tubuh mayat melihat kehadiran Mu Yeom, ia segera menghampirinya.
“Ada siapa ini? Ini putra Il Shik.” Ucap Chul Gon merendahkan. Sedang Mu Yeom memperlihatkan wajah kesalnya.
“Bagaimana kau bisa datang ke sini? Bau darah? Kau di sini untuk membunuh seseorang?” Lanjut Chul Gon. Mu Yeom mendengar ucapan Chul Gon menjadi marah, dia mencoba menahannya. Namun tangannya bergetar memegang tongkatnya.
“Kenapa? Kau ingin memukulku dengan itu?”


“Aku akan menangkapnya. Gap Dong.” Ucap Mu Yeom mantap. Chul Gon tersenyum meremehkan ucapan Mu Yeom. “Kau akan menangkap Gap Dong? Anak monster, menangkap monster?”
Chul Gon pergi meninggalkan Mu Yeom kecil dengan tawanya, sedangkan Mu Yeom tampak begitu kesal.
[GAP DONG]
[EPISODE 1] [17 Tahun Kemudian]


Han Sang Hoon (Kang Nam Kil) tengah mempresentasikan kasus tentang Gap Dong.
“Bagaimana kita harus menamai pembunuh berantai ini? Nama, wajah, pekerjaannya tidak diketahui. Tuan pembunuh? Bajingan penusuk? Tidak terdengar bagus, kan? Tapi kita tidak bisa memanggilnya orang itu. Kenapa? Karena pembunuh bukanlah manusia. Detektif memanggilnya Gap Dong. Inggris menyebut pembunuh berantai yang membunuh 4 pelacur dan menghilang sebagai Jack the Ripper. Gap Dong itu seperti versi Koreanya.”



“Kasus 1 terjadi 20 tahun saat natal. Wanita berusia 30-an pulang setelah merayakan natal. Dia diikat dengan tali pembungkus kotak kue. 24 Desember 1993. Dia diikat dengan tali pembungkus kotak kue. Dia ditemukan mati di dekat rumahnya. Ini adalah awal dari 9 perkosaan yang dilakukan oleh Gap Dong.”



“Ada Pertanyaan.” Salah seorang meng-interupsi. “Bukankah psikopat tidak mampu mengendalikan diri mereka sendiri? Bagaimana Gap Dong mampu bertahan selama 20 tahun?”
“Hanya Gap Dong yang tahu itu.” Jawab Sang Hoon dengan enteng.
~~~


Beralih ke kantor Chul Gon, dia tengah mendapatkan penghargaan. Mungkin karena kesuksesan tentang kasus yang di tanganinya.
“Kau yang terbaik, Harimau Seram, Yang Cheol Gon. Kau sudah memikirkan dimana kau ingin ditempatkan?”
Chul Gon diam, Ketua mengatakan kalau ada rumor yang mengatakan dia akan di tempatkan di Blue House. “Bagaimana dengan Iltan?” Tanya Chul Gon. Ketua polisi agak terkejut, bukankah Chul Gon akan mendapatkan hidup yang lebih baik masa dia akan menjadi anjing seumur hidupnya.
“Pak, saya ingin mengakhiri karir saya untuk menemukan si bajingan itu.” Ucap Chul Gon.
~~~




Seorang pencopet telah berhasil mendapatkan tas korbannya, namun dengan segera ada seseorang yang menghentikannya. Pencopet itu segera muram dibuatnya. Orang yang menghentikan itu ternyata Moo Yeom yang sudah tumbuh dewasa, dia meminta dompet yang diambil oleh copet tadi. Dia memberikan uang yang ada di dompetnya pada si copet. Namun aksi Moo Yeom melepaskan penjahat kepergok oleh Detektif Nam Gil ( Dong Min Sung). Moo Yeom menyuruh si pencopet pergi dan agar dia lebih berhati- hati.
“Aigoo, Detektif Nam Gil terhormat. Apa kau tak punya hal lebih baik untuk dilakukan?” Sapa Moo Yeom sok ramah. Tak ada jawaban, Detektif Han hanya menunjukkan borgol, “Kau ingin pergi memakai ini atau tidak?”
Moo Yeom sebal, memalukan. Dia meminta untuk melakukannya diam-diam.



[Kantor Polisi Iltan]
“Dia seorang penjahat kelas teri. Haruskah anda lemparkan anak-anak ke dalam bilik tahanan?” Moo Yeom mencoba membuat alasan atas aksinya. Cha Do Hyuk (Jung In Gi) yang tengah mengintrogasi bertanya, sudah berapa kali Moo Yeom melakukan hal itu?
Moo Yeom : “Kejahatan kelas teri adalah kejahatan yang diperlukan untuk menurunkan tingkat pengangguran dan menstimulasi perekonomian.”
Do Hyuk : “Kau mau dipecat?”
Moo Yeom : “Saya punya 7 anggota keluarga. Saya harus mencoba yang terbaik sebelum dipecat.”
“Ah, sudahlah cukup. Oke, Oke. Anak yatim atau janda, semuanya akan dicela jika mereka mencuri sebuah donat. Saya akan bekerja keras, Pak Kepala.” Moo Yeom menyerah.



Do Hyuk menunjukan sebuah artikel koran yang memuat tentang Chul Gon. Do Hyuk memberitahu kalau Chul Gon akan menjadi kepala baru untuk tim detektif. Moo Yeom terkejut karena itu sangat tiba-tiba, kenapa sangat tiba-tiba?
“Dia tidak datang untuk berpesta.”
“Dia ingin menangkap bajingan itu? Apa dia sudah pikun? Mana bisa dia masih mengikutinya? Undang-undang batasan hukum sudah tak berlaku lama!” Ucap Moo Yeom marah.
~~~



Ma Ji Wool ( Kim Ji Won) berjalan menuju ke biara dengan mengendap-endap. Dia celingukan, biksu biksu kecil yang melihat kehadirannya langsung memanggil dan mendekatinya. Ji Wool menyuruh mereka untuk diam, dengan segera mereka diam dan menengadahkan tangan mereka. Ji Wool mengerti, dia pun membagikan permen yang dibawanya. “Dimana Biksu Gila?”
Mereka segera menunjuk ke biara.
*Biksu Gila alias Mad Monk itu sebutan buat Moo Yeom.


Ji Wool pun segera menuju ke biara namun bertemu dengan Biksu Jinjo yang segera menegurnya karena Ji Wool telah kabur dari sekolah lagi. Ji Wool menolak dianggap kabur, karena dia sudah tau masa depannya. Jadi dia tak sekolah pun mungkin maksudnya dia udah punya masa depan.




Ji Wool melihat Moo Yeom yang tengah berdoa, dia segera mengeluarkan peralatan gambarnya. Ji Wool mulai mengira-ira dan memulai melukis wajah Moo Yeom. Dia sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa memiliki kesempatan melukis wajah Moo Yeom.
Tapi di tengah asiknya menggambar, Moo Yeol mengambil gambar Ji Wool. “Siapa bilang kau boleh menggambarku? Kau masih belum berubah. Sebagai pelanggaran hak melukis, ini pencurian namanya.”
Ji Wool menyuruh untuk berhenti memanggilnya pencuri. Ji Wool berjanji akan memberikan komisi kalau dia mendapat jackpot, lagian nanti kalau dia sudah kaya bukankah Moo Yeom akan mengejarnya.




Belum sempat menjawab, Istri menelfon. Bukan istri dalam arti sesungguhnya namun ternyata itu adalah Lee Hyung Nyeon (Jo Ji Hwan, rekan kerja Moo Yeom).  Hyung Nyeon memberitahu kalau untuk upacara besok memakai jas. Moo Yeon merasa itu membuang-buang waktu saja. Tapi Hyung Nyeon untuk melakukannya saja, “Oh iya, tunggu. Mereka bilang ada grafiti aneh. “
Moo Yeon menolak karena dia sedang bebas tugas.
“Mereka bilang kau harus memeriksa apa yang tertulis di situ. Ini isu yang sensitif bagi Kepala Seo.”
“Apa tulisannya?” Tanya Moo Yeom.
~~~


Institut Psikiatri Forensik adalah penjara plus rumah sakit jiwa. Sepertinya perbuatan orang gila tapi kita harus memeriksanya.


Para penghuni penjara tengah melakukan olah raga, mereka bermain basket. Diantara semuanya ada salah seorang yang menonjol dan sepertinya lihai dalam bermain basket. Ryu Tae Oh ( Lee Joon).



Seorang ahjussi yang agak punya gangguan mental sepertinya, berjalan dengan tergesa sambil membawa roti. Namun ada ahjussi lain yang nakal, dia sengaja mempelanting kaki si ahjussi dan membuatnya jatuh bersama dengan roti yang dibawanya. Ahjussi nakal tadi menyuruh untuk memakan roti itu, dia menuruti. Tapi si ahjussi nakal menyuruh makan tanpa membuang debunya. Tapi sebuah bola menghantam roti tadi, membuat semua rotinya jatuh. Siapa pelakunya?
Tae Oh, dia minta maaf karena tak sengaja. Ahjussi nakal marah, tapi tak berani untuk mem-bully Tae Oh dan mengajak kawannya pergi.



Tae Oh mengambil bolanya, tepat saat itu dia melihat Moo Yeom datang ke penjara. Tae Oh yang melihat kedatangannya tersenyum menakutkan, dan melempar bolanya kembali.




Moo Yeom menuju ketempat graffiti yang harus di check olehnya. Seorang petugas menunjukkan tempatnya. Moo Yeom terkejut melihat tulisan itu, ‘Aku Gab Dong Yang Asli’. Moo Yeom terdiam melihat tulisan itu.
Seorang petugas masuk keruangan, dia bertanya apa dia bisa melanjutkan pekerjaannya. Dan apakah ia bisa ia lakukan dengan tulisan itu?
“Hapus itu. Toh, itu bukan karya seni atau apa pun.” Ucap Moo Yeom. Sedang para penghuni penjara berdesakan, penasaran dengan apa yang terjadi. Diantaranya Tae Oh yang tersenyum melihat graffiti tersebut.
~~~




Foto para korban Gab Dong tertempel rapi diruangan Sang Hoon. Sang Hoon mengatakan kalau ketika mereka berfikir telah mendapatkan Gab Dong, tapi tiba tiba dia muncul lagi. Kita pikir kalau sudah menangkap mereka, tapi dia telah pergi.
Moo Yeom : “Kau yakin dia manusia? Apakah DNA di Institut Nasional Investigasi Ilmiah menyebutnya manusia? Bukan tikus, alien atau hantu? Apakah itu manusia? Homo sapiens?”
Sang Hoon juga tak bisa menjamin hal tersebut. Moo Yeon bertanya kenapa Sang Hoon percaya kalau pelakunya bukan ayahnya?



“Ini ciri khas yang ditinggalkan Gap Dong. Simpul yang rumit untuk mengikat korban.” Jelas Sang Hoon. Moo Yeon bertanya apakah itu tak bohong, kenapa dibuku tak ada. Sang Hoon mengatakan kalau itu di sengaja, kalau itu di muat dibuku maka semua orang bisa mengaksesnya di perpustakaan nasional.
“Tapi bagaimana ini membuktikan ayahku tidak bersalah?”
Sang Hoon : “Sepatumu... Kau tidak bisa mengikatnya, kan? Kau tak pernah mempelajari caranya. Ayahmu tidak bisa mengikat sepatu putra satu-satunya.”
~~~


Sang Hoon dan Moo Yeom pun minum bersama. Moo Yeom penasaran, apakah Gap Dong masih hidup?
Sang Hoon : “Setidaknya Kepala Yang Chul Gon berpikir begitu. Dia kembali setelah sekian lama.”
Moo Yeom : “Kudengar kau orang buangan, tapi kau cepat mendengar isu.”
Sang Hoon : “Berpijaklah di kakimu sendiri. Ini seperti nasib buruk yang tak bisa kau hindari.”
~~~



Kepala Yang Chul Gon dalam perjalanan ke kantor Polisi Il Tan. “Benar-benar berubah”
Sama halnya dengan Moo Yeom yang berjalan ke kantor. Dalam jalannya, dia teringat masa lalu. Dimana Kepala Yang menyiksa ayahnya saat mengintrogasi.


Upacara penyambutan kepala polisi pun dilaksanankan. Semua memberi hormat.
Kepala Yang : “Iltan seperti mantan istri bagiku. Kami menghabiskan masa-masa muda kami bersama-sama. Kami menghabiskan masa ketidak-dewasaan kami bersama-sama.”





Kepala Yang teringat saat saat ia melakukan penyelidikan untuk para korban Gab Dong, dan serius ini benar-benar mengerikan. Mungkinkah ini gambar asli, karena Gab Dong emang beneran ada kan.


Sedangkan Moo Yeom tak menghadiri upacara, dalam pikirannya berkecamuk banyak pertanyaan. “Kenapa setelah bertahun-tahun? Mungkinkah dia datang untuk memeriksa itu?”



[FLASHBACK]
Moo Yeom kecil berlari dan bertanya pada tetangganya, apakah mereka melihat ayahnya. Namun mereka tak tau, dan langsung pergi meninggalkan Moo Yeom. Sedangkan ada beberapa kelompok anak berjalan, mereka melihat Moo Yeom segera ketakutan dan berlari melihat Moo Yeom.
Beberapa ahjumma yang lewat pun menggunjing tentang dia, mereka bergosip kalau polisi melihat ada darah di jaket yang di pakai ayah Moo yeom.



Kepala Yang mengintrogasi Il Shik (Ayah Moo Yeom), dia menyuruh Il Shik untuk mengakui perbuatannya agar bisa terhindar dari hukuman mati. Kepala Yang menanyakan lagi, Dimana jaketmu?
Seolah tak terusik dengan pertanyaan itu, dia bernyanyi. Wajahnya sudah penuh darah karena perlakuan kasar Kepala Yang.



Moo Yeom mengintip di balik pintu ruang introgasi, ayahnya di tendang oleh Kepala Yang. Dia sangat sedih melihat keadaan ayahnya yang diperlakukan tak manusiawi. Seorang petugas menyuruh Moo Yeom untuk masuk, sedangkan Il Shik menyuruh Moo Yeom untuk pergi.
Kepala Yang : “Aku tak bisa mendapat keterangan dari ayahmu. Bisakah aku bertanya padamu? Dimana jaketnya?”
Moo Yeom : “Jika kau belum menemukan bukti, biarkan dia pergi. Dia bilang dia tidak melakukannya. Dia bilang dia tidak melakukannya! Aku akan lapor pada presiden!”
Moo Yeom sudah sangat marah dan memukul Kepala Yang.


Kepala Yang kesal dan menarik Moo Yeom, tanyakan pada ayahmu dimana jaketnya?
Berusaha melindungi anaknya, Il Shik mengatakan kalau yang melakukan semuanya adalah Gab Dong. Kepala Yang penasaran, siapa Gab Dong?
“Itu adalah hantu yang hidup di atas bukit di belakang rumah kami. Hantu itu suka makan perawan.” Jelas Il Shik. Kepala Yang jelas tak percaya dengan pengakuan yang tak logis tersebut, dia tertawa dan kembali memukul Il Shik. Aneh juga, orang idiot masih di introgasi.
[FLASHBACK END]


Dengan tanpa seragam, Moo Yeom datang ke tempat upacara penyambutan. Dia memberi hormat dan meminta maaf akan keterlambatannya. Do Hyuk mencoba melindungi Moo Yeom dengan mengatakan kalau Moo Yeom dia beri tugas semalam. Tugas Penting. “Tugas penting apa?” Tanya Kepala Yang.
Do Hyuk : “Dia seorang kopral.”
Kepala Yang : “Bagaimana aku bisa tahu pangkatnya tanpa seragamnya?”
“Tugas sangat besar, saya harap anda tidak tersedak makanan. Aku Gap Dong asli.” Jelas Moo Yeom. Semua orang terkejut mendengar Gab Dong disebutkan, tak terkecuali Kepala Yang.


Kepala Yang tertawa setelah keterkejutannya, dia mendekati Moo Yeon dan mencium bau alkohol. “Apa Kau mabuk?” tanyanya.
Moo Yeom : “Seorang pria terlupakan kembali dengan grafitinya. Dan musuh datang kembali dengan semarak.”
Kepala Yang : “Apa kau tahu siapa yang melakukannya?”
Moo Yeom : “Tidak perlu untuk mencari tahu. Saya yakin dia menyambut anda kembali. Anda menyiksa banyak orang dan menuduh mereka sebagai Gapdong. ”
Kepala Yang : “Saya yakin salah satu dari mereka melakukan lelucon yang disertai dendam.”
Moo Yeom : “Mari kita katakan itu sebuah lelucon.”
Kepala Yang menyuruh Do Hyuk untuk mencari orang iseng yang menulis grafiti tersebut.



Upacara penyambutan selesai, para petugas sedang menggerombol untuk bergosip. Oh Young Ae merasa kalau Kepala yang harus diturunkan karena dia telah membuat pengakuan salah dan membuat seseorang harus mengakui untuk mendapatkan hukuman mati. Apalagi setelahnya dia mengirimkan anaknya ke perguruan tinggi.
Nam Gil tak sependapat dengan Young Ae, tak mungkin Kepala Yang membuat seorang mengakui. “Harimau Seram kembali, jadi Biksu Gila harus membersihkan tindakannya.”



Kepala Yang melihat berkas penyelidikan Pemerkosaan Pembunuhan Berantai Iltan. Do Hyuk datang, Kepala Yang bertanya mungkinkah Moo Yeom yang menulis grafiti tersebut untuknya karena sorot mata Moo Yeon seolah mengejeknya. Do Hyuk sepertinya tak sependapat, dia tak mengatakan langsung tapi dia berkata kalau mungkin seperti mimpi buruk untuk Moo Yeom harus bekerja sama dengan Kepala Yang yang telah dianggap sebagai pembunuh ayahnya.
Kepala Yang tak masalah, dia tetap mengatakan kalau Il Shik adalah Gap Dong pertama. Mungkin untuk dulu tak ada tekhnologi sehingga mereka tak bisa menangkap Gap Dong namun sekarang ada tekhnologi modern. Do Hyuk mengatakan kalau Gap Dong sudah mati, bagaimana mereka menangkap orang mati.
“Jejak. Kita punya jejak yang ditinggalkan oleh Gap Dong.” Ucap Kepala Yang penuh ambisi.
~~~


Di tempat grafiti, para detektif datang untuk penyelidikan namun tempatnya telah di rombak. Petugas bertanya pada Moo Yeom apa yang bisa mereka temukan di tempat ini?
Moo Yeom menyuruh dia untuk seolah bekerja lalu pergi.


Hyung Nyeon bertanya apa mereka akan pergi dengan tangan kosong, apa mereka tak akan marak kalau tau Moo Yeom mengubah kamar mandinya. Moo Yeon tak perduli melihat di penjara tersebut, ada sesuatu yang membuatnya tertarik. Seorang dokter wanita yang tengah melakukan treatment pada penghuni penjara. Salah seorang suster menjelaskan kalau dia Maundy, dokter baru yang bekerja bekerja keras, mendengarkan cerita dan sejarah para pelaku.



Salah seorang dari mereka mendapat giliran treatment, dia mengatakan kalau dokter Maundy cantik. “Jadilah pacarku”
Ini membuat seisi ruangan meneriaki orang itu, sedangkan Tae Oh hanya tersenyum melihatnya. Ngeri.



Tiba giliran Tae Oh menerima treathment, dia pun mengisi baskomnya dengan air. Tapi Moo Yeom datang dan merebut baskom tersebut. Tae Oh jelas kesal, tapi tetap diam. Moo Yeom meletakkan baskomnya dan menarik tangan dokter lalu berbisik, “Kau pikir mereka akan sangat menghargainya? Bayangkan apa yang mereka pikirkan saat mengawasimu.”
Moo Yeom melepas tarikannya, Dokter menjelaskan kalau theathment mencuci kaki itu untuk menjalin kedekatan dengan pasien. “Jika bukan pasien, pergilah.”
“Anggap saja aku pasien. Beri aku belas kasihan juga.” Pinta Moo Yeom dengan ketus. Maundy melakukan threatment itu tapi dengan mengurut kaki Moo Yeon dengan kasar. Moo Yeon meringis kesakitan, Tae Oh yang melihat itu menjadi tersenyum.
~~~



Moo Yeom menceritakan apa yang dialaminya pada dokter Maundy,
“Ada seseorang yang terus muncul dalam mimpiku. Selama 20 tahun sejak aku masih kecil. Aku mengejarnya di mimpiku juga. Tolonglah tetap hidup. Lalu, aku akan menemukanmu. Tapi Aku memutuskan suatu hari untuk menghapus dia dari ingatanku. 18 Januari 2011. Itu hari hujan yang dingin. Aku mengucap selamat tinggal padanya.”


Tanggal 18 Januari 2011, hari itu dimana undang-undang batas hukum untuk kasus Gap Dong.
“Masalahnya adalah dia ingin memulai lagi.”
 Ketika grafiti yang ditemukan di penjara. [Aku Gap Dong Asli]
“Aku harus bagaimana?” tanya Moo Yeom. Tapi kemudian di meminta maaf dan mengatakan kalau tadi adalah kisah percintaannya, maaf telah membuatnya mendengarkan kisah cinta yang membosankan. Moo Yeom berjanji akan mentraktir Maundy.


“Apa dia Gap Dong?” Tanya Maundy mengejutkan Moo Yeom. Bagaimana dia tau.
“Gap Dong, Pemerkosa-Pembunuh Berantai Iltan. Tingginya antara 170 sampai 175. Usianya antara 19-25. Saat ini 39-46. Perawakan kurus hingga sedang-sedang saja. Hidung mancung, mata sipit. Tangan lembut menurut saksi” Jelas Maundy.
Moo Yeom : “Apa Ini? Apa kau melihatnya?”
Maundy : “Orang-orang menanggapi dengan dua cara saat mereka bertemu cinta pertama lagi. Mereka bertindak acuh tak acuh atau mengikutinya secara jujur. Kau mencoba bersikap acuh tak acuh, bukan? Kau tahu bagaimana pandanganmu saat kau bicara tentang Gap Dong? Kau terlihat seolah menemukan alasan untuk hidup. Seolah-olah kau menunggu hari ini sepanjang hidupmu. Kau takkan pernah lupa tentang dia, kan?”
Moo Yeom sadar kalau Maundy sekedar menyamakan cinta pertamanya dengan Gap Dong.
~~~



Tae Oh dan yang lain tengah berada di dapur untuk membungkus kue, namun Tae Oh tak melakukan apapun dan hanya memandang pria yang ada di depannya. Seolah mendapatkan mainan yang membuatnya tak berpaling.
“Kau . . . Gap Dong.” Ucap Tae Oh mengejutkan. Sejenak pria didepannya berhenti memasukkan kue namun sejenak kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya.
“Kau ternyata di sini selama ini? Senang bertemu denganmu, Gap Dong. Kau Tuhanku. Pahlawanku.” Tae Oh senang. Gap Dong mengikat pita untuk menghias kotak kue, dia menggunakan simpul rumit tanda dari Gap Dong.
“Simpul itu adalah sebuah mahakarya.”
~~~


Malamnya, Teman Tae Oh bertanya padanya apakah mungkin seorang Gap Dong ada di tempat mereka. Namun baginya, sepertinya itu tak mungkin. Itu 100% bohong.
Tae Oh yang tau akan keberadaan Gap Dong hanya tersenyum penuh arti.
~~~


Penyelidikan masih berlanjut sampai keesokan harinya, kali ini dengan mengecek satu persatu tulisan dari para penghuni penjara. Salah seorang dari mereka mencoba menulis, namun tulisannya sangat berbeda dengan yang kemarin. Ini hanya membuat yang lain tertawa ketika dia tak sengaja menyemprotkan pewarnanya ke wajah sendiri.
***
Komentar :
Drama ini benar benar menarik menurutku, aku sudah menonton sampai episode 2 dan alurnya berjalan dengan sangat cepat. Aku bertanya tanya, apakah mereka gak akan kehabisan cerita padahal ini 20 ato gak 16 episode. 2 episode saja sudah banyak clue yang bertebaran. Dan ada 1 orang yang aku curigai jadi Gap Dong. *Sok tau deh.
Tapi yang paling buat aku ngeri adalah, klip klip para korban yang meninggal karena aksi Gap Dong. Benar benar ngeri, itu beneran kaya nyata. Gambarnya nyata banget, tapi kalau mau nyari info tentang kasus Gap Dong yang sesungguhnya aku males buat lihat luka luka kek gitu. Gak deh, gak.
Lagi, sama akting Lee Joon. Beneran senyumannya dia buat aku merinding gila. Bertolak belakang dengan sifat aslinya yang cerah ceria, dan sekarang liat dia jadi psyco. Asal jangan kebawa sampai ke kehidupan nyata aja deh.haha . Dan menurutku, akting dia makin kesini makin keren deh.
Dan lagi, kisah ini membuat aku sadar bahwa pulang malem sendirian atau jalan malem sendirian itu gak baik, khususnya buat cewek. Bahaya banget, pokoknya harus lebih hati-hati deh. 

2 Responses to "Sinopsis Drama Korea Gap Dong Episode 1 Part 1"

  1. stju mba, akting lee joon yg jdi psyco keren. Aq lum nonton sh, tpi liat pic'a j dah kliatn... Salut bwt lee joon.... Thanks bwt sinopna mba, dtnggu klanjutna....

    ReplyDelete
  2. keren banget aktingnya bang joon. bakalan jd aktor watak nih bang joon. sangar. stuju bgt mbak senyumnya, bang joon itu buueda banget sama aslinya. Lanjut terus sinopsis selanjutnya ya mbak. Fighting

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^