[K-MOVIE] Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 2

 [Rockin’ On Heaven’s Door Part 1]

Chung-ui merebahkan tubuhnya yang kelelahan setelah seharian menjalankan tugasnya di rumah sakit. Sebuah suara musik dari luar kamarnya membuat Chung-ui penasaran dan kembali bangun.


Chung-ui berjalan ke sebuah rumah kecil tempat suara itu berasal, ternyata itu adalah suara band Hae-eun, Moo Sung (boss), Bong Sik (orang yang menumpang ke karaoke) dan Anna. Chung-ui yang sedang mengintip mereka nge-band dikejutkan dengan pertanyaan Himchan yang ikut bersamanya, bukankah dia sangat bagus bermain piano? Ha-eun bahkan memenangkan kompetisi tingak junior.
Chung-Ui heran kenapa ada band disebuah rumah sakit. Himchan menjelaskan kalau mereka ber-empat adalah band rumah sakit, Phoenix band. “kau tidak pernah mendengar tentang Mozart effect?”
Chung-ui tak tau. Himchan mengatakan kalau seseorang sakit yang mendengarkan musik akan membantu mereka menjadi lebih baikan dan merasa senang. Himchan mengajak Chung-ui masuk dan jangan mengintip seperti pencuri. Jelas Chung-ui menolak dan menyuruh Himchan saja. Himchan juga seperti tikus yang mengendap-endap.
Chung-ui pergi, sedangkan Himchan masih memandangi Ha Eun yang sedang memainkan piano. Woy, masih kecil. Keke

Chung-ui tidak bisa tidur, mengeluh karena rumah sakit itu lebih buruk dari pada penjara. Sedangkan Kwang Sam tertidur pulas sampai-sampai mendengkur. Chung-ui kesal karena dia bersikap seolah itu rumahnya sendiri. Dia memukul Kwang-sam dan menanyakan keberadaan pil tidurnya. Kwang-sam tak tau, mungkin di tempat Chung-ui meninggalkannya.
Tambah kesal lagi Chung-ui, sialan!
~~~

Alarm sudah berbunyi, Kwang-sam terkejut. Lalu membangunkan Chung-ui yang tertidur pulas karena semalam dia tak bisa tidur.



Chung-ui bergegas karena Anna pasti akan akan menghukumnya.
Klik, Ha Eun memotret Chung-ui yang sedang tergesa. Chung-ui kesal karena lagi lagi Ha Eun mengambil gambarnya. Ha Eun ternyata disuruh oleh Anna untuk mengawasi Chung-ui, dan dia sudah terlambat 30 menit. Chung-ui menyuruh Ha Eun untuk melepasnya sekali ini, aku akan memberimu tiket konser. Ha Eun senang, kapan konsernya.?
Chung-ui mengatan kalau itu tahun depan. Ha Eun ragu, kalau begitu aku mungkin tidak akan bisa menghadirinya. aku tidak ada banyak waktu lagi buat menjalani hidup.
“memangnya kau sakit apa ? mereka tidak bisa mengobatinya ?” tanya Chung-ui. Leukimia, jawab Ha Eun. Sekarang Chung-ui iba, Ha Eun mengatakan kalau dia tidak akan bilang pada Anna asal Chung-ui mau foto dengannya.
Mereka pun mengambil foto bersama.


Dokter dan suster berlari tergesa melewati Chung-ui selain itu kepala rumah sakit dan Anna pun juga. Ha Eun dan Chung-ui berpandangan, bingung.



Seorang nenek dalam keadaan kritis, dia sudah di temani menantunya. Nenek itu, Nyonya Park bertanya dimana Young Sik, putranya. Menantunya menyuruh Nyonya Park untuk bertahan karena Young Sik tengah dalam perjalanan. Nyonya Park mengatakan kalau mungkin dia akan merasa lebih baik kalau pergi setelah melihat anak bodohku.
Anna yang sedari tadi disana menyarankan untuk melakukan video call.




Mereka melakukan video call, Young Sik masih dalam perjalanan. Nyonya Park terharu melihat Young Sik, Young Sik menyuruh ibunya untuk bertahan, aku sebentar lagi sampai. Nyonya Park meng-iya-kan, dia akan menunggu. Berhati-hatilah, jangan sampai kecelakaan.





Kepala rumah sakit mencoba menguatkan. Nyonya Park menatap sayang pada menantunya, kau sudah ku anggap seperti putriku sendiri. Itulah ucapan terakhir Nyonya Park, dia telah meninggal. Menantu Nyonya Park tak bisa menahan lagi tangisnya. Anna juga merasakan kepedihan itu, tak terkecuali Chung-ui yang ternyata sedari tadi berdiri diluar ruangan Nyonya Park.




[FLASHBACK]
Seorang ibu terbaring dengan alat medis menempel diseluruh badannya. Chung-ui berdiri disana menatap pedih kondisi ibunya. Dokter mengatakan pada ayah Chung-ui kalau kemungkinan Ibu Chung-ui untuk hidup sangatlah kecil.
Ayah Chung-ui bingung dengan situasi ini, dia menatap anak Chung-ui.


Chung-ui menatap sedih keluar kaca mobil, kenapa kau melakukan ini?
Ayah tak bisa menjawab, sekarang mereka sudah mengenakan pakaian berkabung. Ibu telah meninggal, sepertinya ayah memilih untuk melepaskan alat bantu ibu Chung-ui.
[FLASHBACK END]




Chung-ui pergi, Anna keluar dari ruangan Nyonya Park dan melihat kepergiannya.
Chung-ui masih memikirkan kejadian tadi. Anna menemuinya, kau takut?
“bagaimana kau bisa menyebut tempat berisik ini sebagai rumah sakit? mereka membiarkan pasien merokok. mereka menutup mata kepada para pasiennya. mereka bahkan tidak meletakkan seorang nenek yang akan meninggal ke ruangan respirator.” Chung-ui heran. Anna menjelaskan kalau karena ini adalah rumah perawatan dimana dia akan membuat pasien merasa dirumah sendiri. Chung-ui masih tak terima, apakah mereka hanya duduk dan menunggu kematian?
“bukan menunggu waktu untuk mati. tapi bersiap buat mengucapkan sampai jumpa.” Jelas Anna. Chung-ui muak dengan alasan itu, semua berakhir di sini.


Chung-ui berniat pergi dari rumah sakit itu. Kwang Sam menarik dua koper besar mulik Chung Ui.
“Hey. Kau punya rokok?” tanya Moo Sung menghentikan Chung-ui.




Chung-ui akhirnya ngobrol dengan Moo Sung, dia menanyakan apakah Chung-ui berniat kabur dan menjadi pecundang.
“Rasanya menakjubkan saat kau berfikir ini adalah rokok terakhirmu. Satu hisapan bisa membawaku ke masa kanak-kanakku. Lalu aku mengisapnya lagi dan aku mengingat wanita yang aku cintai. Dia punya bokong yang bagus . Tubuh yang luar biasa ! Lalu aku mengisapnya lagi , dan aku menyesal tidak mengubur bajingan itu.” Cerita Moo Sung sambil mengisap rokoknya.
Dia kemudian menunjukkan kalender yang di setiap tanggal terdapat foto pasien rumah sakit. Itu seperti denah hari perkiraan kematian mereka. Moo Sung ingin memilih salah satu hari, bukan akhir pekan karena akhir pekan macet, dia tak ingin jalannya menuju surga terganggu. Dia ingin mati dan terkenang. Chung-ui menyuruhnya jangan berkata seperti itu, tapi Moo Sung mengatakan kalau tumor sudah menggerogotinya.
“Jadi baik-baiklah dan bantu orang-orang disaat kau bisa.” Suruh Moo Sung lalu pergi dan itu juga berarti rokok Chung-ui adalah miliknya.

Penagih hutang datang kerumah sakit menemui Suster Kepala Rumah Sakit. Mereka menyuruh untuk melakukan pembayaran paling akhir bulan depan.
“kalau aku bisa punya waktu lebih...”
“apa yang buat kau tidak mengerti ? Kau sudah lebih 6 bulan dari tunggakan... berapa kali kita harus melakukan ini ?” potong si Penagih hutang. Moo Sung yang melihat kejadian itu kesal karena sikap mereka yang kasar pada suster. Moo Sung mengatakan kalau suster sudah melakukan yang terbaik, jadi beri dia sedikit waktu. Moo Sung mengusir mereka untuk pergi.



Seluruh pasien berkumpul, suster Kepala meminta maaf atas ketidaknyamanan itu. Moo Sung mengatakan kalau penagih hutang ingin mereka membayar biayanya atau mati di pinggir jalan. Suster menenangkan semuanya pasti ada jalan. Seorang kakek lebih memilih pergi, dia akan berkemas. Pasien yang lain beberapa ada yang mengikuti si kakek.
Anna yang melihat itu hanya bisa menghela nafas.

Dalam ruangan tinggal Anna, Bong Sik dan Moo Sung. Bong Sik mengeluh kalau seandainya dia pindah maka akan mengeluarkan lebih banyak biaya. Moo Sung mengatakan kalau Bong Sik bisa pergi kemanapun dengan uang klub yang dia hasilkan. Bong Sik menolak karena uang itu untuk kuliah anaknya.
“Aku ingin dikubur di taman belakang. Haruskah kita merampok bank atau sesuatu seperti itu ? Apa yang bisa mereka lakukan ? Bagaimanapun mereka semua akan mati.” Ujar Moo Sung. Mendengar ucapan Moo Sung, Bong Sik seolah mendapat pencerahan. Itu sebabnya aku berfikir...


Bong Sik menceritakan tentang dr. Choi yang mendapatkan banyak sumbangan dengan tampil di TV. Mereka bisa tampil di TV dengan ikut seleksi agar bisa tampil lalu mereka menceritakan kisah mereka untuk berusaha mendapatkan sumbangan. Moo Sung tak yakin, mereka pasti lebih punya banyak kesempatan jika ikut lotre. Moo Sung menunjuk syarat dalam seleksi tersebut, mereka harus memiliki lagu sendiri sedangkan mereka sendiri tak memilikinya. Moo Sung dan Anna menatap kearah Bong Sik, mungkinakah kau....
Bong Sik tau maksudnya, dia hanya mengikuti les musik tapi kalau untuk membuat lagu tak bisa.


Chung-ui berdiri tak jauh dari mereka, ia bergumam meremehkan mendengar ucapan Bong Sik. “Pria yang ikut les musik?”
Tiga serangkai yang tadinya sedang sibuk berdiskusi langsung melirik kearahnya. Chung-ui langsung melengos dan pergi. Moo Sung langsung tersenyum memiliki ide.
~~~


Chung-ui bertugas membagikan makanan, Moo Sung menggaruk tatonya di depan Chung-ui. “Ayolah.”
Chung-ui menolak.

“Musisi itu harus bersatu bersama.” Pinta Bong-sik.
“Tidak” jawab Chung-ui singkat.

“Takut kalau kau tidak terlalu bagus ?” giliran Anna. Chung-ui kesal. “Selanjutnya!”



Tugas membersihkan kandang kelinci, tapi Chung-ui hanya bisa bengong melihat pekerjaanya sudah dikerjakan oleh Anna dan Bong Sik. Chung-ui sebal, dia langsung pergi.
Baru beberapa langkah, Moo Sung datang memberikan minuman untuknya. Chung-ui tak menggubris dan pergi.

Tugas mencuci mobil, Bong Sik datang membawa gitar. Chung-ui masih tak acuh.
“Ayo bergabung bersama Ayo bergabung bersama. bergabunglah dengan kami..” Bong Sik bernyanyi. Chung-ui menyemprotkan air dengan kesal lalu pergi.



Tugas mencuci pakaian, Himchan dan Ha Eun sudah melakukannya. Melihat kehadiran Chung-ui, Ha Eun langsung tersenyum dan memberikan kedipan padanya. Lucunya.



Chung-ui tengah membersihkan kaca jendela, Anna datang mengejutkannya lalu menulis bergabung dengan kami.
Mereka berdua akhirnya membersihkan kaca bersama. Anna meminta untuk membuat perjanjian. Dia akan memberikan dua stempel setiap hari. Chung-ui agak tertarik. Anna mulai semangat, bukankah itu sempurna ?
“Tapi apa gunanya ini buat aku ? Band bajingan K-Pop bertaubat dengan penyakit yang mematikan. Sesuatu seperti itu ? kedengarannya menyenangkan. kalau begitu aku bisa ikut talk show dan menangis sejadi-jadinya. aku sangat merindukan mereka dan bagaimana buat pesan video bagi pasien yang akan meninggal ? itu akan menggoyahkan hati seluruh negeri dan juga berlinang air mata !” ejek Chung-ui lalu pergi. Anna berteriak padanya, kau akan merasa bersalah!



Tumpukan kain kotot harus di cuci oleh Chung-ui, tapi ia hanya memilah-milah saja. Anna datang membawa kain dengan kotoran poop. Anna menyuruh ahjumma disana untuk memisahkan cucian yang berat-berat karena Chung-ui yang akan membersihkannya.
Anna tersenyum polos kearah Chung-ui. Chung-ui mencoba mengambil kain kotor sambil menutup hidungnya, tapi tetap saja dia mual-mual.




Chung-ui juga sekarang kebagian memandikan pasien. Chung-ui terkejut, tapi dia berusaha mengikuti dengan berat hati. Dia mencuci kaki pasien dengan cepat.
“Kau sudah selesai ? kalau begitu kau harus mencuci Kau-tahu-apa-maksudku nya.” Kata pria petugas. Chung-ui melakukannya, dia membuka handuk yang menutupi alat vital pasien dan terkejut melihat itu. Chung-ui membersihkannya, “Maaf”


Malam menjelang, Chung-ui langsung kekamar dan menjatuhkan tubuhnya yang sangat lelah. Kwang-sam datang membawakan pil tidurnya, tapi dia sudah tertidur pulas. “Insomnia pantatmu. Kau Cuma dalam kondisi yang tidak baik.” Gumamnya.
~~~


Chung-ui makan dengan sangat lahap dan banyak sekali. Kwang Sam mengatakan kalau rumah sakit itu telah menati insomnia dan masalah pencernaannya. Kwang Sam menyuruh untuk tinggal lebih lama disana bahkan Chung-ui juga sudah jarang kencing. Chung Ui membentak, dia makan hanya untuk bertahan hidup. Kwang Sam heran, kenapa kau tak membantu band mereka saja?
“Tuan Kim bilang pada kita buat tenang, kau ingat ? Aku tidak bisa ikut kompetisi dan tampil di TV! Semua orang di internet akan bilang kalau aku main-main dalam tugas pelayanan publikku !” Tolak Chung-ui. Tapi menurut Kwang Sam dengan kemampuan mereka, mereka tak akan bisa tampil on air. Selama mereka berdua tak mengatakan pada siapapun maka itu bukan masalah. Chung-ui terdiam.

Kwang Sam membawa gardus, dia mengeluh apa Chung-ui kira Seoul ke rumah sakit hanya satu menit. Chung-ui ternyata menyuruh Kwang-sam untuk membawa file lagu yang ia tulis asal-asalan dan siapa tau berguna.
Chung-ui mencari dan menemukan sebuah lagu.


Chung-ui membagikan lagu yang dipilihnya, bagaimana?
Moo Sung tak tau, dia tak bisa membaca bar musik jadi dia hanya membaca liriknya. Anna bertanya apa maksud dari liriknya.
ambil semua yang tidak berguna itu ! bunuh para parasit itu !” Moo Sung bertanya apa maksud dari lirik itu. Chung-ui menjelaskan kalau itu adalah sebuah sajak metafora kiasan yang artinya untuk menyingkirkan manusia yang hidup hanya sebagai parasit. Anna tanya apa mereka bisa menggantinya. Tapi menurut Chung-ui itu bukanlah masalah.
“kalau begitu apa ?” tanya Moo Sung.





Chung-ui memperagakan bagaimana ia bermain Gitar, Bass, Keyboard, dan drum. Teknik Chung-ui memang sudah bagus hingga membuat 4 orang tadi jadi agak bete, penampilan selesai dan hanya Ha Eun yang memberi tepuk tangan. Moo Sung kesal, bagaimana mereka bisa melakukannya?
“SUPER BAND itu bukan pertunjukan talenta anak sekolahan. kau hanya mempemalukan diri sendiri jika hanya begini. dan bukankah ini yang kau inginkan ?” jelas Chung-ui. Bong Sik mencoba menjelaskan keadaan mereka tapi..
“seorang pemusik yang ikut kursus tidak bisa menangani nada seperti ini ? kau bisa berhenti sekarang kalau terlalu berlebihan.” Tantang Chung-ui. Bong Sik ingin menjelaskan lagi tapi Anna sudah menyetujui itu. Chung-ui memberikan waktu sampai besok untuk mempelajari part mereka masih masing. Moo Sung terkejut, Besok?!
~~~




Semua orang mencoba berlatih, mereka berlati dengan sangat keras. Disetiap kesempatan.


Mereka menunjukkan hasil latihannya pada Chung-ui tapi Chung-ui menghentikannya karena Moo Sung salah dalam memukul drum. Chung-ui menjelaskan, Moo Sung mengerti tapi entah kenapa dia terus membuat kesalahan.
Bong Sik menyuruh Moo Sung untuk serius, bahkan Ha Eun yang masih kecil saja serius. Moo Sung kesal lalu menarik kerah Bong Sik, Bong Sik mengatakan kalau Moo Sung emosinya sangat tinggi. Dia menyuruh Moo Sung memukulnya saja toh tidak akan ada yang berubah kalau dia mati sekarang ataupun besok. Moo Sung melepas Bong Sik, Bong Sik sudah kesal.


“Aku menawarkan bantuan buat orang menyedihkan , tapi ini sangat aneh.” Gumam Chung-ui. Moo Sung mendengar ucapan Chung-ui, dia segera mendorongnya. Dia tau kalau Chung-ui membantu mereka karena ingin memotong jam pelayanannya. Chung –ui merasa kalau dia tak sepicik apa yang dipikirkan Moo Sung.
Anna menenangkan, mereka baru saja mulai. Bong Sik menyalahkan Moo Sung karena dia berhenti saat mereka baru mulai. Moo Sung tak terima, mereka tidak akan bisa di tempat pertama kalau Chung-ui mengajari mereka hanya setengah-setengah. Bong Sik tak berfikir seperti itu, ini masalahnya pada Moo Sung karena mereka tak akan mendapatkan pelajaran kalau sikap dia seperti itu.
Mereka berdua sama-sama keras kepala, mereka pun pergi meninggalkan Anna dan Chung-ui.


Moo Sung kembali kerumah sakit dengan kesal. Di koridor, dia mendenga Suster kepala tengah menelfon seseorang untuk meminta sumbangan tapi ketika suster sedang berbicara panggilan itu diputuskan.
Moo Sung kembali berfikir, kasihan.


Bong Sik menatap foto anaknya di ponsel. Dia tampak sangat menyayangi anaknya, Mina. Namun di sela-sela itu, Bong Sik merasakan sakit di perutnya dan mencoba menahan.


Chung-ui terbengong, Bong Sik menyediakan makan untuknya dan mengajakknya minum. Padahal sangat sulit untuk membawa minum kesana. Mereka pun bersulang. Bong Sik menceritakan masa mudanya yang tak begitu buruk. Dia hanyalah seorang yang menyukai musik dan belajar menjadi pemusik lalu pergi ke klub, siapa tahu ada keajaiaban. Namun keadaan semakin buruk. Tak banyak yang ia ingin lakukan dengan putrinya, Tapi sangat banyak yang ingin ia lakukan dengan putrinya.
Bong Sik memohon Chung-ui membantu mereka sekali lagi, Dia akan membawa Moo Sung kembali.

Di tengah pembicaraan mereka, Moo Sung datang. Dia lalu mengeluarkan pisau yang dibawanya. Bong Sik dan Chung-ui jelas kaget.
***
Hayoooloh, apa yang mau di lakukan Moo Sung dengan pisau itu? Menusuk Bong Sik atau Chung-ui? Atau malah bunuh diri? Atau mau potong daging? Ataaauu.....
Tunggu kelanjutannya yah...

0 Response to "[K-MOVIE] Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 2"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^