[K-MOVIE] Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 1


[K-MOVIE] Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 1



Seorang pria tengah berada di sebuah lorong gelap, seorang pria berjalan dengan pistol ditangannya. Musik mulai mengalun, dan disana terjadi pergulatan antara dua pria sampai akhirnya salah seorang diantara tertembak.
Cut!. “Bagus sekali Chung Ui” Teriak sang sutradara mengakhiri syuting musik video.



Iya idol yang tadi bernama Chung-ui (Lee Hong-ki). Dia mengakhiri music videonya dengan sebal, karena setting dan konsep music videonya tak seperti yang ia inginkan. “Mana ponselku?” pintanya lalu pergi.



Selepas Chung-ui melakukan syuting, dia ternyata langsung menuju ke club. Disana dia berteriak-teriak seolah menghilangkan beban dan itulah kehidupan yang ia jalani sebagai seorang idol. “Hey semuanya ! Kalian tahu siapa aku ! minum-minumlah dan pestalah sepuasnya malam ini !”
Chung-ui turun dari panggung dan langsung memeluk dua gadis yang telah menunggunya.
Mereka semua pun berpesta. Tiba-tiba ada seorang pria muda yang datang dengan tergesa dan mengajak Chung-ui untuk segera pergi. Chung-ui tak menghiraukan dan menyuruh dia untuk ikut minum saja, “Kwang-sam! temanku ! sekarang minumlah !”



Kwang-sam tetap mengajak Chung-ui pergi karena Tuan Kim menyuruh nya untuk menghadiri pesta pada investor. Chung-ui masih belum mau, dia yakin tak ada seorang pun yang akan tau. Kwang-sam mengatakan kalau Tuan Kim tau Chung-ui ada di club.
Chung-ui sangat terkejut, saat melihat ke pintu juga Tuan Kim sudah ada disana. Chung-ui kelabakan, ia mencoba menutupi wajahnya lalu kabur dengan merangkak melewati kursi-kursi. “Maaf..maaf..permisi”



Chung-ui berhasil lolos, dia mengumpat. “sialan !”
Karena tergesa, Chung-ui tak sengaja menabrak seorang yang sedang masuk. Orang itu dengan sinis mengatai Chung-ui sebagai selebritis sialan yang menganggap bisa melakukan apapun. Chung-ui tak memperdulikan ucapan itu.
“apa ibumu tahu apa yang kau lakukan ?” tanya orang tersebut. Chung-ui langsung terhenti, dia tak terima ada orang yang membawa-bawa nama ibunya. Chung-ui pun menyuruh mengatakannya sekali lagi, sedangkan Kwang-sam menyuruh mencoba melerai tapi Chung-ui sudah terbakar amarah.



“aku bertanya apa ibumu tahu apa yang kau lakukan.” Kata orang itu menantang. Chung-ui tak bisa menahan amarahnya lagi, dia pun memukul orang tersebut. Kwang-sam yang mencoba meleraipun hanya sia-sia. Terjadilah keributan di club.
~~~


Dalam perjalanan, Kwang-sam sedang menelfon Tuan Kim dan mengatakan kalau mereka akan segera sampai. Kwang-sam kemudian memberitahu Chung-ui kalau reporter sudah memenuhi rumah sakit. Sedangkan Chung-ui sedang menatap wajahnya dikaca, mungkin terkena pukulan semalam. Dia merasa kesal, Aku benci rumah sakit.
“Seharusnya kau tak memukulnya terlebuh dahulu. kau seharusnya senang ini hanya pelayanan umum. Tuan Kim bilang kau harus terlihat semerasa bersalah mungkin.” Jelas Kwang-sam dan tak lupa ia menyuruh Chung-ui untuk berlatih ekspresi sedih.



Dasar muka dua. Chung-ui berlatih, tapi tiba tiba ada sesuatu. Dia menyuruh untuk menghentikan mobil, Kwang-sam menolak karena sudah akan sampai. Tetap tak mau, Chung-ui sudah menahannya selama 4 jam.
“Dasar tukang kencing.” Ejek Kwang-sam lalu menghentikan mobilnya.




Chung-ui pun segera berlari keluar dan kencing dibawah pohon. Karena keasikan kencing, dia tak sadar ada kamera yang mengabadikan gambarnya. Chung-ui berbalik, dia sadar lalu terkejut. Dia menyuruh anak kecil yang memotretnya untuk pergi. Tapi dia tetap ngotot, karena tau Chung-ui itu terkenal. Chung-ui mencoba menutupi wajahnya lalu merebut ponsel si bocah yang terus memotretnya dengan kesal.



Karena terlalu keras mendorong anak kecil itu, dia pun terjatuh dan menangis. Seorang gadis datang dan memanggilnya. “Ha-eun...Ha-eun”
Sedangkan Chung-ui masih menghapus fotonya yang ada di ponsel si bocah. Gadis yang menghampiri bocah kecil bernama Ha-eun itu kesal dengan sikap Chung-ui dan menyuruhnya minta maaf. Chung-ui menolak lalu bergegas pergi.


Gadis tadi tak membiarkannya lalu menarik kerah Chung-ui, gadis tadi itu bernama Anna (Baek Jin Hee). Anna kembali menyuruh Chung-ui minta maaf, Chung-ui tetap tak mau. “Kenapa aku harus minta maaf?”
“kau suka memukul orang lain, huh? Ayo kita lihat bagaimana kau menyukainya.”






Anna langsung menendang selakangan Chung-ui, tentu dia sangat terkejut hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ke empang yang ada di belakangnya.
Anna dan Ha-eun hanya tersenyum melihat Chung-ui basah kuyup.
~~~




Chung-ui sudah sampai dirumah sakit, dia mengungkapkan rasa bersalahnya karena telah membuat hancur perasaan fansnya. Chung-ui pun tak bisa menahan rasa bersalahnya, dan menangis. ” aku akan mendedikasikan diriku kepada pelayanan umum”. Tapi itu hanya akting, ingat.
Kwang-sam yang tau akan sifat Chung-ui hanya tersenyum melihat aktingnya. Reporter mulai menanyakan banyak hal tapi Tuan Kim menghentikan sesi pertanyaannya dan melanjutkan sesi pemotretan.


~~~



“sekarang kau akan jadi relawan disini , aku harap ini akan membuatmu belajar kembali ke kehidupanmu dibelakang.” Ucap kepala pengurus rumah sakit. Tuan Kim memohon agar membuat Chung-ui belajar dan lebih memiliki kesadaran. Tuan Kim hendak pergi.
Chung-ui ikut berdiri. Tuan Kim menyuruh untuk memberi hormat. Chung-ui langsung membungkuk pada Tuan Kim. Tapi Tuan Kim bukan menyuruh untuk membungkuk padanya, tapi pada kepala rumah sakit. Chung-ui tanpa akspresi tulus berbalik, dan memberi hormat pada Kepala Rumah Sakit.


Kepala rumah sakit berharap kalau Chung-ui bisa menemukan sebuah kedamaian di rumah sakit seiring dengan mengisi penuh daftar di buku yang harus diisinya. Chung-ui melihat daftar, tepat saat itu Anna datang. Kepala Rumah Sakit mengatakan kalau Anna adalah relawan yang akan mengawasi Chung-ui. Anna langsung senyum evil melihat Chung-ui, sedangkan Chung-ui langsung sebal.


“kau akan membersihkan bangsal. Dari 9 sampai 11, lalu menghidangkan makan siang kepada pasien dari 11 sampai 2. aku akan mengerjakan pekerjaan yang lain dihari yang sama.” Anna menjelaskan aktivitas Chung-ui. Tapi Chung-ui tetap diam, Anna berbalik. Chung-ui berjala terus mendekat,
Chung-ui : “Apa kau selalu bersikap jadi anak kecil yang jahil ? atau hanya ingin mendapatkan perhatianku ?”
Anna : “aku tidak tertarik dengan idol belasan tahun. aku bisa memainkan game ini. untuk pemula , aku akan berikan sedikit saran buatmu. kau kelihatannya belum sepenuhnya memahaminya. kau tidak akan pernah pergi dari sini sampai mengisi buku itu. jadi sebaiknya kau harus fokus.”



Anna meletakkan setumpukan surat, Chung-ui harus mengantarkan seluruh surat ke setiap kamar. Chung-ui terkejut, apa mereka tak bisa mengambilnya sendiri?


Pindah ke tempat mandi pasien.
“disinilah tempat pasien mandi. Lantainya harus kering , atau akan ada yang terjatuh karena licin.” Jelas Anna.



Kandang kelinci.
“Bersihkan kotaknya sekali sehari.”
“Kenapa rumah sakit memelihara hewan juga ? itu buat makanan ?” Chung-ui heran.



Tempat pencucian, terdapat banyak sekali pakaian kotor yang ada disana.
“Cucian dua kali sehari , pagi dan siang. Lalu letakkan ke kotak yang bertanda. Kalau ada yang kau tinggalkan , Aku akan menendang pantatmu.” Suruh Anna sambil menyerahkan sarung tangan.
~~~



Chung-ui berjalan-jalan di sekitar rumah sakit. Dan ketika sampai di halaman dia melihat penghuni rumah sakit saling bercengkrama satu sama lain. Mereka sangat akrab seolah mereka semua adalah keluarga.
Seorang anak menendang bola lalu mengenai kepala seseorang, bola menggelinding ke arah Chung-ui anak laki-laki itu menyuruhnya untuk menendang. Chung-ui dengan semangat melakukannya tapi mungkin karena tak siap kaki Chung-ui keseleo. Bola menggelinding ke arah lain.



Ibu dari bocah tadi mendekat dan menyuruhnya berterimakasih. “kau harusnya mengucapkan terima kasih, Him-chan.”
“Menyebalkan.” Him-chan tak mau, dia kesal karena bola miliknya malah menggelinding lebih jauh. Chung-ui sendiri jadi kesal dengan sikap anak tersebut.



Chung-ui beralih pergi ke taman, dia berjalan sendirian. Sebuah tangan memegang tangannya, Chung-ui terkejut. Ternyata itu salah satu pasien rumah sakit. Ahjussi itu mengibaskan rambutnya dan tampak ada tatto di tangan si Ahjusii. Ini membuat Chung-ui agak panik. Apalagi ketika Ahjussi itu meminta rokok.
Chung-ui membuka bungkus rokoknya, hanya tinggal 2. Dia pun memberikan satu pada ahjussi itu. Tapi Ahjussi tak terima, dia meminta keduanya lalu menyuruh Chung-ui menyalakan rokok itu. Tapi karena api yang dipakai korek Chung-ui terlalu besar, apinya hampir mengenai wajah Ahjussi. Dengan terpaksa Ahjussi akhirnya melakukan sendiri.



“Bukankah kau itu pasien?” Tanya Chung-ui canggung, heran kenapa pasien boleh merokok. Ahjussi berkata kalau pun ia merokok, tak apa. Dia bertanya Chung-ui bertugas sebagai apa, dan kenapa ia ada disini?
Chung-ui mengatakan kalau dia mengurusi peralatan, dia disini karena sebuah kesalahan. Ahjussi suka dengan sikap Chung-ui seseorang harus menerima akibat setelah menikam dengan pisau. Ahjussi kemudian pergi dan menyuruh Chung-ui untuk hormat ketika bertemu dengannya.
Chung-ui berusaha menjelaskan kalau dia tak melakukan penikaman, tapi ia tak di perdulikan ahjussi yang tetap pergi. Chung-ui semakin heran, rumah sakit macam apa ini?
~~~



Chung-ui kembali ke mobilnya dan marah-marah karena Kwang-sam sama sekali tak membantunya.  Kwang-sam yang tidur menjadi terkejut, dia berjanji akan membantu Chung-ui keesokan harinya. Chung-ui menyuruh untuk pergi, Kwang-sam bingung karena mereka akan tidur di rumah sakit. Pergi kemana?
“Aku ingin mencari udara segar.”
Kwang-sam siap pergi tapi ada ahjussi yang datang, dia meminta untuk menumpang.


Ahjussi dan Chung-ui diam tanpa obrolan.
“seandainya ada CD yang tertinggal...”
“tidak ada.” Potong Chung-ui. Tapi Kwang-sam mengatakan banyak CD disana. Dia pun memberikan sekeping pada ahjussi. Chung-ui mendelik, Kwang-sam langsung balik menyetir. Dia mengatakan kalau anaknya adalah penggemar Chung-ui. Chung-ui pun memberikan tanda tangannya, “Siapa namanya?”
“Oh Mina” jawab ahjussi.


Ahjussi sampai ketempat tujuannya, itu sebuah club karaoke. Dia pun sangat berterimakasih.
Chung-ui yang memperhatikan kepergian ahjussi jadi bertanya-tanya. Rumah sakit macam apa yang mengizinkan pasiennya pergi ke club?
~~~



Keesokan harinya, Chung-ui memulai tugasnya mengantarkan surat surat. Dia memasuki salah satu kamar, itu kamar ibu Him-chan. Ibu Himchan memuji ketampanan Chung-ui. Sedang Chung-ui hanya bisa tersenyum canggung.
Ibu Himchan memegang bukunya, Chung-ui bertanya apa Himchan mau tanda tangan.
“Ini buku cerita yang sedang aku tulis. Bagi Him-chan ini untuk dibaca saat dia perlu disemangati. Aku ingin sedikit menambah cerita tentangmu.” Tutur Ibu Himchan.
Aku?, Chung-ui merasa kalau dia tak sebaik itu untuk di jadikan tokoh cerita. Dia pun permisi.



Makan siang, Chung-ui bertugas membagikan makanan. Ahjussi yang seperti preman langsung maju menyerobot antrian, Chung-ui memberikan sosis sesuai dengan yang lain. “Tambahkan aku dengan sosis.”
Chung-ui menambahkan dengan wortel, ahjussi kesal karena dia ditipu. Chung-ui tak mau karena itu sudah jatah. Dia beralasan kalau dia makan dalam grup jadi tambahkan. Chung-ui tetap tak menambahkan.
AAyolah !!!” Bentak ahjussi membuat Chung-ui terkejut. Terpaksa, ia pun memberikan sosis satu sendok sayur penuh.
“Anda tidak harus melakukan ini, Pak !”
“Panggil saja aku  bos seperti yang dilakukan semua orang disini.” Suruh boss.


“Hei maniak sosis ! kau menyerobot sosis orang lagi ?” bentak ahjussi yang kemarin numpang ke karaoke.
“siapa memangnya kau, brengsek?” tanya boss. Mereka pun saling adu mulut.



Chung-ui bengong melihat kedua ahjussi tadi bertengkar. Tapi Himchan yang sedang antri menyuruh untuk jangan mendengarkan mereka, mereka melakukannya setiap hari. Beri aku sosis!, suruh Himchan.
Chung-ui hanya bisa kesal karena di perintah anak kecil.


Pekerjaan hari ini selesai, dia pun meminta tanda pada Anna. Anna memberikan stemple.
“Apa ini?” Chung-ui heran melihat stemple yang di dapatnya seperti stemple untuk anak SD.
***
Komentar :
Di waktu senggang aku akan membuat sinopsis film Film di atas menurut aku mudah banget di tebak jalan ceritanya dan gak terlalu menarik di awal tapi aku mencoba mengikuti alurnya. Dan saat di ending, aku merasa terharu dengan endingnya.
So, tetep baca sinopsis ini. Mungkin akan aku buat beberapa part.


0 Response to "[K-MOVIE] Sinopsis Rockin’ On Heaven’s Door Part 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^