[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 1-1

[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 1-1





*note : Tulisan miring menandakan percakapan seseorang yang terdengar bersamaan dengan adegannya. L untuk suara cowo, P untuk yang cewe*
Sebuah biji meluncur tepat mengenai dahi seorang wanita (Im Seung-hee) dengan pakaian hanboknya, si pelempar terus-terusan melempar kacang itu pada Seung-hee beberapa kali. Seung-hee itu tak melawan, dia diam dengan terkejut menerima lemparan itu.
Si pelempar melihat biji terakhir yang ada di genggamannya, itu sangat besar untuk ukuran sebuah biji. Seung-hee dan suami yang ada disampingnya terkejut melihat ukuran biji terakhir, tapi seorang gadis di sebelahnya malah tersenyum sinis menatap biji itu.
P : “Sebuah kejadian dari seorang wanita yang baru menjadi pengantin mulai diperkenalkan, sang Mertua mulai bertingkah. “
Ayah mertua Seung-hee tadi pun benar-benar melemparkan biji yang besar itu. Entahlah apa yang terjadi,~~~~






Seung-hee membawa beberapa pakaian, dia berpapasan dengan ayah mertuanya yang hendak pergi kesuatu tempat. “ayah mau pergi kemana?” Seung-hee bertanya dengan ramah. Namun ayah mertuanya malah menyuruh Seung-hee untuk menyingkir dari hadapannya. Karena kesal jalannya di halangi, ayah mendorong Seung-hee sampai jatuh berguling di tangga.
Suara laki-laki : “kenapa dia sangat membencinya?”
P: “di rumah sakit, dia adalah ketua. Dia tak suka jika anak pertamanya menyukai  seorang assisten perawat”
L : “ah aku tau, dia seharusnya melarang dari awal.”
P : “iya benar”
Ayah mertua Seung-hee tak memiliki rasa kasian, dia malah melihat tubuh Seung-hee tadi dengan wajah sinisnya lalu menginjak pergelangan tangannya itu dan pergi. Seung-hee bangun selepas kepergian ayah mertuanya dan mengelap darah yang mengalir di hidungnya, pasrah.



Scene  berpindah ke sebuah pesta.
P : “ngomong-ngomong, adegan paling penting adalah saat pesta ulang tahun ayah mertuanya.”
Sang ayah mertua tengah berbincang dengan rekan-rekannya dengan sesekali tertawa lepas.Seung-hee mencoba menyapa mereka dengan seramah mungkin. Anyeonghaseyo.
Hening. Tak ada seorang pun yang merespon, mereka malah pergi meninggalkan Seung-hee.
P : “Semua orang menunjuk-nunjuk wanita itu. Jadi, wanita itu tak lagi bisa menerima itu semua dan meledaklah amarahnya.”
L : “Meledak? Apakah dia membuat rumahnya penuh dengan permusuhan?”



P : “tunggu sebentar, ‘Aku tidak bisa menerima ini semua’, ‘jika kau tak bisa menerimaku. Aku akan memberikan suamiku dan bercerai’
Seung-hee menangis bertemu dengan ayah mertuanya, dia benar-benar sudah gila dengan perlakuan ayahnya itu. Seung-hee menutup wajahnya dan menangis, Namun tak disangaka sang ayah malah memegang pundak Seung-hee, dan segera memeluknya. Ternyata alasan dibalik tak sukanya si ayah karena dia juga menyukai Seung-hee. Seung-hee benar-benar terkejut.




Seung-hee kembali kerumah dengan keterkejutannya, dia tak menyangka ayah mertuanya malah menyatakan perasaannya seperti tadi.
P : “Tapi ketika dia kembali kerumah untuk menenangkan diri,
Dari dalam kamarnya, tersengar suara cekikan seorang perempuan. Seung-hee terkejut, dia perlahan membuka pintu kamarnya, dan betapa terkejutnya ia melihat adik iparnya dan suaminya sendiri sedang bercumbu. Seung-hee tanya bagaimana seorang kakak dan adik melakukan hal seperti ini.
Adik iparnya beralasan kalau mereka bukan saudara sekandung yang sebenarnya, mereka hanyalah saudara yang terpaksa menjadi saudara, mereka tak memiliki pilihan. Seung-hee benar-benar terkejut menghadapi kenyataan ini, suaminya hanya meminta maaf dan kembali bermesraan dengan adiknya. Sedang Seung-hee, Dia menangis... menangiss.. menangiss.. lebay..
L : “Pengakuan cinta ayah mertua, dan kisah cinta antara suami dan adik iparnya menjadi puncaknya. Ini agresif

Seung-hee mendengar perkataan si ‘L’, dia bertanya ke screen, apa kau pernah mendengar sebelumnya?
***


Kembali keduania nyata, karena tadi adalah dunia drama. Drama dalam drama.
Seseorang menjawab pertanyaan Seung-hee, iya aku sudah mendengarnya satu tahun yang lalu. Yang lain tanya apakah mereka telah membuatnya. Produser Lee menyuruh Seung-hee untuk mengecek dulu materi yang akan diberikan. Seung-hee mencoba mencari jalan lain, dia menyarankan untuk mengubah jalan cerita kalau suami bercerai karena menyukai pria lain. Tapi seorang yang lain mengatakan kalau sudah ada membuat cerita yang seperti itu.
Mereka benar-benar frustasi, Produser Lee berkata pada Seung-hee. “bagaimana kau tak tau apa yang asisten penulis lakukan? Dengarkan. Kita menirunya secara keseluruhan, bagaimana kau menjadi plagiat? Kau harusnya paling tidak memiliki pendirian sebagai penulis.”


Seung-hee menghela nafas, sedih.
~~~



Suara ketikan keyboard komputer terdengar di seluruh ruangan, Sunbae Seung-hee mendekatinya dan mengerti kenapa keyboard Seung-hee sering rusak. Seung-hee mengeluh, bagaimana didunia yang serba modern mereka menggunakan komputer seperti ini. Sunbae itu bertanya apakah Seung-hee tersinggung dengan ucapan Produser Lee. Seung-hee cuek, kau juga mengatakan hal yang buruk tentangku.
Sunbae mengelak, dia hanya mendengarkan. Seung-hee menatap Sunbaenya aneh, apa yang kau inginkan dariku?
Sunbae tersenyum senang, “Jika kau menulis dengan cepat, kau akan menjadi penulis yang bagus. Mari kita buat program pilot bersama.”


Tanpa pikir panjang, Seung-hee langsung menolak ajakan itu. Sunbae mengeluh, bagaimana kalau Seung-hee berkata ‘aku tak bisa ingin terlalu cepat’. Kau tak pernah mendengarkanku.
Seung-hee kesal, kau tak seperti kau membayarku lebih jika aku bekerja lebih. Kau meyakinkanku dengan hanya bayaran biasa dan memberi gaji. “jadi bagaimana kau menyuruhku untuk melakukan semuanya?”


Rekan perempuan Seung-hee melongok dari balik komputernya, “tapi kau tetap mendapat empat asuransi. Aku tetap mendapat asuransi kesehatan orang tuaku.”
“Dia benar. Sejak kau menjadi anggota dari Botari Production, aku benar-benar perhatian padamu.” Ucap Sunbae setuju.
“Jika kau lebih perhatian, aku bisa menjadi gelandangan” Seung-hee masih cuek.



Sunbae mengatakan kalau dia telah mengembangkan perusahaan dan memberi bantuan pada Seung-hee. Seung-hee melotot memandang Sunbae, akankah kau memiliki hutang untuk pesta?
Sunbae menyuruh Seung-hee untuk berhenti mengoceh, apa kau lupa apa motto perusahaan kita?




Mereka pun menatap papan motto perusahaan ‘kita melakukannya untuk keuntungan meski hanya satu sen’
“Kau membuatnya dan benar-benar persis satu sen” sindir Seung-hee.
“Produksi semuanya adalah sebuah investasi. Kalau yang satu ini bisa mendapat jadwal regular, aku akan memberimu peningkatan besar” bujuk Sunbae.
Seung-hee menyuruh Sunbaenya untuk membayar tepat waktu. Sunbae itu langsung tersenyum cerah karena artinya Seung-hee menyetujui kerjasama itu. Sunbae mengatakan program itu tentang pengundangan kembali sebuah kasus penipuan. Seung-hee tak begitu tertarik, dia mengajak untuk segera membuat episode pertama.
Sunbae kesal, “Penulis Im, Kau tak tau aku menyiapkan sesuatu untukmu. Kau mengatakannya ketika kau pertama masuk kesini. Kau berkata ingin menjadi Ratu Drama. Aku mencoba membuatmu menjadi ratu drama, Jadi aku menyiapkan rencana. Bukanlah pengundangan kembali, tapi sebuah drama mini series.



Sunbae menyuruh untuk membuat program pilot menjadi yang terbaik. Dia lalu permisi pergi untuk kembali menilai dramanya. Seung-hee tanya tentang apa, Sunbae mengatakan kalau itu tentang casino, judi, dan tujuan manusia.
Sunbae akan pergi tapi sebelumnya dia menatap Seung-hee, dan mengepalkan kedua tangannya dengan berapi-api. Cheers up.
Sedang Seung-hee hanya menatap datar, drama....
~~~



Seung-hee pulang kerumahnya, dia menyalakan lampu tapi sepertinya dia melihat ada yang aneh. Ternyata benar, ada seseorang yang berada di dapur. Itu Moon Seon-joo. Seung-hee tanya bukannya dia ada di provinsi Gangwon untuk menulis. Seon-joo mengatakan kalau tempatnya tak begitu bagus, dia kemudian melihat ekspresonya telah habis. Dia kesal pada Seung-hee yang telah menghabiskan semuanya.
Seung-hee cuek, yaa aku menghabiskannya. Seon-joo tanya habis darimana Seung-hee jam segini baru kembali.


Aku dari pertemuan untuk tukar pendapat di kantor, jelas Seung-hee. Seon-joo tanya apakah Seung-hee sudah di konfirmasi. Dengan cemberut Seung-hee menuturkan kalau cerita yang ia buat sudah ada sebelumnya.
“Ya Tuhan. Kenapa kau melakukan kesalahan seperti ini. Ini adalah dasar.” Ucap Seon-joo. Seung-hee membenarkan. Tapi menurut Seon-joo Seung-hee tetaplah beruntung, karena biasanya untuk sebuah mini-series seseorang akan lebih sensitiv.


Seung-hee berdiri dengan kesal, tapi pada akhirnya dia malah dengan ramah bertanya pada Seon-joo, apakah kau ingin kopi. Seung-hee berterimakasi dan sangat menghargainya, tapi dia dalam mood yang buruk. Seung-hee mencoba tersenyum tapi masam, oohh... maaf tapi aku akan minum.
Seung-hee pun pergi dengan kesal.
~~~



Seung-hee minum sendirian, dengan terus menjilati kaki cumi-cumi lalu kemudian mencelupkannya lagi ke kopi. Pasangan anak sekolah melihat yang dilakukan Seung-hee mereka berkomentar dan mengatai Seung-hee jorok dan sepertinya dia sudah gila.
Seung-hee mendengarnya berbalik menatap pasangan itu, nyali mereka langsung menciut dan pergi. Seung-hee yang sedang bad mood tambah kesal.


FLASHBACK


Seung-hee : “Ketika kami pertama diterima kerja, kesempatan datang padaku”
Seung-hee dan Seon-joo mereka sama-sama bersaing untuk kontes skenario untuk semester kedua tahun 2010. Mereka berdua membuat skenario mereka masing-masing, namun Seung-hee lebih bersinar dari pada Seon-joo yang sepertinya sama sekali tak memiliki inspirasi bahkan sesekali melirik Seung-hee.


Namun sebuah kejadian membuat tangan Seung-hee terluka dan terpaksa di gips, dia hanya duduk cemberut. Tak bisa mengetik sama sekali, Seon-joo memberikan obat untuk Seung-hee meskipun sebenarnya dia senang akan penderitaan yang dialami sahabatnya itu.
Keadaan mulai berbalik, Seon-joo lebih bersinar dalam membuat skenario dan awan kelam menyelimuti Seung-hee.



Ternyata kejadian itu membuat dampak yang sangat besar pada masa yang akan datang, Seon-joo telah menjadi penulis yang terkenal, sedangkan Seung-hee masih belum menemukan apapun. Dia bingung saat menulis skenarionya.
Seung-hee : “Meskipun seperti itu, aku tak membenci Seon-joo. Pada faktanya, semua ketidak beruntunganku karena b*jingan itu.”



Jong-dae (Nam Goong-min) berjalan dengan tergesa-gesa, ada seseorang yang terus memanggilnya namun Jong-dae seolah tak mendengar dan terus berlalu pergi menaiki eskalator. Seung-hee ikut mengejarnya tapi karena eskalator penuh dan tergesanya Seung-hee, sepatu hak tingginya terpeleset. Seung-hee terkejut... dannn
FLASHBACK END



Seung-hee menggelengkan kepalanya, dia sepertinya tak ingin menyesali sesuatu yang telah terjadi padanya. Ponsel Seung-hee berdering, dia segera mengangkatnya. Itu dari eonni.
Eonni bertanya apakah Seung-hee ada dirumahnya, dia akan menginap. Seung-hee bertanya apakah kakanya bertengkar dengan suaminya. Eonni kesal mengatakan kalau Seung-hee tak perlu lagi harus membuat cerita, dan buatlah saja cerita tentang dirinya. Karena kisahnya sangatlah sempurna. Suaminya pergi kesebuah salon tapi saat dia ditanya malah mengatakan kalau dia sedang berselingkuh dengan gadis. Eonni benar-benar kesal.
Seung-hee menyuruh eonninya untuk pulang saja,




Seung-hee tak percaya bagaimana Eonninya selalu ke Seoul dari Daejeon setiap kali bertengkar dengan suaminya. “Dia tak memperhatikanmu karena kau selalu membawa anak-anak. Kau harus meninggalkan anak-anakmu dan dia akan memperhatikanmu karena ini akan sulit untuk mengurus mereka”
Eonni kesal karena suaminya tak memiliki kualifikasi menjadi ayah. jika dia meninggalkan anaknya, akan menjadi sebuah pelajaran buruk bagi anak-anak.
Seung-hee tanya bukankah dibelakang eonninya juga ada anak-anak, apa yang dikatakan unninya juga sebuah pelajaran yang buruk.Unni mengatakan kalau dia akan tetap ke rumah Seung-hee. Seung-hee merengek, bagaimana dia bisa datang bahkan untuk tinggal dia saja sempit. Unni kembali menyemprot Seung-hee, mereka adalah saudara yang hidup tanpa orang tua, apakah Seung-hee tega membiarkannya tinggal di jalan.



Seung-hee mengelak, bukannya dia menyuruh unni untuk tinggal di jalan tapi untuk jangan tinggal di tempatnya saja.
Anak unni menyuruh ibunya untuk kembali saja, tapi unni tak perduli. Dia tetap keras kepala ingin pergi dan tak bisa kembali seperti ini. “aku akan kesana”
Seung-hee akan menolak tapi panggilan telah berakhir, Seung-hee merengek sendirian. “jangan di tempatku.. jangan ditempatku”
~~~




Mereka berempat ternyata memutuskan untuk tinggal bermalam di sauna, Unni tanya kenapa Seung-hee tak bisa menggunakan tempat tinggalnya sendiri. Seung-hee mengatakan kalau Seon-joo sangat senitive dengan kebisingan.
Unni merasa kalau Seon-joo tak memiliki tata krama tapi saat menulis drama itu sangat bagus. Unni menyuruh Seung-hee juga melakukan itu. Seung-hee pasrah, aku tak bisa karena aku memiliki tata krama.



Seung-hee tanya bukankah unninya itu update tentang berita, apakah kau mengetahui sesuatu yang ada pada tetanggamu untuk menjadi materi. Unni membenarkan, dia menyuruh Seung-hee untuk baik padanya karena ide yang didapat Seung-hee berasal darinya. Unni menyuruh Seung-hee mencarikan 3 telur rebus, dia mengatakan dengan gaya cacingnya. Seung-hee menirukan gerakan kakaknya dengan wajah mengejek, “carikan aku tiga telur rebus”
Seung-hee celingukan melihat keadaan sekitar, unni tanya apa yang Seung-hee lihat. Seung-hee mengatakan untuk meneruskan hidup, dia butuh ide. Unni cemas  dengan apa yang akan Seung-hee lakukan, tapi Seung-hee biasa saja dan berjalan pergi.


Segerombolan ibu tengah menggosipkan tetangganya yang meminjam uang 30 juta tapi belum mengembalikan. Seung-hee melihat mereka, dia pun berjalan dengan terus mendengarkan apa yang mereka bicarakan dan mencari tempat yang pas untuk menguping.
Gosip mereka kembali berlanjut dan mengatakan kalau tetangganya itu mendapatkan tumor karena adik iparnya. Mereka mengatakan kalau stres memang menyebabkan penyakit, karena suami tetangganya juga melakukan perselingkuhan.


Seung-hee tersenyum mendengarkan cerita mereka dan mendekati mereka secara perlahan.
Gerombolan penggosip itu kembali bercerita tentang keluarga Min-soo, kenapa mereka pindah?
Salah satu ibu menjelaskan alasan mereka pergi karena ibu Min-soo memiki affair dengan senamnya. Pelatih senamnya memang tampan tapi jangan sampai dia membuka mulutnya.Ibu-ibu langsung ingin ikut bertemu dengan pelatih renang itu dan mereka tertawa bersama tak terkecuali Seung-hee yang tengah menguping. Ibu penggosip mengatakan kalau suami Min-soo menangkap basah mereka dan akan segera bercerai. SI ibu satunya tanya, bagaimana mereka bisa tertangkap?



Ibu penggosip berbisik-bisik, Seung-hee yang sedang menunggu jawaban ibu itu jadi penasaran. Seung-hee mencoba membesarkan telinganya tapi percuma, dia belum bisa mendengar perbincangan mereka. Karena ke-kepo-an yang semakin menggebu, Seung-hee berguling dan ikut nimbrung grombolan ibu-ibu penggosip.
Jelas saja si ibu penggosip heran, siapa kau. Seung-hee kebingungan harus menjawab apa. Belum sempat menjawab, Ibu penggosip mengira kalau Seung-hee akan pergi ke kolam Dolgorae. Tanpa pikir panjang, Seung-hee membenarkan. Seung-hee malah jadi mengarang cerita, “aah, aku tahu pelatih itu juga dan seseorang yang aku kenal pergi dengannya dan mereka putus. Aku terkejut dia melakukan ini lagi”

Ibu-ibu itu benar-benar tak percaya kalau pelatih itu adalah seorang playboy. Mereka kasak-kusuk lagi. Seung-hee dengan hati-hati bertanya bagaimana ibu Min-soo tertangkap oleh suaminya.
Salah satu ibu berbisik pada Seung-hee dan membuatnya membulatkan mulut ‘O’.
~~~

Sunbae sedang berada di tempat judi, dia mencoba untuk bermain. Tapi gagal dan berniat pergi, namun saat akan beranjak. Di bangku yang lain beberapa orang bersorak gembira karena bisa memenangkan game itu.
Sunbae menatap mereka dan menganggap kalau itu penelitian untuk drama, dia melihat kantongnya yang tersisa satu lembar uang dan kembali duduk untuk bermain.
~~~


Seung-hee dan ibu penggosip tengah beradaa di kursi pijat, Seung-hee memuji ibu itu sebagai sumber informasi dan mengajak untuk bertemu lagi suatu saat. Ibu itu menyetujui dan bertanya dimana Seung-hee tinggal. Seung-hee mengatakan kalau dia tinggal tak jauh, hanya dua komplek dari sauna. Ibu itu mengatakan kalau dia tinggal di komplek ini, dan mengajak untuk bertemu minum kopi. Seung-hee terkejut, ternyata mereka satu komplek. Apeeess.
Ibu itu tanya dimana SD anak Seung-hee, hahaha. Seung-hee terkejut mengatakan kalau anaknya sedang tak disana. Ibu gosip tanya kenapa. Seung-hee beralasan kalau anaknya menderita atopic eczema, jadi ibu mertuanya merawat di luar kota.

Seung-hee merasa merana, dia harus kena batu karena bo’ong sama ibu pencari informasi alias tukang gosip yang gak taunya tinggal di satu komplek.
~~~


Seung-hee dan unninya tengah makan di sauna,
“Seorang wanita single mengaku sebagai wanita yang telah menikah untuk mencari ide” unni tak percaya. Seung-hee menyuruhnya untuk menganggap sebagai sebuah profesionalism. Unni menyuruh Seung-hee mengubah nomor telefonnya, tapi Seung-hee menolak dan meyakinkan kalau dia tak akan tertangkap. Unninya tak yakin sebenernya.
Unni bertanya kenapa Seung-hee tak berhenti menjadi penulis dan bekerja sebagai instruktur. “temanku bekerja di akademi menulis privat. Kau mau aku menghubunginya?”
Seung-hee menyuruh untuk jangan mencampuri hidupnya, tapi unni mengatakan kalau Seung-hee menjadi instruktur, dia bisa hidup sebagai manusia sebagai layaknya. Seung-hee kesal..


Suami unni datang, dia segera memanggil anaknya. Sedangkan unni hanya bisa menampakkan wajah kesal, tapi berbeda dengan manusia yang satu itu. Seung-hee tersenyum cerah dengan kedua tangan yang mengisyaratkan sesuatu, suami unninya mengerti. Dia segera mengambil dompet dan memberi Seung-hee uang, Unni melihatnya mengatai Seung-hee bad girl karena telah mengatakan keberadaan mereka.
Seung-hee tersenyum tapi dengan kesal unni mengambil satu lembar uang Seung-hee.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 1-1

Ahhh, akhirnya. Udah gatel pingin buat sinop, pas kemarin bingung tapi akhirnya mutusin buat yang ini. Semoga ada yang suka,
Awal ceritanya unik loh, meski mirip sama Nail Shop Paris tapi aku yakin nanti beda kok. Hehehe

Oiyaa, bagi yang tau dimana ada IND sub kasih tau aku yah, aku belum nemu IND subnya nih. 

6 Responses to "[SINOPSIS] UNEMPLOYED ROMANCE EPISODE 1-1"

  1. Ringan, kocak seru nih kayaknya semangat ya....di tunggu kelanjutan sinopsisnya.
    Dewx

    ReplyDelete
  2. Mbak kira fuji mo bikin fassionate love drama. Eh mga z fuji bersedia bkin spoiler ato reviw. Ato pa z lah tentang drama fasionate love.. Smoga berharap bget ngarep lg



    mbak tiwi

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak mba, aku carinya yang episodenya sedikit aja. hehehe
      kayaknya aku gak bisa buat deh, takutnya ada yang nungguin kelanjutannya. ntar gak enak kalo berenti ditengah jalan. mian

      Delete
  3. infoin download film ini dmn dong dek, hehee ak cari di dorama x264 gak ada :(
    fans oppa nam goong min nih, jadi bakalan ngikutin sinopsi kamu, ayo semangaaaat :*

    ijin share link di blog q juga yah, gumawo ;)
    salam kenal, zahra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya salam kenal zahra. silahkan kalo mo di share.
      Info drama aku taruh di pos berikutnya yah,

      Delete
  4. Ditunggu ya mbak kelanjutannya...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^