[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 15-1

[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 15-1



Gun-woo terkejut melihat pasien yang terbaring didepannya adalah Hyung
-joon. Gun-woo teringat foto Hyung-joon yang pernah dilihatnya, Gun-woo terdiam dalam keterkejutannya.
~~~




Pendarahan pada bekas luka Gun-woo semakin banyak, dokter mencoba menekan dada Gun-woo. Berhasil, detak jantung Gun-woo kembali normal tapi dokter tetap menyuruh untuk memindahkan Gun-woo ke ICU. Shi-on bertanya tentang kondisi Gun-woo,
“Ada syok di jantungnya, dia juga mengalami pendarahan pasca operasi. Nafasnya kembali stabil tapi kita harus memindahkannya ke ICU” terang Dokter.
Shi-on masih syok dengan kondisi Gun-woo yang tiba-tiba saja melemah.



Shi-on menemani Gun-woo diruang ICU, dalam hatinya dia memohon pada Gun-woo agar cepat sadar dan bangun.
Seorang perawat memberitahu kalau jam besuknya telah habis, Shi-on pun pergi meninggalkan Gun-woo.
~~~



Il-do menginap di Motel, dia sedang menelfon seseorang. Il-do menulis jadwal keberangkatan kapal pada hari Senin, kamis, Sabtu ‘Incheon - Cheong-do’. Dia juga memberitahu kalau dia (ketua Moon) belum menghubunginya sampai sekarang. Il-do mengakhiri panggilannya.
Tampak Hyung-joon berdiri dipojok ruangan dan melihat kertas yang bertulis jadwal keberangkatan kapal itu.
~~~




Shi-on kembali ke Lost And Found Center, sejenak diruangan dia menatap kursi tempat Gun-woo dengan perasaan sedih. Shi-on teringat saat-saat dimana Gun-woo mengungkapkan perasaanya, Gun-woo menolak kembali kedepartemen Penyelidikan dengan alasan kalau dia suka berada didekat Shi-on. Shi-on juga teringat saat dimana Gun-woo berjanji akan menjadi supir Shi-on.
~~~


Seong-chan dan Seung-ha berangkat kerja, mereka masuk keruangan. Seung-ha bertanya kenapa mereka tak meminta Hee-bin untuk melakukan ritual pengusiran roh-roh jahat. Seung-ha membenarkan, mereka seharusnya melakukan hal itu karena mereka sering mendapat situasi sulit.
Seung-ha terkejut melihat Shi-on tertidur di mejanya, Ketua Tim. Seong-chan segera menyuruh Seung-ha jangan berisik. Seung-ha mengeri sehingga mereka berdua berjalan kekursinya dengan perlahan.


Tapi sayang, usaha Seung-ha dan Seong-chan sia-sia karena ponsel Shi-on bergetar hingga Shi-on bangun dari tidurnya. Shi-on entah mendapat panggilan dari siapa, dia bertanya sekarang. Shi-on dengan masih ngantuk berjalan pergi. Seung-ha dan Seong-chan memberi hormat saja dicuekin.
~~~




Hee-bin menyerahkan secarik kertas pada Shi-on, Shi-on membaca kertas itu, ini adalah kapal penumpang Incheon ke Cheong-do yang berangkat tiga kali seminggu. Shi-on tanya apa ada lagi. Hee-bin hanya diam, dengan maksud tak ada.
Shi-an tanya dimana Hyung-joon. Hee-bin tak tau tapi dia merasa kalau Hyung-joon tengah menyelidiki orang yang mencelakai Shi-on. Shi berfikir sejenak, dia teringat akan Gun-woo yang mengatakan kalau dirinya bertemu dengan Hyung-joon.
“Jika kau dan aku bisa melihat dia, apakah kau pikir orang lain dapat melihatnya, juga?” tanya Shi-on. Hee-bin bingung ‘dia’ siapa yang dimaksud oleh Shi-on, oppa tampan?
Shi-on mengangguk. Hee-bin tanya siapa yang melihat Hyung-joon, Shi-on mengatakan kalau orang itu Cha Gun-woo.
“Cha Gun-woo benar-benar terluka bukan? Tidakkah kau pikir dia melihatnya ketika dia diambang kematian? Ketika orang diambang kehidupan dan kematian, mereka kadang-kadang bisa melihat hal-hal yang aneh.” Jelas Hee-bin. Shi-on berfikir, dia mengingat ketika Gun-woo tengah tertusuk dan setengah sadar, Hyung-joon menampakkan diri disana. Dalam hati Shi-on bertanya-tanya, apakah saat itu Gun-woo melihat Hyung-joon oppa?
~~~



Beberapa penyelidik berlari dengan tergesa, Shi-on yang tengah berjalan masuk ke kantor menjadi heran. Dia bertanya pada seorang Sunbae tentang apa yang terjadi. Sunbae memberitahu kalau ada laporan yang mengatakan kalau orang yang menikam Gun-woo berada di terminal bus.
Sunbae itu tergesa-gesa, segera pergi. Shi-on kembali melihat kertas yang diberikan oleh Hee-bin, dia bingung bukannya bukan terminal tapi pelabuhan Incheon.


“Aku telah menghapus pencarian dan inspeksi pos pemeriksaan, dan aku mengirim tim inspeksi ke terminat (bis), jadi cepat pergi!”
“Baiklah. Aku akan kesana.” Percakapan ketua Moon dalam panggilannya.
~~~



Il-do berjalan menuju ke mobil Ketua Moon, Ketua Moon langsung mengatakan kekesalannya. Karena dia telah menyuruh Il-do untuk diam tapi malah membuat kekacauan. Il-do membela diri dengan mengatakan kalau dia hanya ingin melenyapkan Yang Shi-on. Ketua Moon menyuruh untuk Il-do pergi secara diam-diam seolah mati, sampai dengan kekacauan di Departemen polisi mereda.
Il-do mengerti, Ketua Moon menyerahkan amplop uang. Il-do segera pamit pergi.


“Dia baru saja pergi. Ini akan menjadi rumit jika dia tertangkap, jadi cepatlah.” Ketua Moon menghubungi seseorang selepas kepergian Il-do.
~~~



Il-do berada di jalan, seseorang dengan helm’nya tiba-tiba datang segera memukul punggung Il-do. Il-do jatuh tersungkur, orang tadi segera turun dan memukuli Il-do dengan pentungannya. Il-do tak bisa melawan, beruntung ada seorang ahjuma yang melihat kejadian itu. Ahjuma itu berteriak ketakutan, membuat si pemukul panik. Dia segera mengambil dompet dan amplop Il-do. Ini sih modus, biar terkesan kalau ini modusnya adalah perampokan.


Hyung-joon menatap Il-do yang jatuh tak berdaya, tatapan datar. Sedang dari kepala Il-do mulai mengalir darah.
~~~



Shi-on menemui Gun-woo dirumah sakit, sepertinya keadaan Gun-woo sudah semakin membaik dengan dia yang tak lagi ICU dan alat bantu pernafasannya pun sudah dilepas. Shi-on tersenyum dan mengelus rambut Gun-woo.
Sebuah panggilan masuk dari Hee-bin, Shi-on mengangkat dan meng-iya-kan panggilan itu.
~~~


Seseorang keluar dari motel tempat Il-do bersembunyi, dia masuk kesebuah mobil. Shi-on sudah duduk disana, dan orang tadi adalah Sunbae yang sebelumnya akan menangkap Il-do. Shi-on tanya apakah orang yang didalam motel itu benar Il-do. Sunbae meng-iya-kan, tapi katanya ada yang naik juga kesana. Berarti Il-do tak sendirian, Shi-on menyarankan untuk menunggu bantuan datang. Sunbae penasaran bagaimana Shi-on tau tentang keberadaan Il-do. Shi-on tersenyum dan beralasan kalau dia memiliki informan, Sunbae jadi kagum karena dia saja yang Detektive penyelidikan khusus kalah cepat.
Sunbae tanya bagaimana dengan keadaan Cha Gun-woo, Shi-on mengatakan kalau Gun-woo akn segera bangun. Sepertinya tadi Shi-on ketemu dulu sama Hee-bin (benerkan? Soalnya yang nelfonkan Hee-bin) terus dari Hee-bin dia dapet informasi persembunyian Il-do. Mungkin karena jatah epi’nya sedikit jadi ada adegan yang dipotong kali yah?



Sunbae membulatkan matanya, dia terkejut melihat Il-do yang keluar dari motel dengan leher dan tangan yang di gips. Sunbae segera keluar dari mobil dan menangkap Il-do. Tak ada perlawanan. Bantuan juga datang.
~~~



Shi-on menunjukkan bukti pisau yang telah berlumuran darah. “Kang Woo-cheol. Choi Moon-sik. Kau membunuh mereka, dan percobaan pembunuhan pada Cha Gun-woo. Kau melakukan itu. Ada banyak bukti untuk membuktikan itu.”
Il-do tak perduli, lakukan apa yang kau mau. Shi-on tersenyum, “apa kau pikir dengan patuh pada janji. Seseorang akan perduli padamu? Apakah kau pikir kalau Ketua Moon akan terus memperdulikanmu? Kau tidak bisa serius berpikir bahwa itu hanya nasib buruk, kau tidak bisa pergi karena kamu dipukuli dan dirampokkan? Pria yang membuatmu seperti ini, Kami menangkapnya.”
Il-do : “Dimana b*jingan itu?”
Shi-on : “Apakah kau tahu apa yang dikatakannya? Dia bilang harapan hidupmu terlalu panjang. itulah sebabnya rencanannya berantakan.”
Il-do kesal, omong kosong. Shi-on semakin mencoba membuat Il-do panas, ternyata bernegosiasi dengannya(yang mukul Il-do) sangat mudah, dengan cepat mengaku.




Dengan tatapan penuh arti, Shi-on tanya apa kau tak penasaran siapa yang melakukan semua hal itu pada dirinya. Pertanya Shi-on membuat Il-do menduga-duga namun masih ragu, itu tak mungkin....
Shi-on menatap penuh ejekan, sebagai seorang pembunuh, kau cukup naif.
Il-do semakin yakin siapa biangnya, penuh kekesalan. “Moon Hong-joo”


Shi-on keluar dari ruang introgasi, dia segera menelfon Jaksa Park.
~~~


Senator Choi, ituloh yang sering sama Ketua Moon. Dia berjalan masuk kekantor, namun jalannya ditahan oleh para tim penyelidik. Senator Choi kebingungan, Sunbae yang ikut dalam penangkapan membacakan kasus yang dituduhkan ke Senator Choi. “Senator Choi? Untuk kontribusi ilegal politik, penyuapan, dan menyembunyikan dana ilegal, kau telah ditangkap.”
Senator Choi sesumbar, kau tak tau siapa aku.
“Apakah kau pikir kami datang kemari tidak tahu itu? Kami sibuk, juga. Tangkap dia!” perintah Sunbae. Senator Choi melawan tapi tak akan BERGUNA.
~~~


Shi-on berjalan dengan para Tim Penyelidik, dia berjalan dengan penuh percaya diri dan tampak senyum tipis penuh kemenangan.


Ketua Moon tengah melakukan pertemuan, “Terima kasih semua disini dan semua kerja keras yang dilakukan rekan sejawat polisiku. Aku rasa aku bisa maju kedepan dan mengambil posisi yang menuntut tanggung jawab lebih besar.”
Salah satu rekan polisi memuji Ketua Moon, berkat ketua Moon mereka bisa belajar banyak. Ketua Moon tertawa, “Setelah penunjukanku, akan ada beberpa perubahan dalam jabatan. Pada saat itu, tolong bantu aku lagi.”



Shi-on masuk keruang pertemuan Ketua Moon, jelas Ketua Moon marah dan menganggap Shi-on lancang. Shi-on tak gentar, dia segera menunjukkan surat penangkapan Ketua Moon. “Ketua Moon Hong-joo, anda ditangkap karena memerintah pembunuhan dan penyelundupan.”
Para teman Ketua Moon kasak-kusuk, meraka bertanya-tanya akan kebenaran yang diucapkan Shi-on. Ketua Moon berusaha tenang, apa yang kau lakukan.
“Anda berhak menunjuk seorang pengacara. Anda berhak menolak tuduhan yang terhadap anda di pengadilan hukum.” Jelas Shi-on. Ketua Moon menanyakn bukti yang dibawa Shi-on untuk menangkapnya.



Bukti?, Shi-on melirik kearah pintu ruangan, Il-do masuk. Ketua Moon terhenyak kaget.
Ketua Moon : “Kau pikir kau akan aman melakukan ini?”
Shi-on : “Kenapa kita tidak pergi dengan tenang? Ada banyak mata disini.”
Ketua Moon : “Jangan kau pikir ini semua berakhir!”
Shi-on : “Tentu saja. semua baru dimulai, semua hal yang anda lakukan. aku akan mengungkapkannya, satu per satu dan semuanya.”
Shi-on memberi perintah untuk menang Ketua Moon, tapi masih dengan keangkuhannya Ketua Moon menolak. “Beraninya kau”
~~~


Gun-woo bangun dari tidurnya, dia melihat Shi-on tengah berdiri memandanginya. Gun-woo memberi selamat pada Shi-on yang telah berhasil menangkap Ketua Moon. Shi-on tersenyum, dia merasa kalau beritanya sampai dengan sangat cepat. Gun-woo mengatakan kalau Seung-ha dan Seong-chan yang memberitahu, mereka membuat keributan. Gun-woo sebenarnya sangat ingin menangkap b*jingan itu.
“Kau bisa menyiksa dia selama yang kau inginkan, karena dia tidak akan pergi kemana-mana.”
Gun-woo merasa kalau Shi-on telah mendapat waktu yang sulit sendirian. Tapi menurut Shi-on, melihat Gun-woo terbaring dirumah sakit itu lebih buruk.




Gun-woo meminta maaf, tapi Shi-on mengatakan karena Gun-woo masih bercanda berarti dia belum akan mati. Mereka berdua terdiam sejenak,
“Kau bilang berada disampingku bagus kan? Kalau begitu, tinggallah disampingku. Jangan pernah berputar balik padaku lagi. Jangan tertusuk didepanku, dan jangan menggunakan dirimu, untuk mencoba melindungiku. Tinggal saja disampingku. Jika aku kehilangan kau juga, aku rasa aku tidak bisa menangani itu. Cepat sembuh dan datanglah padaku. Itu jawabaku” ucap Shi-on panjang lebar. Berarti Shi-on sudah menerima cinta Gun-woo?
Gun-woo tersenyum dan menggenggam tangan Shi-on.
~~~



Seung-ha bertanya-tanya kapan Hee-bin datang, tapi Seong-chan malah menganggap Seung-ha tak peka. Seung-ha beralasan kalau dia sangat ingin makan ayam jadi seperti ini.
Hee-bin masuk membawa sekotak ayam, dengan bercanda Hee-bin bertanya apa dia pengantar ayam. Kekekeke jadi Seung-ha nyuruh Hee-bin buat beli’in ayam.
Hee-bin tanya bagaimana keadaan Gun-woo, Seong-chan mengatakan kalau Gun-woo akan segera sembuh karena tubuhnya seperti baja. Hee-bin kembali bertanya, apa Seong-chan yang menangkap semua penjahat. Seong-chan ingin menjawab,
Namun dengan polosnya, Seung-ha berkata. “Ketua Tim yang menangkap mereka semua. Dia menorobos masuk ke dalam ruang rapat, menunjukkan surat perintah didepan wajahnya dan berkata, ‘Saya menahan anda.’”
Seong-chan kesal karena jatah menyombongkan diri didepan Hee-bin berkurang. Seong-chan menyumpal mulut Seung-ha dengan ayam dan menyuruhnya makan.
Hee-bin bergumam, “oppa tampan pasti sudah pergi”
~~~




Shi-on membawa kotak berisi benda kenangannya dengan Hyung-joon, dia menatapnya lekat satu persatu. Sampai dengan sebuah denah rumah impian mereka.

FLASHBACK








Shi-on tanya apa yang sedang Hyung-joon buat, Hyung-joon mengatakan kalau dia sedang membuat denah rumah mereka. Shi-on mencoba membaca denah itu, dia terkejut melihat kamar yang tersedia untuk anak mereka ada tiga. Shi-on terkejut, siapa yang akan melahirkan anak tiga? Apa kau yang akan melahirkannya?
Hyung-joon menunjukkan denahnya, ada sebuah tempat anjing nantinya ditaman mereka. Shi-on kembali membahas tentang anak tiga, bagaimana dia bisa punya anak tiga sedang dia bercita-cita jadi komisaris polisi.
Hyung-joon bercanda, bukankah cita-citamu adalah menjadi istriku?
Shi-on tertawa, mendengar candaan Hyung-joon. Please buatin mereka drama.
FLASHBACK END



Shi-on celingukan mencari Hyung-joon, siapa tau ada disekitarnya. Tapi nihil, Shi-on menangis mengenang kenangan manisnya yang mungkin sekarang berubah menjadi pahit.
“Mulai hari ini aku bersama Cha Gun-woo. Kamu taukan? Itu tak apa kan?”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ KOMENTAR :
Huwaaaaaaaaaaah, meskipun hubungan Gun-woo dan Shi-on terkesan sedikit dipaksakan tapi menurutku dalam drama ini masih wajar sih, soalnya dalam hati Shi-on sendiri masih hanya tertulis LEE HYUNG-JOON. Shi-on masih mencoba menekan perasaannya pada Hyung-joon dan mencoba memulai dengan Gun-woo.

Mianhae gak bisa jadi full soalnya berat sih kalau buat jadi satu.

10 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 15-1"

  1. Ihiiiiy seneng deh liat senyum Gun Wo
    Ditunggu part2 nya chingu ˆ⌣ˆ
    -wulan-

    ReplyDelete
  2. huwaaa......
    seru bgttZz....tp hyung joon kmn ya,kok gk kliatan mza pergi tnpa pesan!

    ReplyDelete
  3. Alhamdlillah akhrnya jd ama gun woo..asyik..asyik .......haha..

    ReplyDelete
  4. mencurigakan......bakal sad ending kah?

    ReplyDelete
  5. uaa.. Lebih cocok hyung joon am shi on.. Lbh dpt feel nya.. Ap lg pas kenangan2 mrka di ulg lg.. Ngena bgt.. Beda am cha gun woo,hehe..

    Thank u so much eonni..

    ReplyDelete
  6. ternyata di sini banyak pemain kdrama cheong damdong yah ??? yg jadi shi on n jaksa park ---> jadi suami istri di cheongdam dong...trs ketua moon jadi ayahnya jaksa park di cheong damdong alice....hehe.....jadi kangen ma oppa Park Shi Hoo nih.....

    ReplyDelete
  7. part 2 nya di tunggu ... kapan nehh??? uda ga sabar pengen baca ..

    aq lebih suka kalo yang sji ohn bisa balik lagy sama lee hyung joon , semoga hyung joon bisa sadar n ga kebablasan tidurnya...
    sebenernya gun woo org nya baik n pnegertian tpi q lbih ska klo shi ohn bisa sama hyung joon lagi.

    gomawo yaa "fighting" !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah di posting kok. coba cek ke beranda aku deh

      Delete
  8. kok linknya dari epi 12 sampai 16 part 2 mati si ?
    :/

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^