[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 14-1

[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 14-1



“Berdasarkan catatan dari tes kesehatan yang menyeluruh, Berat Detektif Lee Hyeong Joon tercatat 78 kg. Tetapi, berat mayat Lee Hyeong Joon Adalah 69 kg.” Jelas Jaksa Park.
Jadi maksud anda?, Gun-woo masih belum mengerti.

“22 Juli 2007. Mayat yang ditemukan di tempat kejadian hari itu, bukan Detektif Lee Hyeong Joon.” Lanjut Jaksa Park. Gun-woo terdiam mencerna penjelasan Jaksa Park.



Gun-woo sekarang mengerti kalau mayat Lee Hyung-joon yang ditemukan bukanlah Lee Hyung-joon yang sebenarnya. Jaksa Park mengatakan kalau menukar mayat dan mengubah ukuran dan berat tubuh (sepertinya merujuk sama hasil catatan tinggi sama berat) polisi tidak mungkin bisa melakukannya sendiri.
Gun-woo bertanya bagaimana pendapat Jaksa Park, Jaksa Park menduga kalau mereka menutupi semua ini dengan menyabotase dan menyembunyikannya (Hyung-joon).
~~~



“Kau...kau masih hidup?” tanya Shi-on. dengan sedih, Jeong-im mengangguk meng-iya-kan. Shi-on kembali menatap tubuh Jeong-im yang koma.




“Sudah 6 bulan. Dia mengendarai ambulan yang sedang membawa pasien dan terjadi kecelakaan. Jung Im melindungi pasien dengan tubuhnya sendiri, dan pasien selamat. Tetapi, seperti yang Anda lihat, anakku...dia tertidur.” Ibu Jeong-im menceritakan kronolgi kecelakaan Jung-im (aku tulis gini yah. Biar simple). Ibunya begitu sedih dan terlihat belum sanggup kehilangan putrinya. Shi-on juga ikut sedih.
Jung-im berdiri melihat ibunya yang menangis, matanya ikut berkaca-kaca melihat ibunya menangis dengan terus menggenggam kalung.
~~~


Gun-woo mengendarai mobilnya menuju kesuatu tempat, dia teringat akan pembicaraannya dengan Jaksa Park. Gun-woo meminta pada Jaksa Park untuk jangan memberitahukan tentang masalah ini dulu pada Shi-on sampai semuanya benar-benar jelas. Jaksa Park bingung, kenapa?
Gun-woo memberitahu karena Shi-on memiliki hubungan spesial dengan Hyung-joon oleh sebab itu Shi-on bisa berada di lokasi kejadian 6 tahun lalu. Jaksa Park mengerti.
~~~



Hee-bin sudah rapi, bukan lagi dengan pakaian shaman. Ada seorang pengunjung, Hee-bin memberitahu kalau dia sudah tak menerima tamu. Tapi ketika tirai dibuka, “aku Yang Shi-on”
Hee-bin terkejut, harusnya memberitahu dulu. Shi-on duduk, dia kemudian bertanya pada Hee-bin apakah Hee-bin bisa melihat roh manusia hidup. Hee-bin mengatakan tentu saja karena dirinya dan Shi-on juga roh hidup.
“Tidak.. bukan itu maksudku. Ketika tubuhnya di tempat lain, masih hidup. Bisakah kau melihatnya?” Shi-on memperjelas maksud ucapannya.




Menurut Hee-bin, mereka tidaklah benar-benar hidup. Tubuh mereka hidup tapi sebenarnya mereka hanya seperti tempurung yang tak memiliki roh. Perlahan disudut ruangan Hyung-joon muncul, Hee-bin melihatnya. Hee-bin bertanya pada Shi-on bagaimana dengan keputusan Shi-on, tentang oppa tampan?
Mata Shi-on menjadi berkaca-kaca, dia bertanya apa yang harus ia lakukan, bagaimana ia harus lakukan agar bisa membuat Hyung-joon pergi dengan tenang?
Hyung-joon tertunduk sedih.


Hee-bin menatap Hyung-joon, Shi-on yang melihat arah pandang Hee-bin. Dia ikut menengok kesudut ruangan tapi Hyung-joon sudah tak ada disana.
~~~



Shi-on membuka kotak cincin milik Hyung-joon, dia menatapnya lekat. Shi-on kembali teringat akan ucapan Hee-bin, Hee-bin menyuruh untuk membuat Hyung-joon meninggalkan semua penyesalan dan kekhawatirannya tentang Shi-on maka Hyung-joon akan pergi dengan tenang.
Shi-on menangis, dia seolah sangat-sangat sulit untuk rela ditinggal oleh Hyung-joon.



Gun-woo pulang, Shi-on segera membenahi kotak cincin itu. Shi-on berusaha menutupi kalau dia menangis dan segera menghapus air matanya tapi bagaimanapun Shi-on masih terisak.
Gun-woo tanya apa Shi-on menangis. Shi-on tak menjawab, lalu menyuruh Gun-woo untuk mandi dan istirahat. Tapi sepertinya Gun-woo kesal tak dijawab atau entahlah, dia mengatakan kalau mungkin ini adalah waktu yang salah, waktu yang salah untuknya (pulang).
Gun-woo kembali keluar sedang Shi-on hanya bisa menghela nafas.
~~~


Gun-woo pergi untuk mencari makan, dia duduk sendiri didepan toko. Gun-woo mengingat kembali dugaan Jaksa Park tentang Hyung-joon yang masih belum meninggal, Shi-on yang selalu saja membahas Hyung-joon lalu mengatakan kalau Hyung-joon adalah orang yang Shi-on sukai. Dan terakhir dia teringat saat Shi-on menangis sendiri dirumah.
Gun-woo menggeleng, bagaimana dia bisa cemburu pada orang yang sudah mati. Gun-woo merasa kalau dirinya tak diberi kesempatan dan sekarang mengetahui kalau Hyung-joon belum mati. Mungkin dia takut Hyung-joon masih hidup,
~~~



Shi-on menatap layar laptonya, dia melihat CCTV menunggu Gun-woo. Dia menunggu lama tapi Gun-woo tak juga muncul.
Sampai-sampai, Shi-on duduk tertidur disofa.




Gun-woo pulang, Shi-on terbangun dari tidurnya. Dia mengucapkan sampai jumpa besok. Shi-on segera beranjak kekamarnya, tapi Gun-woo memanggil Shi-on.
“Ketua Tim, sampai kapan? Apakah kau akan terus berharap pada orang yang sudah mati? Tidak bisakah kau melihatku, melihatku yang ada didepanmu? Apa kau tak bisa melihatku? Sampai kapan kau pura-pura tak tahu kalau aku....”
Shi-on berniat kekamar sepertinya Shi-on tak ingin mendengar kelanjutan ucapan Gun-woo, tapi Gun-woo menarik Shi-on dalam pelukannya.




Shi-on mencoba melepas pelukan Gun-woo tapi ditahan.“Aku.. menyukaimu, ketua tim. Sekarang, tolong lihat aku”
Shi-on terdiam dalam dekapan Gun-woo, Dia berniat balas memeluknya tapi tangan Shi-on seolah tak mau. Dia hanya mengepalkan tangannya.



Malamnya, Shi-on dan Gun-woo sama-sama masih belum bisa tidur. Banyak pikiran.
~~~




Dalam perjalanan berangkat kerja, Shi-on dan Gun-woo sama-sama dalam kecanggungan. Saling lirik. Gun-woo memutuskan memutar sebuah musik, Shi-on yang mendengarnya jadi tersenyum kemudian mematikan musiknya.
Tentang apa yang kau katakan semalam.. Shi-on tersenyum. Gun-wo berdehem seolah tak terlalu jelas mendengar. Shi-on mengatakan kalau sampai dengan kasus penyelundupan terselesaikan, kau bisa menunggukan?
“Pria sejati memegang janji mereka, bagaimanapun juga.” Ucap Gun-woo cuek meskipun akhirnya mendesis. Shi-on kembali tersenyum, jadi aku akan menyimpan jawabannya sampai dengan kasus ini terselesaikan. Gun-woo merajuk, kau tak harus melakukan itu.
~~~



Seorang gadis tersenyum riang, dia berhasil menemukan barangnya yang hilang di Lost and Found Center. Barangnya adalah kalung yang sama  dengan kalung yang dimiliki ibu Jung-im, gadis itu berterimakasih dan pergi.
Seong-chan ikut senang, dia bertanya pada Seung-ha, bukankah perkerjaan mereka berharga. Seung-ha tersenyum membenarkan karena mereka bisa bertemu dengan gadis cantik. Seong-chan kesal, bukan itu maksudku tapi bisa mengembalikan barang orang lain, bung. Kekeke



Shi-on dan Gun-woo datang, Shi-on memuji kerja Seong-chan yang sekarang sudah mahir menemukan barang dan mengembalikannya pada pemilik. Seong-chan bangga, aku merasa seperti itu dari dulu.
Gun-woo tanya barang apa yang mereka kembalikan, Seung-ha mengatakan kalau itu adalah kalung kayu. Shi-on belum mengerti, Seong-chan memberitahu kalau yang bentuknya unik. Kami juga membawanya kerumah sakit, yang akan jatuh.


Shi-on berfikir kemudian bergegas menuju ke mejanya, dia mengecek barang yang ditemukan. Shi-on teringat ketika kalung yang mau jatuh dari kantong diambil Shi-on, Shi-on melihat Jung-in tapi Shi-on juga ingat kalau ibu Jung-im memegang kalung yang sama.
“Seong-chan, orang yang mengambil kalung itu. Beri aku nomornya.”
~~~


Shi-on menemui gadis yang mengambil kalung, gadis itu sangat berterimaksih karena mereka talah menemukan kalungnya. Shi-on memuji kalau kalungnya sangat cantik, Gadis itu senang dia mengatakan kalau kalungnya dibuat dari pohon ginko dan dia mendapatkan dari ibunya. Gadis itu heran kenapa Shi-on bertanya padanya.

Shi-on bertanya apakah gadis itu mengenal Kim Jung-im dia seorang perawat di RS Woong in, dia berfikir tapi kemudian merasa kalau dia tak mengenalnya dan bahkan belum kerumah sakit itu. Gadis itu mengatakan kalau dia benar-benar harus pergi,
~~~




Gun-woo dan Jaksa Park tengah memeriksa dokumen yang telah mereka dapatkan.
“Aku telah melihat ke beberapa rekening milik Park Il Do. Ada beberapa perusahaan kertas. Dia telah memindahkan dananya dengan hati-hati sekali.” Jelas Jaksa Park. Gun-woo tanya apakah mungkin dana itu digunakan untuk dana lobby. Jaksa Park meng-iya-kan kemungkinan itu karena Ketua Moon menemui beberapa anggota kongres secara rahasia dan mendapat aliran dana untuk kontribusi pemilu.
Gun-woo tanya bagaimana dengan Moon-sik, Jaksa Park memberitahu kalau tak banyak tapi Moon-sik hanya mengalirkan dana untuk biaya berobat anaknya dan juga mendonasikan dananya kesuatu tempat.
Gun-woo penasaran dan melihat datanya, Moon-sik mendapat sebuah tarikan otomatis beberapa hari yang lalu. Gun-woo memikirkan sesuatu.

FLASHBACK



Gun-woo mengeluh kenapa dia yang harus membayar makanannya padahal dia saja tak punya uang karena memiliki pemotongan gaji tiga bulan. Moon-sik mengaku kalau dia juga tak punya uang, Gun-woo menyarakan Moon-sik untuk sesekali jangan terus menyumbang ke gereja tapi juga merawat juniornya yang malang ini.
Moon-sik kesal karena dia telah membantu seorang pasien rumah sakit, dia merasa kasian pada orang tua yang tak bisa membayar biaya rumah sakit karena anaknya sendiri juga harus seperti itu. Gun-woo mengerti dan menyanggupi untuk membayar makanannya.
FLASHBACK END
~~~


Ketua Moon tengah bertemu dengan seseorang, orang itu memberi selamat pada Ketua Moon karena sebentar lagi ketua Moon akan sering muncul di TV. Ketua Moon berterimakasih, semua ini karena bantuan anda tuan.
Orang itu menyuruh Ketua Moon untuk lebih berhati-hati karena pencalonan Ketua Moon sebagai Komisaris makan akan banyak orang disana-sini yang mencoba mencari tahu kepantasan Ketua Moon.
Ketua Moon mengerti.
~~~



Shi-on kerumah sakit, dia menatap tubuh Jung-im dari luar ruangan. Shi-on bertanya-tanya apa hubungan Jung-im dengan kalung itu, dan apa yang kau mau dariku?
Ibu Jung-im berjalan menuju ruangan anaknya, dia berpapasan dengan Shi-on.



Ibu Jung-im memberitahu kalau Jung-im selalu membawa kalung kayu itu, aku juga selalu membawanya karena aku jadi merasa dia selalu bersamaku. Shi-on bertanya darimana asal kalung itu. Ibu Jung-im mengatakan kalau Jung-im mendapatkannya dari ibu kandungnya.
Shi-on bingung, ibu kandung?
Ibu Jung-im mengatakan kalau dia menganggap kalau Jung-im adalah anak kandungnya dalam hati tapi dia adalah anak yang diadopsi ketika umurnya 5 tahun. Shi-on memberitahu kalau dia juga melihat kalung yang sama dengan milik Jung-im, apa dia memiliki saudara?
Ibu Jeong-im meng-iya-kan, saudara Jung-im lebih tua 2 tahun. Shi-on tanya apa Jung-im berubah nama.
“Iya, dulu sebelum dia datang. Dia dipanggil Lee Ji-won” jawab ibu. Shi-on memikirkan sesuatu.
~~~


Gun-woo mengendarai mobilnya, dia teringat kambali dengan kasus Hyung-joon. Gun-woo teringat ketika Moon-sik yang sedang menodong Shi-on, Gun-woo bertanya apa Moon-sik membunuh Hyung-joon. Moon-sik mengelak dan mengatakan kalau yang Gun-woo ketahui bukanlah sepenuhnya. Gun-woo juga teringat akan rekaman kemarin, saat Katua Moon menganggap kalau ada sesuatu yang disembunyikan Moon-sik.
“Sunbae, kau mengetahui sesuatu bukan?”
~~~




Shi-on menemui gadis pemilik kalung kayu, Shi-on menyerahkan foto kakak dan Jung-im ketika mereka masih kecil. Kakak Jung-im menangis.. Ji-wonku...Ji-wonku...

FLASHBACK



Jung-im kecil (JI-won) merengek pada kakak’nya agar mereka pergi bersama. Tapi sang kakak menolak, dia mengalungkan kalung kayu pada Jung-im. Si Kakak mengatakan kalau selama Jung-im mengenakan kalungnya maka sama saja kalau mereka itu selalu bersama. Kakak mengajak untuk janji kelingking, dia janji kalau dia akan menemui Jung-im selama Jung-im mengenakan kalungnya.
Ibu angkat Jung-im mengajak untuk pergi, Jung-im patuh masuk ke mobil ibunya.



Selepas kepergian Jung-im, kakak menangis. Dia menangis melepas adiknya pergi, semua ketegaran yang ditampakkannya tadi semata untuk membesarkan hati adiknya.
FLASHBACK END
~~~



Kakak menemui Jung-im yang koma di rumah sakit, dia minta maaf karena dia datang terlambat, dia benar-benar tak tau. Setelah terucap kata itu, perlahan alat pendeteksi detak jantung menurun secara drastis. Yaa, Jung-im meninggal. Kakak dan Si Ibu menangis melihat orang yang mereka sayangi telah tiada.
Shi-on menunduk sedih namun ketika dia menegakkan kepalanya telah ada Jung-im yang berdiri dengan wajah yang berseri. Roh Jung-im kemudian menunduk seperti memberi ucapan terimakasih pada Shi-on.
Shi-on lalu permisi untuk pergi.


Shi-on mendapat panggilan dari jaksa Park. Shi-on terkejut, kau telah menemukan dimana dia disembunyikan?
~~~



Shi-on tergesa-gesa menemui Gun-woo, dia kemudian menunjukkan sebuah rumah.
Gun-woo menyiapkan pentungnya terlebih dahulu kemudian memasuki tempat itu, dari luar Il-do melihat keduanya masuk kemarkas miliknya.


Gun-woo menemukan ruangan sudah berantakan dan tak ada seorang pun. Shi-on merasa kalau mereka telah membersihkan semuanya dan pergi beberapa hari yang lalu. Gun-woo mengatakan kalau ketua Moon telah melakukan gerakan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~KOMENTAR :
Banyak yang suka Hyung-joon sama Gun-woo juga, ada yang milih Gun-woo ada juga yang Hyung-joon. tenang, tinggal 2 episode. nanti malam yang 15 dan selasanya 16, udah deh say goodbye. aku juga sebenernya penasaran banget..TT



11 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 14-1"

  1. Sepertinya hyung joong akan meninggal seperti suster itu (setelah org yang d sayangi menemukan tubuhnya yang koma)
    masih ada harapan buat Gun Woo :D

    ReplyDelete
  2. Jadi tambH penasaran....smngaat trs mba....aku stia menunggu updt nya....

    ReplyDelete
  3. klau lihat drmanya tayang dimana say...?????

    ReplyDelete
    Replies
    1. tayangnya sih di tvN cuma aku downloadnya di daily motion mba.

      Delete
  4. keren.... ayooo lanjutkn
    by mine

    ReplyDelete
  5. Aq plih gun woo aja, tp suka jg hyung joon
    Waduh .... :D

    ReplyDelete
  6. 50:50 aja dech. tp kasian juga ma si gun woo kalo nanti si HJ sama Shi On, GW sendiri lagi kaya di dream high.

    ReplyDelete
  7. aku suka mereka berdua...
    g tega milih salah satu....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^