[SINOPSIS] WHO ARE YOU episode 13-2

[SINOPSIS] WHO ARE YOU episode 13-2


Shi-on menerima panggilan dari Ketua Moon, kau ada dimana?
Shi-on mengatakan kalau sekarang dia berada diluar. Ketua Moon mengajak untuk bertemu dikantornya karena ada yang akan dia bicarakan. Shi-on menyanggupi dan mengakhiri
panggilan itu. Mata Shi-on berkaca-kaca, dia masih syok akan fakta yang baru diketahuinya ini.
~~~



Shi-on berjalan menuju kekantor Ketua Moon, sebelum masuk keruangannya, Shi-on berhenti sejenak. Dia masih teringat akan kata-kata Ketua Moon yang telah menganggap kalau muridnya sudah ia anggap seperti anak sendiri. Dan salah satu yang paling pintar adalah Shi-on.
Mata Shi-on kembali berkaca-kaca, kemudian dengan tekad dia mengetuk pintu ruangan Ketua Moon. Dari dalam Ketua Moon menyuruh untuk masuk.



Ketua Moon tengah menyibukkan diri merawat tanaman anggrek, Shi-on diam. Ketua Moon menyuruh Shi-on untuk duduk, dia juga bertanya kenapa anggrek sulit dibesarkan. Dengan dingin Shi-on mengatakan kalau dia tak tau.
“Itu karena kau terus menyimpan mereka dekat penanam. Anggrek tumbuh baik hanya ketika mereka dibiarkan bebas di alam. Ketika aku melihatmu, aku berpikir sebuah anggrek.” Ucap ketua Moon.
Shi-on bertanya dengan dingin, apa yang mau kau katakan. Ketua Moon melanjutkan, “Kau memiliki potensi untuk menjadi individu berbakat, tapi itu sulit untuk 'merawat'mu seperti itu.”



Shi-on menatap tajam Ketua Moon, Ketua Moon menyuruh Shi-on untuk menghentikan semuanya. Shi-on menganggap ini sebuah ancaman tapi menurut Ketua Moon adalah perintah.
“'Jangan menyerah pada ketidakadilan. Berdirilah dan melawan.' Aku rasa itu apa yang aku pelajari. Darimu, Ketua.” Ucap Shi-on, dia juga menolak akan perintah yang diberikan ketua Moon.



Ketua Moon tertawa, kau juga harus tau kapan kau harus berhenti yaitu ketika kau tak memiliki bukti. Shi-on benar-benar sudah tak tahan, dia berdiri. “Hormatku padamu, yang ku junjung tinggi. Hormatku untukmu guru, berakhir sampai dengan sekarang”
Ketua Moon berkata dengan penuh ancaman, aku juga tak mau untuk membunuh bunga anggrek yang aku tanam dengan tanganku sendiri.
Shi-on marah, tapi tak bisa berbuat apapun.
~~~




Gun-woo dan Shi-on menuju masuk kebasement, Gun-woo bertanya apakah Shi-on telah mengatakan pada Ketua Moon dan telah menyalakan api perang. Shi-on meng-iya-kan, tapi ketua Moon telah menganggap kalau mereka tak memiliki bukti. Gun-woo jadi sangat ingin untuk menemukan sebuah bukti, Shi-on menunjukkan kunci yang didapatnya dari kakek di pegadaian.
Gun-woo bertanya kunci apa, Shi-on mengatakan kalau dia mendapatnya dari penggadaian. Menurut Shi-on itu adalah kunci brankas tapi dia sendiri masih belum bisa memastikan. Gun-woo mengajak untuk melihat catatan Moon-sik tapi usul itu ditolak Shi-on karena menurutnya tak ada orang yang dipercaya di kantor.
Gun-woo memutar otaknya, hee-goo telah bersembunyi jadi siapa. “Benar, ada seseorang yang bisa kita percayai.”
~~~


Jaksa Park Woon-joon tengah memeriksa dokumennya, sekertarisnya memberitahu kalau ada tamu. Jaksa Park bertanya siapa. Dia mengatakan kalau itu adalah Inspektur Cha Gun-woo dan Yang Shi-on.
Jaksa Park sendiri agak bingung dengan kehadiran mereka.



Gun-woo dan Shi-on menemui Jaksa Park, Jaksa Park bertanya darimana mereka tahu kalau dia belum pindah. Gun-woo tersenyum, aku dengar kalau surat pengunduran dirimu tak diproses.


Jaksa Park telah medengar cerita yang disampaikan mereka berdua, Jaksa Park mengatakan kalau mereka tak berubah dan masih sembrono. Bagaimana mereka menuduh seseorang tanpa bukti, dan sekarang bukti yang ada telah mereka berikan tanpa ada kopi’anya. Gun-woo membela diri kalau mereka terdesak.
Jaksa Park merasa kalau ini akan sangat sulit karena lawan mereka adalah salah satu kandidat Kepala Polisi Seoul.



Itulah sebabnya kami menemuimu, ucap Shi-on. Shi-on menunjukkan kunci yang di dapatkan, ini adalah kunci yang dia dapatkan, dia memberitahu kalau kunci itu menurutnya adalah kunci brankas tapi sedikit aneh karena disimpan bersama dengan ponsel.
Jaksa Park mengatakan kalau dia akan mengecek data keuangan Moon-sik. Gun-woo mengucapkan terima kasih.
~~~



Shi-on diantar oleh Gun-woo seperti biasanya. Gun-woo memberitahu kalau dia telah membersihkan rumah Shi-on sedikit. Shi-on mengangguk, bagus.
Shi-on berjalan masuk kerumah namun dengan berbagai pikiran, entah tentang masalahnya dengan Hyung-joon ataukan dirinya yang masih trauma akan kejadian kemarin malam.
Gun-woo berlari mengejar Shi-on dengan membawa koper besarnya, Shi-on bingung apa yang akan Gun-woo lakukan. Gun-woo mencemaskan akan Shi-on kalau-kalau nanti akan ada yang menyerang Shi-on. Anggap saja seperti program perlindungan saksi... ah, Program Cha Gun-woo sendiri. Gun-woo menarik kopernya masuk kerumah Shi-on.



Shi-on terkejut, dia menghalangi Gun-woo memasuki rumahnya. Gun-woo hanya bisa menghela nafas dan menyuruh Shi-on untuk membuat pilihan. Shi-on bingung, pilihan apa?
“Pilihan satu, biarkan aku masuk dan tidur disofa. Pilihan dua, membiarkan aku tidur di mobil kecil panas dan membuatku ruam” Gun-woo menampakkan wajah sok sedihnya. Shi-on terdiam, bingung.
Gun-woo tersenyum, jawaban satukan. Gun-woo segera merebut kunci rumah yang dipegang Shi-on.



Gun-woo senang bisa melihat sofa dirumah Shi-on lagi, dia segera ingin merebahkan diri disana. Namun Shi-on menghampiri Gun-woo, apa kau yakin akan tinggal disini?
Gun-woo malah telah menganggap kalau 2 meter sekitar sofa adalah zona Gun-woo jadi Shi-on tak boleh mendekat..2 meter..2 meter. Shi-on kesal bagaimana kalau dia ingin nonton TV. Gun-woo tak perduli karena itu adalah masalah Shi-on.
“Kau mungkin tidak memegang pisau, tapi kau seperti perampok!” tuding Shi-on.
“Apa maksudmu perampok? Aku disini untuk mengusir jauh perampok!” elak Gun-woo tak terima. Shi-on tak bisa lagi berucap, dia sebenernya takut juga kali yah kalo sendiri.



Gun-woo tanya apa ada makanan. Shi-on tak percaya, kau ingin aku memasakkannya untukmu. Gun-woo menganggap tak apa kalau memang Shi-on tak mau.
“Ahjumma macam apa yang menyambut tamu dengan kasar?” sindir Gun-woo.
Shi-on kesal dengan Gun-woo dan berusaha memukulnya dengan bantal sofa, Gun-woo menahan bantal itu dan menariknya. Hingga Shi-on terjatuh tepat dipangkuan Gun-woo.
Shi-on kesal, segera berdiri. Dan tak lupa sebelum pergi, Shi-on menggeplak kepala Gun-woo.


Gun-woo senyum-senyum sendiri setelah Shi-on pergi.
~~~


Seong-chan dan Seung-ha segera menghampiri Gun-woo dan Shi-on yang berangkat bersama. Mereka berdua sangat senang bisa melihat Gun-woo dan Shi-on bisa bekerja sama lagi.
Seong-chan menanyakan tentang kondisi lengan Shi-on, dijawab sudah tak apa. Gun-woo mengatakan kalau mereka akan makan malam bersama untuk merayakan kembalinya Shi-on tapi Shi-on menolak. Gun-woo mengatakan kalau dia yang akan mentraktir mereka, Shi-on masih tetap tak mau.
“Makan malam tim. Makan malam tim. Makan malam tim. Makan malam tim” Seung-ha dan Seong-chan bersikap seolah sedang demo. Shi-on mendorong kepala mereka berdua, baiklah, diam. Aku menyetujuinya.
~~~




Shi-on masuk kebasement, dia berkeliling dan menemukan kalung hantu suster kemarin. Shi-on mengambilnya, dia celingukan mencari Jeong-im (hantu). Jeong-im telah berdiri disekitar Shi-on.
Shi-on tanya kalau mereka sudah bertemu di rumah sakit kan. Hantu mengangguk, namun setelahnya roh Jeong-im menghilang. Shi-on bingung, namun roh Jeong-im kembali tampak. Rohnya seperti hilang-tampak-hilang. Shi-on akan mengatakan sesuatu tapi terhenti karena kedatangan Gun-woo.


Gun-woo menyerahkan dokumen yang tentang data barang yang ditemukan. Ponsel Shi-on bergetar, itu dari jaksa Park.
~~~


Shi-on pergi menuju kesuatu tempat dengan Gun-woo.
Jaksa Park : “Aku melihat catatan keuangan Perwira Choi, tapi Perwira Choi tidak punya catatan menyewa brankas. Dia tidak punya aktifitas catatan keuangan selama 6 bulan terakhir juga. Aku mencari sesuatu yang lain, hanya untuk memastikan,
 Karyawan kantor itu bertanya pada Gun-woo apakah Gun-woo membawa kuncinya. Gun-woo menunjukkan kunci yang dimilikinya, Karyawan itu mengarahkan Gun-woo untuk masuk kesebuah ruangan.



Gun-woo membuka sebuah loker, didalamnya ada sebuah kotak. Setelah dibuka terdapat alat perekam, mereka berdua saling berpandangan.
~~~


Gun-woo menyerahkan rekaman itu pada Jaksa Park, Jaksa Park mengajak untuk mendengarkan rekamannya.

FLASHBACK


Moon-sik menyalakan alat perekamnya tanpa sepengetahuan Ketua Moon. Ketua Moon sepertinya menyalahakn segala hal yang tak berjalan baik pada Moon-sik. Ketua Moon menuntut apakah semua yang dikatakan oleh Moon-sik adalah kebenaran yang sebenarnya. Moon-sik meng-iya-kan, dia bertanya kenapa sekarang Ketua Moon menanyakan hal 6 tahun lalu padanya, apakah semua karena Shi-on yang masih belum mengingat semuanya.” Selama Lee Hyeong Joon sudah meninggal, semuanya baik-baik saja! Berapa banyak lagi orang yang harus mati, agar membuat anda puas?”
Ketua Moon dengan tegas mengatakan kalau dia akan menyingkirkan semua ‘kecambah’ yang membuatnya tak aman. Moon-sik mengancam dengan dirinya yang tahu penyebab kematian Woo-cheol. Moon-sik berkata kalau dia yang akan mengurus Shi-on, jadi biarkan dia sendiri.



Moon-sik berniat pergi meninggalkan Ketua Moon, tapi Ketua Moon mengancam kalau sampai Moon-sik menyembunyikan kebenaran tentang masalah 6 tahun yang lalu maka dia tak akan memaafkan Moon-sik.
Moon-sik kembali duduk, “Bukan anda yang saya butuhkan sebuah ampunan”
FLASHBACK END




Dari raut wajah Gun-woo dan Shi-on tampak keterkejutan dan kesedihan juga terselip disaa. Jaksa Park menganggap kalau hanya dengan bukti itu saja maka tak akan cukup. Shi-on merasa kalau dari ucapan Ketua Moon sepertinya ada kasus lain yang ditutupi. Meski mereka telah menangkap ekor dari kasus ini, tapi tetap saja tak akan mudah.
Gun-woo mengucapkan tekad untuk menyelesaikan masalah ini sampai dengan akhir. Jaksa Park menyuruh untuk terus mengawasi pergerakan Ketua Moon dan juga dia akan memberitahu Gun-woo jika menemukan sebuah petunjuk.
~~~


Shi-on terdiam memandang terus keluar jendela mobil, Gun-woo tanya apa yang sedang Shi-on pikirkan.
“hanya memikirkan ini dan itu” ucap Shi-on. Gun-woo bertanya apa dengan keadaan seperti ini mereka akan tetap makan bersama. Shi-on terdiam.
“Ada pepatah, 'bila kau memiliki kesempatan, ambillah sebelum itu kadaluarsa.' Mari kita jemput Seong Chan dan Seung Ha. Mari kita makan bersama-sama hari ini.” Lanjut Gun-woo.
~~~



Seong-chan dan Seung-ha masuk ke resttauran dengan sangat antusias, diikuti dengan Gun-woo dan Shi-on. Shi-on berjalan dengan sangat pelan, Gun-woo tanya apa Shi-on tak akan masuk. Shi-on menyuruh Gun-woo untuk masuk terlebih dulu.
Shi-on ternyata teringat akan perintah kakak Hyung-joon untuk jangan datang kesana lagi karena menurutnya itulah yang diinginkan oleh Hyung-joon. Shi-on hanya mengehela nafas dan melanjutkan masuk kerestaurant.



Semua telah mulai memesan, Shi-on mengahampiri Eun-joo. Dia sepertinya tak enak, dia mengatakan kalau dia datang karena ini merupakan acara makan tim. Eun-joo mengerti dan menyuruh Shi-on untuk duduk.
Makanan datang, dengan sok manis Seong-chan memberikan sayap untuk Shi-on karena lengan Shi-on terluka jadi dia harus makan sayah. Seung-ha bertanya dia harus makan apa, Seong-chan hanya memberinya kentang goreng. “Kau ini saja”





Kenyang!! Mereka semua segera keluar dari restaurant. Eun-joo menghampiri Shi-on sambil membawakannya kotak pizza. Eun-joo sepertinya tau akan kecanggungan Shi-on padanya, dia menyuruh Shi-on untuk datang kapan saja Shi-on mau asal dia membawa pacarnya.
Eun-joo tersenyum, lalu masuk kembali.
 Shi-on menyerahkan kotak pizzanya pada Gun-woo, berikan pada Seung-ha dan Seong-chan.
~~~


Shi-on kesal dengan Gun-woo yang masih terus membawa pizzanya padahal dia sudah menyuruh untuk memberikan pada Seung-ha dan Seong-chan. Tapi Gun-woo beralasan kalau dia akan memakannya sambil nonton TV, alasan itu membuat Shi-on makin kesal.



Perlahan roh Hyung-joon nampak dibelakang Shi-on.
Dia menatap keakraban Shi-on dan Gun-woo.
~~~




Jaksa Park tengah memeriksa data mengenai Moon-sik dan berlanjut dengan data Hyung-joon. Dia tampak memikirkan sesuatu dan kembali mengecek data Hyung-joon dengan komputernya. Entah apa yang dibaca, tapi dari wajahnya seperti dia menemukan sesuatu.
~~~




Shi-on selesai memeriksa keadaan lengannya, dia berserempetan dengan seorang ibu. Sebuah kalung terjatuh, Shi-on memungutnya dan teringat akan Jeong-im yang memiliki kalung yang sama.
Shi-on menatap Jeong-im yang tak jauh darinya, dia mengangguk. Shi-on pun kembali mengikuti ibu Jeong-im.
~~~



Jaksa Park menemui Gun-woo, Gun-woo tanya apa yang akan dibicarakan olehnya.
“22 Juli 2007. Aku sedang membicarakan tentang petugas yang meninggal di lokasi kejadian, Detektif Lee Hyeong Joon. Data dari catatan uji fisik Lee Hyeong Joon dari Rumah Sakit Kepolisian, dan data dari sertifikat kematiannya berbeda.” Papar Jaksa Park.
Itu karena dia terendam di air semalaman, ucap Gun-woo.
Jaksa Park mengatakan seharusnya berat tubuh yang terendam semalaman maka tubuhnya akan meningkat tapi itu tidak.
~~~



Shi-on mengikuti ibu itu menuju sebuah ruangan, sampai dengan memasuki sebuah ruangan. Shi-on mengintip dari luar, dia terkejut melihat tubuh Jeong-im ada didalam. Dia sangat terkejut, lalu arwahnya?
~~~



“Dalam catatan uji fisiknya, berat Detektif Lee Hyeong Joon tercatat 78 kg. Namun, mayat Lee Hyeong Joon hanya 69 kg. 22 Juli 2007, Mayat yang ditemukan di lokasi kejadian pada hari itu bukan Lee Hyeong Joon.” Jelas Jaksa Park.
~~~



Shi-on dengan keterkejutannya bertanya pada Jeong-im, kau belum meninggal?
Jeong-im mengangguk. Shi-on semakin terkejut.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ KOMENTAR :
Haduh, Gimana. Geget kan tuh, ada yang minta bocoran untuk episode 14, jadi gini. Dari episode ini aja kalian udah dapet clue’kan, kalau semisal ada roh itu belum tentu dia udah mati, tapi bisa juga kalau dia masih hidup jadi koma. Intinya nanti di episode 14 juga berlaku hukum yang sama buat Hyung-joon, dia belum mati tapi koma. Aku semakin dibuat penasaran, dibuat nyaho sekalian gak tuh si Hyung-joon atau malah diidupin lagi. TT
Kemarin ada yang nebak gitu kalo Hyung-joon belum mati loh, waaah hebat. Kemarin aku aja gak nyampe berimajinasi kek gitu. keke




15 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU episode 13-2"

  1. Klo hyungjoon belom mati, gun woo nya bs nganggur dong...kasiaaan....

    ReplyDelete
  2. huuaaa.....
    trz bgaimn dg nasib gun woo,pntez aj c hyung joon sdih tyap liat shi on akrab ama gun woo!!!

    ReplyDelete
  3. Drama ini ada brp episode chingu?? Semakinin penasaran gmn enddingnya drama ini...kalo hyung joon belom mati aduuuh gun woo ottokeyo??
    ~순다리~

    ReplyDelete
  4. kok aku gak rela ya kalo si oppa ganteng itu masih hidup..
    hidup cha gun woo !! colek mbak ntis

    ReplyDelete
  5. Lanjut yg eps 14ny dong?penasaran bngt.

    ReplyDelete
  6. kasian gun woo klo trnyata hyung joon msh idup... Jdi pnasaran ne... :)

    ReplyDelete
  7. hhahhh.. bener, g rela kalo hyung joon idup lagi.. *berasa sutradara...
    kalo idup lagi, gun woo gimana dong... masa iya tersisih gitu aja.. padahal kan yg lari kesana-sini gun woo, hyung joon cuma nampak, ngilang, nampak, ngilang lgi... hmmmm..
    aq masih berharap endingnya bakal sama gun woo.. wkwkwk :-)

    ReplyDelete
  8. waaah makin penasaran dgn klanjutanny..
    fighting..^^

    ReplyDelete
  9. Beneran deh bikin penasaran.

    Ayo semangat.

    ReplyDelete
  10. Hwa... Drama ini mpe ep 16 bukan? Berarti minggu ini di korea tamat kan yah? Akhirnya gmn yah? Shi On lebih cocok ma Hyung Joon (kata aku). Tapi gak tega juga ma usaha Gun Woo. Lanjut mpe akhir ya chingu! Semangat!

    ReplyDelete
  11. waktu jaksa park menjelaskan sm gun woo itu bukan mayat hyeong joon,jeong im itu sekalian nunjukin kalo hyeong hoon masih ada cuman koma aja ya?
    jd skrg dimana si handsome ghost itu?
    apa dulu moon sik g ninggalin tubuh hyeong joon? makanya dia koma di suatu tempat gitu?

    ReplyDelete
  12. DAEBaaaaAAKKkkk,, \>.</
    _Gal_

    ReplyDelete
  13. dari eps berapa yah aku mulai mikir juga hyung joon belum mati alias masi koma,,,, dan itu ulah moon sik yang masi menyembunyikan kebenarannya hyung joon,,, kan selama ini moon sik kalo ditanyai soal kematian hyung joon ga pernah dijawab seperti menyembunyikan sesuatu,, dan lagi dari perkataan hee bin kalo hyung joon masi mencampuri urusan shi on rohnya akan hilang dan terperangkap di kegelapan abadi untuk selamanya,,, lah kalo dia udah mati bukannya rohnya udah hilang yaaah dan ga ada urusan sama masalah roh lagi kan??#abaikan,, kenapa aku mikir mpe segitunya,, yaa aku juga ngambil dari jalan cerita drakor master sun yang episode hantu ahjumma yang masi koma tapi dia dah jadi hantu alias udah gentayangan di hotel kingdom padahal dia belum mati alias masi koma,,, hmmm sebenarnya juga aku ga terima kalo jae wook oppa hanya berperan sebagai hantu kece yang hanya gentayangan tanpa bicara yng hanya mengandalkan ekpresi muka doang dan aku juga berharap shi on-hyung joon bisa berakhir bahagia (berpasangan sampai ending) aku suka pasangan ini.. hmmm imajinasi tingkat tinggi,, ahahahah #TOLONGDIABAIKAN

    ReplyDelete
  14. pengen nya hyung joon oppa hidup .
    dalam kenyataan nya, cinta itu sulit untuk dilupakan .
    apalagi hyung joon sama shi on saat itu pas hangat2 nya, terlalu byk kenangan pula, menyakitkan kalo takdir bener2 memisahkan mereka .

    ReplyDelete
  15. Kalau Hyun Joon itu masih hidup trus nanti Gun Woo ama siapa ? Akh.. dramanya tambah rumit

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^