[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 13-1

[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 13-1


“Bersiap-siaplah” perintah Il-do pada bawahannya setelah meminta keputusan pada Ketua Moon. Sedang, Shi-on masih terduduk tak sadarkan diri.

~~~


Hee-goo heran melihat Gun-woo yang masih terdiam, apa kau baik-baik saja. Gun-woo tak menjawab malah menyuruh Hee-goo untuk melepas Sim-cardnya. Hee-goo mengatakan kalau dia akan membuat copiannya namun Gun-woo langsung mencegah. Jelas Hee-goo heran, tapi Gun-woo tak memberi alasan apapun dan meminta Sim card’nya.
Gun-woo menyuruh Hee-goo untuk pergi bersembunyi selama 3 bulan, Hee-goo menunjukkan peralatanya yang baru jadi bagaimana mungkin dia harus bersembunyi. Gun-woo tetap menyuruh untuk bersembunyi, hanya untuk tiga bulan jika kau ingin hidup.
Gun-woo langsung bergegas pergi, sedang Hee-goo kebingungan menatap peralatannya. “aku harus berkemas dari mana?”
~~~




Gun-woo sampai ketempat dimana Shi-on di sekap, sudah ada beberapa orang yang berjaga diluar. Melihat kedatangan Gun-woo, mereka sepertinya langsung paham dan membawa Gun-woo masuk.
Si Pria berjaket kelabu terlebih dulu mengecek apakah Gun-woo membawa senjata, tak ada. Gun-woo tanya dimana Ketua Tim Yang, tanpa menjawab Il-do hanya melirik pada Shi-on yang sampai saat ini belum juga sadar. Gun-woo terkejut mencoba menghampiri Shi-on  tapi dicegat.



Gun-woo menyuruh untuk mereka melepaskan Shi-on terlebih dulu, tapi Il-do malah menertawakan Gun-woo seolah itu sangat konyol. Il-do tanya dimana Sim card’nya, “Apakah kau menyukai wanita ini? Pertama kau berikan kartu SIM, lalu kau bisa mengeceknya, dan akan ke langkah selanjutnya. Tidakkah kau setuju?”
Gun-woo ragu, Shi-on telah sadarkan diri. Dia menoleh pada Gun-woo dan menyuruhnya untuk jangan melakukan itu.




Demi apapun juga, Gun-woo hanya memikirkan keselamatan Shi-on untuk sekarang. Gun-woo memberikan Sim card itu pada Il-do. Sedang Shi-on hanya memalingkan wajah, kecewa dengan keputusan Gun-woo.
Il-do mengecek hasil penggunaan Sim card’nya, 100 % belum dilakukan pengkopian. Dia tersenyum puas.




Gun-woo menyuruh untuk melepaskan Shi-on, Il-do setuju dan meninggalkan mereka berdua. Gun-woo melepas ikatan Shi-on, dari raut wajah Shi-on sendiri tak tampak ke-lega-an, sepertinya dia masih kecewa dengan keputusan Gun-woo.
Baru beberapa langkah, Il-do berbalik. Il-do, “Tangkap dia.. Baj*ngan Kecil. Apakah kau baik-baik saja? Tapi, apa yang harus aku lakukan? Bagaimanapun juga aku pikirkan tentang ini, meninggalkan kalian berdua seperti ini, tidaklah terasa benar.”
“Tangkap mereka” perintah Il-do.




Anak buah Il-do baru berniat melakukan perintah itu, tapi mereka dikejutkan dengan keadaan penerangan disana yang mati-nyala-mati. Mereka semua terkejut. namun dalam gelapnya ini, Shi-on melihat bayangan Hyung-joon disudut ruangan.
Lampu kembali menyala, semakin jelas Shi-on dapat melihat Hyung-joon. Hyung-joon seperti mengeluarkan kekuatannya sehingga bohlam yang ada ditempat itu menjadi pecah. Hyung-joon mengangguk pada Shi-on, memberi isyarat untuk mengikutinya.


Shi-on mengikuti petunjuk Hyung-joon, mereka bersembunyi ketika gerombolan datang. Sedang Gun-woo bingung melihat tingkah Shi-on yang sedikit aneh, mengangguk meski tak ada siapapun.
Hyung-joon memberi petunjuk menuju jalan keluar.




Namun sayang, diluar ada dua orang yang menghadang mereka. Gun-woo melindungi Shi-on dan menyuruhnya untuk masuk ke mobil lebih dulu sedang dia melawan kedua penjahat.
Salah seorang dari penjahat itu mencoba mengejar Shi-on dan memukulnya. Meski Shi-on bisa menghindar, Gun-woo datang langsung menghajar penjahat itu. Tapi ketika Gun-woo sedang memukul, dari arah belakang ada penjahat yang lain mencoba memukulnya lagi. Shi-on yang melihat itu segera berusaha melindungi Gun-woo dengan menggunakan punggungnya.
Shi-on kena pukul, Gun-woo terkejut segera menghajar penjahat tadi.



Gerombolan yang lain mulai datang, Gun-woo segera masuk kemobil dan kabur dari tempat itu.
Dari jauh, Hyung-joon menatap mereka. Dari wajahnya, terlihat Hyung-joon semakin pucat dan lemah. TT
~~~




Gun-woo tanya apakah Shi-on baik-baik saja. Shi-on seolah tak perduli akan dirinya malah mengungkit masalah Sim Card’nya yang merupakan barang bukti yang lebih penting dari dirinya. Gun-woo mengatakan kalau jelas nyawa Shi-on yang lebih penting.
Shi-on sudah tak kuat lagi menahan sakitnya, dia tak sadarkan diri. Gun-woo mencoba menyadarkan tapi dia melihat darah yang mengalir ditangan Shi-on, Gun-woo panik segera mempercepat mobilnya. “bertahanlah”
~~~



Shi-on terbaring tak sadarkan diri dirumah sakit. Gun-woo tanya bagaimana keadaan Shi-on. Dokter yang menangani mengatakan kalau tak ada tulang yang patah tapi keadaan lukanya cukup dalam jadi harus lebih berhati-hati ketika sembuh nanti.
Dokter pergi setelah memberikan perawatan.




Gun-woo duduk disamping Shi-on, dia memandang Shi-on penuh perhatian dan penuh kasih sayang. Gun-woo mengelus rambut Shi-on, dia memang begitu menyukainya.
Dari pojok ruangan, tampaklah Hyung-joon yang melihat hal itu. Dia terlihat sangat sedih, jelas sulit baginya menerima hal ini.

FLASHBACK





Shi-on dalam kondisi koma, kejadian ini setelah kematian Hyung-joon. Pada hari natal, dengan setia Handsome Ghost menemani Shi-on yang terbaring koma. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, sosok Moon-sik memasuki kamar Shi-on.
Hyung-joon jelas terkejut. Moon-sik mendekati tubuh Shi-on dan mencoba melepas alat bantu pernafasan Shi-on, tapi tiba-tiba lampu nyala-mati-nyala. Moon-sik ketakutan, tapi dia masih berusaha melepas alat bantu itu.



Namun tiba-tiba lampu menyala dengan sangat terang dan pohon natal kecil diatas meja berjatuhan, Moon-sik sekarang benar-benar ketakutan. Dia segera memutuskan keluar dari kamar Shi-on.
Selepas kepergian Moon-sik, Hyung-joon terduduk penuh ke-lega-an.
FLASHBACK END


Hyung-joon memandang sedih Shi-on, “Aku menanti keajaiban saat kau bisa bangun. Sekarang... aku rasa aku tak memiliki banyak waktu tersisa”
~~~


Keesokan harinya dikantor, Seung-ha dan Seong-chan terkejut mendengar berita Shi-on masuk rumah sakit. Gun-woo menenangkan kalau Shi-on tak apa-apa dan lagi pula akan kembali besok. Seung-ha mengajak untuk menengoknya tapi Gun-woo menolak karena mereka harus mengumpulkan barang yang ditemukan.
Seong-chan mengatakan kalau mereka bisa mengambilnya dan nanti mampir kerumah sakit. Gun-woo pasrah sehingga menerima ajakan mereka berdua, Seung-ha dan Seong-chan langsung semangat dan menyeret Gun-woo untuk segera berangkat.
~~~



Hee-bin benar-benar tak percaya, dia bertanya-tanya darimana saja Hyung-joon dan kenapa muka Hyung-joon semakin pucat. Hyung-joon memang tampak sangat pucat, tak seperti biasa.
“Oppa, aku sudah bilang padamu kan? Jika kau membuat kesalahan, rohmu akan menghilang! Kau bisa terperangkat dalam kegelapan abadi, tanpa jalan keluar, tidakkah kamu takut itu?” Hee-bin memperingatkan. Namun dengan keras kepala Hyung-joon masih memikirkan Shi-on, hal yang aku takutkan adalah... meninggalkan Shi-on sendirian.
Hee-bin benar-benar tak percaya, dia diam tapi sepertinya memiliki rencana.
~~~



“Kau seharusnya tak perlu melakukan ini” ucap Shi-on pada Hee-bin. Hee-bin merasa kalau ini hanyalah layanan untuk pelanggan setia. Shi-on tersenyum.
“Kamu lihat..unnie...ituu..” kata Hee-bin tak sampai-sampai. Gun-woo dan Duo petugas datang sehingga pembicaraan mereka terhenti.


Hee-bin tanya siapa yang merawat Shi-on, Gun-woo mengatakan kalau dia lah yang melakukannya. Hee-bin terkejut, ahjussi, bukankah antar laki-laki dan perempuan harus menjaga jarak. Kenapa kalian malah dalam ruangan bersama?
Gun-woo kesal dirinya dipanggil ahjussi, tapi Shi-on hanya tersenyum. Seong-chan berusaha membuat image yang bagus dihadapan Hee-bin, ketua aku sudah melakukan pekerjaanku dengan teliti seperti biasa kan. Ini membuat Hee-bin cekikikan sedang Gun-woo hanya meremehkan Seong-chan.
Hee-bin permisi dulu sebentar, Shi-on yang sebenarnya dari tadi melihat ketidak telitian Seong-chan hanya diam namun selepas kepergian Hee-bin dia segera menegur Seong-chan.



“Kau bilang kau teliti tapi apa ini?” Shi-on mengambil kalung yang hampir jatuh dari kantong yang dibawa Seong-chan karena bolong. Shi-on memegang kalung itu, tapi tiba-tiba suasana jadi aneh. Shi-on celingukan dan benar saja, seorang hantu suster menempakkan diri dihadapan Shi-on. Gun-woo menyadari perubahan ekspresi Shi-on, ada apa. Shi-on mencoba menutupi dengan mengatakan tak ada apa-apa.
~~~


“Apakah itu benar? Kalau begitu, Ketua Polisi yang sekarang hanya kurang dari 1 bulan sisa dalam masa jabatannya. Apakah kau mengatakan kalau Ketua Penyelidikan, Moon Hong Joo adalah kandidat utama untuk Ketua Polisi berikutnya? Begitukah?” Tanya Ketua Tim pada Ketua Bong. Ketua Bong membenarkan dan memberitahu kalau Ketua Moon memiliki banyak koneksi dengan politikus dan juga pedagang.
“Hidup tenang jika memiliki koneksi. Aku rasa tidak terlalu terlambat. Apakah kau pikir begitu? Kalau begitu, haruskah kita membuat sebuah rencana? Mari lakukan itu.” Ajak ketua Tim, apa yang akan mereka lakukan?
~~~



Ketua Moon sedang bertemu dengan seseorang, mereka saling berbasa-basi. Sampai dengan orang yang dipanggil senator oleh Ketua Moon mengungkit mengenai jabatan Ketua Polisi akan berakhir sebulan lagi.
Senator, “Setelah kau menjadi Ketua Polisi, Akan ada banyak hal yang harus dilakukan setelah itu. Aku telah menggunakan kekuatan dan pengaruhku untuk menolongmu, jadi menjadi Ketua dan mengejar impianmu.”
Ketua Moon tersenyum senang, lalu mengucapkan terimakasih.
~~~



Dokter kembali memeriksa keadaan Shi-on tapi saat dijelaskan Shi-on terlihat melamun. Ternyata bukan melainkan Shi-on tengah menatap hantu suster dengan nametag ‘Kim Jeong-Im’ yang berada dibelakang dokter. Dokter bertanya apa yang terjadi.
Shi-on menggeleng, tak apa. Dokter melarang Shi-on untuk jangan memakai lengannya yang cidera dulu meski itu sudah sembuh.




Hee-bin masuk untuk menawari minum tapi Shi-on menolak. Hee-bin menarik kasur yang berada dibawah ranjang pasien, dia akan menginap. Shi-on menyuruh Hee-bin untuk pulang saja, Hee-bin menyindir apa nantinya Shi-on akan memanggil Gun-woo ahjussi. Shi-on terdiam.
Hee-bin membuka pembicaraannya mengenai Hyung-joon dengan pelahan. “unni, Berapa lama kau akan bertahan pada oppa itu?”
“Siapa? Apa yang kau bicarakan?”
“Aku berbicara tentang oppa yang tampan itu. Yang tidak bisa pergi karena kau mungkin akan terluka.”
“Hyung-joon oppa? Bagaimana kau tau itu?” tanya Shi-on masih ragu tentang orang yang dimaksud Hee-bin.




Shi-on teringat saat mendapat nomor yang diberikan oleh Hee-bin, dia sangat penasaran dari mana Hee-bin mendapatkan nomor plat mobil itu.
Hee-bin tersenyum, “Aku juga punya aturan bisnis. Oppa itu...aku tidak yakin apa yang telah dia lakukan, tapi beberapa hariini, dia berubah - dia tidak terlihat begitu baik. Kamu harus melepaskan Oppa itu supaya dia bisa pergi. supaya dia menghilangkan semua penyesalan dan kekhawatiran tentangmu dan pergi meninggalkan semuanya dengan mudah, tolong bantu dia. Jika tidak, kalian berdua akan sama-sama kesulitan.”
Shi-on mendengarkan kata-kata Hee-bin, dia juga menangis. Mungkin karena masih sulit untuk Shi-on melepas pergi Hyung-joon nantinya.
~~~


Shi-on tengah membenahi barang-barangnya untuk pulang, Gun-woo juga ada disana. Dia memasukkan barang-barang Shi-on pada ransel coklat yang dibawanya. Shi-on menatap Gun-woo. Gun-woo mengatakan kalau bagi Shi-on yang cidera lengan, ransel adalah sesuatu yang pas untuk membantunya.
Shi-on memuji ransenya cantik. Shi-on akan membawa ransel itu tapi Gun-woo melarang dan menyuruh membiarkannya yang membawa. Shi-on hanya tersenyum.
~~~




Il-do mememui Ketua Moon di parkiran, memberitahu kalau mereka ‘Shi-on Gun-woo’ belum melakukan banyak gerakan. Ketua Moon yakin mereka seperti itu karena tak memiliki bukti, Il-do berjanji akan terus mengawasi mereka. Tapi Ketua Moon malah menyuruh untuk Il-do bersembunyi. Jelas Il-do gak mau tapi Ketua Moon tetap menyuruhnya. “tunggu sampai aku memanggilmu”
Il-do tak bisa bberbuat apa-apa. Dia keluar dari mobil dan Ketua Moon pergi. Disana juga ada Hyung-joon yang memperhatikan gerak-gerik mereka.
~~~




Dalam perjalanan, Shi-on terus diam. Pikirannya masih tertuju pada perkataan Hee-bin yang meminta Shi-on untuk bisa melepas kepergian Hyung-joon.
Gun-woo mencoba membuka pembicaraan, dia mengatakan kalau ada sesuatu tapi dia baru bisa sekarang karena dia  takut Shi-on syok. “sejujurnya aku sudah membaca dokumen dalam kartu Sim itu sebelum mengembalikannya”
Shi-on jelas terkejut dan bertanya apa Gun-woo tau siapa atau ada yang Gun-woo temukan. Gun-woo mengaku mengetahui orang dibelakang gang penyelundupan itu adalah Ketua Moon Hong-joo.
Shi-on terdiam, dia benar-benar syok dengan kenyataan ini.


Ponsel Shi-on bergetar, panggilan dari ketua Moon. Shi-on masih terkejut tapi tetap mengangkap panggilan itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bener-bener gak tau apa yang harus dikomenatri karena aku sendiri dibikin syok sama akhir episode 14 yang bikin gue pengin cakar-cakar tembok. kenyataan emang pahit yah,,,



13 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 13-1"

  1. Emg ada apa mbk d episode 14? Kok sampe pengen cakar2 tembok,
    Woaaa,, jadi galauuu ini :(

    ReplyDelete
  2. wah,,,,sptnya makin seru nih...sampai yg buat sinop mau cakar2 tembok...btw...makasih yah dah buat sinop who are u ......ditunggu lanjutannya yah.... ^^

    ReplyDelete
  3. (⌣́_⌣̀)makin penasaran endingnya gimana
    -wulan-

    ReplyDelete
  4. semangat ya mbak,,dtggu sinop episod brikutny.. :)

    ReplyDelete
  5. mianhae chingu, hari ini belum bisa posting

    ReplyDelete
  6. Ksh bcoran dong ad ap di epsod 14 biar kta ga ikutan ckar2 tmbok krna pnsaran...

    ReplyDelete
  7. Hwa... Semangat! Di tunggu sinop lanjutannya ya. Fighting chingu!

    ReplyDelete
  8. Akhirmya saya mengalau menunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  9. kkkk
    ampe nyakar2 tembok...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^