[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 12-2

[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 12-2



Gun-woo melajukan mobilnya menuju ke tempat gadai. sa
at akan ketempat itu pula, pundak Gun-woo menabrak orang mengenakan jaket yang menutupi kepalanya. Gun-woo hanya melihatnya sejenak, tak ada kecurigaan.



Gun-woo menyerahkan slip gadainya pada si Kakek. Kakek menge-cek slip itu kemudian mengembalikannya lagi pada Gun-woo. Shi-on kesal bukankah sebelumnya Kakek menyuruh untuk membawa slip gadainya.
Kakek mengatakan kalau seseorang telah menebusnya karena si Kakek tahunya pemilik barang telah meninggal, jadi ada seseorang yang membawa surat keterangan meninggal dan menebus barang itu. Kakek heran kenapa ponsel rusak saja banyak yang mencari. Gun-woo dibuat terkejut mendengar kata ponsel.



Layarnya sudah hancur semua, lanjut si kakek. Penuturan kakek membuat Gun-woo dan Shi-on yakin kalau itu adalah ponsel yang berisi data penyelundupan. “Siapa yang mengambilnya?”
Kakek memberitahu kalau orangnya baru saja datang dengan pakaian warna kelabu. Pikiran Gun-woo langsung tertuju pada pria yang tersenggol saat akan ke tempat gadai. Gun-woo langsung pergi, Shi-on mengikutinya.



Tapi Shi-on menghentikan langkahnya karena dipanggil oleh si Kakek. Kakek mencari-cari sesuatu kemudian dia memberikan sebuah kunci pada Shi-on. “Ini, aku tidak punya kesempatan untuk memberikan ini ke orang yang mengambil telpon karena dia terburu-buru. Ini juga sesuatu yang orang itu suruh saya simpan”
Shi-on tanya apa orang yang dimaksud adalah Moon-sik, lalu kunci apa ini. Si kakek jelas tak tau, dia hanya diperintah untuk memberikan kunci ini bersama dengan orang yang membawa slip gadai. Berati dari awal Moon-sik udah niat buat memberikan bukti itu sama Gun-woo. Shi-on berterimakasi lalu pergi menyusul Gun-woo.




Gun-woo celingukan mencari si Pria pembawa ponsel itu, matanya menyipit ketika melihat seorang pria tengah panik untuk pergi tapi pintu yang akan dibukanya tetap terkunci, Gun-woo sadar kalau orang itu adalah Pria yang dia cari.
Gun-woo mengejarnya, si pria itu berlari menaiki tangga. Beberapa kali mencoba untuk membuka pintu lift tapi lift sedang jalan, dia terus naik kelantai atas sampai dengan sebuah lift mau terbuka, Gun-woo mencoba membuka pintu liftnya tapi dia sudah terlambat. Gun-woo memutuskan untuk turun kelantai bawah.



Pria tadi menatap puas ponsel rusak itu, tapi ketika lift terbuka sudah ada yang menghadang, Shi-on. Shi-on mencoba memukul pria itu dengan pentungan, pria tadi mencoba menghindar dengan Shi-on yang masih berusaha melumpuhkan pria itu. Ada kesempatan, si Pria lari.
Gun-woo datang tepat saat Pria telah pergi, namun beruntung ponselnya terjatuh. Shi-on pun memungut ponsel itu.




Shi-on dan Gun-woo menuju ke parkiran untuk kembali kekantor. Namun mereka dikejutkan dengan gerombolan si Penculik. Shi-on terkejut,
Penculik menyapa mereka dengan mengatakan kalau mereka sudah bertemu sebanyak tiga kali. Gerombolan semakin bertambah, mereka juga mengepung Shi-on dari segala arah. Penculik menyuruh untu menangkap mereka berdua.



“Tunggu!” Gun-woo mengacungkan ponsel rusak yang didapatnya. Dengan gaya sok tidak perduli, Penculik tanya apakah Gun-woo ingin melakukan transaksi. Tapi Penculik merasa kalau dia tak harus melakukannya.
Tak disangka, Gun-woo malah membanting ponselnya kelantai. Penculik terkejut, Gun-woo segera menggandeng tangan Shi-on dan lari dari gerombolan itu. Penculik kelabakan segera menyuruh mengejar mereka.



Gun-woo segera lari dari kejaran gerombolan itu, dia melihat ada sebuah taksi yang menepi karena ada yang akan menumpanginya. Tapi Gun-woo segera menyerobot taksi itu. Penumpang kebingungan sekaligus kesal dengan tingkah Gun-woo, tapi apa mau dikata Si Gun-woo sedang terfokus untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. Dia tak perduli dan naik ketaksi itu.


Ditempat parkir, Pria jaket kelabu menyerahkan ponsel rusak pada Penculik.




Taksi terus melaju, Shi-on marah pada Gun-woo, bagaimana Gun-woo dengan mudah menyerahkan ponselnya ketika semua bukti ada disana. Gun-woo santai, yang mereka punya hanya luarnya saja. Sejenak Shi-on terdiam, bingung. Gun-woo mengambil sesuatu dari saku dan menunjukkannnya pada Shi-on, itu SIM card ponsel yang ada di ponsel rusak.
Ah beneran, aku ketipu sama ini. Aku tadinya teriak ngatain Gun-woo tapi ternyata dia lebih pintar.
~~~




Hee-goo tengah serius mengotak-atik komputernya, sebuah suara pintu terbuka membuat Hee-goo terkejut.
Shi-on dan Gun-woo masuk kerumah Hee-goo.
“YAAAK” Hee-goo mengacungkan pemukul baseball’nya pada Gun-woo dan Shi-on, Hee-goo mengira orang yang adalah para penjahat yang kemarin. Hee-goo cengo sendiri melihat yang datang adalah Gun-woo. Dengan nada gak ikhlas, Hee-goo tanya kenapa mereka datang lagi ketempatnya.
Gun-woo menunjukkan Sim cardnya, kau harus menyelesaikan apa yang sudah kau lakukan. Gun-woo pasrah sekaligus gak ikhlas.


Sebenernya Hee-goo manis juga yah, kalo misal pacaran sama Hee-bin kayaknya lucu sebenernya. Si IT couple'an sama dukun, terus mereka sama-sama bantu Gun-woo sama Shi-on memecahkan kasus, keren gak?

Hee-goo memasang SIM card’nya, namun data tak bisa terbaca, makin buruk dari sebelumnya. Shi-on tanya apa Hee-goo tak bisa mengambil datanya. Hee-goo malah menunjukkan peralatannya yang baru setelah pencurian kemarin. Hee-goo meregangkan badannya, ayo kita mulai sekarang!
Shi-on melirik Gun-woo, sepertinya dia sedikit khawatir akan kinerja Hee-goo. Dengan tanpa suara Gun-woo mengatakan, Ok..ok..



Gun-woo dan Shi-on ikut melihat layar komputer, sehingga muka mereka bertiga menjadi berdekatan. Hee-goo mengeluh kalau mereka berdua masih terus seperti itu maka tak akan selesai hanya dengan beberapa jam. Hee-goo menyuruh mereka untuk pergi.
Shi-on tak percaya dengan Hee-goo, apa kami bisa pergi setelah kejadian (pencurian) kemarin?
Hee-goo menyindir, kalau bergitu kenapa kau membawanya kemari. Gun-woo membujuk Hee-goo dengan memijat pundaknya, Kau tahu bagaimana pentingnya ini . Hee-goo luluh juga, ya aku akan menjaganya dengan hidupku. “jadi pergilah”


Gun-woo melirik Shi-on, raut wajah Shi-on menunjukkan kalau dia tak mau pergi. Tapi Gun-woo mendorong Shi-on, “ayo Ketua Tim. Kita pergi.”
Hee-goo mendesis sebal setelah mereka berdua pergi.
~~~


Gun-woo terus saja memukul-mukul kakinya yang terasa capai. Shi-on mengejek Gun-woo karena mereka belum berjalan jauh tapi dia sudah kelelahan, benar saja Gun-woo tak bisa mengejar penjahat. Gun-woo membela dirinya yang bahkan dalam pelatihan harus naik turun gunung, apa kau tak tau?
Dengan sok cueknya shi-on mengaku kalau memang dia tak tau, “bagaimana aku tahu?”
Gun-woo merasa kalau Shi-on sangat kejam mengatakan seperti itu, Gun-woo tanya kenapa Shi-on tak mengendarai mobil. Padahal Shi-on pintar jadi pasti lolos dalam ujian tertulis ataukah karena Shi-on buruk dalam menyetir?




Shi-on menghela nafas, dia mengatakan kalau dia bisa mengendarai mobil tapi dia berusaha untuk menghindarinya. Gun-woo kepo, kenapa.
“Aku beritahu kalau orang tuaku meninggal karena kecelakaan mobil waktu hari kelulusan sekolah menengahku. Awalnya aku tak masuk ke mobil tapi karena Hyung-joon opp....” Shi-on menghentikan kata-katanya. Dia menatap Gun-woo yang terlihat bersalah bertanya mengenai hal itu.
“Karena kematian detektive Lee Hyung-joo aku belajar menyetir. Aku rasa akan jauh lebih baik dari waktu ke waktu, aku masih merasa tak mudah duduk di depan kemudi” Lanjut Shi-on.



Shi-on memuji bagaimana hebatnya berjalan, bisa menyehatkan dan tidak membuat polusi. Gun-woo mengatakan kalau Shi-on bisa masuk dalam mobilnya dan dia akan menjadi sopir Shi-on.
Shi-on hanya tersenyum, jangan mudah yakin. Shi-on pun berjalan untuk masuk kerumah, tapi Gun-woo menari tangan Shi-on. Gun-woo kesal, “Aku adalah orang yang bertanggung jawab dengan apa yang aku katakan. Jadi mulai sekarang aku akan jadi supirmu.”
Shi-on terdiam tapi akhirnya tersenyum, aku masuk. Gun-woo tersenyum bahagia setelah mengatakan hal yang sepertinya terlihat agak keren itu. Kekeke
Aaah, aku nangkepnya yah dari kata-kata Shi-on itu tuh kaya yang di omongin sama Hyung-joong juga. Hyung-joon mengatakan kalau dia akan menjadi supir Shi-on tapi pada kenyataannya malah Hyung-joon pergi meninggalkan Shi-on meski itu sebuah takdir kematian yang memisahkan mereka. Membuat Hyung-joon tak bisa lagi menjadi sopir Shi-on. bukan masalah tangung jawab atau enggak, ya gak?.
~~~




Penculik mendekati sebuah mobil dalam gelapnya malam. Dia mengetuk pintu kacanya dan memberi hormat. Penculik memberikan ponsel rusak yang telah di dapatnya tadi.
Tak nampak siapa penerima ponsel itu, namun dari arah luar Hyung-joon melihat orang tersebut. Hyung-joon membulatkan matanya, terkejut.
~~~

Gun-woo pagi-pagi sudah sampai dikantor, Seung-ha dan Seong-chan yang masuk keruangan dibuat terkejut dengan keberangkatan Gun-woo. Mereka segera berlari dan memeluk Gun-woo, “Detektive Cha, kenapa baru datang sekarang? Kami sangat khawatir”

Gun-woo malah merasa risih sendiri dipeluk sama duo petugas, yaak..yakk.. lepaskan.
Shi-on yang masuk keruangan juga merasa aneh dengan perilaku mereka, Shi-on memberitahu kalau paket barang hilang dan ditemukan telah sampai jadi mereka berdua harus segera mengambilnya,


Shi-on teringat sesuatu kemudian menunjukkannya pada Gun-woo, Shi-on menunjukkan kunci yang kemarin diberikan kakek di penggadaian. Shi-on tanya apa Gun-woo tau kunci itu.
Gun-woo meneliti kunci itu, dia hanya menggeleng tak tau. Gun-woo tanya kunci apa itu, Shi-on tak menjelaskan malah menyuruh Gun-woo untuk melupakannya. Gun-woo mengatakan kalau dia akan mengecek hasil kerja Hee-goo, apa kau mau ikut. Shi-on mengangguk.
~~~



Hee-goo menguap, sepertinya dia begadang untuk menyelesaikan tugasnya. Terdengar suara pintu terbuka, Hee-goo langsung pura-pura tidur.
Gun-woo melihat Hee-goo yang tertidur, menarik kerah Hee-goo. Gun-woo tanya apa dia sudah bisa menyelesaikannya. Hee-goo mengatakan kalau Cardnya sudah rusak parah jadi tak bisa pulih 100% tapi dia sudah memulihkan datanya 2/3. Gun-woo mengajak untuk melihat hasilnya.
“Jika kalian siap, ayo kita lihat”





Hee-goo pamer kalau yang digunakannya saat ini adalah software terbaru yang dia kembangkan. Pertama yang tampak dalam komputer hanya sandi-sandi tidak jelas, kemudian diubah dalam bahasa china lalu ditransalate (bagi orang awam. Keke) dalam bahasa korea.
Gun-woo dan Shi-on tampak penasaran dengan nama Park Il Do yang tampak di komputer. Shi menyuruh untuk mencari datang Il do itu.



Gun-woo mengatakan kalau dia akan menyerahkan hal ini pada yang pintar. Hee-goo yang tadinya tersenyum bangga langsung pasrah, ini yang terakhir. Hee-goo mencoba mencari data Il-do, dengan bangga dia menunjukkan hasil kerjanya.
Shi-on terkejut melihat Il-do itu adalah penculik yang itu, tertera dilayar. ‘1997 Tim Penyelidikan Khusus, 2002 Ketua Tim Pemberantasan Obat Terlarang.
“Orang ini juga merupakan mantan anggota polisi? Cari nomor teleponnya dan daftar panggilan yang dibuatnya. Cari tahu apakah ada lebih banyak orang di daftar itu yang memiliki hubungan dengan polisi.” Shi-on memberi perintah.
Sekali lagi Hee-goo hanya bisa mengeluh, seharusnya kalian membayarku sebelum membuatnya melakukan semua ini.
~~~



Seseorang membanting ponsel rusak yang didapatnya dari Il-do, dia kesal karena dalam ponsel itu sudah tak ada lagi Sim Card yang dia butuhkan.
Orang itu pergi. Sepeninggalkanya, Hyung-joon menampakkan diri dan menatap tajam orang itu.
~~~


Il-do tengah melihat rekannya yang tengah asik bermain kartu, ponselnya berdering. Il-do menerima panggilan tersebut, dia mengatakan kalau itu tak mungkin. Tapi kemudian Il-do minta maaf, dia mendapatkan sebuah perintah. “ya..ya aku mengerti”
~~~



Shi-on pulang kerumahnya, sepertinya dia sangat kelelahan. Shi-on menatap foto dirinya bersama Hyung-joon, dia bertanya-tanya dimana keberadaan Hyung-joon. “oppa.. kau dimana?”
Shi-on celingukan mencari, siapa tahu Hyung-joon sudah ada di sekitarnya. Tapi nihil, tak ada siapapun. Ngerasa sedikit aneh, kenapa dari dulu gak ada fotonya pas Shi-on masih lupa ingatan.

Shi-on akhirnya tertidur di sofa.
~~~




Hee-bin bertanya bagaimana dengan keputusan Hyung-joon tapi Hyung-joon sepertinya masih belum bisa pergi meninggalkan dunia. Hee-bin menghela nafas menganggap Hyung-joon egois. Hyung-joon mengatakan kalau Shi-on dalam bahaya, aku minta bantuanmu.
“Bantuan?” Hee-bin bingung, tapi sesaat dia terkejut. Dia menggeleng tak mau karena jika Hyung-joon melakukannya maka roh Hyung-joon juga akan hilang. Apa yang mau kau lakukan?
Hyung-joon tak perduli, dengan mata berkaca-kaca dia mengatakan kalau dia tak perduli asal dia bisa menyelamatkan Shi-on.
~~~



Shi-on terlelap dirumahnya, dari monitor laptop Shi-on tampak Il-do dan gerombolannya berada didepan rumah Shi-on.
~~~

Hee-goo masih mengotak atik komputer, dia senang memecahkan semuanya. Gun-woo tanya bagaimana perkembangannya. Hee-goo memberitahu kalau setelah satu menit maka datanya akan muncul semua. Gun-woo memuji kerja Hee-goo.
~~~




Hyung-joon masuk kerumah Shi-on namun didalamnya sudah sangat berantakan. Pandangan Hyung-joon menunjukkan kemarahan yang amat sangat .
~~~



Gun-woo mencoba menghubungi Shi-on tapi tak ada jawaban. Panggilan Gun-woo diangkat, Gun-woo langsung memberitahu kalau datanya sudah hampir selesai. Namun dari seberang terdengar suara yang tak di kenali Gun-woo, siapa kau?
Il-do melirik Shi-on yang sedang terikat tak sadarkan diri. Il-do memberitahu kalau Shi-on ada bersamanya sekarang. Gun-woo mengancam untuk jangan menyentuh Shi-on maka Gun-woo tak akan tinggal diam.
Il-do : “Aku akan memberitahumu apa yang aku inginkan. Bawa kartu SIM telepon yang kalian ambil. Lalu, kami akan menyerahkan Yang Si On. Jangan pernah berpikir tentang membuat salinannya. Ketika kami mendapatkannya, kami akan memeriksa catatan untuk memastikan bahwa data tidak disalin. sebelum kami melepaskan Yang Shi-On. Tempat ini adalah...”
Gun-woo : “Baik, aku mengerti.”



Gun-woo mencoba mengulang untuk jangan menyentuh Shi-on tapi telefon sudah dimatikan.
Hee-goo memberitahu kalau dia sudah selesai, Gun-woo melihatnya. Dia melihat sesuatu yang aneh dan menyuruh Hee-goo untuk melihat halaman yang sebelumnya.
~~~


Il-do menghubungi seseorang, dia memberitahu kalau dia telah menangkap Yang Shi-on, jadi sekarang apa yang harus kami lakukan?
~~~



Gun-woo menemukan sebuah data, dia dibuat tercengang akan data itu.


Orang yang mendapat telefon dari Il-do adalah Ketua Moon. Ketua Moon, “singkirkan mereka. Mereka berdua.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ KOMENTAR :

Akhirnya bisa juga aku menyelesaikan part dua yang ini, bener-bener minggu yang tak terduga. Karena saking malasnya buat aku beberapa hari ini, karena kondisi yang gak terlalu fit. Mian.
Epi 13 semoga besok udah bisa, kalau bisa tapi. Ya berdoa saja lah. Keke. Masalahnya buat sinop itu emang bener-bener karna mood’nya sih. Sebenernya kalau udah mulai ngetik ya kayak mengalir lah, tapi kalau belum mulai malesnya. Keke. Ya pengaruh kelabilan ku kali yah.
Oiya dibuat penasaran nih sama apa yang mau dilakuin sama Hyung-joon, apa jangan jangan dia bakal menampakkan diri dan nanti bakal bantu Shi-on, dan karna keputusannya yang membelokkan takdir, misalnya harusnya nanti Shi-on mati gitu. Karena pertolongan Hyung-joon jadi Shi-on gak mati, sesaat setelah ngebantu Shi-on, secara perlahan roh Hyung-joon bakal menghilang. Haha. Maybe.

Tapi aku seneng tebakanku yang Ketua Moon terlibat kasus ini emang bener. Tuhkan, dia jahat.

11 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 12-2"

  1. Makasih chingu sinopsisnya, udah aku tunggu2. Kirain knp gak di lanjut2.he... Tapi syukur udah di lanjutin lagi. Tetap semangat chingu n jangan sakit. Fighting! Aku menunggu ep selanjutnya.hehe...
    -Yumenas-

    ReplyDelete
  2. pokonya udah bagus..
    jangan berenti iiaa... semangatt
    tambahh penasaran ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju dengan risma,ayoooo semangat,

      Delete
  3. Wahhh udah ada lanjutannya dr kmrn bolak balik buka blognya chingu xixi..... ihhhh ternyata emang ketua Moonnya yg jahat... penasaran gimana nasib roh Hyung Joon nantinya .... gomawo ya sinopnya
    ~순다리~

    ReplyDelete
  4. keren..... lanjut yaaa

    ReplyDelete
  5. Lanjuttttt....ga sabar nih.....

    ReplyDelete
  6. semangat..semangat.. tinggal 4 episode lagi, ga sabar nunggu sinopsisnya....
    btw klo donlot videonya biar singkron sama sub disini http://subscenecom/subtitles/who-are-you-hooayoo-korean-drama biasanya dimana ya?? thanks ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. gini loh chingu, coba kamu liat dulu video puny kamu. kalo semisal ada iklannya berarti kamu download yang ipop. tapi kalo gak ada iklannya download yang WITH gitu chingu. biasa-nya cuma kekgitu kok. Kalo aku download di daily motion chingu, gak tentu dimana yang penting cari who are you.

      Delete
  7. Keren tebakan nya bener....makasih uda boleh ikut baca...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^