[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 12-1

[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 12-1



Shi-on mengacungkan pistolnya pada gerombolan yang diketuai si Penculik. Penculi
k memerintahkan untuk segera membereskan Shi-on dan Gun-woo, namun tepat saat itu mobil polisi datang membuat mereka segera berusaha kabur. Shi-on tak ingin kehilangan mereka mencoba untuk menembak tapi sayang sekali, perluru dalam pistolnya habis.
Gerombolan itu akhirnya kabur.



Shi-on menghampiri Gun-woo yang bersama Moon-sik, Luka Moon-sik masih terus mengeluarkan darah dengan derasnya. Gun-woo mencoba terus mengguncang tubuh Moon-sik tapi tak ada reaksi sedikitpun. Shi-on menatap Gun-woo yang sangat khawatir, sedang Gun-woo masih terus memanggil Moon-sik, “Sunbae...Sunbae”






Ambulan datang membawa tubuh Moon-sik yang sudah lemas. Gun-woo mencoba bertanya pada Moon-sik, apa kau baik-baik saja. Dengan suara yang tercekat Moon-sik mengucapkan kata maafnya pada Gun-woo, sesaat setelah itu tangan Moon-sik mengeluarkan dompet dari sakunya sampai dengan tangannya terkulai, yaaa Moon-sik meninggal. Shi-on melihat Moon-sik mengeluarkan dompet itu tapi dia tak bereaksi.
Gun-woo menyadari Moon-sik telah tiada, dia hanya bisa menangis pilu ditinggal oleh seorang yang sangat ia percaya dan juga orang yang sudah dianggapnya sebagai ayah.
Moon-sik : “Gun-woo maafkan aku. Ketua Tim Yang maafkan aku
~~~



Foto Moon-sik telah terpajang di rumah duka, Gun-woo duduk meringkuk sendiri diruang duka itu. Tak seorang pun disana.
Shi-on datang menemui Gun-woo, Gun-woo segera berdiri memberi hormat. “kau disini?” tanya Gun-woo. Shi-on menatap wajah Gun-woo yang sangat pucat, kenapa wajahmu. Shi-on memegang lengan Gun-woo untuk mengajaknya makan. Tapi Gun-woo melepaskan pegangan Shi-on.



Gun-woo memalingkan wajah, menolak ajakan Shi-on. Shi-on hanya menghela nafas, dia mengambil dompet yang dikeluarkan Moon-sik di ambulan. Shi-on menyerahkannya pada Gun-woo karena sepertinya Moon-sik saat itu memang ingin memberikannya pada Gun-woo.
Gun-woo yang tadinya tak perduli pun mengambil dompet itu.


Gun-woo kembali mendudukkan tubuhnya, dia memegang dompet itu seolah tak kuat untuk membukanya.
~~~


Gun-woo tengah berdiri didepan batu nisan Moon-sik.




Kenangan bersama Moon-sik berkelebatan dalam ingatan Gun-woo.



Shi-on menghampiri Gun-woo dan menggenggam tangannya untuk menguatkan, menguatkan Gun-woo yang benar-benar merasa kehilangan.
~~~


Shi-on berada dikantor, dia menatap papan penghargaan yang terpasang di dinding kantor. Salah satu dari mereka adalah Hyung-joon yang bertuliskan, ‘Inspektur Polisi Lee Hyung-Joon (Lahir 11.09.1980) Pembunuhan Polisi 22.7.2007 selama kasus penyelundupan perak batangan karena polisi korupsi ditembak oleh peluru di tempat kejadian dan hilang.




“Sekarang kau akhirnya menemukan tempatmu yang benar.” Ucap Shi-on pada Hyung-joon yang ternyata sedari tadi berdiri disisi Shi-on. Shi-on mengatakan kalau Eun-joo (Hyung-joon noona) pasti akan senang. Hyung-joon menatap Shi-on yang ternyata mengatakan itu dengan air mata berderai, Shi-on mengatakan kalau dirinya menangis karena bahagia.
Hyung-joon tak menampakkan ekspresi apapun, perlahan tubuhnya menghilang.


Shi-on sedang berada di ruang Ketua Moon yang menanyakan apakah Gun-woo masih belum datang kekantor. Shi-n meng-iya-kan. Ketua Moon tau bagaimana sakit hatinya Gun-woo ditinggal orang dipercayai dan diikutinya.
Shi-n bertanya apa yang terjadi dengan pelaku penembakan Moon-sik.
“Wajah pembunuhnya telah di muat  dan tim sedang mencarinya. Bagaimanapun pelaku penyelundupan 6 tahun yang lalu telah ditemukan oleh Ketua Choi Moon-Sik. Kasus ini sekarang akan diselesaikan oleh Inspektur Kepala. Jadi, kau tidak usah khawatir lagi” jelas ketua Moon.


Shi-on jelas tak terima tapi Ketua Moon langsung menyambar dengan ancaman kalau dia bisa mengambil langkah resi dan bisa menjadi bahaya untuk Shi-on.
Shi-on tak bisa melawan lagi, dia hanya menunduk.



Shi-on kembali keruang Lost and Found Center dengan disambut hormat oleh Seung-ha dan Seong-chan. Mereka berdua saling songkol saat Shi-on duduk, Seong-chan memberanikan diri bertanya apakah mereka harus kerumah Detektive Cha karena dia sudah satu minggu tak berangkat. Jawab tak terduga, Shi-on melarang mereka berdua. Meskipun begitu tampak jelas dari raut muka Shi-on yang juga khawatir akan keadaan Gun-woo.
~~~


Gun-woo duduk melamun diapartementnya, sama sekali tak memiliki semangat dan senyum cerah seperti Gun-woo yang biasa.
Ponselnya bergetar, tapi Gun-woo hanya melirik tak berniat untuk mengangkatnya. Diseberang, Shi-on hanya bisa khawatir dengan Gun-woo yang tak mengangkat ponselnya.


Gun-woo masih teringat akan Moon-sik yang mencoba menyelamatkan Gun-woo dengan mengorbankan nyawanya sendiri melawan gerombolan Penculik. Dan Juga saat dimana sesaat sebelum Moon-sik meninggal.


Gun-woo menunduk sedih, dalam hatinya terucap. “Kesempatan untuk memaafkan Sunbae, tampaknya tidak ada”



Shi-on memutuskan untuk menemui Gun-woo diapartemennya. Shi-on memencet belnya namun tak ada balasan. Shi-on mengetuk pintunya, aku tau kau ada didalam. Sampai kapan kau akan seperti ini ? Orang-orang yang melakukan itu ke Ketua Choi, Kau hanya akan duduk dan melihatnya pergi ?
Ucapan Shi-on membuat Gun-woo agak sadar, dia menatap dompet Moon-sik yang tergeletak diranjangnya.


Tak ada reaksi membuat Shi-on menghela nafas dan berniat pergi. “aku akan pergi”.
~~~



Shi-on mendapatkan sebuah panggilan seseorang yang membicarakan tentang rekaman Moon-sik dan juga akan dikirim lewat fax. Shi-on mengeri, Shi-on mengakhiri panggilan dan melirik kesamping pada Seung-ha dan Seong-chan yang menatap Shi-on kepo.
Seong-chan langsung membuat topik pembicaraan dengan Seung-ha, dia mengatakan kalau barang yang datang kemarin hilang jadi mereka harus melihatnya di basement. Seung-ha dan Seong-chan pun jadi pamit ke basement pada Shi-on.


Kiriman fax datang, Shi-on menunggu dokumen’nya keluar. Setelah selesai Shi-on membaca dokumen itu.


Ketua Tim Bong dan Ketua Tim sedang membicarakan kematian Moon-sik yang terkait dengan insiden di pelabuhan Incheon tahun 2007 yang juga di ketahui oleh Hyung-joon yang ada dalam penyamaran.
“Dan Ketua tim Yang Si On mengungkapkan semua ini? Ini artinya Ketua Tim Yang Si-On akan mendapatkan promosi!” Ucap Ketua Tim yang di iya kan oleh Ketua Tim Bong. Ketua Tim Bong mengajak untuk memberi selamat pada Shi-on, mereka sama-sama mengangguk setuju. hahaha belum aja promosi udah mau ngasih selamat.



Seung-ha dan Seong-chan berpapasan dengan Ketua Tim dan juga Ketua Bong, mereka segera memberi hormat. Dengan sok sombong, Ketua Tim tanya apa Shi-on ada dikantor. Seong-chan bohong dengan mengatakan kalau Shi-on tak ada, Seung-ha hanya mengangguk. Tapi Ketua Bong yakin kalau dia melihat Shi-on beberapa saat yang lalu. Seong-chan mengatakan kalau Shi-on di panggil direktur dan sepertinya akan lama.
Ketua Bong dan Ketua Tim terkejut, dikiranya kayaknya Shi-on udah mau promosi. Takut ditanya lebih banyak, Seung-ha dan Seong-chan segera pamit pergi.




Shi-on mengecek daftar nomor, entahlan ini daftar no apa. Shi-on melihat satu demi satu, ada nomor dirinya, Gun-woo. Namun ada salah satu nomor yang membuatnya penasaran, darimana nomor ini.
Shi-on mencoba menge-cek dengan menelfonnya. Shi-on memperkenalkan diri, lalu dia diam mendengarkan ucapan orang diseberang telefon. “toko gadai?”
~~~


Shi-on menuju ke suatu tempat.




Shi-on menunjukkan foto Moon-sik pada seorang kakek tua, apa kau megenal orang ini. Kakek itu tak yakin tapi dia meminta resi pada Shi-on. Shi-on mengatakan kalau dia adalah perwira.
“Aku sudah melakukan bisnis disini selama 40 tahun! 40 tahun! Jika kau ceroboh memberikan ornag apa saja yang mereka minta, apakah kamu pikir aku akan masih didalam bisnis ini?” ujar si kakek tua tak yakin pada Shi-on.


Shi-on memohon tapi tak ada gunanya, si Kakek masih meminta resi gadai.
Shi-on hanya menghela nafas dengan sikap keras si kakek.
~~~



Gun-woo memegang dompet Moon-sik, seolah dia meyakinkan dirinya sendiri. Gun-woo kemudian membuka dompet Moon-sik, didalamnya terdapat foto keluarga Moon-sik, sampai dia menemukan sebuah kertas yang terselip dibelakang foto keluarga. Gun-woo membuka kertas itu, itu sebuah resi pegadaian Moon-sik.
Gun-woo merasa aneh dan memikirkan sesuatu.
~~~


Hyung-joon tengah berdiri didepan nisan Moon-sik.

FLASHBACK




Hyung-joon menatap kebingungan, dia menatap tubuhnya yang telah tergeletak tak bernyawa. Hyung-joon  berjalan dengan bergetar, dia mencoba mendekati tubuhnya dan mencoba untuk menyentuh namun hanya angin yang diperolehnya. Tangan Hyung-joon tembus, tak bisa menggapai tubuhnya sendiri.




Shi-on tergeletak setengah sadar, dia melihat bayangan kabur Hyung-joon yang tak jauh darinya,
Moon-sik hanya menatap Shi-on dengan para gerombolan penyelundup yang lain.
FLASHBACK END


Apakah ini? Pergi tidak bertanggung jawab? Ini bukan yang aku inginkan Aku ingin Sunbae untuk hidup dan membayar apa yang kamu lakukan, dan meminta maaf.” Ucap Hyung-joon dalam hati, masih dengan menatap batu nisan Moon-sik.
~~~


Shi-on menyodorkan sebuah kotak pada Eun-joo, itu adalah sebuah piala penghargaan. “Kolega Oppa dari akademi polisi membuat piala penghargaan ini. Medali kehormatan akan dipersembahkan oleh Departemen Kepolisian minggu depan.”
Eun-joo berterimakasih pada Shi-on kemudian dia juga menyuruh Shi-on untuk jangan datang kesana lagi.



Shi-on jelas terkejut dengan permintaan Eun-joo, Eun-joo menyuruh Shi-on untuk bisa hidup dengan jalannya sendiri dan pasti itulah yang Hyung-joon inginkan. Shi-on merasa belum siap. Tapi menurut Eun-joo, Hyung-joon pasti sekarang sudah tenang.
~~~



Hee-bin menatap Hyung-joon yang sekarang sedang galau, Hee-bin menyuruh Hyung-joon untuk pergi karena orang yang telah membuat Hyung-joon menjadi hantu telah mati. Hyung-joon menolak sampai Shi-on selamat.
“Oppa, hentikan. Kenapa orang mati berada disekitar orang hidup? Masalah antara orang hidup harus diselesaikan oleh orang hidup. apakah kamu bilang kalau kamu tidak mungkin pergi  meninggalkan kekasihmu?  Oppa. Dengarkan aku, Oppa, semakin kamu tidak melepaskan dan terus berlama-lama, itu akan menjadi semakin sulit untuk Unnie. Masa depan Unnie itu, hidupnya. kamu harus memikirkan itu.” Hee-bin memberikan nasehat panjang lebar.


Hyung-joon hanya bisa menunduk meresapi nasehat Hee-bin.
~~~


Shi-on pulang kerumahnya juga masih memikirkan kata-kata Eun-joo.

FLASHBACK




Hyung-joon mengeluh kalau kakinya sakit. Shi-on merasa kalau mereka tak berjalan jauh kok, kalau seperti ini saja sudah lelah bagaimana dengan menangkap penjahat.
Hyung-joon berkata kalau dia akan mengantar Shi-on dengan mobil tapi Shi-on menolak. Shi-on beralasan bukannya Hyung-joon sendiri yang mengatakan lelah setelah operasi penyamaran semalam. Hyung-joon menyuruh untuk Shi-on saja yang mengendarai mobilnya tapi Shi-on malah menunduk sedih karena dia akan berusaha menghindarinya karena ayahnya meninggal dalam kecelakaan mobil.


“Oppa, ayahku akan mengusikmu! Ayahku selalu bilang kalau dia tidak akan menyerahkanku ke siapapun.” Shi-on menakuti. Tapi Hyung-joon yakin kalau ayah Shi-on tak akan melakukan itu karena dari kecil Ayah Shi-on telah kagum padanya.
Menurut Shi-on, ayahnya dulu kagum saat Hyung-joon hanya sebagai tetangganya. Shi-on berjalan mendahului.


Hyung-joon kembali mensejajari Shi-on dan merangkulnya, “Shi-on, Aku akan selalu ada disampingmu. Sekarang dan selamanya. Aku akan menjadi sopirmu, aku akan menjadi penjagamu, dan aku akan menjadi kekasihmu.”
Shi-on mengatakan kalau itu janji jadi Hyung-joon tak bisa menariknya lagi. Mereka berdua pun tertawa bersama.
FLASHBACK END


Ahjussi makin cakep yakiin.


Perasaan Shi-on masih penuh akan kebimbangan, masih penuh akan kenangan manis bersama Hyung-joon. Jalan apa yang akan dia tempuh?
Shi-on sedikit terhenyak melihat Hyung-joon sudah berdiri diluar rumahnya, Shi-on menatap Hyung-joon seolah meminta petunjuknya. Begitu pula Hyung-joon yang hanya bisa memandang sendu Shi-on. Dalam hatinya Shi-on bertanya, “Kau akan ada disampingku selamanya kan?
Namun perlahan bayangan Hyung-joon menghilang. Dia pergi beneran atau gak?
~~~


Gun-woo meyakinkan dirinya, dia menatap wajah sendiri didepan kaca dan menepuk-nepuknya.
~~~



Bel rumah Shi-on berbunyi, sedikit heran dengan siapa yang datang,
Ternyata Gun-woo yang berdiri didepan rumah, kau benar Cha Gun-woo. Gun-woo tersenyum, “Seperti yang kau bilang, Ini belum berakhir, Ketua tim Orang yang melakukan itu ke Sunbae Moon-sik, Kita perlu menangkap mereka”
Shi-on ingin menunjukkan sesuatu pada Gun-woo dan mengajaknya masuk.



Shi-on menunjukkan bagan yang dibuatnya sendiri berdasar bukti yang ia temukan. Gun-woo melihatnya, ini tak sulit bagimu?
Shi-on tak menjawab pertanyaan Gun-woo, dia hanya menunduk.



Shi-on dan Gun-woo membaca setiap dokumen yang mereka telah dapatkan. Gun-woo bertanya apa dokumen yang sekarang ia pegang adalah catatan panggilan Moon-sik, Shi-on meng-iya-kan. Gun-woo memperhatikan setiap nomornya, ada tanda merah yang dibuat Shi-on bertuliskan ‘toko gadai’. Gun-woo heran, Shi-on bertanya apa ada sesuatu di dompet Moon-sik. Gun-woo mengatakan kalau ada kuitansi toko gadai, Shi-on menyadari sesuatu. “kita mulai dari toko gadai”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ KOMENTAR :
Menulis sinopsis dengan air mata berderai dan ingus yang mengalir, gegara pilek yang melanda. bukan gara-gara Moon-sik yang meninggal loh.
Penasaran beneran deh, itu si Hyung-joon menghilang untuk selamanya apa enggak. hadeuh please jangan pergi dulu dong. paling enggak sampe epi 15. MAKSA
Terus aku masih berdoa, supaya si SW-nim sama PD-nimnya kalo emang niat untuk buat SHi-on sama Gun-woo pasang, tolong buat feel mereka dapet.TT



10 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 12-1"

  1. Kykx HJ blm hilang deh mgk nunggu smpe pelaku utamax ketangkep,tp gmn shi on sm GW dpt fell klo hantu oppa msh ngintilin heheehhe
    Waiting part 2 semngaaaatt (ง'̀⌣'́)ง

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha. hantunya juga cakep, aaah. ahjussinya buat aku aja.. what?
      iya chingu, semoga part 2 bisa besok yah.

      Delete
  2. semangat terus ya puji aza aza Fighthing

    ReplyDelete
  3. semangat terus ya nulis nya , semoga bisa ampe tamat ^.^
    _ mustarini_

    ReplyDelete
  4. beneran.. liat acting gun woo nangis itu.. uda banyak perkembangan acting skill nya dibanding yg dream high.. utk film ini dia bisa menjiwai ngt.. salu ma kmu taecyon..
    e, iya,, kayknya hantu cakep Hyung Joon belum hilang dih.. dia kan mash punya obsesi, slama Shi On belum aman, ia tak akan pergi.. so kita nkmatin aja dih smpe Shi On bisa tangkep tuh penjahat.. dan dunia aman dr yg namanya penjahat.. lalu Hantu cakep bisa pergi dgn hilang... wuuuussss,,
    happy ending Shi On dan Gun Woo .. wkwkwk *maunya..

    fighting ya adik manis.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahh, makasih. Aku juga berharap akhir yang bahagia, kemarin-kemarin akhirnya pada gantung dan beberapa ada yang mati, semoga yang ini bahagia

      Delete
  5. dramax daebak bgt unnie, bikin deg2an abis dech. apalgi pas liat wjahx jaewook oppa. hehehe
    semangat ya unnie, kutunggu sinopsis selanjutnya. :)

    ReplyDelete
  6. Waaaaah baru baca sinopsinya
    Kalo diliat sih HJ blom bakalan ilang krn dia masi blum ridho ninggalin Shi on, toh dia kan pernah ada janji berdua
    Memangnya Taecyeon pernah main di dream high ya? Maklum gak terlalu suka ama dream high
    Ditunggu looh part 2 nyaa :)

    ReplyDelete
  7. Part 2 udah di posting, coba di cek chingu

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^