[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 11 Part 1

[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 11 Part 1



“Jadi? Apa aku terlihat baik-baik saja sekarang? Hanya mengetahui tentang hal itu se
karang, seperti orang bodoh, Apakah aku tampak seperti merasa nyaman dan baik?” Gun-woo sangat kesal dengan Shi-on yang tak mengatakan hal penting seperti ini padanya. Shi-on mencoba menjelaskan tapi karena Gun-woo yang sudah kesal, dia pergi meninggalkan Shi-on.


Dalam perjalanan pulang pun Gun-woo masih sangat marah.



Shi-on pulang kerumah, dia sedikit terkejut melihat Hyung-joon yang berdiri didepan pintu mencemaskan Shi-on. Shi-on tersenyum menenangkan, aku baik-baik saja. Walau begitu, dari wajah Shi-on sendiri terlihat begitu lelah dan banyak pikiran.
Shi-on duduk di sofa dan perlahan sosok Hyung-joon mulai tampak disampingnya.




“Orang itu, Choi Moon Shik, telah mengaku.” Shi-on menunjukkan rekaman suara Moon-sik. Terdengarlah saat Moon-sik mengaku kalau dia memang membunuh Hyung-joon tapi dia tak pernah berniat melakukannya. Kata-kata Moon-sik malah mengingatkan Shi-on saat Gun-woo marah karena Shi-on tak memberitahu masalah Moon-sik lebih awal.
Hyung-joon tau akan kegundahan hati Shi-on, dia menatap Shi-on dengan penuh kepedihan. Shi-on masih terus melamun, ketika dia menoleh kearah Hyung-joon, dia sudah lenyap.
~~~


Kebusukan Moon-sik terungkap, Ketua Moon diikuti  beberapa polisi keluar dari ruangan dengan tergesa . Ketua Moon memberi perintah, “Polisi yang membunuh sesama perwiranya. Pastikan untuk menangkap Inspektur Choi Moon Shik cepat. Juga, buka kembali kasus itu dan mulai kembali investigasinya.”
Perintah itu segera di-iya-kan.


Komite audit datang keruang Moon-sik untuk mengambil barang-barang Moon-sik.
Ketua Moon : “kerja samalah dengan komite audit, dan pastikan untuk menyelidikinya, kontak pribadi dalam departemen kepolisian! Gunakan apapun, kekuatan atau metode yang diperlukan, dan tangkap penjahat ini.



Shi-on diintrogasi oleh Penyelidik, sebelumnya mereka mengatakan kalau rekaman suara sangat bermanfaat untuk penyelidikan ini. Shi-on bertanya apa sudah ada kabar keberadaan Moon-sik. Penyelidik belum mendapat kabar tapi surat penangkapan sudah dikeluarkan secara nasional jadi kemungkinan akan segera tertangkap. Penyelidik menanyakan tentang kedekatan Gun-woo dan Moon-sik, “Aku dengar Detektif Cha Geon Woo mempunyai hubungan yang erat dengan Inspektur Choi Moon-Sik. Apa ada perilaku aneh di antara mereka?”
“Tidak. Tidak ada. Aku telah melihat sepanjang waktu saat aku menyelidiki kasus ini, tapi Detektif Cha Geon Woo tidak tahu apa-apa.”



Sekarang giliran Gun-woo yang di introgasi, Penyelidik bertanya apa Gun-woo melakukan kontak dengan Moon-sik. Gun-woo mengatakan tidak. Penyelidik minta keterangan yang Gun-woo tau tempat mana yang mungkin akan Moon-sik datangi. Sekali lagi Gun-woo mengatakan tidak tau. Penyelidik bertanya, “Tak ada seorang pun di dalam kepolisian yang tidak tahu tentang hubungan dekat kalian berdua. Tapi apa masuk akal kalau Kau tidak tahu apa-apa?”
“Aku juga berpikir kalau aku tahu Inspektur Choi Moon Shik sangat baik. Tapi sekarang, Aku tidak tahu.” Aku Gun-woo dengan wajah sedihnya.


Shi-on menunggu Gun-woo didepan ruang introgasi dengan cemas. Gun-woo keluar, Shi-on langsung mengajak Gun-woo untuk berbicara, Gun-woo masih diam seribu bahasa. Shi-on akan mengatakan sesuatu tapi terpotong karena ada seseorang yang mengatakan kalau Ketua Moon mencari Shi-on. Shi-on bingung, Gun-woo kemudian menyetujui untuk berbicara dengan Shi-on.



Ketua Moon memuji Shi-on yang telah bekerja keras, dia kemudian mengingatkan Shi-on tentang istirahat yang pernah di sarankan olehnya. Shi-on sedikit ragu, tapi dia kemudian mengatakan keinginannya untuk masuk dalam tim investigasi kasus Hyung-joon. Dengan tegas Ketua Moon melarang karena untuk membersihkan nama Hyung-joon saja sudah termasuk prestasi. “Penyelidikan yang tersisa akan ditangani oleh komite audit dan departemen penyelidikan khusus. Mari kita tunggu dan lihat.”
Shi-on sebenarnya masih tak ikhlas namun dengan berat hati dia tak membantah.
~~~

Seseorang keluar dari sebuah mobil (si penculik Shi-on dan Pembunuh Woo-cheol), dia celingukan masuh kedalam sebuah rumah kosong. Dari dalam sebuah ruangan terdengar suara Moon-sik, “kau membawanya?”



Orang itu memberikan passport Moon-sik dan juga membawakan pakaian untuknya. Si Penculik tanya kenapa Moon-sik harus tinggal ditempat yang seperti ini. Moon-sik merasa kalau dia tak akan tertangkap jika bersembunyi disana, Moon-sik bertanya bagaimana dengan anak istrinya. Si Penculik mengatakan kalau dia sudah berbicara dengan istri Moon-sik dan juga perahunya juga sudah dipersiapkan. Moon-sik mengatakan kalau dia bersembunyi dirumah kosong itu sampai perahunya datang.


Si Penculik akan pergi namun ditahan oleh Moon-sik. Moon-sik menyuruh untuk memberitahu atasan Si Penculik untuk jangan melakukan hal bodoh atau dia akan mengirimkan sebuah ‘hadiah’ untuknya.
Si Penculik meng-iya-kan, aku akan mengatakannya.
~~~


Disebuah kedai, Gun-woo tengah minum dengan wajah galaunya. Dia tak ceria seperti biasanya, aahh kau bukan Gun-woo. Beberapa kali ia menghela nafas penuh beban.

FLASHBACK



Moon-sik menghibur Gun-woo kalau apa yang Gun-woo alami bukan akhir dunia ini. Tapi Gun-woo tetap mengeluh bagaimana dia bisa dipindahkan dari Departemen Investigasi Khusus ke ruang penyimpanan, ” Jika itu bukan akhir dari dunia, apa itu?”
Moon-sik meyakinkan kalau dia akan membuat Gun-woo kembali setelah 3 bulan. Gun-woo bertanya apa Moon-sik bisa dipercayainya. Moon-sik menunjuk baju barunya, “Ini baju baruku. Aku memakainya untuk pertama kalinya hari ini. Karena kau, kancingnya  jatuh sementara aku mencengkeram kemeja Ketua. Istriku akan mengeluh tentang hal ini. Jadi bertahanlah sedikit.”
Gun-woo tersenyum senang, aku akan tetap percaya padamu, Sunbaenim.
FLASHBACK END



Shi-on menemui Gun-woo yang sudah mabuk di kedai. Gun-woo heran kenapa Shi-on bisa sampai di kedai. Jelas Shi-on mudah menebak, kalau tidak di tempat makan ayam ya di tempat makan kulit babi.
Gun-woo mencoba menuang kembali bir’nya tapi ditahan Shi-on yang kemudian  menuangkannya untuk Gun-woo. Gun-woo merasa kalau ini bukan salah Shi-on. Shi-on jadi bertanya, kapan kau menyalahkanku?


Gun-woo pulang dengan kondisi mabuk berat, bahkan dia mau jatuh. Shi-on yang berjalan tak jauh dibelakang Gun-woo mencoba membantu tapi Gun-woo malah menghepaskan tangan Shi-on.


Gun-woo duduk di bangku taman, dengan sedih dia mengatkan. “Ketua Tim. Orang yang paling aku percaya sebenarnya seorang pembunuh. Bagaimana aku bisa menerimanya? Tapi kau tahu, apa yang membuatku lebih marah lagi? Adalah bahwa aku tidak bisa membantu tetapi berpikir bahwa Choi sunbae Pasti punya alasan untuk apa dia melakukan itu. Fakta bahwa aku memiliki pikiran-pikiran seperti itu, membuatku ingin marah.”




“Dia membunuh orang yang Kau cintai dan bahkan mencoba untuk membunuhmu.” Ucap Gun-woo dengan mata yang berkaca sampai akhirnya dia menangis. Shi-on menghela nafas kemudian mendekatkan duduknya. Shi-on ingin menepuk punggung Gun-woo meski agak ragu dia akhirnya menepuknya juga, mencoba menenangkan.
~~~


Gun-woo menatap foto dirinya yang tersenyum bahagia bersama Moon-sik. Terlihat dari wajahnya yang penuh kebimbangan antara percaya pada orang yang sangat dia percayai atau kah fakta tentang kasus penembakan itu.




Shi-on masih terus bertanya-tanya siapakah sebenarnya orang dibalik Moon-sik. Pikirannya masih teringat akan pengakuan Young-geol tentang polisi korea yang juga terlibat dalam kasus penyelundupan. Dan Juga kata-kata Moon-sik yang sebenarnya tak berniat membunuh Hyung-joon.
~~~



Gun-woo bergegas masuk kedalam sebuah gedung rumah sakit, dan saat itu pula Moon-sik ada disana. Dengan segera, Moon-sik menunduk menutupi wajahnya sedang Gun-woo yang terburu-buru tak menyadari keberadaan Moon-sik.



Gun-woo menuju kebagian resepsionis untuk menanyakan tentang pasien bernama Park Hyung-sik, pastinya dia anak Moon-sik kan? Gun-woo mengatakan kalau Hyung-sik datang kerumah sakit seminggu sekali untuk mendapat resep dokter. Perawat itu menyuruh untuk menunggu sebentar, saat perawat yang satu sedang mengecek datanya, perawat satunya lagi memberitahu kalau ayah Hyung-sik baru saja datang dan memberitahu kalau mereka akan melakukan liburan keluarga.
Gun-woo menyadari Moon-sik baru saja dari sana, dia segera bergegas pergi untuk mengejar Moon-sik yang kemungkinan belum jauh.



Gun-woo berlari keluar gedung, dia celingukan mencari Moon-sik namun dia tak menemukannya. Meskipun begitu Moon-sik sebenarnya masih berada didepan gedung, menyadari akan kedatangan Gun-woo disana dia kembali menutupi wajahnya lalu pergi.
~~~



Seung-ha dan Seong-chan pergi ke sebuah cafe, pelayan bertanya apa yang akan dipesan. Dengan semangat Seong-chan memesan sesuatu yang manis untuk pacarnya, aku mau buket biskuit. Sedang Seung-ha yang mendengarkan Seong-chan terlihat malas, kekeke. Seung-ha bertanya apa Seong-chan harus melakukan ini sedangkan kantor sedang kacau.
“ ‘Peluang datang di saat krisis.’ Tidakkah kau tahu peribahasa itu? Selama kekacauan ini, kita masih dapat menemukan beberapa waktu untuk bernapas.” Seong-chan beralasan. Seung-ha bergumam kalau Seong-chan berandal. Seong-chan mendengar tapi tak jelas, berandal?


Pesanan datang, Seong-chan tanya basa basi, apa kau tak kembali?
Seung-ha bingung bukannya mereka akan pergi bersama. Seong-chan ngeloyor pergi, “bekerja keraslah. Dan aku pergi membayar. “
~~~


Hee-bin duduk dibangku taman, seorang pria menghampirinya untuk meminta nomor telefon Hee-bin dengan alasan karena Hee-bin terlihat begitu cantik. Tepat saat itu Seong-chan datang dengan buket bunganya, dia kesal bukan main melihat gadisnya digoda pria lain. “Apa yang Kau lakukan untuk pacar orang lain?!”
Pria tadi langsung minta maaf lalu pergi sedang Hee-bin hanya cekikikan melihat tingkah Seong-chan.



Seong-chan kesal dengan Hee-bin yang bisa tersenyum manis pada pria lain. Hee-bin sok polos, apa yang aku lakukan.
Hee-bin tanya apa yang Seong-chan bawa, Seong-chan memberikan buket biskuitnya masih dengan memalingkan wajah. Hee-bin melihat buket itu jadi heran, ini mawar atau biskuit?
Seketika itu Seong-chan tersenyum dan menggombal, “itu jantungku”. Hahahaha. Hee-bin menanyakan apa acara mereka hari ini, bagaimana kalau naik sepeda?
Hee-bin kemudian berdiri, sedang Seong-chan masih terdiam. “Ini menjadi nilai PG.” Gumam Seong-chan. Haaah, apa itu PG? Ada yang tau?



Seong-chan kemudian mengejar Hee-bin dan merangkulnya. Dalam hati Hee-bin, “Aku mengujimu sekarang, bocah. Jika kau sedang tulus atau Kau memiliki niat buruk
~~~




Shi-on berniat membersihkan rumahnya setelah waktu yang lama karena dia sendiri sudah merasa ingatannya telah kembali. Shi-on mencoba membersihkan kolong sofanya tapi ada sesuatu disana. Shi-on kesulitan menggapai benda itu. Setelah bisa diambil, itu adalah sebuah jepitan rambut warna pink. Shi-on tersenyum menatapnya, “Ini di sini.”
FLASHBACK



“Menyingkir. Pindah, pindah, pindah. Oppa, ke kanan sedikit. Ke kanan.” Shi-on mengomandoni Hyung-joon yang tengah mendorong sofa di rumahnya. Hyung-joon benar-benar kelelahan, dia mengeluh kalau sofanya sangat berat lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa.
Shi-on memegang wajah Hyung-joon yang lelah, Shi-on bertanya-tanya bagaimana Hyung-joon bisa menangkap penjahat kalau melakukan hal kecil saja sudah kelelahan. Hyung-joon membela diri kalau dalam pidana tak akan ada yang menyuruh untuk memindahkan furnitur (jadi gak akan lelah).



Shi-on teringat akan sesuatu, dia memegangi kepalanya kebingungan. “dimana jepit rambutku, oppa apa kau melihatnya?”
Jelas Hyung-joon tak tau, mungkin kau meninggalkannya di kantor atau perpustakaan. Namun Shi-on yakin kalau dia sudah membawanya kerumah. Hyung-joon mengejek bagaimana seorang polisi kehilangan barangnya, “Apakah kau yakin kau berada di kelas perpisahan Jejaring Akademi Kepolisian Nasional”
Shi-on kesal kenapa Hyung-joon mengingatkannya akan itu sekarang, Shi-on tetap yakin kalau dia telah membawanya kerumah. Seolah Shi-on mengingat sesuatu, aah tas.


Hyung-joon kembali mengejek, jangan-jangan nanti kau meninggalkan pistolmu. Shi-on tak perduli masuk ke kamar ganti. Kamar mandi. Hyung-joon yang melihat Shi-on ribut mengingatkan Shi-on yang sering meninggalkan barangnya dikantor. Hyung-joon bertaruh 10.000 won kalau Shi-on tak menemukannya.
FLASHBACK END



Shi-on membersihkan jepit rambutnya sambil tersenyum-senyum mengingat kenangan bersama Hyung-joon, Shi-on berdiri dan saat berbalik sudah ada Hyung-joon. Shi-on menunjukkan jepit rambutnya, ini ada dibawah sofa bukan di kantor. Hyung-joon dibuat tersenyum oleh Shi-on. Shi-on berkata sambil menatap jepit rambutnya, dulu ini adalah tren tapi sekarang sudah terlihat kuno. “Hal telah berubah banyak selama bertahun-tahun. Kau dan aku juga, Meski begitu, Aku suka denganmu seperti ini.”
Suara dering telfon terdengar, Shi-on lupa dimana dia menaruhnya, aaah ya tas. Shi-on berlari mencari tasnya namun dia juga lupa dimana tas itu. Shi-on bolak-balik kebingungan, ini membuat Hyung-joon kembali tersenyum namun sesaat dia kembali menampakkan wajah sedihnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


12 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU EPISODE 11 Part 1"

  1. Akhirnya ada jg eps 11nya ˆ⌣ˆ ditunggu part2x chingu,,,fighting (҂˘̀^˘́)9 hehehe

    ReplyDelete
  2. Ye... Udah ada. thanks.... Always waiting for 2nd sinop.he...

    ReplyDelete
  3. semngat nulis part 2 ny ya sista..
    semangat...

    ReplyDelete
  4. makasih sinopnya mb...ditunggu bag ke 2 yah....semangattt....

    san

    ReplyDelete
  5. makasih eonni buat sinopnya :)

    PG?? mungkin pilihan ganda kali.. hha *asalnebak..

    ReplyDelete
  6. hyung joon-oppa gantenggggggg ... semakin penasaran kelanjutan cinta unnie shi-on

    ReplyDelete
  7. makin seruu n makin penasaran...dtunggu part 2ny y..^^
    semangat..:))

    ReplyDelete
  8. cute banget se hyung joon ny..:))
    klanjutannya tunggu, fighting

    ReplyDelete
  9. ayo mb part 2 nya.. Gak sabar nih.semangat . .
    He . .

    ReplyDelete
  10. hyun joon ganteng kalo senyum...
    tapi dikit bgt senyumnya...
    kemaren2 yg ditunjukin senyum tipisssss aja..

    ReplyDelete
  11. makasi bgttt,..lg nonton dvdnya tyt yg eps 11 n 12 gbs keputer -___- kebantu bgt ada sinopsis iniiiii ^^

    ReplyDelete
  12. PG itu artinya rating bimbingan org tua. Klo ga salah yah... parents guard. Jd artikan sndri. Adegan apa yg bkalan jd rating bimbingan org tu. *klo g salah terjemahan*

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^