[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 11 – 2

[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 11 – 2

~~~


Gun-woo berjalan pulang, dia melihat seorang polisi tengah berdiri dipinggir jalan.


FLASHBACK



Gun-woo menggendong Moon-sik yang mabuk berat pulang kerumah. Gun-woo mengeluh sepulangnya dari rumah Moon-sik pasti dia akan terluka.
“Bagaimana pembuat onar Tim kejahatan kami Geon Woo. mendapatkan penghargaan ‘Penyidik ​​pidana terbaik’ ?”  Sindir Moon-sik dalam mabuknya.
Moon-sik memanggil-manggil Hyung-sik dan juga Joo-yeong untuk memberitahukan Gun-woo yang mendapat penghargaan. Gun-woo jelas akan malu dengan hal itu, dia menyuruh Moon-sik untuk diam tapi Moon-sik malah meminta untuk minum satu ronde lagi, Gun-woo menolak tapi Moon-sik tetap memaksa.
FLASHBACK END


Gun-woo masih terdiam ditempat, dalam hati dia bertanya-tanya. “Sunbae, Kau tidak bisa  menghilang seperti ini? Kenapa Kau melakukannya? Setidaknya, Kau akan memberitahuku, kan?”
~~~



Moon-sik kembali kerumah kosong, tempat persembunyiannya. Sebuah suara ranting terinjak terdengar, Moon-sik menyadari akan kehadiran seseorang membuatnya siaga dengan pistol ditangan. Perlahan dia berjalan mengendap sambil melihat kesekitar, tak ada apapun. Namun dibelakangnya ternyata ada si pria penculik, “ini aku”





Moon-sik menanyakan tentang kapal yang akan ditumpanginya, Penculik mengatakan kalau dia sedang menyesuaikan tanggal, istrimu juga sangat terkejut terlebih anak bungsumu. Moon-sik kesal dengan Penculik yang membawa-bawa keluarganya, “Apa yang kau coba lakukan?”
Penculik jujur merasa kalau dia tak suka akan hal yang ditutup-tutupi, Penculik tanya hadiah apa yang Moon-sik peroleh. Moon-sik malah marah, “siapa yang berani menyentuh keluarganya?”



Penculik tersenyum, dia masih penasaran. dengan basa-basi dia mengingatkan kalau mereka bukan hanya kenal satu atau dua hari jadi....
Moon-sik memotong perkataan Penculik dan malah menyuruhnya untuk pergi. Penculik masih terus ngoceh tapi saat dia melirih ke arah Moon-sik ternyata Moon-sik sedang menatapnya tajam. Nyali penculik ciut, dia siap beranjak tapi mengurungkan niatnya. Dia memberitahu Moon-sik tentang detektive yang terus menyelidiki Moon-sik yang sepertinya tak akan mudah menyerah. Penculik menasehati Moon-sik agar membujuk mereka.
Penculik pergi, ucapan si penculik ternyata membuat Moon-sik terlihat memikirkan sesuatu.
~~~



Gun-woo berjalan menuju ke rumah Shi-on dengan keadaan mabuk.
Shi-on dari dalam rumahnya melihat kedatangan Gun-woo dari CCTV. Sejenak dia hanya memperhatikan Gun-woo yang sempoyongan bediri didepan gerbang rumahnya. Tapi setelah dilihat Gun-woo benar-benar mabuk bahkan sampai akan terjatuh. Shi-on khawatir memutuskan untuk keluar.



Shi-on memapah Gun-woo masuk dalam rumah, Shi-on yang merasa tubuh Gun-woo berat langsung menjatuhkannya ke sofa. Shi-on berusaha membangunkan Gun-woo dengan menepuknya namun percuma, Gun-woo sudah sangat mabuk. Tapi selang beberapa saat terdengar suara Gun-woo mengigau, “Subae, kau harus mengubah dirimu, itu adalah hal terbaik yang bisa kau lakukan. Ketua Tim Yang, Aku menyesal bahwa semua ini akan berakhir seperti ini.”
Shi-on hanya bisa menghela nafas melihat Gun-woo yang terlihat sangat menyesal bercampur dengan rasa khawatirnya dengan Sunbae kepercayaan, Moon-sik.
~~~



Dengan penerangan seadanya, Moon-sik masih terjaga. Perlahan dia membuka dompetnya yang berisi foto keluarga dan dia juga menarik foto yang tersembunyi di belakang foto keluarga itu, Foto Hyung-joon bersama dirinya dan seorang remaja, kemungkinan anak Moon-sik. Moon-sik menatap lekat foto dengan senyum cerah terpancar dari wajah mereka. Moon-sik menunduk penuh-penuh penyesalan, “Maafkan aku Hyung-joon”

FLASHBACK




22.7.2007 23-40 PM
Moon-sik tengah berdiri diluar kapal, seorang dari dalam ruangan memberitahu kalau dokumennya telah selesai. Orang itu telah memanipulasi catatan yang menunjukkan kalau Moon-sik telah menyelesaikan tugas dikapal kargo 5 jam yang lalu. Orang itu menyuruh Moon-sik untuk meninggalkan rekannya dan juga dia akan memastikan cap waktu Moon-sik.
Moon-sik puas melihat dokumen manipulasi itu.



Hyung-joon memberitahu dengan talki kalau ada sebuah kapal Cheng Ho Do yang terus menerus mengirim sinyal lampu. Moon-sik dilain tempat mengeluh karena pekerjaan mereka seharusnya telah berakhir jadi kenapa harus menambah pekerjaan. Hyung-joon berkeras akan mengeceknya sendiri, sedang Moon-sik melarangnya. Namun karena Hyung-joon sudah berjalan menuju kapal tak lagi mendengar suara Moon-sik.


Moon-sik terkejut dengan Hyung-joon yang tak lagi mendengarkan dirinya. Dia terus memanggil Hyung-joon melalui talki tapi tetap tak ada jawaban. Dengan tergesa, Moon-sik bergegas menuju ke kapal.



Hyung-joon tengah berlari dari kejaran para penyelundup, tiba-tiba langkahnya terhenti. Moon-sik lah penyebabnya, Moon-sik menyuruh untuk membiarkan kapal Ho Do untuk tetap pergi. Jelas sebagai polisi yang berpegang teguh pada kebenaran eeiiih, Hyung-joon menolak dan malah menodongkan pistolnya pada Moon-sik. “sejak kapan”
Moon-sik masih terus membujuk tapi Hyung-joon masih tetap sama. Akhirnya dengan dia menembakkan pistolnya pada Hyung-joon.


Tubuh Hyung-joon limbung, Shi-on yang melihat kejadian itu sangat terkejut.” TIDAK”
Para penyelundup menyadari kedatangan Shi-on dan mengejarnya.


Moon-sik perlahan mendekati tubuh Hyung-joon yang sudah tak bernyawa lagi. Moon-sik menggoyang tubuh Hyung-joon namun tak ada reaksi, dia akhirnya mengecek rompi anti perluru Hyung-joon. Moon-sik benar-benar tak tahu kalau Hyung-joon telah menanggalkan rompi anti pelurunya. Moon-sik terkejut dan pergi meninggalkan tubuh Hyung-joon.
FLASHBACK END



Moon-sik meratapi kesembronoannya sendiri, dengan dia yang terlalu yakin menembakkan senjatanya pada tubuh seseorang.
Dari jendela luar tampak Hyung-joon yang menatap Moon-sik, “Sunbae, kenapa kau berakhir seperti ini?”



Moon-sik berjalan keluar menuju ketelfon umum, dia mencoba menghubungi seseorang. Orang itu adalah hoobae kesayangannya, Gun-woo. Ponsel Gun-woo bergetar tapi pemiliknya tengah tidur dengan sangat lelap hingga tak mendengarnya.
~~~


Paginya. Shi-on mengecek Gun-woo tapi dia hanya mendapati sofa yang sudah tertata rapi dengan Gun-woo yang sudah pergi.



Shi-on berangkat kekantor, Shi-on berbasa-basi dengan Gun-woo. Shi-on bertanya apa Gun-woo sudah makan. Dengan cuek Gun-woo berkata belum. Shi-on mengajak untuk makan Haejang Guk (sejenis soup) karena Shi-on merasa kalau perutnya merasa tak terlalu besar, Gun-woo masih cuek tapi dia tetap mengikuti ajakan Shi-on.


Haejang Guk terhidang, mereka berdua masih terus terdiam. Gun-woo melihat Shi-on yang tak memakan soupnya, kenapa kau tak makan, bukankah perutmu tak enak?
Shi-on malah balik tanya kapan dia mengatakan perutnya tak enak. Mereka berdua kembali terdiam.



Shi-on mengatakan kalau dia memiliki sesuatu untuk dikatakan, Gun-woo masih sok cuek.
“Mari kita mencari Ketua Tim Choi Moon-sik” ajak Shi-on. Jelas ini membuat Gun-woo memandang Shi-on.
“Ketua tim....”
“Pasti ada sesuatu yang lebih di sana. Jika kita ingin untuk membawa ke cahaya kita harus menemukannya terlebih dahulu. Itu sebabnya, Kau perlu untuk membuat kepalamu pada jalan yang lurus sekarang.” Ucap Shi-on.







Ponsel Shi-on bergetar, Shi-on malah heran nomor apa yang memanggilnya. Shi-on mengangkat panggilan itu, halo. Dari seberang tak ada jawaban, dia Moon-sik yang menelfon. Moon-sik segera mematikan panggilan itu.
Gun-woo bertanya apa itu Choi Sunbae. Shi-on tak yakin, Gun-woo melihat nomor yang memanggil Shi-on. Gun-woo merasa kalau nomor itu juga menelfonnya, mereka berdua mencocokkan nomor itu. Benar, itu nomor yang sama. Shi-on mencoba menelfon balik namun tak bisa, itu telefon umum.
Gun-woo segera menghubungi kantor untuk melacak nomor tempat Moon-sik menelfon.

FLASHBACK




Moon-sik menelfon seseorang memberitahukan kalau ada kecelakaan yang terjadi, dia tak sengaja menembak Hyung-joon. Moon-sik merasa kalau dia tak lagi bisa untuk melanjutkan.
Shi-on berlari ketakutan dalam kapal, dia kebingungan apa yang telah terjadi. Seseorang dari arah belakang memukulnya, itu Moon-sik. Shi-on jatuh tak sadarkan diri. Moon-sik mengambil pistol Shi-on dan menembak sendiri kakinya menggunakan itu untuk mengarang cerita kalau dia adalah salah satu korban atas insiden tahun 2007.
FLASHBACK END


Moon-sik bergumam, “Ketua Tim Yang, maafkan aku. Gun-woo maafkan aku” penyesalan sekarang gak penting om.
Moon-sik mengambil passportnya, dia sudah bersiap pergi. Bukan dengan nama Choi Moon-sik namun Kim Ji-chul.



Shi-on menuju ketempat Moon-sik menelfon dengan harap-harap cemas. Gun-woo bertanya apa yang akan dilakukan kalau Moon-sik sudah kabur. Shi-on berharap kalau mereka tak terlambat. Gun-woo juga demikian, Dia bisa memiliki sesuatu untuk dikatakan pada kita, atau ia bisa  mengucapkan selamat tinggal terakhirnya.


Gun-woo dan Shi-on sampai ketempat telfon umum yang digunakan Moon-sik. Gun-woo melihat kesekitar dan masuk ke rumah kosong bekas tempat Moon-sik.



Moon-sik dalam perjalanan untuk pelariannya, sebuah panggilan masuk dari Penculik. Penculik memberitahu kalau arah yang Moon-sik kesitu jadi nantinya dia akan bertemu dengan istri dan anaknya. Penculik juga memberitahu dia kedatangan tamu. Penculik ternyata sedang berdiri didepan rumah kosong.
Moon-sik tanya apa rencana Penculik. Penculik menyuruh Moon-sik sekarang jangan mengurusi bisnis jadi pergilah untuk istirahat. Moon-sik mengerti dan mengakhiri panggilannya.



Shi-on masuk ke bekas pabrik (rumah kosong), Shi-on melapor kekantor kalau dia telah menemukan tempat permbunyian Moon-sik di sebuah bekas Pabrik Yangpyeong.
Shi-on masuk kedalam prabik. Dari luar tampaklah penculik yang melihat kedatang Shi-on, Penculik tersenyum sinis sampai akhirnya dia pergi.


Shi-on menemukan ruangan bekas sembunyi Moon-sik, terdapat bekas tidur dan minumnya. Shi-on menyadari Moon-sik dari tempat itu, Gun-woo merasa kalau selang waktu Moon-sik menelfon dan mereka menemukan tempat belum lama jadi pasti belum terlalu jauh.




Shi-on bergegas keluar namun dia dikejutkan dengan rombongan yang menghadang mereka. Tak hanya dari arah depan, mereka juga ada dibelakang Shi-on, terkepung. Shi-on bertanya dimana Moon-sik. Penculik memberitahu kalau Moon-sik telah pergi dari negara ini kalau mereka berdua datang lebih cepat pasti bisa mengucapkan salam perpisahan.
Gun-woo kesal dengan Moon-sik yang melakukan kejahatannya sampai akhir. Shi-on menyuruh untuk fokus.



Terjadilah pergulatan diantara Shi-on Gun-woo dengan gerombolan itu. Gun-woo melawan mereka, saling bantu dengan Shi-on. susah nggambarinnya chingu.




Sebuah suara tembakan menghentikan perkelahian, itu Moon-sik. Moon-sik berjalan perlahan dengan mengarahkan pistolnya pada Gun-woo namun perlahan arah itu beralih pada Si Penculik. Penculik jelas terkejut, Moon-sik menyuruh untuk melepas Gun-woo keluar.
Penculik kesal, apa kau cari mati. Moon-sik tak bergeming, “Gun-woo keluarlah”


Gun-woo jelas tak mau, tapi Shi-on menariknya keluar. Shi-on menyuruh Gun-woo untuk menunggu petugas, Gun-woo berusaha untuk tetap masuk karena dia yakin kalau Moon-sik akan mati jika terus begini. Gun-woo mencari sesuatu, dia menemukan balok kayu dan membawanya masuk.



Penculik tanya bagaimana dengan perahunya, apa karena hati nurani yang salah kau kembali. Moon-sik masih terus menodongkan pistolnya, ini bukan hati nurani yang salah. Ini hati nurani yang seharusnya dimiliki manusia. Si pencuri masih ditodong namun matanya memberi isyarat pada gerombolannya.
Moon-sik tak menyadari itu, sampai seorang memukul punggung Moon-sik. Moon-sik terhuyung dengan segera penculik menusuk Moon-sik.
Moon-sik terkapar, Gun-woo masuk langsung menghampiri Moon-sik. Penculik memerintahkan anak buahnya untuk membunuh mereka semua.






Shi-on sigap segera mengambil pistol Moon-sik dan menembakkannya keudara. Secara perlahan gerombolan mulai mundur.
Darah terus mengucur dari perut Moon-sik, Gun-woo semakin khawatir. “Sunbae...sunbae...”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ KOMENTAR :

Ahhh, aku sedikit kasian juga sama Moon-sik untuk episode kali ini. Tapi kenapa dianya dengan percaya diri gitu, nodongin senjata. Maen senjata sembarangan kaya anak TK yang ngira kalau nyawa itu maenan, pistol juga maenan. Huhg.

Oiya, aku mau kasih sedikit jadwal update sinop yah biar kalian gak bingung. Gini loh, Who Are You kan tayang tiap hari senin selasa, aku download videonya hari selasa pagi udah bisa untuk epi ganjil tapi sub’nya belum ada. Inggris kadang udah kadang juga belum. Sedang sub indo biasanya keluar hari selasa. Nah jadi aku bisa update pas hari rabu atau kamis untuk sinop epi ganjil dan pasti aku bakal nyelesein sinop sebelum epi selanjutnya tayang. Jadi kalau kalian nunggunya lama itu bukan karena aku yang belum posting tapi karena emang belum tayang chingu. Tapi emang untuk epi 11 ini agak ketinggalan gegara pas hari kamis aku mau posting tapi malah ketiduran chingu. hehe

10 Responses to "[SINOPSIS] WHO ARE YOU Episode 11 – 2"

  1. Me first again yeeeaaaii
    Semangat chingu caritax makin seruuu

    ReplyDelete
  2. Mon shik kyaknya ga sngja deh bnuh hyun jung, dia mgkn btuh uang buat pngobtan anknya trus ikut mnjlnkan bsnis ilegal krna gjinya kcil. Toh dia te2p jd polsi yg baik di lain sisi. Tp apapun alsanya ya emg slah sih...

    ReplyDelete
  3. Makasih sinopnya. Selalu menunggu kelanjutanya. Fighting chingu!

    ReplyDelete
  4. Sub indo nya donlod dmn cingu ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. di sini chin http://subscenecom/subtitles/who-are-you-hooayoo-korean-drama

      Delete
  5. slalu menunggu lanjutnya..
    Fighthing eonni!

    ReplyDelete
  6. Makin seru,, ditunggu sinopsis selanjutnya ^^

    ReplyDelete
  7. Adik manis...thank's postinganya.beberapa kali aku bwt sinop walopun banyak contekanya,tp tetep ga bs" luwes"bahasanya.saluuut deh bwt kamu yg pinter bikin sinopsisnya....

    ReplyDelete
  8. makasih chingu udah mau komen. episode 12 segera meluncur

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^