[SINOPSIS] Who Are You Episode 10 Part 2

[SINOPSIS] Who Are You Episode 10 Part 2

~~~


Shi-on dan Gun-woo diantar oleh Tn. Wang ke rumah Young-geol namun Tn. Wang sendiri langsung pergi.




Shi-on menyerahkan sebuah bungkusan pada Young-geol, mungkin itu abu’nya Yang-beom. Shi-on meminta maaf karena mereka tak bisa menangkap pembunuh Yang-beom ditempat kejadian tapi mereka akan berusaha. Dengan terisak Young-geol memohon untuk bisa menangkap b*jingan pembunuh Yang-beom. Shi-on juga akan berusaha karena isi dalam smartphone’nya juga sangat penting untuk Shi-on.



Sebuah mobil polisi telah menunggu di luar rumah Yeong-geol untuk mengantarkan kembali ke China. Shi-on berjanji, “Kami akan membantumu selamat sampai bandara.Lee Young-Geol ...dan Bae Yang-Beom, kalian berdua. “
Young-geol mengira kalau maksud perkataan Shi-on adalah untuk dirinya saja tapi ternyata dibelakang Young-geol sudah ada Yang-beom yang tersenyum cerah pada Shi-on. Yeong-geol berterimakasih pada Yang-beom meski dia telah meninggal tapi dia bisa membuat kembali bertemu dengan keluarganya.
Young-geol pun pamit untuk pergi ke bandara.


Shi-on masih tersenyum menatap roh Yang-beom, ini tentu saja membuat heran Gun-woo. “apa yang sedang kau lakukan?”
“Aku mengucapkan selamat tinggal. Pada orang yang masih ada didunia ini dan orang yang sudah meninggal. Mereka berdua.” Jawab Shi-on.
~~~



Hee-bin terus menatap wajahnya yang mulai berkerut hingga dia merasa harus melakukan perawatan. Dia kemudian memanggil untuk pengunjung berikutnya, ternyata itu malah Seong-chan. Hee-bin berkedip-kedip heran menatap kedatangan Seong-chan, tak menelfon(dulu)?
Seong-chan berkata kalau berkat Hee-bin mereka bisa menemukan ponselnya dan dia datang untuk mengucapkan terimakasih. Hee-bin bertanya, lalu?
“Dan... Aku penasaran tentangmu juga.” Jawab Seong-chan.



“Sebagai contoh?” Hee-bin seolah mengintrogasi. Seong-chan mengambil contoh dengan bertanya ulang tahun Hee-bin. Hee-bin bertanya lagi, lalu apa yang akan kau lakukan jika kau tahu tanggal lahirku.
“Jika aku tahu kapan ulang tahunmu aku bisa melihat horoskopmu dan juga melihat apakah kita cocok. Kita bisa bertemu dihari ulang tahunmu. dan menonton film.” Usul Seong-chan. Hee-bin tersipu-sipu mendengar jawaban Seong-chan dengan agak jual mahal dia mengatakan kalau ulang tahunnya dalam beberapa hari ini.
~~~



Shi-on sudah berada didepan rumah Hyung-joon, dia ragu apakah dia harus masuk atau tidak. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk pergi, tepat saat itu seorang wanita keluar dari rumah Hyung-joon. Orang itu mengenali Shi-on, “Shi-on”



Shi-on dan Kaka Hyung-joon memutuskan untuk ngobrol di cafe. Hyung-joon onnie benar-benar tak percaya kalau Hyung-joon bekerja sebagai Detektif kotor bahkan dia tak mau kalau untuk minuman gratis. Shi-on juga merasa kalau Hyung-joon tak akan melakukan hal semacam itu.
“Aku begitu marah, aku pergi berkeliling untuk menemukannya, Aku rasa sekitar enak bulan kemudian, Seorang detektif datang. Dia adalah orang yang Hyeong Joon ikuti seperti kaka kandungnya. Detektif Choi.”
Shi-on sedikit terkejut.
FLASHBACK


Moon-sik menemui Hyung-joon onnie di sebuah kafe.
Hyung-joon onnie : “Dia bilang karena Hyung-Joon terlibat dalam sesuatu yang jahat, dia juga mengalami masa sulit Walaupun dia melakukan semuanya yang dia bisa tapi karena itu kasus besar, dia tidak bisa lebih lebih dari itu.”
FLASHBACK END


Shi-on bertanya apa detektive Choi mengatakan seperti itu. Hyung-joon onnie meng-iya-kan dan malah Detektive Choi juga menyuruh mengubur kasus ini.
~~~



Gun-woo tergesa-gesa masuk kesebuah ruangan, itu rumah temannya yang pintar IT. Gun-woo bertanya apa dia telah menemukan sesuatu. Teman Gun-woo malah balik tanya apa Gun-woo datang dengan tangan kosong. Gun-woo masih menanyakan apa temannya telah menemukan sesuatu, tapi pertanyaan itu tak mendapat jawaban. Gun-woo tau maksudnya dan menyuruh untuk mengatakan dulu apa yang dia temukan baru nanti dia akan memberi makan.



“Aku bisa mengembalikan beberapa bagian. Awalnya, karena ini dibuat oleh angka, aku pikir itu adalah nomer akun atau nomer telepon. tapi, itu adalah password.” Papar teman Gun-woo.
Gun-woo ikut bertanya-tanya. Temannya mengatakan kalau dia telah mencoba mencocokan nomor dengan huruf konsonan dan vokal tapi itu tak cocok.
“Huruf alfabet?” tanya Gun-woo. Tapi temannya mengatakan kalau dia telah mencoba semuanya. Gun-woo teringat, Hanja(huruf China)






Temannya malah jadi kesal sendiri karena kerja kerasnya sia-sia lalu kenapa Gun-woo tak mengatakannya dari awal. Teman Gun-woo langsung mencoba dengan huruf China, benar saja-saja kode langsung terbuka dan data-data mulai muncul. Gun-woo bertanya apa dia menemukan sesuatu.
“Sepertinya tangggal pertukaran. Tanggal kembali ke 6 tahun yang lalu. 21 Juli 2007.” Teman Gun-woo melihat data yang tertera di komputernya, sedang Gun-woo memikirkan sesuatu.
~~~



Shi-on juga tengah berfikir, dia sedang melihat papan berisi data kejadian tahun 2007. Shi-on mulai mengubungkan peristiwa yang satu dengan yang lainnya, “Itu bermula 21 Juli 2007 di Incheon. Kegiatan penyelundupan terjadi disini dan detektif dalam penyamaran. Choi Moon-Sik. Lee Hyung-Joon. Lee Hyung-Joon dibunuh.”


“Baek Young-Beom, yang memiliki detil penyelundupan, juga dibunuh. Choi Moon Shik sendiri membuat kekacauan besar ini sendirian, adalah mustahil.” Shi-on tertuju pada kertas dengan tanda tanya, siapa dibalik semua ini?
~~~



Teman Gun-woo pulang dari membeli makanan, dia terkejut melihat seisi rumahnya yang telah berantakan dan lagi komputer yang digunakannya telah raib.




Shi-on dan Gun-woo tergesa-gesa masuk ke apartement Teman Gun-woo. Shi-on bertanya apa yang terjadi.
“Seperti yang kau lihat, mereka mengambil semuanya.” Teman Gun-woo pasrah. Gun-woo bertanya bagaimana dengan datanya. Teman Gun-woo mengaku kalau dia telah menemukan bagian yang lainnya.
“Tidak ada backup?” tanya Shi-on.
“Ada... tapi ada didalam hard drive yang mereka ambil.” Hadeeeuh, percuma eeuyy.
~~~



Siapa pencuri data-data itu? A-haa, siapa lagi kalau bukan Moon-sik yang sekarang berada di tempat pembakaran untuk membakar komputer dan juga sekarang smartphone sudah ada ditangannya. Sebuah panggilan masuk, Moon-sik berkata, “Aku ada ditempat pembakaran sampah. Kapal berangkat kemarin, dan orang-orang berangkat hari ini. Apa? Baiklah, aku mengerti.”
~~~



Shi-on sedang berjalan menuju ke ruangan Ketua Moon, dari dalam ruangan Ketua Moon ada yang sedang berbicara dengan Ketua Moon tentang kasus 6 tahun yang lalu. Jelas Shi-on penasaran dan menguping pembicaraan itu.
“Kenapa kamu ingin tahu, setelah sekian lama?” Tanya seseorang pada ketua Moon.
“Tentang kasus yang terjadi 6 tahun yang lalu, apakah benar yang kau beritahu padaku?”
Ketua Moon meminta kejelasan.
Seorang itu bertanya apa Ketua Moon menganggap dia bohong, apa semua karena Shi-on?


Shi-on mencoba mengintip siapa yang sedang berbicara dengan Ketua Moon, ternyata itu Moon-sik. Shi-on mengurungkan niatnya masuk keruang Ketua Moon, Dia hanya pergi dengan pandangan benci pada Moon-sik.



Shi-on masih memikirkan sesuatu diruangannya. Dia melihat ponselnya yang telah menerima pesan dari Moon-sik, “Ketua Tim Yang, aku menemukan saksi dari kasus 6 tahun yang lalu. Datang dan temui aku sebentar.”
Shi-on memutuskan untuk pergi, dia pun pamit pada yang lain. Gun-woo akan mengejarnya tapi sebuah panggilan masuk. Hee-goo (Teman Gun-woo) memberitahu sesuatu hingga Gun-woo mengatakan kalau dia akan segera kesana.



Shi-on menemui Moon-sik, Moon-sik segera memberitahu kalau dia telah menemukan seseorang saksi 6 tahun yang lalu. Shi-on bertanya apakah orang itu ada dalam kapal dan apa dia bisa menemui orang itu. Moon-sik mengajak untuk menemuinya sekarang dengan mobilnya saja karena Moon-sik akan segera pergi.
Shi-on ragu, dia beralasan kalau dia akan menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu jadi Moon-sik hanya mengirimkannya alamat saja. Moon-sik sebenarnya agak berfikir tapi akhirnya meng-iya-kan.


Moon-sik pergi, Shi-on memanggilnya. Shi-on mengucapkan terimakasi karena dia telah mendapatkan perhatian Moon-sik.
Moon-sik tak menjawab, terlihat bingung.


Gun-woo melihat Shi-on keluar dari departemen peralatan membuatnya bertanya-tanya, Dia bilang dia keluar untuk sebentar kenapa dia pergi ke departemen peralatan?



Dari arah belakang, Hee-goo terburu-buru menemui Gun-woo. Hee-goo mengeluh kenapa setiap kali dia datang ke kantor polisi, dia selalu merasa kalau tempat ini begitu tak bersahabat. Gun-woo meledek kalau Hee-goo merasa seperti itu karena memiliki DNA penjahat. Hee-goo kesal berbalik menyindir, mana ada orang yang mau meminta bantuan dari orang yang memiliki DNA penjahat. Gun-woo bertanya apa Hee-goo menemukan sesuatu, Hee-goo meng-iya-kan lalu memberikan secarik kertas yang sudah lecek.
“Mereka mengambil hard drive, tapi mereka meninggalkan kertas ini yang mereka pakai untuk mencari tahu password. Sepertinya nomer telepon, tapi aku tidak tahu apakah itu akan berguna karena itu dari 6 tahun yang lalu.” Papar Hee-goo.




Gun-woo tertarik dengan salah satu jajaran seri angka di kertas itu, dia mengambil ponselnya dan mengecek angka tersebut. Itu nomor telefon Moon-sik, Gun-woo terkejut. Dia segera pamit pada Hee-goo, sedang Hee-goo terheran-heran. “kemana kau?”



Gun-woo menuju ke departemen Moon-sik tapi nihil, Moon-sik sudah pergi. Gun-woo bertanya pada salah seorang staf di departemen itu, dimana Moon-sik Sunbaenim?
“Dia pergi beberapa saat yang lalu” jawab si staf.
~~~



Yang dicari ternyata sedang mengendarai mobil, yeah Moon-sik sedang menuju kesuatu tempat. Wajahnya saat ini penuh dengan pandangan yang benar-benar menunjukkan kalau dia ini adalah seorang tokoh antagonis. Moon-sik mengecek pistol yang disimpannya di mobil. Aargh
~~~



Shi-on bergegas pergi dari kantor, namun tiba-tiba jalannya di cegat oleh Hyung-joon. Shi-on mengatakan kalau ini adalah kesempatan untuk mereka menangkap Moon-sik, Shi-on berkata kalau dia akan kembali. Shi-on langsung pergi meninggalkan Hyung-joon.


Hyung-joon memutar otaknya, dia sepertinya juga khawatir dengan Shi-on tapi mao gimana lagi. Dia tak bisa mengungkapkan ekspresinya, dia kan hantu.



Gun-woo juga cemas dengan keadaan Shi-on, dia teringat saat Shi-on bertanya apakah Gun-woo percaya cerita yang di ucapkan Moon-sik adalah yang sebenarnya. Shi-on sendiri tak yakin karena dia merasa kalau dia ada ditempat kejadian waktu itu tapi bagaimana mungkin Moon-sik mengaku tak melihatnya.
Gun-woo semakin cemas.
~~~



Shi-on berada disebuah tempat yang terlihat sangat sepi, tak berpenghuni, dan sepertinya dia menantang mautnya sendiri deh. Moon-sik tiba-tiba datang membuat Shi-on terkejut, namun berusaha menutupi dengan menanyakan keberadaan saksi, Gun-woo menelfon tapi Shi-on mereject’nya. Moon-sik akan menunjukkan jalan menuju ke saksi, Shi-on pun mengikuti Moon-sik.
~~~




Gun-woo kesal tak bisa menghubungi Shi-on, dia khawati dengan keberadaan Shi-on. Gun-woo mengecek dokumen dan komputer Shi-on tapi tak ada apapun. Hyung-joon memperhatikan Gun-woo, dia mengetikkan huruf di komputer namun awalnya Gun-woo tak menyadari.
Tapi setelah beberapa huruf di ketikkan Gun-woo sedikit terkejut, “siapa? Siapa kau?”
Tak ada jawaban, ya jelas. Hyung-joon melanjutkan mengetik kembali, terteralah tulisan ‘waduk gosam’. Gun-woo bingung dengan maksud waduk gosam itu. “waduk gosam? Waduk gosam?”
Note : Hyung-joon tak mengetik dalam arti sebenarnya, dia hanya melihat keyboardnya dan terketiklah sendiri.


Lampu nyala-mati-nyala membuat Gun-woo celingukan, mungkin itu tanda dari Hyung-joon biar Gun-woo bergegas. Gun-woo mendesis lalu segera pergi.
~~~


Shi-on masih terus mengikuti Moon-sik, mereka berdua sama-sama dalam kesiagaan dan sama-sama memiliki rencana satu sama lain. So, apa yang akan terjadi?
~~~


Gun-woo mengendarai mobilnya dengan penuh kekhawatiran. “Tolong. Sampai aku datang. Sampai aku tiba disana.”
~~~




Di tempat yang sangat sunyi, Shi-on bersama dengan Moon-sik. Saat Moon-sik tengah membelakanginya, Shi-on mengambil alat perekam dan mengaktifkan itu.
Shi-on bertanya dimana saksinya, “Atau dari awal tidak ada hal seperti itu? Detektif Kang Woo Cheol. Ketua Tim Choi, kamu membunuhnya, bukan?”
Moon-sik sok gak ngerti pura-pura tak tau maksud pertanyaan Shi-on. lalu Shi-on bertanya tentang penjahat yang ada dipenginapan (saat Shi-on diculik)....
Belum selesai Shi-on mengucapkan kata-katanya, Moon-sik segera membantah.




“Dan orang yang telah membunuh si Cina-Korea, Baek Yang-Beom. itu anda. Orang yang terlibat dalam kasus penyelundupan 6 tahun yang lalu...” Shi-on tegas. Moon-sik jelas mengelaknya, Shi-on selanjutnya menuding Moon-sik sebagai pembunuh Hyung-joon.
Ucapan terakhir ini membuat Moon-sik membulatkan matanya. Dia kemudian mengambil pistol yang telah ia siapkan dan menodongkan pada Shi-on.



Shi-on tersenyum sinis tak percaya, “Apa anda juga membunuhnya(Hyung-joon) seperti ini?”
Moon-sik mengelak kalau ini bukan seperti itu. Shi-on semakin geram, Lalu kenapa anda menembak dia?



Gun-woo datang segera menyuruh mereka berhenti tapi Moon-sik malah mengarahkan pistolnya pada Gun-woo. Shi-on dengan kesempatan itu juga mengambil senjatanya membuat Moon-sik kembali mengarahkan pistol pada Shi-on. saling todong.
Moon-sik menyuruh Gun-woo untuk kembali dan jangan ikut campur dengan masalah ini tapi Gun-woo malah mengatakan kalau dia telah mengetahui kalau Moon-sik ikut dalam kasus penyelundupan. Moon-sik marah karena yang Gun-woo ketahui itu belum semuanya (maksudnya Gun-woo tak tau kasus itu keseluruhan). Shi-on kembali bertanya kenapa Moon-sik menembak Hyung-joon.



Gun-woo terkejut, dia tak percaya dengan apa yang telah Moon-sik lakukan. Moon-sik sudah tak bisa menutupinya lagi dari Gun-woo, dia sangat kesal. “Itu benar. Aku sudah membunuhnya.”
Shi-on dibuat kesal dengan kenyataan itu.



Mobil polisi datang, Shi-on mengatakan kalau waktu Moon-sik telah berakhir. Gun-woo memohon agar Moon-sik menghentikannya.
Perlahan Moon-sik menurunkan pistolnya, Shi-on siaga terus melihat arah pistol itu.


Gun-woo menenangkan Moon-sik dan mendekatinya, dia berusaha untuk mengamankan senjata yang dipegang Moon-sik. Tapi bukan menyerah, Moon-sik malah menekuk tangan Gun-woo dan menembakkan pistolnya keudara. Moon-sik mendorong Gun-woo kearah Shi-on, memanfaatkan waktu untuk kabur.




Shi-on melihat Moon-sik, dia mencoba menembakkan senjatanya pada Moon-sik namun seolah hatinya menolak. Tangan Shi-on bergetar tak bisa menembak, Shi-on akhirnya memutuskan untuk mengejar Moon-sik bukan menembaknya.


Mereka berdua kehilangan jejak Moon-sik.
Petugas polisi dikerahkan untuk menyisir tempat itu.





Shi-on mendekati Gun-woo yang tengah menyendiri, Shi-on mengatakan kalau akses jalan telah di blokir jadi Moon-sik akan segera tertangkap. Shi-on mencoba menyentuk Gun-woo tapi Gun-woo menghindari tanga Shi-on, sejak kapan kau mengetahui semuanya?
Shi-on mengaku kalau dia tau sejak ingatannya kembali. Gun-woo benar-benar merasa Shi-on sangat menakutkan, ketika dia tahu kalau Moon-sik adalah pembunuh itu tapi Shi-on masih bisa tersenyum dan menyapanya. “kenapa kau tau semua itu tapi tak mengatakan sepatah katapun padaku?”
Shi-on menunduk, dia tau kalau hubungan Gun-woo dan Moon-sik sangat dekat lagipula dia butuh bukti.” Aku pikir itu akan melukaimu setelah kau mengetahuinya.”




Gun-woo benar-benar kesal, sedih, merasa bodoh karena hal ini. “Jadi menurutmu aku terlihat baik-baik saja sekarang? Karena aku adalah seorang idiot dan hanya menemukan tentang hal ini sekarang, apakah aku terlihat nyaman, dan baik-baik saja?”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~KOMENTAR :
Ehhm, aku sekarang dibingungkan dengan percakapan Ketua Moon dengan Moon-sik itu. Terlihat seperti ketua Moon tak mengetahui segalanya, aah. Apa jangan-jangan Moon-sik lagi yang memanipulasi kenyataan, dia mengatakan hal yang berbeda pada ketua Moon? Dan dia memanfaatkan posisi Ketua Moon untuk memuluskan jalannya. Entahlah.
Lalu siapa yang sering dihubungi oleh Moon-sik? Hadeuh panjang lagi kan.

Aku juga dibuat sedih sama kata-kata Gun-woo yang terakhir, tapi mo gimana yah. Dulu Shi-on pernah merasa kalau Moon-sik ikut dalam penembakan Hyung-joon tapi Gun-woo sendiri yang menyuruh untuk tetap percaya pada Moon-sik jadi menurut aku Shi-on tak salah dalam hal ini. Sekarang giliran kek gini si Gun-woo marah, dan ngerasa gak dianggep.

Terus untuk Update Epi 11 mungkin hari kamis, waah lama yah.

20 Responses to "[SINOPSIS] Who Are You Episode 10 Part 2"

  1. hmm.. pagi2 jalan2 kesini uda ada apdet-an... jiiaahh...
    bener2 eps yg menegangkan, waktu Shi-On dan Moon Shik sama2 mrnodongkan pistol, takut klo ada yg trtembak, jg waktu Gun Woo mau berusha ngmbil pistolnya Moon Shik..tp syukur dih gpp, yg mbuat kesal, knp pnjhat selalu bisa kabur.. hmm
    #yah, klo pnjhanya uda ktgkap, drama lgsung slesai.. wwk :-)
    tp mmg bener2 pnsaran dgn prckapan antra Moon Shik dan ketua Moon *nmanya hmpir mirip.. dan Gun Woo yg tdk tau prmslahan scr keseluruhan, apkah msh ada bagian2 yg blum diketahui penonton? yuukk, simak lnjutannya..

    smangat terus saeng, selalu ditunngu kuq kelanjutannya..
    e, iy, mau nmbah dikit aja.. kalo Hyun Joon manggil/mnyebutkan kakak prempuannya itu dgn panggilan 'noona' .. kalo unnie, panggilan utk adik pr ke kakak pr...:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya . aaah aku jadi malu, semalem beneran nge'blank pas buat sinop. kebiasaannya aku panggil eon jadi kebawa ke sinop. mian bagi yang baca setelahnya, kalian ganti sendiri yah jadi noona.

      makasih chaul udah ngingetin,

      Delete
  2. Jempol banget! Ditunggu terus update sinopnya ya saeng! Jgn sampe mengorbankan sekolah! Semangat! :)

    ReplyDelete
  3. daebaaakkk.... semangat ya... btw EOGnya masih setia nungguin hehehehe

    ReplyDelete
  4. Thanks buat sinopnya. Di tunggu kelanjutannya ya...

    ReplyDelete
  5. Two thumbs deh yeeiii,,,smagat ya skolahx biar mkin pinter,siapa tau dr penulis blog drama bs jd penulis trnama nanti ˆ⌣ˆ
    Update trus sinopx ya,,,trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah makasih doa'nya. penulis? keke saya gak pinter di bahasa chin, tapi siapa tau juga yah

      Delete
  6. Gomawo buat sinopny...^^
    semangat..:))

    ReplyDelete
  7. Tanks sinop part2.x
    tetap semangat buat sinop.x
    keep fighting

    ReplyDelete
  8. MAKIN SERU AJA EUYYYYY,,,,,,DAN JANGAN LUPA TERUS BELAJARNYA FIGHTING......

    ReplyDelete
  9. hadeuw...
    ngebut baca dari ep 1 ampe 10..
    baru bisa komen skrg...
    sblmnya ada komen sih pake nama anonim...
    gun woo kasian ya.. merasa g dianggap..
    habisnya dia belom denger yg mw shi on dia dh ga percaya duluan..

    ReplyDelete
  10. Daebak.. ^^
    d tnggu eonni sinop ep 11 nyy :)

    ReplyDelete
  11. eonni ditunggu sinopsis 11 nya yaaa

    ReplyDelete
  12. Aq bantuin baca doa dari rumah supaya nulis sinopsisnya ngak capk dan terus SEMANGAT

    ReplyDelete
  13. ditunggu sinopsis eps 11 nya yaaaa,,,,,,semangat!!!

    ReplyDelete
  14. Gomawo,, ditungu sinopsis selanjutnya ^^

    ReplyDelete
  15. as,,, halo salam kenal puji sy suka skli baca sinopsismu walaupun secara nda sengaja bukax tp tulisanmu sdh membuat sy begadang membacax dari episode 1 hingga 10, jln crtinya jelas dan puji sangat pintar dalam menyusun kata kata salut deh. oh ya episode 11 ko nda bisa sy buka ya? apa blm kluar atau samsung tab sy yg heng-heng karna terlalu panas. wah jadi penasaran deh.
    wasalam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aah ya salam kenal chingu. udah kok, aku malah udah buat nyampe yng 12-1 chingu.
      Itu mungkin karena udah terllu panas jadi terus-terusan hang.

      Delete
    2. oh iya chingu, alhamdulillah memang tab aku yg uda hang karena panas. lanjutannya uda ada sy buka di komputer gomawo ,, n semangat terus ya buat sinopsisnya sy akan tetap setia membaca karena lebih enak membaca dari pada nonton hehehe.

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^