[SINOPSIS] Who Are You Episode 10 Part 1

[SINOPSIS] Who Are You Episode 10 Part 1

~~~


Gun-woo menuju kerumah Shi-on dengan senyum bahagianya.




Ingatan Shi-on kini telah kembali, dia tengah menatap foto dirinya yang berpelukan dengan Hyung-joon. Perlahan dia berbalik, benar saja Hyung-joon sudah berdiri tak jauh darinya, perlahan mereka saling mendekat.
Shi-on menangis terisak, dia merasa sangat bersalah karena untuk orang yang sangat dia sayangi saja dia bisa lupa. Shi-on mencoba untuk memegang pipi Hyung-joon namun dia mengurungkan itu, Shi-on terus menangis, “oppa, maafkan aku. Maafkan aku”


Gun-woo menunggu Shi-on didepan rumahnya, mencoba melambai-lambaikan tangan didepan CCTV tapi tak ada tanggapan. Dia mencoba untuk menghubungi Shi-on namun tak ada jawaban, Gun-woo bertanya-tanya dimana keberadaan Shi-on sekarang.




Orang yang dicari ternyata berada di basement dengan Sehantu tampan, keke. Shi-on mengambil kotak cincin yang berada ditumpukan barang, dia bertanya pada Hyung-joon. “Malam itu, Kamu memanggilku karena ini?”
Pertanyaan Shi-on disambut dengan anggukan.

FLASHBACK



22.7.2007 23:00 PM
Hyung-joon menatap kotak cincin lalu menghela nafas seolah meyakinkan dirinya, kemudian dia berniat keluar dari mobil. Seseorang menegur, “Kemana kau akan pergi, Hyung-Joon?”
Ternyata itu Moon-sik yang sedari tadi tidur dikursi sebelah Hyung-joon, Hyung-joon heran apa dari tadi Moon-sik tak tidur. Moon-sik tak menjawab pertanyaan Hyung-joon malah mengeluh kalau dia bekerja menjadi detektive selama 20 tahun tapi yang didapatnya hanya sakit punggung dan rompi anti peluru yang panas.
Hyung-joon mengingatkan kalau Moon-sik pernah berkata padanya kalau seorang polisi lelah memakai rompi anti peluru berarti kehidupan sebagai polisinya telah berakhir.




Moon-sik bertanya kemana Hyung-joon akan pergi, Hyung-joon tersenyum cerah mengatakan kalau dia akan menemui pacarnya. Moon-sik terkejut, bahkan kau menyuruhnya datang kesini. “Ini akan berakhir jika kamu menunggu sejam saja, kau bahkan tidak bisa menunggu begitu lama”
Hyung-joon mengangguk, dia mengaku kalau dia akan melamar pacarnya. Moon-sik setengah menggoda bertanya apa kau akan menikah. Hyung-joon semangat meng-iya-kan jika dia berhasil melamar hari ini. Dan berjanji akan mengenalkan pacarnya pada Moon-sik nantinya.
Hyung-joon mengajak untuk high-five. Mereka terlihat seperti ayah-anak yang akur.


Hyung-joon memainkan kotak cincin sembari menunggu kekasihnya datang. Tak selang beberapa lama, sebuah klakson mobil berbunyi. Hyung-joon segera masuk ke mobil yang datang. Shi-on kekasihnya memberikan bungkusan pada Hyung-joon.



Hyung-joon membuka bungkusan itu, dengan ekspresi sok cueknya mengatakan kalau itu kaos pasangan.
“Aku membelinya dalam perjalananku kemari. Aku tahu kalau kau benci semacam ini, tapi hanya sebagai souvenir! Oppa, kau tahu ada hari ‘itu’, ketika kau pikir kau akan menyesali seumur hidupmu jika kau tidak menangkap penjahat. Hari itu ketika kau ingin mengatakan sesuatu yang terus kau sembunyikan,  hari ketika kau akhirnya benar-benar ingin mengatakan sesuatu malam special seperti ‘itu’” Shi-on mengatakan itu dengan gaya manjanya, dia menepuk Hyung-joon malu.



Hyung-joon memuji Shi-on yang pintar, Shi-on bertanya kalau dia pintar dalam hal apa. Hyung-joon mengatakan kalau Shi-on pintar dalam mendapat jawaban dari orang lain. Dan mungkin Shi-on bisa menanyai tersangkanya sendirian. Shi-on tertawa bahagiaaa, kemudian dengan senyum licik dia menyatakan Hyung-joon sebagai tersangka lalu menyuruh membuka bajunya.Hyung-joon menggoda, disini.
Shi-on meng-iya-kan, cepat!


Dengan bermodal kaca mobil, Shi-on dan Hyung-joon melihat bagaimana baju couple mereka, baju yang nantinya akan dia bawa sampe mati. Shi-on membenahi tatanan baju Hyung-joon, tidak ada yang tidak cocok denganmu. Kamu sangat tampan.
Hyung-joon memeluk Shi-on, dalam pelukannya Hyung-joon bertanya bagaimana pandapat Shi-on tentang menikah dengannya.




Tentu pertanyaan ini membuat jantung Shi-on berdebar, pertanyaan yang memang sudah ditunggunya dari tadi.
“Mang Chi (palu), dimana kau?” Seru Moon-sik dari talki. Shi-on jelas kesal bukan kepalang, pertanyaan belum dijawab, merusak suasana, waaah geget Shi-on. Shi-on kesal menyuruh Moon-sik jangan memanggil Hyung-joon dengan palu, tapi Hyung-joon sih sante saja. Moon-sik memberitahu kalau mungkin urusan mereka akan segera selesai jadi Moon-sik mengajak Hyung-joon untuk pergi. Hyung-joon meng-iya-kan.


Shi-on masih dengan sebelnya menyuruh Hyung-joon agar jangan mau di panggil Mang-chi sama Moon-sik karena itu terdengar bodoh. Hyung-joon menepuk pundak Shi-on, “aku akan segera kembali”




Hyung-joon berjalan pergi namun baru beberapa langkah, dia berhenti dan berbalik.
Cuup, Hyung-joon berbalik untuk mencium Shi-on, ciuman singkat. Hyung-joon kemudian menyuruh Shi-on untuk menunggu tapi Shi-on masih diam, Hyung-joon menuntut jawaban. “aku belum mendengar jawabanmu”
Shi-on kemudian tersenyum lebar selepas kekesalannya tadi. Dia mengangguk pada hyung-joon.
FLASHBACK END


Perlahan tangan Shi-on mendekat pada Hyung-joon. Dia telah mengingat tentang kaos yang dikenakan Hyung-joon. “Aku ingat, kaos ini” ucap Shi-on dengan berlinang air mata.

FLASHBACK


22.07.2007 23:47 PM
Hyung-joon kembali menuju ke tepi pelabuhan, dia melihat dalam mobil sudah tak ada Moon-sik dan saat dia berbalik sebuah kapal mulai menepi. Hyung-joon berbicara di talkinya, “Sunbaenim, kapal "Cheong Do" itu yang datang pagi ini, Ada seseorang yang mengirimkan sinyal dengan lampu. Aku akan mengeceknya dah memastikannya.”


Shi-on membereskan pakaian Hyung-joon, namun ada yang tertinggalkan oleh Hyung-joon, rompi anti pelurunya. Shi-on yakin kalau itu harus dikembalikan dimanapun Hyung-joon.




Hyung-joon mengendap endap memasuki kapal Cheong-do, namun belum masuk kedalam ruang kapal itu saja sudah ada beberapa orang yeng tengah berjaga. Hyung-joon bersembunyi lalu mengambil ponselnya untuk mengatur alarm, dia segera melempar ponsel it kelorong kapal. Tak selang berapa lama, alarm Hyung-joon berbunyi sehingga membuat orang yang berjaga kelabakan dibuatnya, mereka segera memasuki kapal.



Hyung-joon berhasil masuk dan benar saja, kumpulan orang itu tengah melihat barang yang mereka dapatkan. Seorang takjub dengan apa yang mereka dapatkan, dia kemudian bertanya berapa ton yang mereka dapatkan. Dengan keuntungan ini mereka bisa mendapatkan lebih besar dari pada penjualan obat terlarang.



Hyung-joon membunyikan talki’nya tapi ada suara mengejutkan keluar, sebuah suara alarm sepertinya. Dari talki Moon-sik menyuruh Hyung-joon untuk segera keluar dari kapal. Hyung-joon segera sadar akan keberadaannya yang memang telah terendus segera berniat lari, namun dari arah pintu sudah ada orang yang menghadang, Hyung-joon berubah haluan dan terjadilah kejar-kejaran.
Namun Hyung-joon terkepung, membuatnya mengacungkan senjata. Tapi tak untuk ditembakkan pada orang itu, dia hanya menembakkan senjatanya keudara.


Diluar kapal Shi-on mendengar suara tembakan pistol membuatnya begitu terkejut dan menjatuhkan rompi Hyung-joon. Shi-on berlari dengan cemas menuju ke kapal.



Hyung-joon masih mencoba kabur dari kejaran para penyelundup itu, namun dia tiba-tiba dikejutkan sesuatu sehingga menghentikan pelariannya.



Moon-sik lah yang telah menghadang Hyung-joon, Hyung-joon berhenti dengan terkejut. “Sunbaenim”
Moon-sik tak basa-basi menyuruh Hyung-joon untuk membiarkan mereka pergi. Hyung-joon benar-benar tak percaya dengan apa yang di minta Moon-sik, Sejak kapan?
Moon-sik mengajak Hyung-joon untuk hidup bersama-sama (maksudnya lebih kaya bekerja sama), Hyung-joon jelas tak mau dan berpegang teguh pada pendiriannya. Hyung-joon mengacungkan senjatanya pada Moon-sik dan dengan penuh emosi, sejak kapan?!




Moon-sik melihat sejenak pada para penyelundup, dan mereka membalas dengan anggukan. Shi-on sampai ditempat Hyung-joon berada sekarang, dia terkejut melihat sebuah tangan mengacungkan pistol pada Hyung-joon. Tanpa babibu pistol itu kemudian di tembakkan pada Hyung-joon yang seketika langsung limbung.
Shi-on perlahan menatap siapa pelaku penembak itu, walau tak begitu jelas tapi dapat dipastikan kalau itu Moon-sik.
FLASHBACK END



Shi-on telah mengingatnya, pembunuh Hyung-joon adalah Moon-sik. Shi-on dengan suara bergetar bertanya, “karena aku..karena aku.. kau masih disini?”
Hyung-joon yang juga merasa haru kemudian sedikit menampakkan senyumnya.


Shi-on membuka kotak cincin yang dipegangnya, dan dibukalah kotak itu. Sebuah cincin yang indah, puji Shi-on. dia kemudian mengambilnya cincin itu dan menggenggamnya erat. “Gomawo”


Shi-on jalan berdampingan dengan Hyung-joon dalam perjalanan pulang, Shi-on terus saja memandang wajah Hyung-joon. Sesekali bertemu pandang membuat mereka sama-sama tersenyum.
Entah melihat apa, Shi-on menatap Hyung-joon dulu dan berjalan tapi Hyung-joon masih berdiri ditempat.



Ternyata yang dilihat Shi-on itu Gun-woo yang masih setia menunggi didepan rumahnya. Gun-woo sangat khawatir dengan Shi-on, “Menurut Seong Chan, kau pergi lebih awal. Aku khawatir. Aku tidak bisa menghubungimu? Ada sesuatu yang salah?”
Shi-on malah bingung sendiri, tidak.



Shi-on celingukan mencari Hyung-joon tapi dia sudah tak ada. Shi-on balik bertanya pada Gun-woo apa ada yang salah, kenapa kau ada disini diwaktu sekarang. Gun-woo beneran bingung mau jawab apa jadi mengacak rambunya. “Aku tidak kembali ke Regu Penyelidikan Khusus.”
Shi-on heran kenapa Gun-woo tak jadi pergi.
“Hanya karena” Gun-woo bingung.
“kenapa? Bukankah itu yang kau inginkan?” tanya Shi-on



Gun-woo bingung bagaimana dia ingin mengungkapkan kata-katanya, dia meyakinkan diri. “Karena aku suka bersamamu. Aku tidak akan pergi kemana-mana.”
 Shi-on terkejut dengan jawaban Gun-woo, dia diam saja. Shi-on melirik Shi-on karena dia tak bereaksi.
“Detektif Cha. Ingatanku kembali. Dan ingatanku akan Lee Hyung-Joon kembali juga. Orang itu, adalah orang yang aku sukai. Jadi sekarang, mencari kebenaran apa yang terjadi hari itu, persis apa yang terjadi pada detektif Lee Hyeong Joon... adalah prioritas utamaku.” Jelas Shi-on.


Shi-on pamit masuk kedalam, sampai jumpa besok. Sedang Gun-woo tak mengucapkan sepatah katapun, dia diam terpaku mendengar ucapan Shi-on yang secara tak langsung dia itu sudah menolak perasaan suka Gun-woo.


Setelah dilanda kegalauan, Gun-woo memutuskan untuk minum dengan Moon-sik di kedai pinggir jalan. Moon-sik mengeluh dengan Gun-woo yang telah mengajaknya minum tapi tak mengatakan sepetah katapun. Akhirnya Gun-woo berkata tentang Shi-on yang membuat Moon-sik makin mengeluh karena setiap Gun-woo membuka mulutnya Gun-woo selalu mengucapkan ketua Tim Yang.
Gun-woo mengatakan kalau ketua Tim Yang dan Hyung-joon pernah kencan. Moon-sik sepertinya beneran gak tau, dia tanya kata siapa. Gun-woo mengatakan kalau dia kata Shi-on. dalam diamnya Moon-sik terlihat berfikir. Licik.


“Detektive Lee Hyung-joon, orang seperti apa dia?” tanya Gun-woo. Moon-sik seolah menghindari pertanyaan Gun-woo, dia mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan kalau dia ingin buang air kecil.
~~~



Sepertinya tak akan ada alasan untuk Gun-woo berhenti untuk berusaha, paginya dia sudah berada didepan rumah Shi-on untuk menjemput. Shi-on terdiam menatapnya, dengan menunjuk mobil, Gun-woo memberi isyarat untuk berangkat bersama.


Shi-on terus menatap keluar jendela mobil, Gun-woo mencoba mencairkan suasana, “ehhm,  Detektif Lee Hyung-Joon, apakah kau masih melihatnya?”
Shi-on meng-iya-kan. Gun-woo siap kalau dia akan membantu Shi-on, Shi-on menghentikan ucapan Gun-woo, Detektive Cha.
“Lagipula itu kasus Lost and Found Center kita. Juga, jika kita melihat dalam smart phone, kita akan menemukan sesuatu. Jadi sampai nanti, gencatan senjata!” Gun-woo ngotot.
“Maksudku, ditahan!” ralat Gun-woo.
“atau...ditunda?” ralat Gun-woo lagi. kekeke, sebenernya gak tahu beneran deh apa maksud ucapan Gun-woo yang ini, tapi liat muka dia bikin lucu. Gun-woo hanya mendesis mengingat ucapannya yang kacau, sedang Shi-on hanya menghela nafas.



Gun-woo menemui seseorang, sepertinya dia pakar IT. Orang itu mengatakan kalau dia melakukan ini karena Gun-woo telah menemukannya. Gun-woo meremehkan menyuruh orang itu untuk lari karena dia akan menemukannya lagi
Shi-on menunjukkan smartphone yang telah rusak kemaren, Orang itu melihatnya dan berkomentar kalau smartphone’nya sudah seperti mayat. Gun-woo berkata karena udah kaya mayat jadi dia bawa ke orang itu.


“Aku rasa ini akan memakan waktu beberapa hari. Aku akan melakukannya secepat aku bisa.” Terang pria itu. Shi-on bertanya apa datanya bisa kembalu 100%, tapi pria tadi tak bisa menjamin. Shi-on melirik Gun-woo, Gun-woo setengah melotot menyuruh untuk mengabari jika sudah ada data yang keluar, orang itu meng-iya-kan.
Shi-on kemudian mengajak untuk pergi.


Diluar Gun-woo memuji orang tadi, kalau orang itu sangat terampil. Shi-on masih sedikit tak percaya sebenarnya dan menyuruh Gun-woo untuk sering mengeceknya.
Gun-woo merasa kalau dia tak punya pilihan ya jadi gimana lagi.



Tn. Wang, Gun-woo dan Shi-on menuju kesuatu tempat. Shi-on bertanya mengenai bagaimana Tn. Wang bisa mengenal Hyung-joon. Dengan Singkat Tn.wang mengatakan kalau Hyung-joon adalah penyelamatnya dan mungkin jika tak ada Hyung-joon dia sekarang masih bersekongkol dengan orang-orang itu dan atau dia sudah dibunuh.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~KOMENTAR :
Hadeuh, maaf yah chingu bagi yang lebih suka kalau sinopnya dijadiin satu part tapi karena ulangan yang numpuk jadi ya di nomor duakan lah sinopnya. Huhu,, sebenernya sebel juga yah chingu kelas 3 bukannya biar ayem terus belajar yang rajin ajah biar pinter tapi ini malah tugas bejibun, ulangan gak nanggung. huwwaaa...

Sedikit mengomentari tentang Shi-on yang secara terang-terangan dia menolak Gun-woo meskipun Gun-woo gak sepenuhnya mengatakan kalau dia menyukai Shi-on tapi kata-kata Gun-woo diatas udah mengidentifikasikan kalau Gun-woo udah punya rasa suka yang lebih dari sekedar sesama rekan kerja.
Nah,, untuk Shi-on yang langsung mengucapkan penolakan menurut aku wajar banget chingu. Gimana enggak? Dia kan emang masih suka sama Hyung-joon yang notabene’nya dulu pernah buat dia jatuh cinta dan sekarang tambah sulit untuknya, mau melupakan eh Sehantunya bisa dia liat dan nggak enak juga kali yah. Mau pacaran lagi sama Hyung-joon, ya gak mungkin lah dia udah jadi hantu.
Kalo mau pacaran sama Gun-woo? Mungki bisa juga.. tinggal 6 episode yang tersisa. Hubungan Gun-woo sama Shi-on masih belum jelas sedangkan untuk sweet moment Hyung-joon Shi-on aku sebagai fans udah ngerasa cukup kok, meski sakit sih. Keke.

Nah sekarang kita liat aja, dengan sisa 6 episode harus menyelesaikan masalah percintaan dan masalah Hyung-joon. Apa ini cukup?

17 Responses to "[SINOPSIS] Who Are You Episode 10 Part 1"

  1. Wah kmu msh skolah ya??
    Daebak bgd bs ngtur wktu,pdhl kelas 3 kn lg sbuk2nya wt persiapan un.,semangat ya!!
    D tunggu part 2 nya,,
    Fighting!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya eon. makasih semangatnya, part 2 besok kayaknya eon

      Delete
    2. kelas 3 smp ato sma??
      nanyanya kok ga nyambung....
      oh ya...
      moment hyun joon shi on kalo dibilang cukup sih sama aku cukup..
      yg sama gun woo yg ditambah dong...
      biar paling ngak nnt shi on bisa sm gun woo krn kan g mungkin ma hyun joon..
      sedih liat hyun joon..

      Delete
    3. Kelas 3 Sma chin.
      iya yah, moment Gun-woo Shi-on kudu ditambah. mereka feel'nya masih kurang sih

      Delete
  2. Keren kamu bisa bagi waktu sekolah dan hobi kamu,, semangat sekolahnya semangat lanjutin sinopsnya ya..kamu terupdate deh ..fighting

    ReplyDelete
  3. Wah keren, masih sekolah udah pinter bikin sinopsis... Semangat yaaa... ^^

    ReplyDelete
  4. Wah udah aku tunggu2 sinopnya. he... Tapi aku ngerti gmn rasanya sibuk. he... Semangat! Aku setia menunggu. hehe... Makasih sinopnya. Fighting!

    ReplyDelete
  5. Caiyooo...terus semangat yaa. Kita disini selalu menunggu update-an sinopsisnya smpe ep.terakhir. Gud luck buat ujian sekolahnya :-)

    ReplyDelete
  6. Sinopnyaa baguss, semoga nilai2 ujian and tugas kamu bagus juga yaakhh ^^ pengen banget jitak Gun Woo, dikit2 cerita ke Moon Shik, dikit2 cerita.. Pdahal uda jelas2 tau kalo Moon Shik boongin Shi On yg masalah Shi On nanya apa Moon Shik kenal sama Hyung Joon ><

    ReplyDelete
  7. comment:
    baru memasuki 10 tp konflik Hyun Joon uda mulai terungkap, pdhal awalnya aq ngira kalo dia bakal jd konflik penutup, apa mgkin nanti yg jd ending Gun Woo dan Shi On.. *brharap sih begitu... :-) Hyun Joon rela melepaskan Shi On, dan mghilang. Shi On juga demikian, rela melepaskan dan melupakan Hyun Joon, ahirnya bersama dgn Gun Woo.. *prok prok prok.. ngayal bgt ..LOL..
    BTW.. gomawo sinopnya.. sbnernya kalo nunggu satu2 gini, males, pinginnya tu dalam satu hari bisa selesai baca 1 drama, jd g penasaran.. hehe.. tp ya mau gimana lg, dr sananya lum tayang og.. hmmm.. mmg bikin penasaran bgt ni drama... lanjut terus ya, semangat, fighting, ganbatte, do your best.. aza.. *alah opo to iki... :-)

    ps : mian ya, comementnya kepanjangen, cz aq lg semangat2nya. hehe..
    eh, trnyata kmu msh skul ya.. mmmm.. my dongsaeng.. belajar yg rajin ya saeng. mg lancar skul nya, jg lulus dgn nilai yg baik... annyeong.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari awal emang kayaknya kalo Shi-on sama hyung-joon emang sulit buat menyatu eon. lagian Hyung-joon pernah bilang kan eon ke Hee-bin kalau dia datang bukan untuk mengejar cinta terlarang, jadi yang jelas Hyung-joon itu cuma pingin ngungkap kasus yang terslubung itu.
      Ah.. makasih eon dukungannya. komen panjang gak papa, lebih panjang dari sinopnya juga gak papa. keke

      Delete
  8. Semangat chingu :) di tunggu part 2 nya yaaa... Penasaran banget ini , hehehe
    fighting fighting ;)

    ReplyDelete
  9. Kmrin ak kshan sma hyun jung, skrg ak kshan ma gon wo...
    Ko mon shik ga nglrang gon wo dket ma shi on ya, mlah klhtan sneng2 aj tuh. Pdhl ad kmungkinan shi on yg mengungkap kjhtan mon shik....

    ReplyDelete
  10. hwuaaa makin penasaran,, dtunggu y klanjutannya..
    fighting,,^^

    ReplyDelete
  11. aah.. makasih semua yang udah komen. epi 10-2 segera meluncur. hehe

    ReplyDelete
  12. ditunggu bangt nih part 2nya...
    fighting yahh

    ReplyDelete
  13. wahhh semangat ya .. fighting...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^