[SINOPSIS] Who Are You Episode 9

[SINOPSIS] Who Are You Episode 9

~~~




Shi-on dan Gun-woo pulang kerumah masing-masing. Mereka sama-sama masih memikirkan apa yang telah mereka lakukan tadi. Kekeke..khilaf kali yah

Shi-on memegang bibirnya dan teringat kembali akan kejadian tadi.


Gun-woo mengacak rambutnya, dia mungkin menyesali apa yang dilakukannya tadi. Namun saat mengingat dia mencium Shi-on, Gun-woo tersenyum. Hahaha


Shi-on menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba membuang ingatannya tentang ciuman itu.
EPISODE 9



Seseorang berlari dengan terseok-seok, dia terus memegangi perutnya yang terluka. Disaat dia berlari ponsel jatuh dari sakunya, dan tepat saat itu sebuah sepeda motor melintas sehingga ponsel tadi terlindas. Orang itu kembali untuk mengambil ponselnya meski sudah rusak.
Ternyata pria tadi terus berlari karena dikejar oleh gerombolan orang berjas hitam.


Orang tadi melihat ponsel yang rusak, kemudian menaruhnya ke tong sampah.
~~~


Paginya, Shi-on akan berangkat kekantor. Dia menatap mencari cari sesuatu. Shi-on mencari Gun-woo yang biasanya menjemput dipagi hari. Shi-on teringat saat Gun-woo mengajak untuk berangkat bersama dengan alasan dengan keadaan ekonomi seperti sekarang alangkah baiknya mereka berangkat bersama.
Shi-on tersenyum tipis mengingat kejadian itu.




Shi-on sampai dikantor, Gun-woo sedang membawa dokumen terkejut melihat kedatangan Shi-on. Gun-woo dengan terkejut segera berlari untuk bersembunyi. Shi-on berbalik mendengar langkah kaki seseorang namun tak ada siapapun.



Shi-on masuk keruangan sambil tengak-tengok, Shi-on menanyakan Gun-woo pada Seong-chan dan Seung-ha. Seong-chan memberitahu kalau Gun-woo telah datang tapi dia keluar lagi. Seong-chan masih terus menatap Shi-on, Shi-on setengah ketus bertanya, apa?
“tapi kalian menanyakan hal yang sama” ujar Seong-chan dengan senyum-senyum. Shi-on mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apa barang-barangnya sudah datang dan disortir. Seung-han menjawab kalau mereka akan melakukannya sekarang.



Shi-on membuka kotak barangnya, dia menemukan sebuah ponsel rusak. Shi-on mengatakan kalau ponsel itu bukan barang hilang tapi barang rusak. Namun tiba-tiba suasana  menjadi aneh membuat Shi-on celingukan. Shi-on yang menyadari keanehan itu segera melempar ponsel rusak itu kembali kekotak.



Shi-on berjalan ke mejanya tapi dia berbalik lagi. Tepat saat itu, Gun-woo masuk keruangan sehingga membuat Shi-on menghentikan langkahnya. Gun-woo sendiri masih malu untuk bertemu dengan Shi-on, dia mencari alasan membawa kotak barang ke basement dan langsung pergi.
Seong-chan komentar kalau seharusnya itu belum boleh dibawa.


Kau mau dicium?

Gun-woo mendesah di basement, “Apakah aku melakukan suatu kesalahan? Apakah itu sedikit terburu-buru? Kenapa tiba-tiba? Kenapa memancing?!!”



Shi-on masuk ke basement membuat Gun-woo berpura-pura mengcek barang yang datang. Dia sebenernya melirik, dengan pandangan seolah kenapa kesini sih. Shi-on langsung bertanya sampai kapan Gun-woo menghindar, Gun-woo jelas mengelak. Namun saat Shi-on mencoba mendekati Gun-woo, Gun-woo segera bergeser menjauh.



Shi-on secara mengejutkan bertanya, “apa yang terjadi semalam?”
Gun-woo kontan membulatkan matanya terkejut dengan pertanyaan Shi-on. Shi-on segera memotong dan menyuruh Gun-woo untuk jangan memikirkan hal yang tak penting. Gun-woo membenarkan, Dia kemudian ngeloyor pergi dengan alasan Seong-chan belum selesai menyortir barangnya jadi dia akan kembali ke ruangan.


Selepas kepergian Gun-woo, Shi-on menghela nafas dalam-dalam. Shi-on sebenernya juga grogi sih, tapi mencoba menutupinya. Shi-on menepuk-nepuk dadanya untuk menenangkan diri.


Gun-woo kembali keruangannya dan menyuruh Duo Petugas untuk menyelesikan mensortirnya. Sebuah panggilan masuk dari Moon-sik yang mengajaknya untuk bertemu, Gun-woo pun pergi.
Seong-chan mengeluh kalau mereka bisa menyelesaikannya lebih awal jika Gun-woo tak membawa baranganya tiba-tiba.




Seseorang melongok dari pintu lalu masuk keruang Lost and Found. Seong-chan bertanya apa ada barang yang hilang. Orang itu meng-iya-kan kemudian dia melihat sebuah ponsel rusak yang tergeletak di kotak. Orang itu menunjukkan kalau ponsel rusak itu miliknya, Seung-ha jelas segera merebut ponsel itu dari genggaman pria tadi. Seong-chan meminta tanda pengenal di pria.
Orang itu mengeluh karena tak ada passportnya sekarang, tapi Seong-chan tak trima alasan apapun karena harus ada tanda pengenal. Orang itu menyerah lalu akan pergi.


Namun orang itu berbalik mencoba merebut kembali ponsel rusak itu dari tangan Seung-ha. Seong-chan dengan sigap menahan si Pria, dia menyuruh jangan melakukan hal seperti itu disini dan pulanglah dengan selamat. Pria tadi dengan wajah tak ikhlas meninggalkan Lost and Found.
Setelas kepergian pria tadi, Seung-ha sedikit curiga. “Kita bisa memberikan ini padanya hanya jika dia membawa identitasnya, tapi dia bisa menemukan kartu identitasnya hanya jika dia memiliki ponsel ini... Apa maksudnya ini?”
Seong-chan sih gak merasa aneh dengan orang tadi, Apa yang kau katakan?


Sedang pria tadi masih terus melihat kebelakang, dia ingin kembali masuk namun mengurungkan niatnya. Pria tadi melihat sesuatu dan segera berlari, sepertinya dia menemukan akal.



Gun-woo protes, bukankah seharusnya orang yang mengajak bertemu itu membelikan minuman. Gun-woo memberikan minum yang telah dibawanya. Moon-sik merasa walaupun dia yang mengajak bertemu tapi itu semua demi kepentingan Gun-woo, Moon-sik mengajak untuk minum nanti malam dan jangan lupa untuk mengajak Ketua Tim Yang.



Seong-chan dan Seung-ha menyelesaikan menyortir barang. Seung-ha mengatakan kalau dia akan menaruh kotak barangnya ke basement, tapi menurut Seong-chan mereka sudah bekerja keras hari ini dan pasti sangat lelah jadi mereka bisa melakukannya besok. Seung-ha masih ingin menaruhnya ke basement toh hanya sebentar.
Seong-chan kesal, Apa kau melawanku?
Seung-ha yang ditanya seperti itu nyalinya jadi ciut, baiklah. Seong-chan senang dan menyuruh untuk menaruhnya di meja samping saja.


Ternyata si Pria yang keukeh untuk mengambil ponsel rusak bersembunyi di toilet sampai malam. Setelah merasa aman, dengan mengendap-endap dia mulai keluar.



Gun-woo dan Moon-sik minum bersama dikedai pinggir jalan. Moon-sik memberitahu kalau Gun-woo akan kembali ke Skuad Investigasi Khusus. “Akan ada pengumuman resmi dari perjanjianmu segera.”
Gun-woo terkejut tapi tak nampak dari raut wajahnya sebuah kesenangan. Gun-woo merasa belum selesai dengan hukuman disiplinnya. Tapi Moon-sik telah bertemu dengan kepala, “Aku pergi menemui Kepala dan meminta bantuannya. Bahwa dia sudah membuang seorang pria muda dengan masa depan cerah seperti dirimu di Lost and Found center.”


Gun-woo menunduk, aku selalu bisa mengandalkanmu sunbae. Moon-sik menyadari kalau raut wajah Gun-woo tidak senang, apa kau tak menyukainya?
Gun-woo mengelak dan mengatakan kalau dia menyukainya. Moon-sik bertanya dimana ketua tim yang,”kenapa sangat terlambat, Aku harus segera pergi”
Gun-woo telah mengirim pesan pada Shi-on tapi Shi-on tadi mengatakan ada rapat ketua tim jadi terlambat tapi dia sudah mau datang. Namun Moon-sik sudah terburu-buru jadi dia pamit pergi.



Gun-woo masih merenung mengingat perkataan Moon-sik.
Dengat tergesa Shi-on datang, dia minta maaf karena terlambat tadinya dia kira rapatnya akan berjalan cepat tapi ternyata malah lama, lalu “Sesuatu penting apa yang dikatakan Ketua Tim Moon-sik?”
Gun-woo menghela nafas sedih, “Untuk kembali ke Skuad Investigasi Khusus.”


Shi-on tersenyum, baguslah, bukankah itu yang kau inginkan?
Gun-woo masih merasa sedih, ah..benar.. Shi-on terlihat sedih juga sebenernya tapi dia mencoba menutupi dan mengucapkan selamat pada Gun-woo.



Ditepi jalan dalam perjalanan pulang, Gun-woo bertanya apakah menurut Shi-on, Shi-on bisa melakukannya dengan baik. Shi-on menyuruh Gun-woo jangan khawatir dan lakukanlah semua yang terbaik. Gun-woo mengangguk mengerti.



Tiba-tiba sebuah suara tetesan terdengar sangat jelas, Shi-on celingukan karena suasananya terasa aneh. Namun nihil, tak ada apapun disekitarnya. Shi-on melirik kebawah, ada genangan air darah yang terus bergelombang seperti tertetes air. Shi-on menatap keatas namun tak ada apapun juga disana.


Gun-woo mengajak untuk menyebrang, Shi-on menengadahkan tangan dan bertanya pada Gun-woo apa sedang hujan. “Tidak” jawab Gun-woo.



Gelombang yang dibuat darah itu semakin jelas, sedang Shi-on masih menengadahkan tangannya. Tiba-tiba ditangan Shi-on terlihat tetesan darah, Shi-on mencoba melihat dengan lebih jelas dan disekitar tempat Shi-on pun hujan darah tapi sepertinya Gun-woo gak menyadari itu. “Ada sesuatu disana”
Gun-woo bertanya apa ada yang mati?, Shi-on menggeleng tak yakin dengan itu.





Lalu bercak-bercak darah mulai tampak dijalan, Shi-on membulatkan matanya terkejut. Gun-woo yang bingung mencoba mengikuti arah pandang Gun-woo tapi dia gak bisa melihatnya.Darah itu menetes membentuk sebuah jalur, Shi-on mencoba mengikuti sampai dengan masuk sebuah gang. Di gang itu malah ada darah yang yang sudah kering,



Sampai diujung gang, Shi-on menemukan seorang yang tengah memegangi perutnya kesakitan. Orang itu melirik kesamping untuk menunjukkan sesuatu, sedikit ragu Shi-on mulai mengikuti arah pandang si Pria dan benar saja disana sudah ada sesosok mayat yang tergeletak.
Gun-woo sigap mendekati mayat itu untuk menge-cek keadaannya. Dia memberitahu kalau mayat itu masih baru karena badannya saja masih hangat.



Hantu ini yang semalam dikejar-kejar sama gerombolan orang berjas hitam, dia menatap sedih tubuhnya sendiri kemudian perlahan roh’nya mulai menghilang.
~~~




Keesokkan paginya, police line sudah terpasang di TKP sedang Gun-woo tengah dimintai kesaksian.
Seseorang mencoba menerobos kerumunan orang dengan tergesa, Si Pria yang kemarin mau mengambil ponsel rusak.


Shi-on juga ada ditempat kejadian, dia melihat si Pria itu dengan sedikit mengernyitkan dahinya. Si Pria yang merasa diperhatikan segera kabur.
Ponsel Shi-on berdering, entah apa yang dikatakan membuat Shi-on terkejut, MWO!




Seung-chan dan Seung-ha mencari sesuatu, Gun-woo dan Shi-on masuk keruangan. Gun-woo bertanya apa semua ponsel disini menghilang. Seung-ha mengatakan kalau barang yang hilang satu keranjang. Seong-chan minta maaf.
Shi-on sangat marah, “Kenapa kamu tidak menaruhnya di basement? Menyortir, mendaftar, dan menaruh dalam basement, Aku bilang itu adalah tugas kalian.”
Gun-woo menanyakan tentang CCTVnya, Seong-chan segera memberikan flashdisk.


Ketua Tim datang menanyakan tentang keributan yang terjadi. Ketua Tim marah, “Aku dengar ada kejadian yang terjadi di Pusat Penemuan dan Kehilangan. Ketua Tim, bagaimana anda mengurus ruang penyimpanan sehingga anda bisa membiarkan hal ini terjadi?”
Shi-on meminta maaf tapi sekarang dia sedang mencari. Ketua Tim Bong yang mengikuti Ketua Tim mencoba memperkeruh suasana, “Bagaimana bisa sebuah tempat yang menyimpan barang-barang hilang malah kehilangan?”
Shi-on mengatakan dia akan segera melaporkan pada detektiv untuk melakukan penyelidikan secara resmi. Ketua Tim Bong langsung dibuat diam dengan perkataan Shi-on, kemudian Ketua Tim menyuruh semua pergi kecuali Shi-on.



Setelah semua orang pergi, Ketua Tim mendekati Shi-on dan menyuruh untuk mendengarkan kata-katanya dengan baik. “Jangan laporkan kasus ini.”
Shi-on jelas bingung, Ketua Tim tetap menyuruh Shi-on jangan melakukan laporan karena nanti akan membuat buruk citra kepolisian dimasyarakat apalagi untuk Lost and Found Center. Shi-on ingin berpendapat tapi langsung dipotong Ketua Tim, lakukan lah dengan hati-hati..diam-diam.




Anggota Lost and Found Center tengah memeriksa rekaman CCTV mereka. Dikegelapan ruang kantor, seseorang mulai mengendap-endap memasuki ruangan. Wajahnya tak jelas, namun ketika orang itu sampai ke meja Seong-chan wajahnya mulai tampak jelas.
Seong-chan langsung sadar kalau orang itu adalah orang yang meminta smartphone, Shi-on tak tau. Seung-ha mengatakan kalau ponsel itu adalah ponsel yang rusak.


Shi-on teringat kembali dengan pria yang dilihatnya di TKP tadi pagi. Shi-on segera memerintahkan untuk mencari asal mula tempat ponsel itu ditemukan dan juga Gun-woo untuk mengirim foto wajah orang itu ke Moon-sik.
Shi-on bertanya apa ada ciri-ciri khusus lain. Seong-chan mengatakan kalau logat orang itu seperti China Korea.



Gun-woo menunjukkan foto si Pria pada Moon-sik dan menyuruhnya untuk menyelidiki di pria tadi. Moon-sik merasa pria tadi sangat berani sampai dengan masuk ke kepolisian. Gun-woo permisi pergi, aku mengandalkanmu sunbae.


Moon-sik menerima panggilan, dia mengangkatnya. “Ya aku akan mengatasinya sendiri. Ya aku mengerti”
 Setelah kepergian Moon-sik, tampaklah Hyung-joon yang sedang memperhatikan Moon-sik.


“Cinta tidak bisa didapatkan hanya dengan hati. Kamu harus mengungkapkan perasaanmu untuk mendapatkannya.” Hee-bin membaca artikel di internet. Dia kemudian mengeluh karena telah menolak sekali tapi bahkan dia(Seong-chan) tak menghubunginya sama sekali.
Hee-bin menatap ponselnya tapi kemudian mengurungkan niat untuk menghubungi Seong-chan. “Tidak Hee-bin. Kau punya kebanggaan. Kau mengagumkan, Jang Hee Bin.”



Tiba-tiba Hee-bin tersentak kaget, ternyata Hyung-joon udah berada didepannya. Hee-bin mengeluh seharusnya Hyung-joon kalau mau datang yang memberitahu dulu, (aduh si eneng ini). Hee-bin bertanya kenapa lagi, Hyung-joon menyuruh Hee-bin untuk datang ke kantor polisi.
“Kantor Polisi? Kenapa? Lost and Found Center?” tanya Hee-bin. Hyung-joon mengangguk membenarkan.



Hee-bin menyuruh Hyung-joon untuk mempercayainya karena masalah berbohong, menyangkal, dia merasa ahli dalam hal itu. Hee-bin berputar dihadapan Hyung-joon, “oppa. Bagaimana penampilanku? Apakah oke?”
Hyung-joon mengangguk pelan, Hee-bin senang namun seketika mengubah sikapnya menjadi terlihat anggun, ikuti aku. Mereka pun masuk ke gedung kepolisian.



Shi-on tengah mencari Si Pria yang mencuri di Lost and Found. Dia mencoba bertanya pada seorang bibi yang berdagang namun bibi itu mengatakan kalau dia melihat untuk pertama kalinya.
Ditempat lain pun Gun-woo juga sedang mencoba bertanya di salon, namun sama saja mereka tak tau.



Hee-bin celingukan di depan ruang Seong-chan, Seung-ha yang melihatnya menyapa, “Permisi, bukankah kau Hee Bin?”
Hee-bin bertanya apa Seung-ha mengenalinya namun sesaat Hee-bin ingat kalau Seung-ha adalah pria di club. Seung-ha mengajak Hee-bin untuk masuk.



Seung-ha memberitahu pada Seong-chan kalau ada tamu untuknya namun Seong-chan menoleh dengan tak semangat tapi setelah melihat itu Hee-bin dua langsung terkejut. Masih gengsi karena penolakan yang diterima, Seong-chan bersikap sok cuek. “Apa yang membawamu kemari?”
Hee-bin : “Apa kau baik-baik saja?”
Seong-chan : “Ya, semacam itulah. Apakah kencan butanya berjalan lancar?”
Hee-bin : “Kenapa kau tertarik dengan hal itu? Kau bahkan tidak peduli padaku.”
Hee-bin bertanya dimana Shi-on, Seong-chan memberitahu kalau waktu Hee-bin tak tepat. “Seorang pencuri masuk ke Pusat Penemuan dan Kehilangan.”



“Di Kantor Polisi? Seorang pencuri masuk?” Hee-bin mengucapkan dengan sangat keras sehingga Seong-chan memberi  tanda untuk jangan berisik. Hee-bin mengerti, benar saja suasana disini sangat sepi.
“Detektif Cha Geon Woo juga tidak disini.” Hee-bin bertanya dengan agak menyindir, Seong-chan langsung salah tingkah dan mencoba mengalihkan pembicaraan. “Kemana mereka akan menangkap pria itu? Dia tidak seperti orang Cina-Korea.”




Hyung-joon dari pojok ruangan memberitahu kalau dia tau seseorang dari Chinatown. Hee-bin langsung mengatakan pada Seong-chan kalau dia memiliki seorang pelanggan tetap dari Chinatown. Seong-chan semangat, Benarkah?
Hee-bin tersenyum menatap Hyung-joon, Hyung-joon membalasnya dengan mengangkat alis sebelah dan tersenyum dengan sangat-sangat tipiis. Kekeke, Hyung-joon sama Hee-bin aja deh kayaknya. Satu cerewet satunya Cool,  gimana? Ahjussi bangunlah dari kubur..


Ponsel Gun-woo berdering saat dia keluar dari sebuah toko, itu Seong-chan.
“Saya mendengar bahwa pada bulan Juli dan Agustus, abalon itu baik.” Ucap Seong-chan. Gun-woo malah heran, apa. Seong-chan mengulang ucapannya, Gun-woo malah tersenyum dan meminta alamatnya.


Gun-woo dan Shi-on masuk ke restaurant China, mereka langsung disambut oleh seorang pelayan yang memberitahu kalau jam makan siang telah habis dan akan kembali saat jam makan malam pada pukul 5. Gun-woo berfikir kemudian mengucapkan apa yang diucapkan Seong-chan, ‘Saya mendengar bahwa pada bulan Juli dan Agustus, abalon itu baik’
Pelayan bingung, maaf. Gun-woo kembali mengucapkannya tapi pelayan itu masih belum merespon, meski dari arah dalam ada seorang Chef yang memakai pakaian china memperhatikan.


Chef itu mengangguk pada si pelayan, Gun-woo kesal akan mengucapkan kembali kata-katanya namun ditahan oleh Shi-on yang melihat anggukan Orang China tadi.
Pelayan itu kemudian menunjukan jalan pada Gun-woo.



Shi-on menyodorkan foto Pencuri ponsel, Sekali melihat si Chef mengenali orang itu. “Itu Lee Young-geol. Dia berhenti pekan lalu. Dia sudah pergi, mengatakan dia dan temannya akan melakukan bisnis di kampung mereka.”
“teman?” tanya Shi-on.





Chef itu menunjukan sebuah foto, itu foto Young-gul dan si Pria yang telah mati. Gun-woo bertanya dimana teman Young-gul sekarang. Chef tak menjawab, Shi-on mengatakan kalau Pria ini berada di lokasi pembunuhan. Dia perlu bantuan sekarang.
Chef bertanya apa Shi-on sepenuhnya bertanggung jawab. Shi-on meng-iya-kan. Chef mengatakan dia tak butuh apapun hanya bawa Young-gul kembali.


Chef menunjukkan sebuah alamat, ” Dia bilang dia akan tinggal disini hingga dia meninggalkan Korea. Kau harus pergi kesana.”
Shi-on berterimakasih dan beranjak pergi.



Sebuah pertanyaan yang keluar dari Chef membuat Shi-on berhenti, “Detektif Lee Hyung-joon, dimana dia?”
Shi-on terkejut segera bertanya apa Chef mengenal Lee Hyung-joon. Pertanyaan itu sepertinya malah membuat Chef sedikit kesal, jangan datang kemari lagi. aku sepertinya tau, si Tn. Wang (Chef) ini sebenernya gak kenal Shi-on tapi dengan kode yang diucapkan Shi-on adalah kode milik Hyung-joon. Jadi dengan segera Tn. Wang menyimpulkan Shi-on kenal Hyung-joon.



Didalam mobil,Shi-on masih kepikiran dengan Tn.Wang yang mengenal Hyung-joon.
Shi-on : “Aku heran bagaimana pria itu mengenal Detektif Lee Hyung-Joon.”
Gun-woo :” Aku tahu. Selain itu, dia bertanya pada kita... dimana dia.”
Shi-on : “Kemana pun kita pergi, kita mendengar tentang Detektif Lee Hyung-joon.”


Young-geon melewati gang dan masuk kerumahnya, Shi-on dan Gun-woo yang memang sedang menunggu kedatangan Young-geon segera masuk kerumah Young-geon.


“Lee Young-Geol, kami polisi!” Gun-woo segera menyergap Young-geol tapi Young-geol mencoba kabur. Terpaksa Gun-woo menempang kakinya dan segera mengunci pergerakan Young-geol. Young-geol mengatai Gun-woo gila. Gun-woo jadi kesal, “Kaulah yang gila. Apa kau benar-benar tidak punya tempat lain untuk dimasuki sehingga kau datang ke kantor polisi?!”
Young-geol tetap keukeuh kalau dia tak mencuri karena dari awal ponsel itu miliknya.





Shi-on menumpahkan semua ponsel yang ada dikotak, ada yang aneh membuatnya menengok kearah samping ternyata sudah ada Si Pria Hantu yang menatap Young-geol dengan mata berkaca-kaca. Sedang Young-geol masih meronta untuk meyakikan kalau ponsel itu memang miliknya.
FLASHBACK



Teman Young-geol (hantu) memperlihatkan sebuah ponsel, “Atasanmu, Presiden perusahaan perdagangan kau tahu dia seorang penyelundup, bukan?”
Young-geol meng-iya-kan, Teman Young-Geol melanjutkan, “Ini adalah ponsel Presiden dan ada rekening-rekening bisnis, kontak, dan semuanya ada disini.
Young-geol bertanya apa yang dia rencanakan. Teman Young-geol untuk melakukan sesuatu, sepertinya dia ingin untuk mengajak Young-geol melaporkan untuk melakukan sesuatu, tapi Young-geol menolak.



“Apa kau pernah memikirkan keluargamu? Kau tidak ingin pulang ke kampung halamanmu?” Teman Young-geol mencoba mengingatkan dengan menunjukkan foto Young-geol bersama istri dan anaknya. Namun Young-geol memalingkan wajah untuk menepis keinginan kembali.
Dan dibelakang Young-geol sudah berdiri Tn.wang yang mendengarkan pembicaraan mereka.




Teman Young-geol tengah berdiri dengan cemas, tak jauh dari sana berdirilah Young-geol yang mengintai. Teman Young-geol menerima sebuah panggilan, kemudian Young-geol yang tak jauh dari sana mengangguk.
Seorang dengan jas hitam datang dan menunjukan gepokan uang, T. Young-geol meminta uang itu namun pria botak berjas hanya tersenyum meminta sesuatu terlebih dahulu.


Terjadilah transaksi pertukaran Ponsel dan uang, Yang-Beom (teman Young-geol) langsung membuka uang itu dan berbalik. Dengan tak terduga Pria Botak tadi telah menyiapkan pisau dengan segera menusuk Yang-beom. Young-geol keluar dari persembunyiannya untuk menolong Yang-beom, Dia segera memukul Pria botak tadi tapi ternyata pria itu juga membawa anak buah.



Yang-beom dan Young-geol berlari meninggalkan tempat itu, namun dengan keadaan Yang-beom yang terluka membuat mereka akan terkejar. Yang-beom menyuruh untuk berpencar saja, tapi Young-gul tetap yakin untuk berpencar.
Mereka memutuskan untuk berpencar. Dan terulanglah kejadian saat Yang-beom berlari dan ponselnya terlindas sepeda motor.
FLASHBACK END




“Akun penyelundupan konstruksi kami, jurnal penyelundupan, kontak-kontak di Korea, dan orang-orang sedang mencari kami, para pejabat Korea.” Aku Young-geol. “polisi?” Gun-woo penasaran.
Young-gul mengangguk, polisi korea juga membantu mereka. Shi-on dan Gun-woo saling menatap, Shi-on bertanya apa nama perusahaan tempat Yang-beom. Young-geol tak tau menau, “Sejak 6 tahun yang lalu, sebuah kapal yang bernama Cheong Do, Dia berada di kapal perdagangan.”
FLASHBACK



22.07.2007 - 23:47 AM
Hyung-joon tengah berada ditepi pelabuhan, dia melihat sebuah kapal besar menepi. Hyung-joon melalui talki’nya melaporkan, “Sunbaenim, Cheong Do yang datang pagi ini. ada seseorang diatas kapal yang mengirimkan sinyal dengan lampu.”
Diseberang, kita tau ini Moon-sik kan, “Apa yang kamu bicarakan?”. Hyung-joon mengatakan kalau dia akan menge-cek-nya sendiri. Tapi Moon-sik mengeluh kenapa Hyung-joon membuat mereka bekerja lebih awal.
FLASHBACK END



Hyung-joon tengah menatap tajam seseorang, dia Moon-sik yang tengah mendapat telefon. Mungkin ada sesuatu yang terjadi tak sesuai rencana Moon-sik karena dia terlihat begitu frustasi. “Ada apa disana?”
“Tanggal dimana ada kesepakatan, jumlah deposit, dan daftar anggota kita...itu semua ada disana.” Lapor suara diseberang telefon. Moon-sik sangat pusing dibuatnya, lakukan apapun untuk menemukannya.


Hyung-joon dalam hatinya bertekad, “Hal tidak akan terjadi sesuai keinginanmu. Aku akan membongkar semuanya.”



Shi-on dan Gun-woo keluar dari rumah Young-geol, Gun-woo merasa kalau ponselnya telah rusak. Shi-on mengatakan kalau  mereka harus mendapatkan datanya karena bagaimanapun ada daftar penyelundup China dan polisi korea kotor disini.



Shi-on akan memegang ponselnya tapi dua ora berjas hitam muncul, perlahan Gun-woo memasukkan ponsel kesaku. Namun setelahnya, banyak orang berjas hitam yang bermunculan, Gun-woo dan Shi-on pun segera kabur.


Mereka terus berlari, tapi bagaimanapun mereka akan terkejar. Gun-woo mencoba menghalangi mereka dan menyuruh Shi-on mencari bantuan, Gun-woo mencoba melawan gerombolan itu sendirian, jelas kalah jumlah.



Shi-on berlari menaiki sebuah gedung bertingkat namun tak seorang pun disana, mungkin saking ketakutannya Shi-on sampai gak bisa milih tempat yah, pergi kepasar kek, mall atau apalah, itulah drama.
Dengan kejaran Gerombolan ber’jas, terang saja Shi-on terkejar saat dia sampai ke atap gedung.






Shi-on mencoba melawan dengan sebatang kayu, dan juga Gun-woo yang datang mencoba membantu. Terjadilah pergulatan hebat diantara mereka, setelah beberapa saat tak bisa dipungkiri mereka memang kalah jumlah.
Seorang dari mereka berusaha memukul Shi-on dengan kayu tapi Gun-woo yang melihatnya mecoba menghalangi dengan mengorbankan punggungnya sendiri.




Tepat saat itu mobil polisis datang, gerombola itu segera bergegas untuk pergi.
Shi-on bertanya apa Gun-woo baik-baik saja, Gun-woo kesal tentu gak lah yah. Shi-on tersenyum, tapi dilihat dari sisi manapun kau baik-baik saja.




Moon-sik datang, dia segera menyuruh untuk menangkap gerombolan itu. Gun-woo protes kenapa sangat terlambat, protesan Gun-woo membuat Moon-sik kesal bagaimana dia bisa datang 5 menit setelah Gun-woo menelfon.
Shi-on bertanya dimana ponselnya, Gun-woo mengeluarkan dari saku dan memberikannya pada Shi-on. sedang Moon-sik menatap lekat-lekat ponsel yang digenggam Shi-on.


Gun-woo mengantarkan Shi-on seperti biasa.
Gun-woo : “Hmm...aku harus memberikan ini pada Sunbae Choi. <br>Besok, melalui Sunbae Choi..”
“Aku akan membawanya denganku. Ayo lihat isinya dulu, lalu kalau kita menemukan sesuatu mari kita alihkan pada Ketua Tim Choi.” Potong Shi-on.


Gun-woo menyerahkan ponselnya pada Shi-on, “Sejak kapan Pusat Kehilangan dan ditemukan menjadi Tim Penyelidikan Khusus?”
Shi-on bertanya apa Gun-woo akan resmi kembali ke tim penyidik minggu depan. Gun-woo langsung lesu, lihat saja kalau sudah resmi. Shi-on menyuruh untuk melakukan yang terbaik.



Gun-woo mencari alasan untuk tetap tinggal, “tapi aku belum selesai dengan masa percobaanku dulu dan aku belum menutup kasus pada barang hilang. Dan...aku harus melatih Seong chan dan Seung Ha dengan benar.”
Shi-on menepuk Gun-woo, tak akan ada yang menahan kepergianmu. Shi-on kemudian menyuruh Gun-woo pulang.


Selepas kepergian Shi-on, Gun-woo bergumam. “Kenapa ada begitu hanya hal yang aku khawatirkan?”
~~~



Keesokan hari, Gun-woo masuk keruang kantor. “Hmm...aku dengar di bulan Juli dan Agustus, abalone bagus.” Ucap Gun-woo didepan Seong-chan.
Seong-chan hanya menatap biasa, Gun-woo bertanya darimana Seong-chan mengenal Tn.Wang . Seong-chan mengaku kalau dia tau itu dari Hee-bin, Gun-woo bertanya apa artinya.
“Itu adalah frasa sandi. Dia bilang itu frasa sandi yang digunakan ketika menghubungi pelanggan. Karena itu adalah konsultasi pribadi.” Jelas Seong-chan. Gun-woo bertanya dimana Shi-on, Seong-chan mengatakan kalau Seong-cha ijin pulang lebih awal.



Shi-on sedang berada didepan sebuah gedung, dia menemui seorang sunbaenya yang sudah 8 tahun tak bertemu.
Mereka kemudian duduk dibangku taman. Shi-on menanyakan tentang Hyung-joon, Sunbae heran kenapa dia tiba-tiba bertanya tentang Hyung-joon. Shi-on mengatakan dia pernah bertemu beberapa kali tapi dia benar-benar tak ingat.
“Aku rasa kamu melihatnya beberapa kali di acara sekolah, karena dia datang berkunjung, bahkan setelah kelulusan.” Terang sunbae.



Gun-woo sedang berjalan dikoridor gedung, Moon-sik melihatnya mengatakan kalau dia akan resmi kembali minggu depan. Gun-woo dengan tak semangat meng-iya-kan, Moon-sik sadar dengan hal itu.
Moon-sik menyenggol Gun-woo menggoda, “Ya. Bung! ini tidak seperti Tim Penyelidikan Khusus di USA! Itu di gedung yang sama! Katakan yang sebenarnya padaku. Ada hubungan apa kamu dengan Ketua Tim Yang?”
Gun-woo sok polos, apa itu ‘hubungan’? ah kami hanya rekan. Takut akan pertanyaan Moon-sik, Gun-woo segera meminta untuk pergi. Moon-sik melihat tingkah Gun-woo jadi ketawa sendiri.



Shi-on tengah berada dalam perjalanan kesuatu tempat.
Sunbae :” Ada toko dekat sekolah dimana dia adalah pelanggan tetap. Aku tidak yakin kalau toko itu masih disana.”
Shi-on menemukan sebuah toko dan memasukinya.


Gun-woo tengah membasuh tangannya di toilet, dia bergumam. “Dia benar. Itu tidak seperi Tim Penyelidikan Khusus di USA. Itu di gedung yang sama. Aku akan pergi kesana (Tim Penyelidikan Khusus)  lain kali. sekarang ini, harus tetap bersama Ketua Tim Yang”


Gun-woo berjalan dengan bahagia, dia sudah bisa memilih antara Lost and Found Center atau Tim Penyelidikan Khusus.



Shi-on memasuki toko, dia merasa sangat asing sepertinya. Seorang pelayan tiba-tiba menyapa Shi-on yang sudah lama tak bertemu, jelas Shi-on yang lupa ingatan tak merespon malahan dia bingung.



Shi-on kembali mengitari toko itu sampai ketempat dimana foto dipajang berderet. Shi-on memperhatikan foto-foto itu, sampai matanya menangkap sebuah foto. Foto dirinya dan Hyung-joon yang tengah berpelukan dengan seragam kepolisiannya.
Shi-on menatap itu, sampai sebuah suara lonceng berbunyi membuat Shi-on berbalik.
FLASHBACK


Shi-on memasuki toko yang sama dengan wajah sangat gembira, namun seketika kegembiraanya luntur menyadari kalau Hyung-joon belum datang. Shi-on masih terus menggerutu.
Sebuah suara terdengar, Shi-on tersenyum. Saat seseorang mulai mendekatinya, Shi-on malah berbalik mengagetkan. Itu Hyung-joon.




Shi-on tertawa puas melihat Hyung-joon terkejut. Hyung-joon memuji Shi-on, kau terlihat cukup cantik hari ini,
 Hyung-joon bertanya bagaimana dengan hari pertamanya kerja, Shi-on kembali cemberut dengan manjanya, “Aku tidak tahu. Aku begitu bingung. Aku tidak tahu bagaimana hari berlalu, sungguh.”





Hyung-joon menjabat tangan Shi-on, Kau melakukannya dengan baik. Shi-on mendapat dukungan dari kekasihnya menjadi tersenyum ceria lagi, aku telah melakukannya dengan baik. Hyung-joon menarik genggaman tangan Shi-on dan memeluknya.


Pelayan meminta izin mengambil gambar mereka..Flashh..
FLASHBACK END



Shi-on memandang lekat-lekat foto yang dipegangnya, Shi-on kemudian berbalik menyadari kehadiran Hyung-joon.
Hyung-joon perlahan berjalan mendekati Shi-on, Shi-on menahan tangisnya melihat Hyung-joon. Ingatanya telah kembali.




Shi-on menangis terisak, dia mencoba memegang pipi Hyung-joon namun dia mengurungkan hal itu. Shi-on menyesal, menyesal telah lupa akan Hyung-joon. Entah apa yang dirasakan Shi-on sekarang, tak banyak kata yang terucap hanya maaf dan isakan tangisnya. Dia terus menatap Hyung-joon.  adegan yang sulit diungkapkan,

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Komentar :
Beneran deh, aku gak bo’ong. Feel Hyung-joon sama Shi-on ini beneran dapeeeet banget kalo menurut aku. Dari beberapa kilasan Sweet Moment mereka pun itu bener-bener sweet banget, sederhana memang tapi itu ngena banget. Hehe, karena adegan ini pula aku memutuskan buat full epi ini, eiya minta sedikit pendapat yah chingu. Menurut kalian pic’nya udah jelas apa belum? Soalnya semalem aku download tapi aku coba-coba deh pake yang resolusinya rendah, kan jadi irit tuh dan bisa buat download video para daun muda. Keke.. kalo segini dah jelas kan aku besok downloadnya yang segini aja.

Untuk titik terang kasus semakin jelaskan, pejabat, polisi, itu andil dalam kasus penyelundupan. Kedepannya menurut aku bakalan ada masa sulit buat Shi-on, gimana enggak. Dia Cuma seorang Ketua Tim biasa harus menghadapi para petinggi, coba deh. Aku rasa mulai epi besok semakin berat buat Shi-onnya.

29 Responses to "[SINOPSIS] Who Are You Episode 9"

  1. yey... kluar jugaa ep 9 nyy ^^
    pict'a jlas kuq eonni.. :)
    d tnggu yhaa ep 10 nyy :D

    ReplyDelete
  2. pictnya jelas kok... senyuman tipiiiiis si hant* bikin melting. episode 10 smangaaattt!!!

    ReplyDelete
  3. So sweet hiksss tapii sedihhh ..tq sinopsisnya unni

    ReplyDelete
  4. Wah... udah keluar. Thanks buat sinopnya.Di tunggu ep 10 nya. he...
    Klo menurutku gambarnya udah cukup jelas kok chingu. Semangat!

    ReplyDelete
  5. Pic nya jelas kok...
    Semangad y u episode 10-nya... Readersnya jg smangad nunggu kok :D

    -hime-

    ReplyDelete
  6. huaaaa, kenapa ending ep 9 nii bkinn mata berkaca-kaca :'( sweet bangett.. btw, shi on uda liat isi data yg ada diponsel yg rusak belom sih ? soalnya belom ada kelanjutanna

    ReplyDelete
  7. Ekspresi kikuknya hahahhaa lucu bget jd senyum2 sndri bacax
    Senyum oppa HJ diending eps kyaaaaaa merobek jantung,,,aigoooo cakepnyaa ˆ⌣ˆ
    Makasihh sinopnya,,ditunggu eps slanjutx

    ReplyDelete
  8. klo ingatan shi on tntang hyung joon udah kembali trs,hubungnnya sma gun woo bgaimana////????????aq tetp dukung shi on sma gun woo,,,waloupun si hantu so sweet bngt,tp lbh suka tingkh gun woo yg bikn senyum2 sendiri,,,hiiiheee
    fighting bwt sinop selnjutnya,,,


    -naura-

    ReplyDelete
  9. Komentar pertama d blog mu mb..
    Tdnya penasaran ktnya drakor in lbh srem d bnding master of sun..tp kta aq ga..
    d tnggu kelnjtn nya

    ReplyDelete
  10. Hantu nya lebih bnyk di master's sun ,drakor ini hantu nya ga serem mlah cucoo ^^,
    Pic nya uda bgus koq ,di tnggu kelanjutan ny ya fightiingg

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang chingu, mungkin ini lebin menitik beratkan sama pengungkapan kasusnya HYung-joon aja sih menurut aku. Tapi iya juga, hantunya malah bikin kelepek-kelepek deh..hehe

      Delete
  11. huwwaa.. scene end nya bikin terharu.. bener banget walau scene Shi On sm Hyung Joon hanya Flash Back, tapi chemistry mereka lebh berasa di banding sama Gun Woo...

    Dijadikan full sinopsis nya bagus kok mba.. gambar nya juga jelas.. di tunggu eps 10 nya semangat...

    ReplyDelete
  12. Suka sm hyung joon, ga sreg sm gun woo.. Menurutku ceritanya berbelit2. Mian, cm ngungkapin pndapat aja soal drama ini.. But,tetap setia buka blog ini krn nunggu klnjutan sinopsis 'empire of gold'. Gumawo

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada yang setia menunggu EOG? aku usahakan ya mba.

      Delete
  13. Untuk epi 10 mungkin hari minggu ya chingu.

    ReplyDelete
  14. Keliatan ko pic nya, malah lebih seneng yg kaya gini.
    Aku lebih seneng kaya gini cingu gak usah pake berpart" an langsung ke episode 10 gitu cingu :) hehehe
    Waaah mengharu biru bacanyaa, hiks hiks :')
    Sepertinya kebobrokan anggota polisi sedikit demu sedikit bkal kebuka smua
    Tetep semangat ya cingu, kita menunggu dgn setia :)

    ReplyDelete
  15. wow...keren bgt critanya...
    nggk nyangka bgt..btw ini udh sip kok sista gmbarny..dtunggu next eps yach..
    smngat ya sista...

    ReplyDelete
  16. Replies
    1. @puji_maccaron. tapi mian aku ini gak pernah dibuka

      Delete
  17. Ga kbyang deh gmna prasaan shi on pas tau org yg dilupkan itu kekashnya...
    Btw bukanya slma 6thn apartmenya shi on ga brubah ya, msa ga ad fto2nya sma hyun jung gtu? Tp ntar ga jd drma deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, iya chingu. kalo gak kaya gitu gak bakal jadi drama deh.

      Delete
  18. ditunggu episode berikutx...
    fighting

    ReplyDelete
  19. sumpah sampek banjir air mata.....di tunggu next episodenya ya author...adegan d sni sdih banget....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah iya makasih chingu udah komen banyak banget. keke. udah dilanjut ke 10 part 1 yah

      Delete
  20. Makasih yang udah koment tapi gak bisa dibales satu-satu. mian tapi makasih. hehe

    ReplyDelete
  21. keren...., 1 eps full.....daebak.....iya, empire of gold....ditg yah.....gomawo

    ReplyDelete
  22. sediiiiiiiiiiih... sampai mewek dibuatny..T__T
    makasih mba buat sinopny...
    semangat selalu...^^

    ReplyDelete
  23. ditunggu kelanjutan sinopsisnya sist
    :D
    fighting

    ReplyDelete
  24. Fighting,,,,,semangat ya ngerecap nyaaaa...............

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^