[SINOPSIS] Empire Of Gold Episode 3 Part 2

[SINOPSIS] Empire Of Gold Episode 3 Part 2

~~~



Dong Jin sedang mengadakan konferensi pers, “Kami akan mengundurkan diri dari semua posisi terkait Sung Jin Group mulai hari ini. Atas nama Choi Yong Jae, anakku yang baru saja meninggal... Aku akan membangun yayasan beasiswa. dan melepaskan semua sahamku Sung Jin Group”

Dong Jin menyelesaikan kata-katanya dan membungkuk hormat. Seorang wartawan bertanya apa benar kalau mereka membuka yayasan malah untuk mempertahankan saham di grup Sung Jin?

Min Jae maju menjelaskan, kami membuat yayasan non-profit. Keuntungan dari yayasan akan diberikan ke wali siswa untuk masa depan anak-anak yang kesulitan ekonomi.



Penjaga memberitahu kalau Direktur datang, semua orang langsung berbaris untuk menyambut kedatangan Dong Sung tak terkecuali Seo Yoon dan Min Jae. Dong Sung keluar tersenyum ramah pada semua karyawannya yang menunduk hormat pada Dong Sung.


Dong Sung berjalan mendekati Sek.Kang lalu menepuk pundaknya, bagaimana kabar yayasan beasiswa?
Sek.Kang sedikit terkejut dengan pertanyaan Dong Sung, akan selesai minggu depan. Dong Sung beralih bertanya pada Seo Yoon, “Apa yang hukum katakan?”

Seo Yoon memberitahu kalau Sampai setelah tiga tahun menerima hukuman di penjara... dia tidak bisa memegang posisi ketua dewan atau direktur sebuah yayasan non-profit.

Dong Sung memerintah Seo Yoon untuk sering-sering mengunjungi istri Min Jae karena dia pasti akan terluka. Dong Sung berjalan lagi.


Suara Min Jae menghentikannya, Min Jae meminta Dong Sung untuk menjaga yayasan beasiswa. Dong Sung, “Pria tua ini tidak punya banyak waktu untuk hidup, tetapi tetap ada pekerjaan yang harus dilakukan.”

Min Jae melanjutkan lagi, “Dan juga....jaga aku dan ayah”

Dong Sung menengok kebelakang, tentu.


Min Jae diam terpaku dipermalukan didepan semua orang, Dong Jin yang tadinya dibelakang Min Jae berusaha mengejar Dong Sung tapi tangannya ditahan oleh Min jae, Min Jae menggeleng. Dong Jin sangat kesal berusaha memanggil Dong Sung, “Hyung-nim, Hyung-nim”


Tae Joo sekarang sedang mendapat panggilan pesanan mie, dia sudah membuka sebuah toko mie. Tae Joo terlihat begitu bahagia, ibunya bekerja didapur sedang Hee Joo menjadi kasirnya.

Dua orang pelanggan laki-laki akan membayar, mereka memuji Hee Joo yang cantik, Hee Joo tersipu malu lalu memberikan uang kembaliannya. “Ini hadiah pembukaan kami. Sering-seringlah datang kemari. Semoga harimu menyenangkan.”


Choon Ho kesal melihat Hee Joo begitu ramah pada mereka berdua. Hee Joo mengatakan apa pedulimu? Heh..

Tae Joo melihat Choon Ho dan Hee Joo tersenyum bahagia. (Semoga mereka terus begini yah...tapi sepertinya tidak mungkin)


Tae Joo, Choon Ho, ibu dan Hee Joo sedang duduk bersama setelah bekerja seharian. Hee Joo menghitung uang yang terkumpul, 315.000!

Hee Joo sangat senang, tapi Choon Ho mengatakan kalau dia akan menjadi kasir mulai besok, kuliah bukan lelucon, jadi belajarlah. “Jangan hanya melihat laki-laki”

Tae Joo tersenyum melihat kelakuan Choon Ho yang cemburu. Ibu berkata kalau mulai besok Hee Joo kuliah dan Tae Joo menjadi kasir. Ibu membagi uang hasil hari ini, beberapa untuk Tae Joo dan Hee Joo, sisanya untuk dirinya(Hehe)


Ibu : Tae Joo, aku bisa melihat apa yang keluarga kita lakukan hari ini ketika aku melihat uang ini. Aku tidak akan bertanya darimana kau mendapatkan uang... untuk membuka tempat ini dan membeli rumah. Jadi Tae Joo, ayo bekerja di sini... denganku. Oke?

Hee Joo yang mengetahui darimana Tae Joo mendapat uang sedikit menunduk.

Tae Joo hanya mengangguk meng-iya-kan permintaan ibunya.


Telfon berdering, Tae Joo mengangkatnya. Itu dari Seol Hee, Seol Hee mengajak Tae Joo untuk bekerja sama lagi untuk 420.000 pyung di ohsan, tapi Tae Joo tak mau.

Seol Hee : Dua miliar. Dua miliar untukmu, dua miliar untukku. Satu bulan untuk perencanaan dan penyelesaian rekening. Dua miliar dalam satu bulan. Tae Joo, mari kita lakukan sekali lagi. Oke?

Tae Joo ragu, dia menatap keluarganya. Dia bimbang antara dua miliyar atau permintaan ibunya untuk bekerja bersama.
***

1994
TV sedang menyiarkan kematian Kim Il Sung pada tanggal 8 Juli 1994.
Tae Joo sekarang sedang bercermin memakai dasi, dia sudah menjadi boss sepertinya. Berarti kalau gitu pas ditahun 1991 dia nerima ajakan Seol Hee.


Tae Joo sekarang sedang melakukan wawancara,
Wartawan cewe : Selesaikan penjualan apartemen yang sebelumnya tidak terjual kepada asuransi. dan tanah yang kau beli telah dipilih sebagai lokasi perumahan dalam beberapa hari. Semua orang mengatakan bahwa keberuntungan tetap mengikuti Presiden Jang Tae Joo.

Tae Joo : Ketika keberuntungan itu berulang, tidakkah kau menyebutnya kompetensi?

Ada panggilan masuk, Tae Joo mengangkatnya. Untuk sementara wartawan itu sedikit terlihat kesal. Tae Joo melihat ekspresi wartawan itu.

Tae Joo menyudahi telfonnya, dia mengatakan pada wartawan, “Petugas parkir tampaknya telah menggores bumper mobilmu...”

Tae Joo menyodorkan uang, “Untuk biaya perbaikanmu... Aku akan meminta maaf sebagai gantinya.”
Wartawan itu lalu pergi.



Seol Hee datang keruangan Tae Joo dengan seorang kakek bersamanya, (inget gak kakek yang dimintai bantuan Tae Joo pas ayahnya kebakar itu loh)

Kakek itu melihat Tae Joo langsung berlutut didepan Tae Joo, “Aku... hanya percaya kata-kata Direktur Yoon(Seol Hee) dan menyerahkan semua yang aku simpan selama 60 tahun... tetapi lahan tersebut dibatasi sebagai zona fasilitas militer... Presiden Jang, kau mendapatkan keuntungan lima kali lipat dengan menjual tanah itu kepadaku... Tolong selamatkan aku. Aku akan membayar kembali uang dan segala sesuatunya. Tolong, tolong.”

Tae Joo sedikit berfikir : Kalau begitu... mari kita lakukan ini. Aku akan pergi melakukan doa pagi dan berdoa untukmu.

Kakek itu terkejut mendengar jawaban Tae Joo.

Flash Back


Tae Joo memohon pada Kakek tadi untuk meminjami uang.

Kakek : Aku akan pergi melakukan doa pagi dan berdoa untuknya. Kehidupan ditentukan oleh surga. Apa yang bisa orang lakukan?
Flashback end^^


Tae Joo menatap tajam kearah sikakek yang lemas mengingat apa yang dilakukannya dulu pada Tae Joo.Tae Joo menyindir kalau kakek  sudah melakukan hal yang terbaik yang dilakukan maka akan mendapat hasil yang baik pula.



Tae Joo berjalan keluar, dia memanggil Choon Ho untuk ikut. Choon Ho  sekarang jadi bawahan Tae Joo.
Tae Joo bertanya pada Seol Hee kapan mereka akan bertemu dengan Kim Sang Chul?

Seol Hee : “ Jam satu. Tae Joo....”

Tae Joo berbalik menatap Seol Hee, Seol Hee tahu kesalahannya lalu meralat kata-katanya. “ President Jang”

Tae Joo tersenyum.


Seol Hee : Kita dapat membatalkan pertemuan sekarang...

Tae Joo : Jumlah rekonstruksi apartemen adalah 3000 rumah tangga. Setelah dibangun kembali, jumlahnya menjadi 5000 rumah tangga termasuk yang dimiliki asosiasi. Ketika kita menurunkan deposit pembangunan dan berhasil dalam rekonstruksi... keuntungan akan...

Tae Joo menggantung kata-katanya, dia menatap gedung didepannya. Memikirkan keuntungan kali ini. “Direktur Yoon... kita bisa membeli gedung ini!”

Tae Joo mengatakannya dengan berseri(Kyaaaaaa), Tapi sepertinya Seol Hee tak mengerti maksud Tae Joo, hanya memandang heran bossnya.



Tae Joo akan menaiki mobil, seorang ahjussi datang dengan tergesa. Ahjussi itu minta maaf karena telah menyebabkan kerusakan pada mobil wartawan. Tae Joo menyuruh ahjussi berbicara informal saja. Tae Joo tak mempermasalahkan masalah itu, Tae Joo malah bertanya kapan Young Rae (anak ahjussi) menikah. Tae Joo memberikan kartu nama dan menyuruhnya membeli pakaian pengantin, Tae Joo juga menyuruh Young Rae datang jika dia menikah nanti dan memberikan apartemen. “Aku tak bisa memberinya gratis”

Ahjussi itu benar-benar terharu dengan kebaikan Tae Joo, terima kasih. Ahjussi itu pergi, Tae Joo memandang ahjussi itu sepertinya Tae Joo teringat akan ayahnya.


Tae Joo akan masuk ke-mobil, tapi dia melihat ada Seol Hee yang duduk bangku belakang, dia mengetuk kaca mobil. Seol Hee cemberut mengerti maksud Tae Joo, dia segera keluar untuk pindah ke kursi depan, baru deh Tae Joo masuk.(Gkgkg)

Choon Ho : Tae Joo, aku pergi ke sekolah Hee Joo... Wow, bagaimana bisa ada begitu banyak gadis di perguruan tinggi?

Seol Hee masih cemberut : Karena itu adalah perguruan tinggi wanita, itulah sebabnya.

Tae Joo tersenyum mendengar jawaban Seol Hee, iya sih Choon ho gimana deh. Jelas-jelas.



Tae Joo menemui Kim Sang Chul, Tae Joo bertanya apakah Sang Chul masih percaya pada mereka(?), sebagai seorang pengembang real estate yang tak bisa mendapat perizinan?

Sang Chul berfikir, apa kau bisa meyakinkan kantor wilayah?

Tae Joo : Aku akan mendapatkan izin rekonstruksi dalam dua bulan. Jika kita memulai konstruksi tahun depan... apartemen 12 pyung-mu akan berubah menjadi 32 pyung sebelum anakmu SMA.

Sang Chul meminta waktu berfikir, Tae Joo memberinya 10 menit sampai gulai yang mereka pesan datang.

Seo Yoon sekarang menjadi pengajar, dia sedang berada dikelasnya. “Setelah sepuluh hari, Kim Yoo Jung, novelis yang menulis 'Camellia' dan 'Spring, Spring'... meninggal karena TBC. Revolusi itu indah, karena membuatmu bermimpi. Tetapi revolusi juga menyedihkan... karena selalu gagal dalam kenyataan.”


Sebuah panggilan masuk, Seo Yoon me-rejectnya tapi menelfon lagi. akhirnya Seo Yoon permisi pada muridnya.

Seo Yoon mengangkat telfonnya, itu dari Won Jae kakak Seo Yoon. Won Jae berada di ruang kerja direktur, dia mengatakan kalau dia sudah bercerai dan sekarang dia bebas. (Won Jae sepertinya kaka Seo Yoon, tapi kenapa diepisode ini banyak pemain bermunculan?)

Seo Yoon bertanya dimana istrinya sekarang, Won Jae mengatakan kalau dia dihotel tapi tak mau untuk membukakan pintu saja. Seo Yoon sedikit pusing menghadapi masalah Won Jae. Karena istrinya meminta bagian aset Won Jae.



Seorang jaksa keluar dari tempat sidang, dia sedang menelfon seseorang, “Firma Hukum Atlantic Ocean... Ya, aku punya beberapa teman di sana.”

Diseberang, orang yang menelfon adalah Seo Yoon dia dalam perjalanan kesuatu tempat dan menabrak seseorang laki-laki yang berambut panjang, dia agak memandangnya curiga: Tolong tunda penyerahan petisi sebentar. Tolong, Dong Hui. Dong Hui, untuk Ibu dan Ayah... Terima kasih.


Seo Yoon memasuki kamar hotel seseorang, dia Eun Jung istri yang akan segera bercerai dengan Won Jae. Eun Jung mengeluh dengan kelakuan Won Jae yang sering pulang pagi dan juga selingkuh.

Tapi Seo Yoon malah terfokus pada sesuatu, dia melihat sehelai rambut di baju Eun Jung. Rambut itu panjang dan pasti itu bukan rambut Eun Jung, karena rambut Eun Jung pendek.

Eun Jung mengatakan dia tak bisa membantu karena orang yang dijadikan selingkuhan Won Jae adalah Jin Sook temannya. Seo Yoon menghela nafas, berdiri melihat-lihat ruangan.


Dia melihat kekamar mandi, disana dia melihat 2 bekas handuk yang habis digunakan, dia terlihat curiga kalau Eun Jung berselingkuh dengan laki-laki yang ditemuinya sebelum masuk kekamar hotel Eun Jung. Sementara Eun Jung terus menceritakan tentang won Jae yang selingkuh dengan temannya.

Seo Yoon kembali eun Jung, Seo Yoon meminta Eun Jung jangan bercerai dan meminta pembagian aset. Eun Jung menunduk sedih, meminta maaf.


Seo Yoon tak ada pilihan, dia menelfon seseorang : Tolong periksa CCTV dari Ocean Hotel.  Identifikasi orang yang meninggalkan kamar. Konfirmasi hubungannya dengan Eun Jung dan ajukan permohonan kami. Karena penyebabnya terletak pada Eun Jung... kita bisa memenangkan permintaan atas tunjangan dan pembagian aset. Jamin hak orang tua dan hak penjaga di Myung Hoon. Dan minta perintah penahanan terhadap Eun Jung.

Eun Jung terkejut, dia berdiri. Seo Yoon mengatakan tak akan ada yang terluka jika Eun Jung tak bercerai. Eun Jung menangis, dia sudah menyentuh temanku dan sekarang dia juga mendapatkanku?



Eun Jung memohon agar Seo Yoon tak mengatakannya, hanya sekali.

Seo Yoon memeluk Eun Jung yang menangis, Seo Yoon menenangkan : Aku tidak memberitahu siapapun tentang apa yang kita bahas ketika kita minum.


Eun Jung dan Seo Yoon sampai dirumah, Eun Jung langsung naik keatas tak menemui Won Jae yang sedang duduk membaca koran Seo Yoon menyuruh Won Jae mengakhiri hubungannya deng Jin Sook.

Won Jae menyangkal hubungannya dengan Jin Sook, aku hanya mencarikan tempat tinggal dan minum kopi bersama.

Yoon Seo menatap Won Jae, Won Jae bertanya apa Seo Yoon tak percaya padanya?

Seo Yoon, “aku percaya, tapi akankah ayah percaya?”






Keluarga Seo Yoon merayakan ulang tahun ibu, Jung Hee. Ibu meniup lilinnya. Jung Yoon memberikan ibu sepasang sepatu, dia juga bercerita kalau sepatu itu belum keluar di Korea. Jung Yoon juga menyindir Won Jae, “Suamiku sudah jadi jaksa senior loh sekarang”

Won Jae Cuma bisa diam, Dong Sung mengumumkan pada anaknya kalau mulai minggu besok ibu yang akan mengurus sekolah beasiswa, Sung Jae khawatir melihat ibunya. Ibu bertanya dia kan hanya seorang yang selau tinggal dirumah?

Dong Sung meyakinkan kalau itu hanya 3 minggu sekali, ibu tanya siapa yang akan memberi obat?
Seo Yoon memberitahu kalau akan ada perawat. Ibu akhirnya mau.

Tapi Sung Jae terlihat khawatir, ibu menggenggam tangan anaknya. (sepertinya sung jae ini bukan anak kandung ayah, ayah sama ibu nikah saat mereka sudah punya anak masing masing. Anak ibu Cuma Sung Jae, tapi ayah ada Seo Yoon, jung Yoon sama Won Jae)



Seol Hee memberitahu kalau mereka telah menyelesaikna pengembangan kotrak dan ada 20 anggota yang keluar melihat cap stempel. Tae Joo bertanya pada Choon Ho, “Bagaimana dengan hasil inspeksi keselamatan?”

Choon Ho : Sudah sekitar 20 tahun sejak apartemen dibangun...  sehingga mereka tidak akan memberikan apapun yang lebih tinggi dari kelas C. Jadi aku memberi mereka makan di sebuah ruangan salon selama tiga hari... Aku bahkan membayar biaya perjalanan orangtua mereka... dan mendapat kelas E. Ngomong-ngomong Tae Joo, apakah kelas E berarti memiliki rekonstruksi biasa?

Tae Joo mengangguk, memuji kerja Choon Ho bagus. Choon Ho terus saja menguap, sepertinya dia kerja lembur terus.

Tae Joo mengatakan kalau mereka hanya butuh perizinan rekonstuksi dari daerah tapi tahun depan adalah tahunpertama adanya pemilu, Kantor Wilayah Kota bahkan tidak akan menerima kerja keras kita.
Seol Hee bertanya apa yang harus mereka lakukan. “Cari tahu siapa saja anggota Kongres dari wilayah ini.” Ucap Tae Joo.



Seol Hee dan Tae Joo menemui Gwang Se, mereka bertiga sedang bermain golf. Seol Hee maju mencoba memukul bola, Gwang Se menatap postur Seol Hee dengan pandangan suka. Gwang Se memuji pukulan Seol Hee, meskipun pandang Gwang Se tidak pada bola.

Gwang Se mengetahui tentang apa yang dilakukan Tae Joo pada Min Jae sebelumnya, dia diberitahu Sek.Kang.

Gwang Se : Sejak segala sesuatu menjadi sulit bagi mereka(Min Jae), aku juga punya waktu yang sulit aku menjual rumahku, mendapat pinjaman untuk menjadi anggota kongres... jadi aku tidak merasa dekat dengan Yeouido. Dan lencana anggota kongresku pun terasa berat.


Gwang Se menyuruh Tae Joo untuk Izin rekonstruksi hari ini. Mereka berbincang sambil berjalan. Gwang se mendapat panggilan, dia mengangkatnya. “Terima kasih telah membayar biaya khusus untuk partai. Ini akan menjadi bantuan besar dengan pergerakan dari markas partai. aku sangat menghargai seratus jutamu.” Suara diujung telefon.

Gwang Se menatap curiga pada Tae Joo, karena sepertinya Gwang Se tak mengirim uangnya, tapi Tae Joo-lah yang melakukannya.


Tae Joo berkata pada Gwang Se, aku akan mengirimkannya jika kau mau dengan mengatasnamakan mu. Gwang Se tersenyum, dia mengajak minum tapi bukan Tae Joo melainkan Seol Hee. “Apakah kau tahu bagaimana caranya minum anggur? aku akan memberikan jawaban besok pagi... secara langsung kepadanya.

Seol Hee dan Tae Joo sedikit terkejut. Tae Joo mengancam, dia sepertinya tak tega menyerahkan Seol Hee pada Gwang Se: Aku sudah mengatakan semua yang dapat kulakukan untukmu. Jika kau ingin lebih... orang lain akan menjadi Kepala wiliayah saat pemilu tahun depan.

Choon Ho berjalan tergesa menemui Tae Joo, dia mengatakan kalau mereka sudah mendapat izin. Tae Joo senang menyuruh segera melakukan rapat dan menyuruh Seol Hee masuk.
Choon Ho menelfon Seol Hee : eol Hee! Kita mendapat izin rekonstruksi...
Belum sempat kata-kata selesai, Choon Hoo bertanya, “Kantor polisi? Penangkapan tanpa surat perintah? Kau bilang kau akan bertemu dengan kepala asosiasi. Mengapa...”
Tae Joo yang tadinya sedang melihat dokumennya, mengambil alih telfonnya dan bertanya ada apa?



Choon Ho menunggu didepan kantor polisi dengan gelisah.

Tae Joo yang sedang menemui Seol Hee dikantorpolisi bertanya-tanya siapa yang telah melapor. Tae Joo sedikit berfikir itu Gwang Se, tapi dia menyangkalnya sendiri karena dia sudah membayar Gwang Se jadi tak mungkin dia melaporkannya sendiri ke-partai.

Seol He tersenyum, “Aku membuat janji dengan perawatan kulit. Aku menundanya atau membatalkannya?”

Tae Joo mengerti maksud pertanyaan Seol Hee, apakah dia akan keluar cepat atau harus mendekam dipenjara. Tae Joo tersenyum, “Tunda saja. Kau akan segera keluar”


Won Jae sedang bersama seseorang, dia bertanya apa yang harus akau lakukan. aku diabaikan sebagai seorang anak dan dianiaya sebagai orang dewasa. Aku akan menunjukkan kepada mereka, siapa Choi Won Jae. “Hei, kau bilang aku harus melakukan apa yang kau suruh aku lakukan. Sekarang apa yang bisa kulakukan, Min Jae?”

Min Jae meminum wine-nya tak menjawab. Terlihat diwajahnya tersirat kelicikan.


~~~