[REVIEW] MV EXO - WOLF (Drama Version)

[REVIEW] EXO WOLF Drama Version






Luhan sedang berjalan sendiri, Kris menghampirinya dengan membawa tas besar dan menepuk pundak Luhan. Di tangan Kris terdapat sebuah tanda yang mengkilau, sepertinya itu tanda Wolf. Entah apa yah maksudnya, apakah itu sebagai seorang wolf yang gak akan tua, jadi mereka harus terus berpindah tempat agar tak mencurigakan, seperti di twilight lah.

Mereka sepertinya menentukan jalan yang berbeda. Luhan sepertinya berjalan dengan mantap, berlawanan arah dengan Kris. Kris berjalan tetapi sempat menengok kebelakang melihat kepergian Luhan.




Ada seorang gadis berjalan sendirian, sedangkan Luhan berdiri digedung sekitar tempat gadis itu. Entah Luhan memang mengikutinya atau mungkin itu sebuah kebetulan belaka. Tapi kemuadian dari arah belakang terdapat segerombolah orang atau bahkan itu bukan manusia mengejar Luhan.


Luhan terus berlari menghindar, dia menghindar dengan lari cepat seperti wolf juga gayanya. Sedang gadis tadi masih berada diatap memandang bulan dengan teropongnya sampai akhirnya dia tertidur.



Malam menjelang, gadis itu memutuskan pulang dan menuruni atap. Tapi anehnya ketika diperjalanan lampu disekitar jalan nyala-mati-nyala. Dia sedikit berfikir tapi tak terlalu perduli. Sampai sebuah tangan menarik badannya, dan segerombolan orang yang mengejar Luhan tadi berlari dengan garang.


Kita lalu dapat melihat sebuah tanda ditangan orang yang membekap gadis itu, tanda yang dimiliki oleh Kris juga meski berbesa simbol, itu Luhan. Gadis itu memegang tangan Luhan tapi Luhan menghempaskan tangan gadis itu dan pergi.




Para member EXO disini pada lagi maenan dikelas, tau lah tingkah anak-anak dikelas tanpa guru. Sampai guru masuk mereka langsung duduk rapi, guru memperkenalkan adanya murid baru. Murid baru itu Luhan, dia membungkuk memperkenalkan diri sampai matanya menangkap sesosok gadis yang ditolongnya tempo hari, dia agak kaget.


Mereka pun akhrinya duduk dalam satu bangku.





Luhan mulai beradaptasi dengan sekolah barunya, dia bersikap seperti layaknya manusia. Dia bermain bola, mengajar temannya berkelahi. Dia mulai mendapat banyak teman.*iyaaa iyalaaah...


Suatu malam, Geng EXO sedang bermain, sepertinya disini udah mulai keliatan si Kai suka sama si cewek itu. Dia tersenyum dan menyuruhnya pulang. Luhan sendiri gak nunjukin sikap suka dia tapi saat semua sudah berbalik dia masih memandang kepergian gadis itu.



Gadis itu naik dalam bis, bis mulai berjalan namun matanya menangkap sosok genk dan mereka semua memakai masker hitam sepertinya mereka yang sering mengejar Luahn itu. Dia gelisah menatap mereka, dan memutuskan turun dari bis.









Ternyata benar, genk itu menantang genk EXO. Mereka mengaja genk EXO kesebuah gedung. Disana mereka akan bertarung. Awalnya genk EXO berjalan dengan sangat mulus, mereka menang. Namun lama-kelamaan genk EXO kalah. Banyak berjatuhan. Luhan yang notabene bukan manusia masih sangat kuat menghajar mereka.






Dia berbalik dan menatap temannya banyak yang terkapar, dia sangat geram. dia sepertinya mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya dan mulai melawan mereka dengan membabi buta. Dia bertarung tapi matanya terlihat kosong, dia bertarung seolah dia hanya robot yang diperinta. Setu persatu korban berjatuhan.




DO maju dan mencoba menghentikan Luhan, dia menahan tangan Luhan. Luhan bahkan tak menatapnya dan terus akan membabi buta, sampai dengan kekuatannya dia melempar DO, DO terpental kearah dinding. Semua genk EXO terkejut.





Mereka mulai menolong DO dan memapahnya pergi. Kai menatap Luhan, dia merasa begitu benci sepertinya pada Luhan. Genk EXO mulai pergi meninggalkan luhan dan bahkan mereka sampai akan memukul luhan. Luhan hanya terduduk lemas mengingat apa yang terjadi tadi, apa yang dilakukannya pada temannya sendiri.






Gadis itu datang sepertinya dari tadi dia udah liat semua yang terjadi deh, “Neo...Nuguya?”
Dia bertanya dengan bergetar takut atau sedih. Entah. Gadis itu pergi

Luhan duduk terpekur sendiri, aku beneran kasian liat dianya.